[nasional_list] [ppiindia] Ketua MPR Minta Presiden Lebih Kritis Nilai Kabinetnya
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Sun, 16 Oct 2005 22:22:16 +0200
** Mailing List Nasional Indonesia http://www.ppi-india.org **
** Situs milis nasional: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Info Beasiswa Indonesia http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
HARIAN ANALISA
17 Okterber 2005
Ketua MPR Minta Presiden Lebih Kritis Nilai Kabinetnya
Semarang, (Analisa)
Ketua MPR RI, Dr Hidayat Nur Wahid, MA meminta Presiden RI Dr H Susilo Bambang
Yudhoyono memberikan penilaian yang lebih kritis terhadap kinerja kabinetnya,
terutama menteri-menteri yang sekarang ini mendapat sorotan publik, khususnya
yang berkaitan dengan masalah ekonomi.
"Reshuffle secara prinsip itu memang hak prerogatif Presiden. Tetapi tim
ekonominya saya kira Presiden layak untuk memberikan penilaian yang lebih
kritis, kemudian memberikan solusi yang lebih baik agar program-program untuk
menyejahterakan rakyat bisa dilaksanakan sepenuhnya dan sejujur-jujurnya,"
katanya seusai deklarasi dan pelantikan Pengurus Wilayah Ikatan Dai Indonesia
(Ikadi) Jawa Tengah di Masjid Baiturrahman Semarang, Minggu.
Pada kesempatan itu Hidayat Nur Wahid yang juga Ketua Dewan Syuro Pengurus
Pusat Ikadi mengingatkan Yudhoyono akan janji-janjinya semasa kampanye Pemilu
2004, yang bertekad akan melaksanakan program-program untuk menyejahterakan
rakyat.
Ketika menyinggung perjanjian dengan GAM, mantan Presiden PKS ini menyatakan
bersyukur karena tahapan perjanjian di Aceh sudah dilaksanakan dengan baik,
dengan ditandai penyerahan senjata oleh GAM. "Ya meski masih ada tahap yang
belum menyerahkan sepenuhnya, itu saya kira bagian yang harus diperbaiki
terus," katanya.
Di lain pihak, kata Hidayat Nur Wahid, sudah ada komitmen yang kuat dari
Tentara Nasional Indonesia (TNI) untuk menarik anggotanya, sebagaimana telah
disepakati kedua belah pihak.
Diilhami dengan perdamaian di Aceh itu, Ketua MPR berharap segala permasalahan
yang dialami bangsa ini tak perlu diperuncing. Sebagai bukti di Aceh, ternyata
bangsa Indonesia bisa menghadirkan kedamaian, sekalipun terjadi konflik yang
sangat panjang.
BUKTI KUAT
Pada bagian lain, Ketua MPR menyatakan, sampai hari ini tak ada bukti yang
menyebutkan atau bisa meyakinkan bahwa Ketua Mahkamah Agung (MA) Bagir Manan
telah menerima uang suap terkait dengan kasusnya Probosutedjo sehingga belum
diperlukan tindakan penon-aktifan terhadap yang bersangkutan.
"Kalau terkait dengan non-aktif sementara, saya kira sampai hari ini kan tak
ada bukti yang menyebutkan atau bisa meyakinkan bahwa beliau telah menerima
uang itu. Mereka hanya mengaku akan memberi uang, tetapi tidak bisa mengatakan
bahwa mereka telah memberikan uang kepada Bagir Manan," katanya di Semarang,
Minggu.
Apalagi, kata mantan Presiden PKS ini, Bagir Manan berkali-kali menyatakan
bahwa dirinya tidak menerima dan tidak pernah menyuruh untuk meminta uang, dan
berkali-kali menyatakan bahwa itu adalah fitnah.
"Saya kira memang belum diperlukan beliau untuk non-aktif, yang diperlukan
adalah proaktifnya beliau dan atas kesediaan diri beliau untuk bersama-sama
membongkar mafia peradilan yang telah memfitnah beliau itu," kata Hidayat Nur
Wahid.
Secara prinsip, Ketua MPR sangat mendukung bila Bagir Manan lebih proaktif
membongkar mafia peradilan yang sudah masuk ke jajaran di MA, di samping itu
yang bersangkutan perlu membuka diri lebih banyak, lebih berani membongkar
mafia peradilan yang telah masuk ke tubuh MA.
"Saya berkeyakinan kalau itu dilakukan Pak Bagir Manan, maka keberanian beliau
untuk membongkar praktik mafia peradilan, praktik suap-menyuap, praktik
percaloan (perkara,red) di tubuh MA itu bisa menjadi pintu yang lebar untuk
memulai reformasi peradilan termasuk reformasi birokrasi yang selama ini
diharapkan," paparnya.
Dia juga berharap, apa yang dilakukan Probosutedjo tidaklah serta merta
dijadikan sebagai kepahlawanan. "Karena apa? Mestinya beliau (Probosutedjo,
red) sejak dari awal--tidak perlu kemudian berlama-lama baru setelah terbongkar
di publik-- baru mengatakan bahwa beliau yang melaporkan ke KPK," katanya.
Seperti diwartakan berbagai media massa, PN Jakarta Pusat memvonis empat tahun
penjara kepada Probosutedjo atas kasus korupsi dana reboisasi senilai Rp100,9
miliar. Setelah putusan itu keluar, Probosutedjo langsung mengajukan banding ke
Pengadilan Tinggi Jakarta, yang selanjutnya memutuskan mengurangi masa hukuman
Direktur Utama PT Menara Hutan Buana itu menjadi dua tahun.
Atas ptusan banding itu, Probosutedjo mengajukan kasasi Juni 2004 dan sampai
sekarang putusan kasasi belum keluar. Majelis Hakim yang menangani kasasi
Probosutedjo adalah Ketua MA Bagir Manan, Parman Suparman dan Usman Karim.
Hidayat Nur Wahid mengatakan Bagir Manan sudah menyatakan diri siap untuk
diperiksa lembaga-lembaga yang terkait. "Dan karenanya kalau menurut saya. Pak
Bagir Manan akan lebih produktif kalau beliau yang membuka praktik-praktik
percaloan atau mafia peradilan di Mahkamah Agung," katanya. (Ant)
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Help Sudanese refugees rebuild their lives through GlobalGiving.
http://us.click.yahoo.com/V8WM1C/EbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Website resmi http://www.ppi-india.org **
** Beasiswa Indonesia, http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
Other related posts:
- » [nasional_list] [ppiindia] Ketua MPR Minta Presiden Lebih Kritis Nilai Kabinetnya