[nasional_list] Re: [ppiindia] MLM: Bisnis atau Penipuan?

** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral 
scholarship, kunjungi 
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **----- Original Message ----- 
From: "A Nizami" <nizaminz@xxxxxxxxx>
To: "media dakwah" <media-dakwah@xxxxxxxxxxxxxxx>; 
<ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx>; "Indonesia Raya" 
<indonesiaraya@xxxxxxxxxxxxxxx>; "padhang-mbulan" 
<padhang-mbulan@xxxxxxxxxxxxxxx>
Sent: Thursday, January 26, 2006 10:46 AM
Subject: [ppiindia] MLM: Bisnis atau Penipuan?


> MLM: Bisnis atau Penipuan?

Mongkey bisness!

> A Nizami
> Tue, 28 Sep 2004 20:59:15 -0700
>
> Berikut artikel mengenai Multi Level Marketing:
>
> http://majelis.mujahidin.or.id/Kolom/Ekonomi/MLM_Halalkah?/33/
>
>
> MLM YANG RESMI
>
>
> Sebagai kelanjutan Diskusi (814) MLM = Piramid atau
> Bukan?; (815) MLM = New Age?; dan (817) MLM Yang Sehat
> (lihat www.yabina.org), ada beberapa pertanyaan baru
> sebagai berikut:
>
> (Tanya-1) MLM RESMI? Baru-baru ini (Oktober 2003)
> Memperindag meresmikan Gedung Sentra Bisnis dan
> Distribusi CNI seluas 11.450 M2 di Jakarta. Bukankah
> ini menunjukkan bahwa bisnis MLM itu resmi dan
> direstui Pemerintah?
>
> (Jawab-1) SEJUJURNYA, harus diakui bahwa fenomena
> pembangunan itu justru menunjukkan dengan tepat bahwa
> MLM itu berskema piramid. Dalam bisnis MLM yang
> berjenjang, akan terbentuk skema piramid dimana hanya
> bagian kecil di atas yang mendapat komisi banyak,
> sebagian hanya mendapat komisi sedikit atas kerja
> sebagian besar yang di bawah. Di balik semua itu,
> puncak piramid, dhi. Perusahaan MLM, akan sangat kaya
> raya karena keuntungan berjenjang yang masuk ke kas,
> dan pada gilirannya, dana arisan yang terkumpul di
> saku pengusaha itu akan ditanamkan di bangunan dan
> bisnis lain yang non-MLM juga sehingga keuntungan
> perusahaan menjadi-jadi. Inilah yang menjadi
> keprihatinan kalangan hukum di Amerika Serikat dengan
> banyaknya tuntutan dari para distributor yang merasa
> terkecoh oleh janji-janji kaya yang bisa diperoleh
> semua orang itu dan banyak kali pebisnis 'MLM resmi'
> didenda besar. Cobalah tanya kepada perusahaan MLM,
> berapa jumlah anggota mereka dan berapa 'success
> story' yang telah berhasil menjadi 'maha bintang' atau
> 'level diamond'? Deperindag memberi surat IUPB (Izin
> Usaha Penjualan Berjenjang) kepada para perusahaan
> yang bergerak dalam bisnis MLM, dan izin itu baru
> dicabut bila ada tuntutan class action ke pengadilan
> bila banyak yang dirugikan. Umumnya peserta MLM hanya
> bisa menulis surat di surat kabar tetapi mereka tidak
> bisa menuntut di pengadilan, soalnya kerugian yang
> dialami banyak orang lapisan bawah masing-masing hanya
> kecil tetapi dialami banyak orang, dan kerugian ini
> disebabkan skema piramid yang menjadikan pengusaha dan
> sekelompok kecil peserta terdahulu memperoleh komisi
> berlimpah.
>
> (T-2) MLM ANGGOTA APLI. Banyak bisnis MLM sudah diakui
> dan menjadi anggota APLI (Assosiasi Penjualan Langsung
> Indonesia). Apakah keanggotaan itu tidak bisa
> dijadikan ukuran bahwa MLM anggota APLI itu resmi dan
> halal?
>
> (J-2) PERLU disadari bahwa APLI adalah assosiasi
> penjual langsung indonesia, jadi gabungan dari para
> penjual langsung termasuk bisnis MLM, dan para
> pengurusnya terdiri dari pimpinan MLM, jadi misinya
> tentu lebih banyak akan melindungi perusahaan MLM dan
> bukan untuk menyorot kegiatan MLM yang menjadi
> anggotanya. Di sini APLI tidak terhindarkan akan
> berstandar ganda, di satu pihak: (1) APLI menyalahkan
> bisnis piramid di pihak lain MLM juga berskema
> piramid; (2) APLI menyalahkan sistem binari padahal
> beberapa anggotanya bersistem binari; (3) APLI
> menyalahkan promosi yang mengecoh, padahal iklan CNI
> sehalaman penuh di harian KOMPAS hanya menonjolkan
> success story dan bukan menonjolkan produknya; (4)
> APLI melarang uang pendaftaran yang besar untuk
> menjadi distributor dan beberapa kali, faktanya banyak
> anggotanya yang MLM menarik pendaftaran besar juga dan
> ada yang uang pendaftarannya kecil tetapi berkali-kali
> mendaftar ulang setiap tahun; (5) APLI menyebut bahwa
> komisi harus berasal dari penjualan yang dilakukan
> sendiri, tetapi faktanya ada perusahaan MLM
> membayarkan komisi pada banyak jenjang di bawahnya
> yang notabena bukan dari penjualan sendiri; (6) APLI
> menghimbau perusahaan MLM untuk transparan dalam
> mengungkapkan data jumlah anggota dan keuntungan yang
> diperoleh, dalam banyak kasus ini tidak terjadi, sebab
> bila perusahaan MLM menyodorkan neraca demikian, akan
> terlihat bahwa bisnis mereka menjalankan gabungan
> antara penjualan produk + arisan berantai dimana
> keuntungan bersih penjualan sebenarnya menjadi uang
> arisan berantai (berjenjang) yang dibagikan sebagai
> komisi.
>
> (T-3) MLM BERKEMBANG. Majalah Eksekutip (November
> 2003) memberitakan bahwa bisnis MLM berkembang,
> sebagai contoh CNI dalam umurnya yang 17 tahun telah
> diikuti sejuta distributor dan setiap tahun omset
> penjualannya meningkat lebih dari 30%. Bukankah ini
> menunjukkan dampak positif terhadap perbaikan
> perekonomian nasional?
>
> (J-3) BILA hanya melihat aspek kwantitatip memang
> benar, demikian juga perdagangan narkoba, CD bajakan,
> dan penyelundupan menunjukkan dampak positif terhadap
> perbaikan perekonomian nasional. Tetapi bagaimana
> secara kualitatip? Perdagangan narkoba, CD bajakan,
> dan penyelundupan menurut kacamata umum dan hukum
> sudah diharamkan demikian juga arisan berantai dan MLM
> produk yang hanya menjadikan produk sebagai komuflase.
> Sekalipun beberapa perusahaan MLM produk sudah
> meningkatkan mutu produknya dan menjadi anggota APLI,
> penjualan yang 'hanya untuk distributor lingkungan
> sendiri' menyebabkan produknya tidak bisa
> diperbandingkan dengan produk sejenis di pasar baik
> mutu maupun harganya, apalagi sudah bukan rahasia umum
> bahwa ada produk MLM dibeli dari produk laku/terkenal
> perusahaan konvensional dan diberi kemasan sendiri.
> Membuat perusahaan bukan sifat MLM sekalipun
> perusahaan MLM setelah terkumpul dana berjibun
> kemudian membuka juga perusahaan sendiri jadi tidak
> lagi murni MLM. Kelihatannya jumlah MLM yang resmi
> maupun yang tidak sudah melebihi angka 100 dan
> menunjukkan mulai terjadinya kejenuhan. Baru-baru ini
> ada surat pembaca di harian Pikiran Rakyat Bandung
> yang mengkritik CNI karena menurunkan persentasi
> komisi berbeda dengan yang dijanjikan semula,
> berdasarkan alasan bahwa persaingin di bisnis MLM
> makin ketat. Kita tahu bahwa umumnya perusahaan MLM
> bergerak utamanya menjual komoditi barang keperluan
> sehari-hari seperti kosmetik, vitamin & suplemen
> makanan, ini menimbulkan persaingan ketat antar
> pengusaha MLM.
>
> (T-4) MENOLONG ORANG MENOLONG DIRI SENDIRI. Bukankah
> terbukti bahwa bisnis MLM menjadikan  'Semua Orang
> Bisa Mencapai Sukses' dan 'For People Who Like Helping
> People' (slogan Kiyosaki). Mengapa dianggap sebagai
> bisnis yang menipu lewat menjual?
>
> (J-4) BISNIS MLM bersifat ambivalen, dan sekalipun
> diberi slogan indah fakta membuktikan, bahwa: (1)
> CBS-TV di USA, pada tahun 1983, mewartakan hasil
> penelitian kantor kejaksaan Agung Wisconsin yang
> mengungkapkan bahwa dari 20.000 distributor Amway di
> negara bagian itu, kurang dari 1% yang memperoleh
> penghasilan $14,000 setahun sebelum dikurangi
> biaya-biaya lain; (2) Majalah Forbes pada 9 Desember
> 1991 menyebutkan bahwa rata-rata distributor Amway
> hanya memperoleh keuntungan sekitar $780 setahun, ini
> belum dikurangi biaya tilpon, transport, perangko, dan
> bahan-bahan promosi yang mesti dikeluarkan dalam
> pekerjaan ini; (3) Stephen Butterfield, seorang mantan
> distributor aktif Amway, melakukan penelitian atas
> laporan-laporan tahunan Amway, menemukan fakta bahwa
> hanya 1-2% dari seluruh distributor yang mampu
> memperoleh penghasilan menengah di masyarakat. Mereka
> yang mencapai level diamond yang menjanjikan pemasukan
> $50,000 - $100,000 hanya 0,048%. Agar satu orang dapat
> meningkatkan kelas sosialnya melalui Amway sedikitnya
> 2.083 distributor baru harus dimasukkan; (4) Salah
> satu success story distributor MLM Nu Skin menyebut
> bahwa ia menjadi jutawan dalam waktu 5 tahun dengan
> downline kuat sebanyak 5.000 distributor. Di tahun
> 1998, Nu Skin membayarkan 2/3 dari seluruh diskonnya
> kepada hanya 200 upliners dari 63.000 distributor yang
> aktif saat itu; (5) Di Indonesia, angka-angka demikian
> sulit diperoleh karena umumnya perusahaan MLM tidak
> transparan, namun dari data selama 17 tahun beroperasi
> dengan 1 juta distributor yang dicapai saat ini, CNI
> baru menghasilkan ratusan maha bintang yang memperoleh
> bonus rumah dan/atau mobil (lihat Hall of Fame Maha
> Bintang CNI). Majalah Eksekutip mencatat: "Pada
> National Convention CNI pada 5 Oktober 2003, diberikan
> bonus dan komisi berupa mobil pada 20 orang, 19 komisi
> kepemilikan rumah, 2 orang mobil mewah, dan seorang
> meraih komisi kepemilikan mobil mewah ke-2. Selain itu
> masih ada beberapa bonus menarik lainnya, seperti
> perjalanan wisata ke luar negeri yang jika
> keseluruhannya dihitung nilainya mencapai miliaran
> rupiah" (November 2003, h.65). Perlu diketahui bahwa
> pada tahun 2003 saja, sejuta distributor membayar
> pandaftaran lebih dari 60 milyar rupiah (pendaftaran
> ulang @Rp.55.000, tahun 2003 tercatat 250.000
