[nasional_list] Re: [ppiindia] Kompensasi BBM buat Kadin
- From: ANDREAS MIHARDJA <mihardja@xxxxxxxxxxx>
- To: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
- Date: Thu, 29 Sep 2005 16:10:40 -0700 (PDT)
** Mailing List Nasional Indonesia http://www.ppi-india.org **
** Situs milis nasional: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Info Beasiswa Indonesia http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
Siapa itu yg disebut Hidayat wakil Kadin - apakah dia pemerintah atau pengusaha.
Kalau pengusaha rupanya ingin mendapat benefit - jikalau berbicara utk SBY dia
rupanya buklan ahli ekonomie hanya ingin mendapat benefit keuntungan. Biasany
Kadin harus didengar tetapi peraturan bukan hanya berdasarkan mereka tetapi
berdasarkan research yg mendalam.
Jikalau pemerintah mendengarkan jeritan group ini yg memang berkapital -
policy negara dijalankan ad hoc dan bukan longterm. Kalau pemerintah ingin
pinjam duit dari WB mereka juga menanyakan feasibility study - nah didalam hal
kenaikan BBM feasibility study harus dilakukan. Inilah salah satu alasan dimana
subsidie EU atau US utk pertanian tetap diberikan - incl. utk tembako meskipunb
rakyat sudah anti. Feasibility study harus dilakukan dan hasilnya mungkin kita
jalankan. Indonesia kebalikan - peraturan dijalankan rakyat harus menurut [
kan terjepit dan seolah2 dikidnap pemerintah] Feasibilty studynja dilakukan
kemudian ------- ]kalau dilakukan.] In the meantime yg mati kelaparan berapa
juta -------- [ataukah pemerintah Indonesia ingin menurunkan jumlah penduduk???
kaya diChina one child per couple].
Economical impact study harus dilakukan - inflasi harus diperhitungkan harga Rp
dipasaran dunia harus diestimate , kenaikan GNP harus diestimata. Biasanya data
ini harus selalu berada didep. statistic negara dan bersama dgn dep.
perdagangan, fkeuangan, bank negara dibawah coordinasi dep. planning harus
dibicarakan. Rupanya dep. planning negara tidak bersuara atau tidak melakukan
homeworknya - akibatnya keputusan emotionel negara.
Sdr Gaban - kamu rupanya mempunyai pikiran logic dan kamu dpt info dari sumber2
yg cukup dipercaya. Silahkan bikin feasibility study ini secara global - macro
ecomical. My fears mungkin bisa kejadian. Your macro knowledge is good enogh
to analyse all this and you will be rewarded. Biasanya untuk persoalan ini data
tidak perlu acurat 100% kalau dapat diestimata saja global viewnya bakal
keluar.
Saua kira kamu akan lihat % unemployment atau hunger death.{sorry saya kira ini
penting]
Andreas
Farid Gaban <fgaban@xxxxxxxxxxxxxxxxx> wrote:
Kompensasi BMM buat Kadin
Ketika menyatakan mendukung pencabutan subsidi bahan bakar minyak,
Kamar Dagang Indonesia semestinya memahami apa konsekuensinya. Tapi
rupanya tidak.
Pekan ini Kadin meminta kompensasi kenaikan harga minyak. Lalu, apa
bedanya dengan orang miskin yang kini memperoleh dana kompensasi atas
naiknya harga-harga?
Pada akhir Agustus lalu, menjelang keberangkatannya ke Beijing bersama
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Ketua Kadin Indonesia MS Hidayat
menyatakan mendukung rencana pemerintah mencabut subsidi bahan bakar
minyak. Sepulang dari Beijing, Hidayat memperoleh kontrak proyek
energi bersama investor dari China.
Namun, pekan ini, Hidayat mengatakan "kalau boleh memilih kami para
pengusaha tak ingin ada kenaikan (harga minyak)". Dia menambahkan,
Kadin "tengah melakukan negosiasi agar pemerintah memberikan insentif
dan kompensasi kepada dunia usaha" agar tidak melakukan pemecatan
buruh selama tiga bulan mendatang.
Beberapa jenis insentif yang diajukan Kadin, antara lain, penghapusan
pajak pertambahan nilai komoditas primer, penghapusan pungutan
jembatan timbang, serta menurunkan dan menghapuskan tarif bongkar muat
di pelabuhan. Kadin juga mengusulkan agar pajak penghasilan usaha
boleh diangsur.
Dari sisi pemerintah, Menteri Koordinator Perekonomian Aburizal
Bakrie, yang juga pernah menjabat Ketua Kadin, menyambut baik
permintaan itu dan berjanji 1 Oktober ini mengumumkan beragam insentif
buat dunia usaha. Baik Bakrie maupun Hidayat adalah politisi Partai
Golkar.
Bakrie mengatakan, kenaikan harga minyak akan memberi dampak yang
cukup signifikan kepada kalangan dunia usaha, khususnya industri.
"Karena itu pemerintah akan memberikan insentif," katanya. Salah satu
kompensasi yang mungkin akan diberikan, kata Bakrie, adalah
penghapusan pajak penjualan untuk komoditas pertanian primer.
Penghapusan pajak dan tarif pada dasarnya sama saja dengan subsidi.
Dalam APBN Revisi II 2005, ada pos pengeluaran subsidi non-BBM senilai
Rp 20,5 triliun (termasuk pengurangan pajak kalangan usaha).
Benarkah nilai totalnya sebesar itu? Di sini pemerintah perlu membuat
jelas berapa nilai kompensasi untuk dunia usaha itu, dan berapa
dibandingkan dengan kompensasi buat orang miskin yang hanya Rp 4,7
triliun dibagi rata kepada 15 juta keluarga.
Namun, di luar soal besarnya kompensasi buat para pengusaha, ada
kekhawatiran lain yang layak diajukan di sini.
Tidakkah kebijakan yang sangat penting dan kontroversial seperti
pencabutan subsidi bahan bakar telah menjadi bagian dari permainan
konflik kepentingan politisi, pengusaha dan pemerintah yang
masing-masing sudah tak terpisahkan dan pada dasarnya satu tubuh belaka?
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
SPONSORED LINKS
Cultural diversity Indonesian languages Indonesian language learn Indonesian
language course
---------------------------------
YAHOO! GROUPS LINKS
Visit your group "ppiindia" on the web.
To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
Your use of Yahoo! Groups is subject to the Yahoo! Terms of Service.
---------------------------------
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Make a difference. Find and fund world-changing projects at GlobalGiving.
http://us.click.yahoo.com/j2WM0C/PbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Website resmi http://www.ppi-india.org **
** Beasiswa Indonesia, http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
Other related posts:
- » [nasional_list] Re: [ppiindia] Kompensasi BBM buat Kadin