[nasional_list] [ppiindia] Koesmayadi Di-Backup Pengusaha

** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral 
scholarship, kunjungi 
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **REFLEKSI: Banyak periwira tinggi 
militer Indonesia  menjadi  pengusaha atau juga menjadi pelindung pengusaha 
dengan kedudukan tertentu dalam perusahaan. Perusahaan mereka tentunya tidak 
saja berkudukan dalam negeri tetapi juga mempunyai kantor di luarnegeri. Jadi 
semata-mata mengatakan pengusaha dalam arti civil itu  itu tidak begitu lengkap 
apa lagi pengusaha dari Singapura. Hemat saya bisa pengusaha Singapura turut 
campur  mengacaukan Indonesia mempunyai segi negatif bagi perusahaan mereka.

Dipingirkan Pak Harto dari tachta kekuasaan oleh gerakan "reformasi", tentu 
pihak perwira milter kleptokratik  kuatir kehilangan posisi dalam 
mempertahankan bisness mereka.  Kehilang posisi dan bisness berarti kantong pun 
akan tipis. Adanya berbagai  berbagai organisasi  "civil" yang  dibolehkan 
memilik senjata, selain angkatan  bersenjata resmi [TNI]. Partisipasi grup-grup 
tsb dalam konflik yang mereka  ciptakan sana sisni bermaksud untuk memberi 
pengertian  kepada umum bahwa tanpa TNI pegang kemudi kekuasaan negara, negara 
akan kacau balau  dan ketentraman rakyat tidak terjamin maka  tentara harus  
memegang posisi penting dalam herarki kekuasaan negara, jadi bisness-bisness 
memperkaya para jenderal kleptokratik bisa jalan terus.  

Ada yang mau melengkapi coretan tsb diatas ini, dengan hormat dipersilahkan.



http://www.tribun-timur.com/view.php?id=28270&jenis=Politik

      Rabu, 05-07-2006  

      Koesmayadi Di-Backup Pengusaha 
     

      Jakarta, Tribun -- Sejumlah kalangan menduga pasokan senjata yang 
ditemukan di rumah almarhum berkaitan dengan bisnis seorang pengusaha. 
Indikasinya, jika benar bahwa senjata itu disuplai dari Singapura sebagaimana 
dinyatakan Kepala Badan Intelejen Negara (BIN) Syamsir Siregar, maka bisa 
diurai siapa yang berada dibalik temuan senjata itu.

      Menurut Direktur Ekskutif International NGO Forum on Indonesian 
Development (INFID), Donatus K Marut, jika negara yang memasok senjata adalah 
Singapura maka besar kemungkinan yang melakukannya Oriental Trading Company 
(OTC). Perusahaan OTC, selama ini menjadi perantara Jayanti Group menjual 
senjata dari Taiwan dan China ke Liberia.
        
      "Saya menduga, kalau lewat Singapura maka Koesmayadi memang terlibat. 
Tujuannya adalah bisnis, baik lewat penjualan senjata maupun dengan mengganggu 
keamanan perusahaan," ujar Donatus disela diskusi bertajuk Bisnis TNI dan 
Pelanggaaran HAM di Jakarta, Rabu (5/7). 

      Dia menuturkan, OTC selama ini dikenal memiliki hubungan dengan Jayanti 
Group. Perusahaan ini berkedudukan di Singapura dimiliki oleh Burhanudin Urais 
dengan nama trading company. Di Indonesia, Jayanti adalah operator terbesar Hak 
Pengelolaan Hutan (HPH) setelah PT Barito. Perusahaan ini bangkrut, dan sudah 
dibeli Artha Graha. Donatus menduga, dengan kaitan ini ada pengusaha yang dulu 
dekat dengan Koesmayadi atau minimal diproteksi TNI AD, membantu dalam 
pengadaan senjata itu. Sebab, lanjutnya, dulu Koesmayadi dikenal sangat dekat 
dengan para pengusaha ini dan melakukan bisnis bersama. 

      "Sangat mudah membaca ini, dengan track record dan kedekatan Koesmayadi 
terhadap pengusaha ini, kita jelas tahu bahwa dia diback up. Makanya, mabes TNI 
harus mengusut tuntas baik internal TNI maupun orang swasta yang berhubungan 
dengan TNI. Sebab, Koesmayadi tidak punya banyak uang sehingga besar 
kemungkinkan diback up pengusaha. Maka,keduanya harus diusut," tegas dia. 

      Lebih jauh, Donatus menjelaskan, soal senjata banyak yang harus 
dicermati. Di sejumlah daerah konflik, kata dia, banyak senjata yang tidak 
terdaftar. Senjata ini hanya diketahui operator lapangan, sementara mereka yang 
ada di Cilangkap tidak mengetahuinya. Fenomena ini muncul karena banyak 
klik-klik terjadi di internal angkatan. Karena itu, tak mengherankan bila 
dikalangan tentara masih banyak tentara juga melakukan bisnis perdagangan 
sejata ini. 

      "Sejak Menhan dijabat Juwono Sudharsono, memang jalur-jalur itu sudah 
ditertibkan. Namun saya yakin, diluar sana masih banyak pemain. Sekarang 
tinggal bagaimana mereka bisa mengumumkan ke publik, maka yang punya lisensi 
dan tidak. Ini penting agar bisa menutup celah bisnis oknum TNI seperti ini," 
katanya. 

      Pernyataan Donatus ini didukung guru besar bidang hukum internasional 
dari Universitas Notredame, Prof Douglas Hassel. Menurut Hassel, saat ini 
memang banyak gerakan-gerakan militer yang didanai pemilik modal. Mereka 
membangun jaringan transnasional agar bisa mendapatkan akses lebih mudah. 
Karena merasa kesulitan dengan berbagai kebijakan yang dibangun birokrasi 
pemerintahan, akhirnya mereka menggunakan kekuatan militer. 

      "Supremasi sipil memang menjadi kekuatan demokrasi.Namun jangan lupa, 
militer tetap melakukan gerakan yang harus diwaspdai. Pada era seterbuka ini, 
mereka juga punya jaringan dengan TNC dan MNC untuk membiayai bisnis mereka. 
Jika mereka sudah bergabung, ini kekuatan yang bisa mengalahkan negara," 
urainya. (JBP/tof)
     


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Something is new at Yahoo! Groups.  Check out the enhanced email design.
http://us.click.yahoo.com/SISQkA/gOaOAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral 
scholarship, kunjungi 
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **

Other related posts:

  • » [nasional_list] [ppiindia] Koesmayadi Di-Backup Pengusaha