> pendaftar baru yang membayar @Rp. 82.500)! Dari
> data-data di atas kita dapat melihat bahwa slogan
> menjadikan 'Semua Orang Bisa Mencapai Sukses' adalah
> menipu karena hanya sebagian kecil yang akan sukses
> dari dukungan sebagian besar yang tidak sukses,
> demikian juga slogan 'For People Who Like Helping
> People' faktanya lebih menunjukkan 'For People Who
> Like Helping People to Help Him'. Karena itu
>
> apakah MLM itu lebih tepat disebut 'Menjanjikan Laba
> Menggiurkan' atau lebih tepat disebut 'Menipu Lewat
> Menjual'? Sungguh tepat apa yang digambarkan tragedi
> 'Piramid di Mesir' dimana demi membangun tempat abadi
> untuk Firaun & keluarga, dan para petinggi kerajaan,
> puluhan ribu penduduk mengorbankan keringat bahkan
> nyawa mereka dalam membangun piramid itu. (Sumber dari
> buku: 'False Profits, Seeking Financial and Spiritual
> Deliverance in Multi Level Marketing and Pyramid
> Schemes', Robert L. Fitzpatrick & Joyce K. Reynolds,
> Herald Press, 1997), dan juga milis a.l.:
>
> http://www.pyramidshemealert.org
> http://www.falseprofits.com
> http://www.mlmwatch.com
> http://www.vandruff.com/mlm.html
> http://www.csj.org
> http://www.perso.wanadoo.fr/eldon.braun/awareness/
>
> (T-5) MLM YANG BENAR? Kalau begitu, apakah sebagai
> umat Kristen kita dapat membuat bisnis MLM yang benar?
>
> (J-5) BISNIS MLM berlandaskan penjualan berjenjang
> yang berskema piramid (membership ke bawah makin besar
> secara deret ukur). Pemasaran berjenjang dengan skema
> piramid adalah netral (baca piramid Musa dalam
> Kel.18:21-22), dalam hal ini MLM merupakan salah satu
> sistem pemasaran di samping sistem perusahaan
> konvensionil dan waralaba. Yang membedakan MLM yang
> baik dan tidak adalah kandungan produk dan sistem
> pembagian komisinya. Bisnis MLM yang baik secara iman
> Kristen adalah kalau:
>
> (1) Menjual produk yang bersaing dengan produk sejenis
> di pasar baik secara mutu maupun harga;
>
> (2) Produk juga dijual kepada umum (Di USA ada
> peraturan yang menentukan penjualan 30% kepada umum,
> ini untuk menunjukkan kwalitas mutu dan harga secara
> bersaing, dan distributor tidak termotivasi membeli
> barang yang tidak diperlukan demi mengejar komisi);
>
> (3) Komisi diperoleh karena penjualan yang dilakukan
> sendiri dan bukan karena penjualan orang lain.
> Setidaknya dua tiga lapis komisi masih dihalalkan
> karena para distributor masih memberikan pembinaan dan
> dorongan kepada jenjang-jenjang satu, dua dan tiga di
> bawahnya (active income), tetapi tidak mungkin pada
> jenjang-jenjang selanjutnya. Yang menjadi masalah
> disini adalah daya tarik MLM justru pada pembagian
> komisi atas penjualan pada banyak jenjang, ada yang
> sampai 7 jenjang ada yang tidak terbatas, ini biasa
> disebut 'pasif income';
>
> (4) Pembagian komisi yang lebih merata, artinya tidak
> membentuk gambaran piramid dimana perusahaan di puncak
> akan sangat kaya raya dan sebagian elit distributor
> terdahulu banyak laba, tetapi ini didukung oleh jerih
> payah sebagian besar yang dibawah;
>
> (5) Tidak menipu dan mengecoh dengan slogan-slogan
> yang biasa dipromosikan iklan MLM dan pertemuan
> pelatihan MLM, seakan-akan 'SEMUA distributor DAPAT
> mencapai SUKSES' dengan promosi kesaksian 'success
> story' para 'maha bintang' atau 'level diamond',
> soalnya hukum piramid dalam MLM tidak memungkinkan
> 'semua dapat sukses';
>
> (6) MLM umumnya melatih para distributor bukan dengan
> prinsip-prinsip marketing tetapi dengan indoktrinasi
> kejiwaan New Age yang mendorong 'motivasi mengenai
> sifat ilahi manusia yang mampu menjadi kaya.' Di
> sinilah iman kita dan kesetiaan kita akan nilai
> Alkitabiah akan diuji!
>
> Kiranya rambu-rambu di atas menjadi pedoman bagi umat
> Kristen yang terlibat dalam MLM atau yang tergiur oleh
> daya tarik untuk bergabung dalam MLM.
>
>
> Salam kasih dari Herlianto/YABINA ministry
> http://www.yabina.org/TanyaJawab/Des_03.htm
>
> Mengejar Laba Materi
>
> MLM memang dilematis. Banyaknya praktek MLM yang tidak
> bertanggung jawab dan membawa korban memberi dampak
> negatip pada praktek seperti Amway atau CNI. Bahkan
> kemudian Amway dan beberapa perusahaan MLM meng-klaim
> bahwa MLM berbeda dengan piramid, suatu istilah yang
> mereka tujukan pada praktek bisnis tipuan seperti
> arisan berantai. Yang jelas istilah MLM menjadi tidak
> sedap sehingga Herbalife tidak mau menggunakan istilah
> itu secara terus terang, dan Amway sendiri dengan
> Network 21-nya juga menghindari istilah MLM dan
> menggunakan istilah 'Network Marketing' (pemasaran
> jaringan), padahal justru penggunaan istilah ini
> sebenarnya keliru.
