[nasional_list] [ppiindia] Koesmayadi Tidak Sendirian

** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral 
scholarship, kunjungi 
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **KOMPAS
Sabtu, 01 Juli 2006 

 
Penemuan Senjata
Koesmayadi Tidak Sendirian 




Jakarta, Kompas - Panglima Tentara Nasional Indonesia Marsekal Djoko Suyanyo 
mengemukakan, Wakil Asisten Logistik Kepala Staf TNI Angkatan Darat Brigadir 
Jenderal Koesmayadi (alm) tidak mungkin sendirian dan tidak dalam waktu singkat 
mengumpulkan ratusan senjata, ribuan amunisi, persenjataan, dan perlengkapan 
militer lain yang ditemukan di rumahnya beberapa jam setelah kematiannya. 

"Ada beberapa yang terkait. Tidak mungkin sendirian untuk proses itu. Kita akan 
selidiki juga apakah proses itu baru berlangsung satu dua tahun belakangan atau 
sudah puluhan tahun," ujar Djoko Suyanto usai peringatan Hari Narkotika 
Internasional di Istana Negara, Jumat (30/6). 

Seperti diwartakan, dari rumah mendiang Koesmayadi ditemukan senjata dan 
amunisi itu terdiri dari 140-an pucuk senjata laras panjang dan pendek berbagai 
jenis dari M-16, MP-5 hingga AK. Selain itu, puluhan ribu butir peluru, 9 
granat, dan 28 teropong (Kompas, 30/6). 

"Markas Besar TNI akan menangani masalah ini secara serius dengan tuntas 
mengusut dan menghukum yang terbukti bersalah," tegas Panglima TNI. Tim Mabes 
TNI untuk menyelidiki dan menyidik kasus penemuan ratusan senjata ini diketuai 
Komadan Pusat Polisi Militer Mayor Jenderal Hendardji Supandji. 

Djoko menghadap Presiden Susilo Bambang Yudhono bersama Kepala Staf TNI AD 
Jenderal Djoko Santoso dan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Syamsir Siregar. 
Presiden didampingi Sekretaris Kabinet Sudi Silalahi. 

"Dalam pertemuan, Presiden minta perkembangan dan kami menerima petunjuk untuk 
pemeriksaan dan penyelidikan lanjutan. Saat ini sedang dilakukan, hasilnya saya 
tidak mau berspekulasi. Kita tunggu saja," ujar Djoko Santoso. 

Pada kesempatan terpisah, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Djoko 
Santoso meminta semua pihak bersabar dan memberi waktu untuk Pusat Polisi 
Militer (Puspom) TNI-AD menggelar penyelidikan. 

Djoko Santoso juga yakin Koesmayadi tidak berdiri sendiri terkait keberadaan 
senjata dan amunisi tersebut. "Sekarang beri waktu (Puspom TNI-AD) untuk 
memeriksa dan menyelidiki. Kasus ini kan terkait beberapa orang. Kita tunggu 
saja hasilnya, jangan menduga-duga," ujarnya. 

Tidak lazim 

Berbagai kalangan menilai keberadaan senjata dan amunisi di rumah Koesmayadi 
dalam jumlah besar itu sebagai hal yang tidak lazim. 

Pengamat militer Fisip Univesitas Indonesia Andi Widjajanto menyatakan, 
seharusnya keberadaan senjata dan amunisi temuan itu bisa dengan mudah 
ditelusuri. "Jangan sampai masalah ini memunculkan banyak kecurigaan dan 
spekulasi terhadap TNI-AD, " katanya 

Kalangan DPR anggota Komisi I DPR Yuddy Chrisnandi juga menilai peristiwa itu 
tidak bisa dilihat sendirian. "Beban tanggung jawab tidak bisa dibebankan pada 
mendiang Koesmayadi sendiri," katanya. 

Penyimpanan senjata oleh perwira tinggi TNI AD itu sangat ironis, ketika 
kebutuhan senjata bagi 270-an ribu anggota TNI baru tercukupi sekitar 213-an 
ribu. "Ini bisa jadi langkah awal pengecekan pewira tinggi lainnya atas 
kepemilikan senjata," kata Yuddy. 

Anggota DPR Effendi MS Simbolon (Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, 
DKI Jakarta I) secara terpisah menyebutkan, dengan keyakinan bahwa Koesmayadi 
bukanlah pengguna akhir dari persenjataan yang ada di rumahnya, harus ditelusur 
jaringan distribusi senjata. Dia menepis kemungkinan senjata itu disiapkan 
untuk kudeta. "Kalau disebut untuk persiapan kudeta, menurut saya itu sangat 
tidak mungkin," kata Effendi. 

Ade Daud Nasution, anggota DPR dari Fraksi Partai Bintang Reformasi yang juga 
Sekretaris Pokja Pertahanan di Komisi Imalah mendesak semua pejabat terkait di 
Markas Besar TNI Angkatan Darat diperiksa agar pemeriksaan tuntas. 

Sekretaris Umum Dewan Adat Papua Leonard Imbiri meminta penemuan ratusan pucuk 
senjata di rumah almarhum Wakil Asisten Logistik Kepala Staf TNI Angkatan Darat 
Brigjen TNI Koesmayadi, diusut tuntas. 

Koesmayadi semasa hidupnya ini dikenal sebagai perwira lapangan yang andal 
bertugas di area konflik. Selain pernah lama bertugas di Timor-Timur, 
Koesmayadi juga pernah bertugas di Papua. (dik/sut/dwa/row/INU) 


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
See what's inside the new Yahoo! Groups email.
http://us.click.yahoo.com/2pRQfA/bOaOAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral 
scholarship, kunjungi 
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **

Other related posts: