[nasional_list] [ppiindia] Malaysia Deportasi 103 TKI Ilegal
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Sat, 29 Jul 2006 14:23:41 +0200
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral
scholarship, kunjungi
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **REFLEKSI : Diberitakan bahwa pada
tahun 2009 Indonesia menargetkan Rp186 triliun dari empat juta (Tenaga Kerja
Indonesia) TKI, kata Menteri Tenaga Kerja, Erman Suparno.
Target ini memberikan gambaran jelas bahwa kalangan berkuasa Indonesia tidak
akan bisa memecahkan masalah lapangan kerja yang dapat mengabsorvasi kebutuhan
perkembangan demografi. Jadi dengan kata lain bila dalam pemilu yang akan
datang [2009], bila mayoritas kaum tidak beruntung dikaruniai berkat tetap
membodohkan diri dan hanya mengikuti suara gembala kambing mengembik, bisa
berarti salah pilih wakilnya seperti pada masa lalu sama, jadi membiarkan
beban berat dipikul oleh anak cucu.
Target duit keringat TKI yang diincer tentunya tidak dipentingkan legalitas
pengiriman, karena bagaimana pun mereka adalah pahlawan devisa.
http://www.equator-news.com/berita/index.asp?Berita=Utama&id=54875
Jumat, 28 Juli 2006
Malaysia Deportasi 103 TKI Ilegal
5 di Antaranya di Bawah Umur
Oleh : Anton Perdana,- Entikong, Pemerintah Malaysia kembali mendeportasi
Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang tertangkap saat bekerja dengan majikannya
tanpa dilengkapi dokumen resmi. Dari 103 TKI yang di deportasi, 5 orang di
antaranya masih di bawah umur. Kelima TKI ini, Faisal Sugandi, 16, Judi Aun,
15, Toni Akalubong, 15, Akuui, 13 dan Mia, 15. Kesemuanya mengantongi paspor
dengan umur jauh lebih tua dari umur sesungguhnya.
Pengembalian TKI yang dilakukan sebanyak dua gelombang oleh Konsulat Jendral
Republik Indonesia (KJRI) di Kuching-Malaysia, ini berlangsung sejak tanggal
25-26 Juli di Border Entikong.
Deportasi TKI yang dilakukan Malaysia, dilakukan Selasa (25/07) sedikitnya 59
orang dipulangkan menggunakan angkutan umum. Sampai di pintu perbatasan, para
TKI langsung diserahkan ke BLK Entikong untuk menjalani pendataan dan
pemeriksaan.
Anggota Mapolsek Entikong yang diback up Mapolres Sanggau, langsung menyambut
kedatangan para TKI. Petugas pun, mengarahkan para TKI untuk menjalani
screening di BLK Entikong yang dilakukan pihak IOM Lembaga Swadaya Masyarakat
Luar Negeri selaku pendamping para TKI yang menjadi korban kekerasan saat
bekerja di Malaysia.
Esoknya, kembali dipulangkan 44 TKI, dalam perjalanan 1 orang tidak diketahui
jejaknya entah kemana saat di pemeriksaan dilakukan di pintu perbatasan.
Anggota Mapolsek Entikong yang diback up Mapolseks Sanggau, langsung
menyerahkan para TKI ke BLK Entikong untuk menjalani screening.
Selesai menjalani screening, para TKI dibawa ke Pontianak. Sedangkan 11 TKI
asal Sulawesi, memilih tetap bertahan di Entikong. " Kami akan pulang ke Balai
karangan saja tempat keluarga, sambil mengurus surat-surat," aku seorang TKI
yang tidak mau menyebutkan namanya.
Hal sama juga dilakukan salah seorang TKW asal Sanggau, ia memilih pulang
sendiri ke rumah." Saya pulang sendiri saja, karena keluarga katanya akan
datang menjemput. Biar nanti, saya turun di Balai Karangan saja, "pintanya.
Kapolsek Entikong, Iptu Adress Tampubolon mengatakan, pihaknya siap memberikan
pengamanan pada TKI yang akan dipulangkan. Bentuk pengamanan memberikan
pengawalan sampai keluar kawasan perbatasan.
Trafficking
Menurut hasil screening yang dilakukan IOM Lembaga Pendamping Korban
Trafficking, 7 orang TKI termasuk dalam kategori korban trafficking. Dari 7
orang korban trafficking, hanya 4 saja yang ditangani oleh IOM. Sedangkan 3
orang lain lagi, pergi entah ke mana.
"Kami tidak dapat memaksa, harus mendampingi mereka. Kita memberikan
perlindungan, pada korban yang mau kita dampingi. Tolong nama kami juga jangan
di cantumkan, sebab kami serin mendpatkan teror dari para agen, " ujar
Koordinator IOM yang tidak mau namanya disebutkan, saat ditemui Equator di
Polsek Entikong, setelah melakukan screening di BLK Entikong.
Ditanya mengenai 11 TKI asal Sulawesi yang tetap ingin pulang kembali ke
Malaysia, wanita berkaca mata ini mengatakan, pihaknya hanya menangani korban
trafficking, mengenai pengembalian TKI sepenuhnya diserahkan kepada pihak
pemerintah melalui Departemen Sosial. " Kita Lembaga Masyarakat yang konsen
pada bidang HAM, kalau memang mereka mau pulang sama-sama.Kita siap
memfasilitasi, " katanya.
"Kami bukan tidak mau memberikan keterangan, namun yang berhak lembaga kita
berkantor di Jakarta. Kami di sini, hanya menangani mereka yang membutuhkan
pertolongan. Kalau memang dari mereka ada yang mau bercerita kita tidak akan
menghalangi, tapi tolong , alamat lengkap dan identitas korban tidak
dimunculkan. Karena kami sering mendapatkan teror, " akunya lagi.
Ia juga mengatakan,pihaknya sesungguhnya siap mendampingi, TKI mana saja yang
menjadi korban trafficking. Hanya saja, korban mempunyai hak untuk tidak
diproses. "Tolong hak mereka, saya juga sempat puyeng. Melihat wartawan banyak
yang datang, mengambil gambar tanpa izin dari kami, " tuturnya.
Ditanyai mengenai peran IOM dalam melakukan sosialisasi dan penanganan kasus
trafficing untuk TKI asal Kalbar, wanita ini terdiam sejenak, ia pun menarik
nafas panjang lantas memalingkan wajahnya pada rekannya yang sedang sibuk
mengurus kepulangan TKI.
Ia mengakui, pihaknya sudah beberapa kali melakukan sosialisasi di kota
Pontianak. "Memang kami menyadari, sosialisasi yang kami lakukan masih belum
cukup. Karena kami lebih berkonsentrasi menangani TKI yang menjadi korban, "
kilahnya. *
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral
scholarship, kunjungi
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
Other related posts:
- » [nasional_list] [ppiindia] Malaysia Deportasi 103 TKI Ilegal