>
> Sebenarnya istilah MLM menunjukkan sistem yang berbeda
> dengan retail atau waralaba misalnya. MLM bekerja
> melalui distributor independen (upline) yang membangun
> kelompok dibawahnya yang disebut 'downline' dan
> selanjutnya 'downline' yang semula berfungsi sebagai
> konsumen kemudian menjadi distributor baru (upline)
> dan membentuk kelompok 'downline' baru dibawahnya. MLM
> menunjuk pemasaran yang bergerak bertingkat/berlapis
> (level/layer) secara linier, dan mengapa kemudian ada
> yang disebut Piramid yaitu karena bentuk dua
> dimensinya mirip piramid. Bila piramid itu teratur dan
> membentuk 2 orang downline dari satu upline, maka
> disebut binary. Tidak ada bentuk yang benar-benar
> mirip piramid, soalnya multiplikasi masing-masing
> distributor berbeda, ada yang banyak downlinenya ada
> yang sedikit dan ada yang cepat bertambah down
> level-nya ada yang lambat.
>
> Istilah Network sebenarnya mengambarkan tidak adanya
> batasan jelas antara upline dan downline  dan semua
> unit bisa berhubungan dengan unit manapun dalam
> jaringan (termasuk ikatan horisontal), dan itu tidak
> ada dalam MLM dimana downline hanya berhubungan dengan
> uplinenya sendiri atau downline barunya (ikatan
> vertikal). Gambaran dalam buku Network-21 mengecoh
> pembaca, sebab disitu digambarkan upline ibarat
> telapak tangan yang memiliki jari-jari downline dan
> setiap ujung jari bak telapak baru memiliki jari-jari
> dan seterusnya, ini tidak beda dengan gambaran
> piramid, namun berbeda dengan gambaran sebuah jaring
> ikan dimana banyak bagiannya saling terkait dengan
> lainnya.
>
> Sebenarnya yang membedakan antara Amway, CNI dengan
> Pentagono atau AKSARA bukanlah bahwa yang satu disebut
> MLM yang lain Piramid, namun yang membedakan adalah
> bahwa 'kandungan praktek' MLM mereka berbeda-beda.
> Amway memiliki Topline (yaitu Amway sendiri) dengan
> komoditi yang dijual secara top-down dengan sistem
> bonus dan potongan yang diberikan oleh topline kepada
> para konsumen yang kemudian menjadi distributor,
> sedangkan AKSARA merupakan penyetoran uang secara
> bottom-up, ada pembayaran tetapi tidak ada komoditi.
>
> Dan berbeda dengan sistem marketing lain, dimana
> kwalitas produk bersaing dan konsumen dapat membedakan
> baik kwalitas maupun harga produk dengan komoditas
> sejenis, MLM sekalipun mempromosikan komoditinya
> dengan harga yang masuk akal namun tidak memberi
> pilihan perbandingan. Bukan kwalitas peoduk yang
> dipentingkan namun lebih menitik beratkan pada tehnik
> menjualnya yang lebih merupakan cuci-otak dan
> indoktrinasi sehingga konsumen tertarik. Konsumen
> tertarik bukan karena kwalitas produk namun karena
> iming-iming bonus dan daya tarik kekayaan yang
> dipromosikan distributor. Lalu bagaimana dengan klaim
> Amway yang menganggap dirinya tidak menipu berbeda
> dengan AKSARA misalnya?
>
> Sekalipun Amway lebih teratur, secara terselubung ada
> juga unsur menipunya. Semua bentuk MLM akan
> mengorbankan lapisan terbawah atau ujung-ujung estafet
> bila terjadi force majeur seperti pasar jenuh, bencana
> alam, perang atau kiamat, juga kalau tiba-tiba topline
> berhenti produksi karena dibubarkan atau pailit. Jadi,
> slogan bahwa: "Semua anggota memiliki peluang yang
> sama untuk mendapatkan keuntungan dari penjualan
> produk/jasa" jelas menipu, karena kalau terbentuk
> bottomline/grassroot, maka kenikmatan yang telah
> diperoleh upliners sebenarnya dibayar oleh kerugian
> bottomline yang jumlah orangnya jauh lebih banyak dari
> jumlah keseluruhan upliners.
>
> Bottomline/grassroot dalam situasi paceklik demikian
> karena tidak bisa menjadi distributor (bukan karena
> salahnya sendiri) akan menanggung dua macam kerugian:
> (1) mahalnya produk, yang menurut pengakuan pihak MLM
> sendiri disebutkan bahwa untuk membayar bonus, sampai
> dua-per-tiga harga produksi digunakan untuk royalti,
> potongan dan bonus. Maka bila dipotong keuntungan
> perusahaan, sebenarnya harga produk itu rielnya cuma
> sekitar 10 persen dari harga produk, sisanya
> kemahalan; dan (2) royalti & bonus tidak didapat, ini
> bukan karena salahnya sendiri tapi situasi memaksa.
> Yang jelas jumlah korban ini akan banyak sekali.
> Misalnya dalam deretan 1-5-25-125-625 bisa kita lihat
> bahwa bottomline (dhi.625) itu besarnya 4X jumlah
> upline 1+5+25+125 (=156). 625 orang akan gigit jari
> demi kenikmatan 156 orang. Makin lama MLM beroperasi
> makin akan berjibun jumlah korbannya.
>
> Dilihat dari sudut korban, ruginya bottomliner AKSARA
> tidak beda dengan ruginya bottomliner misalnya Amway.
> Bila bottomliner AKSARA berkorban masing-masing 10
> ribu rupiah, maka bottomliner Amway malah bisa
> berkorban jauh lebih dari itu berupa nilai kemahalan
> harga produk dikurangi biaya produksi yang riel.
> Kerugian bottomliner yang jumlah orangnya jauh lebih
> besar dibandingkan dengan jumlah akumulatif upliner
> yang sudah menikmati bonus besar!
>
> Dari terang di atas jelas terlihat bahwa MLM bukanlah
> sistem marketing yang adil dan jujur tapi penuh dengan
> kemungkinan penyalah gunaan terutama mengorbankan
> bottom liner. Dalam literatur MLM soal 'resiko
> bottomline/grassroot yang akan dikorbankan' tidak
> pernah diceritakan, padahal itu menyangkut jumlah
> orang yang jauh lebih besar dari yang sudah menikmati
> keuntungan. Bisnis dianggap berjalan dalam waktu tak
> terhingga padahal kita melihat bahwa tidak ada yang
> kekal di bumi. Marketing dalam bentuk lain memberi
> peluang hidup perusahaan dan banyak pihak lain di luar
> perusahaan, namun MLM memangkas semua biaya untuk itu
> sehingga terpupuklah dana besar untuk royalti & bonus
> para distributor demi keuntungan sendiri.
>
> Selain itu, karena sifatnya nir-sarana (tanpa kantor,
> organisasi manajemen dll.) maka MLM cenderung
> beroperasi bagai 'benalu' dimana setiap distributor
> kemudian memanfaatkan fasilitas dan koneksi di mana ia
> berada. Seorang pegawai perusahaan akan memanfaatkan
> fasilitas kantor dimana ia bekerja, dosen memanfaatkan
> fasilitas kampus, bahkan anggota jemaat gereja
> memanfaatkan pertemuan setelah kebaktian untuk
> pemasaran kepada sesama jemaat lainnya. Di Indonesia
> ada kelompok-kelompok mahasiswa/profesional kristen
> yang banyak aktivisnya penganjur MLM, mereka
> memanfaatkan persekutuan yang telah terjalin sebagai
> sarana pengembangan bisnis MLMnya.
>
> Dapat dimaklumi mengapa banyak perusahaan melarang
> pegawainya ikut MLM (seperti  Astra & Gramedia) bahkan
> ada yang mengancam dengan sanksi PHK, pasalnya, banyak
> pegawai yang ikut MLM kemudian menggunakan ruang
> kantor, waktu kantor dan pulsa tilpon untuk kegiatan
> MLMnya. Di beberapa gereja, bahkan majelis jemaat ada
> yang menggunakan persekutuan jemaat bukan sebagai
> sarana 'koinonia' (persekutuan) tetapi digunakan untuk
> pemasaran MLM (diplesetkan sebagai dagang 'koin'). Di
> USA jumlah level/layer MLM yang diizinkan juga diatur
> pemerintah secara ketat, soalnya ini menyangkut
> struktur biaya produk. Network-21 dari Amway banyak
> menghadapi tuntutan pengadilan dan sering kalah dalam
> pengadilan karena representasi yang salah. Lagipula
> berapa banyak pajak penghasilan digelapkan dalam
> perusahaan tanpa organisasi dan pegawai demikian?
> Bonus umumnya dianggap bukan penghasilan yang bisa
> dikenai pajak.
>
> Bagi iman Kristen, kita perlu waspada mengingat tujuan
> bisnis MLM berlawanan dengan semangat 'mengasihi
> sesama' yang diajarkan Alkitab. MLM menawarkan daya
> tarik mamon, yaitu kekayaan & kemewahan materi, mobil
> mewah dan jalan-jalan keluar negeri, perilaku yang
> potensial menomor duakan iman kepada Tuhan
> (Mat.6:19-24). David Roller menulis buku berjudul 'How
> to make Big Money in MLM', dan dalam bukunya 'Network
> & Multi Level Marketing', Allen Carmichael menulis
> "buku ini akan memberi anda kunci yang diperlukan
> untuk membuka pintu menuju kaya raya."
>
> Lebih lagi, pelatihan semacam Network-21 menggaet
> seseorang ke dalam jaring pengembangan diri (percaya
> diri) 'New Age' yang berpusat diri manusia. Dalam buku
> 'Sistem untuk Sukses - Network-21,' disebutkan "Anda
> percaya pada diri sendiri" dan agar kita
> "memvisualisasikan impian kemakmuran masa depan".
> Impian indah yang berbau mantra yang "sangat
> menentukan keberhasilan dalam bisnis ini." Tokoh-tokoh
> pelatihan New Age seperti Napoleon Hill, Harold
> Robins, Stephen Covey dijadikan inspirasi mimpi indah
> demikian, padahal pelatihan pengembangan diri demikian
> cenderung 'mencuci-otak' dan 'indoktrinasi kejiwaan'
> menurut American Psychologist Association. Sayang MLM
> tidak memvisualisasikan mimpi buruk bottomliner yang
> kelak akan menggigit jari.
>
> Network-21 mendorong peserta mempelajari antara lain
> buku Dale Carnegie "How to Win Friends & Influence
> People" sebuah buku yang banyak dikritik orang karena
> mengajarkan artificial ethics/behaviour. Senyum
> sebagai kunci sukses dalam bergaul, dan hargailah
> semua orang (karena semua orang merasa dirinya
> penting) agar ia menyenangi kita. Dapat teman (friend)
> lebih penting dari persahabatan (friendship) dan soal
> baik buruk kabur. Richard de Vos, pendiri Amway,
> ber-slogan: "Tolonglah orang lain agar kita dapat
> menolong diri sendiri", dengan kata lain, kasih kepada
> sesama dilakukan dengan pamrih yaitu "agar kita bisa
> menolong diri sendiri." Suatu kasih eros yang berbeda
> dengan kasih 'Agape', yaitu "Demikianlah kita ketahui
> kasih Kristus, bahwa Ia telah menyerahkan nyawaNya
> untuk kita; jadi kitapun wajib menyerahkan nyawa kita
> untuk saudara kita." (1Yoh.3:16).
