[nasional_list] [ppiindia] Kesadaran SBY
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Fri, 28 Apr 2006 01:08:49 +0200
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral
scholarship, kunjungi
http://informasi-beasiswa.blogspot.com
**http://www.harianterbit.com/artikel.php?kategori=TAJUK_RENCANA&id=38341&start=0
22 April 2006 - 11:34
Kesadaran SBY
PRESIDEN Susilo Bambang Yudhoyono minta Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia
(ICMI) mengkaji kembali strategi dan konsep-konsep pembangunan, karena ternyata
sekalipun pembangunan telah berjalan, tetap terjadi kesenjangan pembangunan
yang cukup besar serta belum meratanya kemajuan.
Yang menarik adalah pengakuan SBY bahwa masih terjadinya kesenjangan yang lebar
itu disaksikannya langsung saat mendatangi berbagai daerah di tanah air. Ia
menegaskan, tujuan pembangunan bukanlah sekadar mengejar tingginya pendapatan
per kapita atau tingginya Produk Domestik Bruto (GDP). Tapi adalah untuk
peningkatan pendidikan, ekonomi, pangan, kesejahteraan sosial serta rasa aman.
Hemat kita, inilah pandangan dan perasaan jujur seorang presiden. Tanpa harus
menyalahkan siapa-siapa, seorang pemimpin memang harus dapat menyimak, menelaah
dan mengambil kesimpulan tentang pembangunan yang sudah dijalankan selama ini.
Bahkan sejak awal Orde Baru berdiri di era awal 1970-an.
Kesenjangan pembangunan yang menganga lebar dan belum meratanya kemajuan.
Itulah persoalan utama kita sejak awal dan hingga beberapa dekade ini tetap
menjadi persoalan yang berjalan di tempat.
Persoalan yang mengganjal terus, sementara jika dihitung-hitung dari berapa
banyak sudah terkurasnya sumber daya atau kekayaan bumi kita, jelas hasil yang
kita peroleh sangat tidak seimbang. Kenyataan inilah yang harus disadari setiap
pemimpin.
Hanya saja, kesadaran yang dimiliki seorang Presiden Yudhoyono tentu saja tidak
akan banyak manfaatnya jika para pemimpin lainnya --termasuk dalam hal ini para
pembantu presiden sendiri-- tidak juga menyadarinya.
Khusus di kalangan eksekutif, masyarakat sering mendengar munculnya perbedaan
persepsi antarpejabat tinggi negara terhadap suatu masalah yang didasari
perbedaan-perbedaan ''mazhab pembangunan'' yang mereka anut. Ambil contoh
konsepsi trickle down effect yang sangat didewakan para pelaksana pembangunan
sejak awal. Kenyatannya, kue pembangunan yang tercipta kemudian bukannya
menetes ke bawah, justru dikorup oleh para pejabat dan mantan pejabat kita.
Statemen Presiden Yudhoyono tentang masih menganga lebarnya kesenjangan
pembangunan kita adalah bukti teori atau konsepsi trickle down effect tidak
lagi tepat dilaksanakan. Jalan terbaik, tentu saja kebalikan dari itu disertai
munculnya sebuah kekuatan rezim bertangan besi. Dalam arti keras dalam
menegakkan hukum dan takut pada Allah sang pencipta.
Kita hanya berharap, paling tidak dengan kesadaran yang dimilikinya, Presiden
SBY secara perlahan tapi pasti, bisa mengubah fenomena pembangunan bangsa yang
selama ini hanya terkuras demi kepentingan segelintir orang, kepentingan
kapitalis multi nasional, ke arah kepentingan rakyat. Syaratnya tak banyak,
konsisten. Satu kata dan perbuatan serta tak hanya dipidatokan. *
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral
scholarship, kunjungi
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
Other related posts:
- » [nasional_list] [ppiindia] Kesadaran SBY