[nasional_list] [ppiindia] Kompensasi Utama untuk yang Miskin
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Mon, 28 Feb 2005 00:21:26 +0100
** Mailing List Nasional Indonesia PPI India Forum **
http://www.jawapos.co.id/index.php?act=detail_c&id=159258
Senin, 28 Feb 2005,
Kompensasi Utama untuk yang Miskin
Oleh Ali Utsman
Kenaikan harga bahan minyak (BBM) sebesar 29 persen diperkirakan akan
direalisasikan awal Maret 2005. Namun, kenaikan ini sudah pasti menimbulkan pro
dan kontra yang luas di pentas nasional.
Bagi yang pro dengan kebijakan itu, tentunya mereka mengharapkan kebijakan
tersebut akan membawa perbaikan ekonomi makro di masa mendatang. Sementara itu,
yang kontra khawatir kebijakan tersebut akan memperburuk perekonomian rakyat
banyak.
Dalam kondisi perekonomian masyarakat yang sangat memprihatinkan saat ini,
tidaklah salah apabila mereka mengabaikan kepentingan ekonomi makro,
lebih-lebih yang berwawasan jangka panjang. Tenaga dan pikirannya hanya habis
digunakan untuk berusaha mengambil kebutuhan ekonomi jangka pendek dan tidak
sedikit yang sekadar mempertahankan hidup. Karena itu, setiap terjadi rencana
kebijakan yang dapat mengganggu usaha tersebut, termasuk rencana kenaikan harga
BBM, perlu untuk dicegah. Masyarakat akan membayangkan dampak buruk yang akan
terjadi jika harga BBM betul-betul dinaikkan.
Tak heran bila rapat Komisi VII DPR dengan sembilan menteri (Kamis, 24/2),
antara lain, menteri energi dan sumber daya mineral, menteri pekerjaan umum,
menteri perdagangan, menteri kesehatan, Menko Kesra, kepala Bappenas,
Mendiknas, Menkominfo, serta Menkop dan UKM, mengenai kenaikan BBM berlangsung
alot.
Komisi VII DPR menyatakan keberatan untuk mempertimbangkan rencana pengurangan
subsidi BBM dengan menaikkan harga BBM sebelum pemerintah menjamin keberhasilan
program kompensasi tepat sasaran terhadap penanggulangan kemiskinan secara
terukur mengenai besaran, jumlah orang, lokasi, dan sebagainya (koran ini, 25
Februari 2005).
Dampak Kenaikan
Kenaikan BBM pada saat bersamaan semakin menambah beban masyarakat yang hingga
saat ini masih menanggung krisis ekonomi. Kenaikan BBM akan mengakibatkan efek
domino di masyarakat, baik secara ekonomi maupun sosial-politik.
Secara ekonomi, kenaikan tersebut akan mengakibatkan kenaikan harga-harga dan
barang jasa (inflasi). Bahkan, kenaikan itu bisa tak terkendali menyusul
kenaikan BBM tersebut. Seperti diungkapkan Deputi Bidang Statistik Ekonomi BPS
(Badan Pusat Statistik), kenaikan BBM yang cukup signifikan itu dikhawatirkan
akan memicu inflasi besar-besaran selama triwulan pertama 2005. Kenaikan laju
inflasi tersebut akan tecermin dengan naiknya harga sejumlah komponen kebutuhan
pokok masyarakat berupa barang dan jasa.
Secara politik, kebijakan menaikkan harga ketiga komponen itu akan menimbulkan
kerawanan sosial di masyarakat. Di tengah kehidupan sosial-ekonomi yang semakin
terhimpit krisis, kebutuhan hidup semakin melambung, sementara daya beli
masyarakat semakin rendah.
Karena itu, mungkin masyarakat akan menunjukkan penolakan secara lebih luas dan
intensif. Unjuk rasa terus-menerus akan sangat potensial menimbulkan
ketidakstabilan sosial-ekonomi dan keamanan.
Persoalannya sekarang, bagaimana pemerintah melakukan langkah-langkah untuk
mengimbangi kenaikan harga BBM akibat pencabutan subsidi tersebut. Kita
berpendapat, bila harga BBM naik, kompensasinya pelayanan kepada masyarakat
harus ditingkatkan. Lebih dari itu, pemerintahan dituntut untuk menaikkan
tingkat pendapatan masyarakat.
Misalnya, dengan membuka lapangan kerja baru atau menaikkan upah atau gaji.
Dalam mengelola ekonomi, pemerintah terkesan tidak mempunyai manajemen yang
baik dan koordinasinya lemah. Kenaikan harga-harga beruntun tersebut
menyebabkan seluruh unit ekonomi harus merespons pukulan itu dan melakukan
anggaran-anggaran pengeluarannya.
Dengan demikian, keputusan pemerintah tersebut merupakan dilema berat dan
berisiko. Di satu sisi, kebijakan menaikkan BBM atau pencabutan subsidi BBM
harus dilakukan dan sulit dihindarkan dalam rangka penyesuaian atau revisi
anggaran APBN 2005.
Namun, di sisi lain masyarakat saat ini masih ditimpa kesusahan hidup akibat
krisis ekonomi yang belum membaik. Karena itu, masyarakat menilai, momentum
kenaikan harga BBM tersebut kurang tepat. Bagi pemerintah pun, mengulur atau
menunda waktu kenaikan harga BBM berarti menambah beban pemerintah yang semakin
besar.
Tawaran Solusi
Hemat saya, dalam melakukan reorientasi kenaikan BBM itu, pemerintah perlu
mengambil teknik penentuan harga yang berlapis. Untuk mengurangi beban
masyarakat lapisan bawah, pemerintah diharapkan konsekuen dengan hanya sedikit
menaikkan harga jenis BBM yang banyak dikonsumsi masyarakat bawah (miskin).
Kalau rencana kenaikan harga BBM secara umum adalah 20 persen, minyak tanah dan
minyak bakar yang banyak dikonsumsi masyarakat bawah hendaknya jangan sampai
naik lebih dari 10 persen, akan lebih baik tidak dinaikkan sama sekali.
Alasannya, 10 persen merupakan angka kenaikan yang cukup tinggi bagi masyarakat
tak mampu. Untuk premium dan solar, kenaikan sedikit di atas 10 persen masih
wajar karena kelas konsumennya memang lebih tinggi. Sementara itu, kenaikan
harga minyak aftur dan avgas yang dikonsumsi kalangan atas dapat jauh lebih
tinggi untuk menutup rendahnya kenaikan jenis minyak yang dikonsumsi kalangan
bawah.
Setelah jalan itu ditempuh, negara perlu menggalakkan pengencangan ikat
pinggang dan melakukan revisi besar-besaran dari skala prioritas konsumsi
mereka.
* Ali Utsman, aktivis Perhimpunan Pers Mahasiswa Indonesia (PPMI) Dewan Kota
Jogjakarta
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Give the gift of life to a sick child.
Support St. Jude Children's Research Hospital's 'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/lGEjbB/6WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Website resmi http://www.ppi-india.uni.cc **
Other related posts:
- » [nasional_list] [ppiindia] Kompensasi Utama untuk yang Miskin