>
> Bila Anda mendapat berkat dari seri artikel MLM ini,
> kirimkan kepada teman-teman Anda.
>
> Salam kasih dari Herlianto/YBA
> http://www.yabina.org/artikel/A'02_45.htm
> Ten Big Lies of Multilevel Marketing
> Robert L. Fitzpatrick
> The multilevel marketing (MLM) field grows, and its
> member companies multiply. Solicitations to join seem
> to be everywhere. Its promoters would like you to
> believe that it is the wave of the future, a business
> model that is gaining momentum, growing in acceptance
> and legitimacy, and will eventually replace most other
> forms of marketing. Many people are led to believe
> that success will come to anyone who believes in the
> system and adheres to its methods.
>
> Unfortunately, the MLM business model is a hoax that
> is hidden beneath misleading slogans. Calling it a
> "great business opportunity" makes no more sense than
> calling the purchase of a lottery ticket a "business
> venture" and winning the lottery a "viable income
> opportunity for everyone." MLM industry claims of
> distributor income potential, its glorified
> descriptions of the "network'" business model, and its
> prophecies of dominating product distribution have as
> much validity in business as UFO sightings do in the
> realm of science.
>
> The very legality of the MLM system rests tenuously
> upon a single 1979 court ruling on one company. The
> guidelines for legal operation set forth in that
> ruling are routinely ignored by the industry. Lack of
> governing legislation or oversight by any designated
> authority also enables the industry to endure despite
> occasional prosecutions by state attorneys general or
> the FTC.
>
> MLM's economic scorecard is characterized by massive
> failure rates and financial losses for millions of
> people. Its structure in which positions on an endless
> sales chain are purchased by selling or buying goods
> is mathematically unsustainable, and its system of
> allowing unlimited numbers of distributors in any
> market area is inherently unstable. MLM's espoused
> core business -- personal retailing -- is contrary to
> trends in communication technology, cost-effective
> distribution, and consumer buying preferences. The
> retailing activity is, in reality, only a pretext for
> the actual core business, which is enrolling investors
> in pyramid organizations that promise exponential
> income growth.
>
> As in all pyramid schemes, the incomes of those
> distributors at the top and the profits to the
> sponsoring corporations come from a continuous influx
> of new investors at the bottom. Viewed superficially
> in terms of company profits and the wealth of an elite
> group at the pinnacle of the MLM industry, the model
> can appear viable to the uninformed, just as all
> pyramid schemes do before they collapse or are
> prosecuted by authorities.
>
> The growth of MLM is the result of deceptive marketing
> that plays upon treasured cultural beliefs, social and
> personal needs, and some economic trends, rather than
> its ability to meet any consumer needs. The deceptive
> marketing is nurtured by a general lack of
> professional evaluation or investigation by reputable
> business media. Consequently, there is widespread
> belief that MLM is a viable business investment or
> career choice for nearly everyone and that the odds of
> financial success in the venture are comparable or
> better than other employment or business ventures.
>
> MLM's true constituency is not the consuming public
> but hopeful investors. The market for these investors
> grows significantly in times of economic transition,
> globalization, and employee displacement. Promises of
> quick and easy financial deliverance and the linking
> of wealth to ultimate happiness also play well in this
> market setting. The marketing thrust of MLM is
> directed to prospective distributors, rather than
> product promotions to purchasers. Its true products
> are not long distance phone services, vitamins, or
> skin creams, but the investment propositions for
> distributorships which are deceptively portrayed with
> images of high income, low time requirements, small
> capital investments, and early success.
>
> Here are ten lies I have identified during more than
> 20 years of observing the MLM marketplace:
>
> Lie #1: MLM offers better opportunities than all other
> conventional
> business and professional models for making large
> amounts of money.
> Truth: For almost everyone who invests, MLM turns out
> to be a losing financial proposition. Fewer than 1% of
> all MLM distributors ever earn a profit and those
> earning a sustainable living at this business are a
> much smaller percentage still.
>
> Extraordinary sales and marketing obstacles account
> for much of this failure, but even if the business
> were more feasible, sheer mathematics would severely
> limit the opportunity. The MLM business structure can
> support only a small number of financial winners. If a
> 1,000-person downline is needed to earn a sustainable
> income, those 1,000 will need one million more to
> duplicate the success. How many people can
> realistically be enrolled? Much of what appears as
> growth is in fact only the continuous churning of new
> enrollees. The money for the rare winners comes from
> the constant enrollment of armies of losers. With no
> limits on numbers of distributors in an area and no
> evaluation of market potential, the system is also
> inherently unstable.
>
> Lie #2: Network marketing is the most popular and
> effective new way to bring products
> to market. Consumers like to buy products on a
> one-to-one basis in the MLM model.
>
> Truth: Personal retailing -- including nearly all
> forms of door-to-door selling -- is a thing of the
> past, not the wave of the future. Retailing directly
> to friends on a one-to-one basis requires people to
> drastically change their buying habits. They must
> restrict their choices, often pay more for goods, buy
> inconveniently, and engage in potentially awkward
> business relationships with close friends and
> relatives. In reality, MLM depends on reselling the
> opportunity to sign up more distributors.
>
> Lie #3: Eventually all products will be sold by MLM.
> Retail stores, shopping malls,
> catalogs and most forms of advertising will soon be
> rendered obsolete by MLM.
>
> Truth: Fewer than 1% of all retail sales are made
> through MLM, and much of this is consists of purchases
> by hopeful new distributors who are actually paying
> the price of admission to a business they will soon
> abandon. MLM is not replacing existing forms of
> marketing. It does not legitimately compete with other
> marketing approaches at all. Rather, MLM represents a
> new investment scheme couched in the language of
> marketing. Its real products are distributorships that
> are sold through misrepresentation and exaggerated
> promises of income. People are buying products in
> order to secure positions on the sales pyramid. The
> possibility is always held out that you may become
> rich if not from your own efforts then from some
> unknown person ("the big fish") who might join your
> "downline."
>
> MLM's growth does not reflect its value to the
> economy, customers, or distributors, but the high
> levels of economic fear, insecurity, wishes for quick
> and easy wealth. The market dynamics are similar to
> those of legalized gambling, but the percentage of
> winners is much smaller.
>
> Lie #4: MLM is a new way of life that offers happiness
> and fulfillment.
> It provides a way to attain all the good things in
> life.
>
> Truth: The most prominent motivational themes of the
> MLM industry, as shown in industry literature and
> presented at recruitment meetings, constitute the
> crassest form of materialism. Fortune 100 companies
> would blush at the excess of promises of wealth,
> luxury, and personal fulfillment put forth by MLM
> solicitors. These appeals actually conflicts with most
> people's true desire for meaningful and fulfilling
> work at something in which they have special talent or
> interest.
>
> Lie #5: MLM is a spiritual movement.
>
> Truth: The use of spiritual concepts like prosperity
> consciousness and creative visualization to promote
> MLM enrollment, the use of words like "communion" to
> describe a sales organization, and claims that MLM
> fulfills Christian principles or Scriptural prophecies
> are great distortions of these spiritual practices.
> Those who focus their hopes and dreams upon wealth as
> the answer to their prayers lose sight of genuine
> spirituality as taught by religions. The misuse of
> these spiritual principles should be a signal that the
> investment opportunity is deceptive. When a product is
> wrapped in the flag or in religion, buyer beware! The
> "community" and "support" offered by MLM organizations
> to new recruits is based entirely upon their
> purchases. If the purchases and enrollment decline, so
> does the "communion.'"
>
> Lie #6: Success in MLM is easy. Friends and relatives
> are the natural prospects.
> Those who love and support you will become your
> life-time customers.
>
> Truth: The commercialization of family and friendship
> and the use of"'warm leads" advocated in MLM marketing
> programs are a destructive element in the community
> and very unhealthy for individuals involved. People do
> not appreciate being pressured by friends and
> relatives to buy products. Trying to capitalizing upon
> personal relationships to build a business can destroy
> one's social foundation.
>
> Lie #7: You can do MLM in your spare time. As a
> business, it offers the greatest flexibility
> and personal freedom of time. A few hours a week can
> earn a significant supplemental income
> and may grow to a very large income, making other work
> unnecessary.
>
> Truth: Making money in MLM requires extraordinary time
> commitment as well as considerable personal skill and
> persistence. Beyond the sheer hard work and talent
> required, the business model inherently consumes more
> areas of one's life and greater segments of time than
> most occupations. In MLM, everyone is a prospect.
> Every waking moment is a potential time for marketing.
> There are no off-limit places, people, or times for
> selling. Consequently, there is no free space or free
> time once a person enrolls in MLM system. While
> claiming to offer independence, the system comes to
> dominate people's entire life and requires rigid
> conformity to the program. This is why so many people
> who become deeply involved end up needing and relying
> upon MLM desperately. They alienate or abandon other
> sustaining relationships.
>
> Lie #8. MLM is a positive, supportive new business
> that
> affirms the human spirit and personal freedom.
>
> Truth: MLM is largely fear-driven. Solicitations
> inevitably include dire predictions about the
> impending collapse of other forms of distribution, the
> disintegration or insensitivity of corporate America,
> and the lack of opportunity in other occupations. Many
> occupations are routinely demeaned for not
> offering"unlimited income." Working for others is cast
> as enslavement for "losers." MLM is presented as the
> last best hope for many people. This approach, in
> addition to being deceptive, frequently discourages
> people who otherwise would pursue their own unique
> visions of success and happiness. A sound business
> opportunity does not have to base its worth on
> negative predictions and warnings.
>
> Lie #9. MLM is the best option for owning your own
> business and attaining real economic independence.
>
> Truth: MLM is not true self-employment. "Owning" an
> MLM distributorship is an illusion. Some MLM companies
> forbid distributors to carry other companies'
> products. Most MLM contracts make termination of the
> distributorship easy and immediate for the company.
> Short of termination, downlines can be taken away
> arbitrarily. Participation requires rigid adherence to
> a "duplication" model, not independence and
> individuality. MLM distributors are not entrepreneurs
> but joiners in a complex hierarchical system over
> which they have little control.
>
> Lie #10: MLM is not a pyramid scheme because products
> are sold.
>
> Truth: The sale of products does not protect against
> anti-pyramid-scheme laws or unfair trade practices set
> forth in federal and state law. MLM is a legal form of
> business only under rigid conditions set forth by the
> FTC and state attorneys general. Many MLMs are violate
> these guidelines and operate only because they have
> not been prosecuted. Recent court rulings are using a
> 70% rule to determine an MLM's legality: At least 70%
> of all goods sold by the MLM company must be purchased
> by nondistributors. This standard would place most MLM
> companies outside the law. The largest MLM
> acknowledges that only 18% of its sales are made to
> nondistributors.
>
> Accountability Needed
>
> An FTC trade regulation rule that forces honest
> disclosure of potential MLM distributor income is
> desperately needed. Toward this end, Pyramid Scheme
> Alert has launched a petition drive urging the FTC to
> force multilevel companies to disclose the true income
> of their distributors. The requested data would
> include: (a) the total number of distributors involved
> in the company for at least three years (or since the
> company's founding if less than three years); (b) the
> average incomes of all distributors who have signed up
> for a distributorship by percentiles, not just the
> ones deemed "active"; and (c) a "weighted" overall
> average income of all distributors so that the
> extraordinary high incomes of the small number at the
> top are not calculated in with vast majority so as to
> give a more statistically valid figure.
>
> _________________
>
> Mr. FitzPatrick consults and writes about trends in
> manufacturer/distributor relationships. He founded and
> is president of Pyramid Scheme Alert, a consumer
> advocacy group focused on exposing and preventing
> pyramid schemes. He has served as an expert witness in
> several cases involving pyramid schemes and MLM
> companies. He writings include False Profits (a book
> about MLM deception) and "Pyramid Nation" (a booklet
> that laments the growth and "legalization" of pyramid
> schemes.)
>
>
> MLM Watch Home Page
> http://www.mlmwatch.org/01General/10lies.html
>
> MLM Fraud May Get Others, But Not YOU...
>
> ...If you protect yourself from MLM fraud by FIRST
> learning what it REALLY is, what it is NOT, and what
> to do about it.
> Let's start out by making sure that we're all on the
> same track as to just exactly what MLM fraud is. I
> would define a fraud as a deception that was
> intentionally done so that the person or company
> committing the deception could come out 'ahead'.
>
> Or to put it more simply...
>
>
>
>
>
> --------------------------------------------------------------------------------
>
> A Fraud Could be Defined as a 'Trick'. And We're NOT
> Talking Magic Here.
>
> --------------------------------------------------------------------------------
>
>
>
> Although sometimes your money could disappear pretty
> quickly when you've been a victim of MLM fraud.
>
> Okay, so a fraud is when you've been tricked,
> deceived, duped, taken advantage of...usually for a
> financial gain, on the fraudulent party's behalf.
>
> Now it is pretty obvious that you won't be able to
> stop MLM fraud from being attempted so the next best
> thing you can do is to be able to recognize attempts
> at MLM fraud when you can so that you can ensure
> you're not the next victim of MLM fraud.
>
> And how do you do this?
>
> Through having a good understanding of what MLM fraud
> is, and how prevalent, or not, MLM fraud is today in
> the MLM industry.
>
> Well, let me give you a few examples of what MLM fraud
> may at first appear like:
>
>
> You speak to a current MLM distributor and you're told
> that MLM is easy
>
> You speak to a current MLM distributor and you're told
> that anyone can do MLM
>
> You're told that everyone wants the product that the
> company is selling
>
> You're told that everyone needs the product that the
> company is trying to hock
>
> You're told that if you follow the (Internet) based
> system the company is using that you will succeed and
> make money
>
> You're guaranteed success, money, position, results as
> it relates to your MLM efforts at business building
>
> You're told that if you join today you'll be given
> free mlm leads
>
> You're told that if you join today you'll have several
> people placed under you in your new organization to
> get you started right now
>
> The company pays out an extremely high recruiting
> bonus (the money you get when you enroll someone under
> you)
>
> You're told that all you have to do is sign up and the
> rest is done for you
>
> You're told that your business will build itself
>
> Now let's detail this...
>
> You can be told that MLM is easy.
>
> You can be told that everyone needs the product.
>
> You can be given free leads (or free anything else).
>
> But you cannot be told or guaranteed any of the other
> stuff without there being the potential, or the high
> potential, for some sort of deception occurring and
> this being considered MLM fraud. And most people don't
> know this.
>
> They just get caught up in the whole MLM excitement
> thing, the whole MLM emotional thing, when they first
> find out about MLM and then they fall victim to the
> one thing that virtually all folks do when they first
> discover MLM...
>
> They go blind. Figuratively at least.
>
> You see, people may join a deal based on some things
> that they've been told.
>
> ...And things that they've been promised.
>
> ...And things they've been guaranteed.
>
> And then they find out that it was all a trick to get
> them involved.
>
> ...And to get their enrollment money.
>
> ...And their money to set up a website for them.
>
> ...And their money for training materials.
>
> ...And their money for leads and product and business
> stuff.
>
> But you know what? For the most part - the people
> doing this deceptive stuff don't even know that what
> they're doing can constitute MLM fraud.
>
> Again,...
>
>
>
>
>
>
> --------------------------------------------------------------------------------
>
> MLM Fraud is Almost ALWAYS a Case of the Unknowing
> Commiting Acts of Ignorance
>
> --------------------------------------------------------------------------------
>
>
>
> ...And I mean 'ignorance' in a good way.
>
> And they do this based on what THEY were told.
>
> You see, I remember a successful MLM'er once stating
> that she came to a realization that kind of blew her
> away.
>
> She realized that the 95 percent of the folks who've
> never made any money in MLM are training the 95
> percent of folks who don't make any money in MLM.
>
> It is kind of a profound truth.
>
> And these are the folks who innocently commit MLM
> fraud and repeat it to unsuspecting people like you.
>
> http://www.is-mlm-for-you.com/mlm-fraud.html
>
>
> =====
> Bacalah artikel tentang Islam di:
> http://www.geocities.com/nizaminz
>
> http://www.mail-archive.com/ekonomi-nasional@xxxxxxxxxxxxxxx/msg00302.html
>
>
> Tertarik masalah Ekonomi? Mari bergabung ke milis Ekonomi Nasional
> Kirim email ke: ekonomi-nasional-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
>
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around
> http://mail.yahoo.com
>
>
> ***************************************************************************
> Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia 
> yg Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
> http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
> ***************************************************************************
> __________________________________________________________________________
> Mohon Perhatian:
>
> 1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
> 2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
> 3. Reading only, http://dear.to/ppi
> 4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
> 5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
> 6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
>
> Yahoo! Groups Links
>
>
>
>
>
>
> 



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral 
scholarship, kunjungi 
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **

Other related posts: