[nasional_list] [ppiindia] Keputusan Privatisasi di Tangan Komite Privatisa
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Wed, 28 Sep 2005 12:36:45 +0200
** Mailing List Nasional Indonesia http://www.ppi-india.org **
** Situs milis nasional: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Info Beasiswa Indonesia http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
Refleksi: Para koruptor mempunyai akal pelanduk yang luar biasa hebat. Umumnya
mereka rajin memberi sumbangan untuk pembangungan rumah-rumah ibadah. Tentunya
ini suatu refleksi kemurahan hati yang sangat gemilang. Tetapi dibalik
kegemilangan semacam itu terkandung harapan agar Tuhan mencatat dan ingat bahwa
mereka melakukan kebaikan bagi umat di bumi, dan kelak jika napas mereka habis
spererti balon kehabisan udara, supaya mereka tidak dilemparkan untuk
dipanggang seperti kebab diatas bara api neraka, tetapi turut dilimpahkan
menikmati kelesatan surgawi. Senang di bumi selamat ke surga.
Dengan adanya sumbangan koruptor untuk membangun rumah ibadah mereka
menampilkan image kepada rakyat yang dininabobokan dengan mantra-mantra
kesucian untuk berpendapat bahwa kemurahan hati penderma mempunyai berperhatian
besar untuk menyelematkan kaum miskin melarat di dunia seberang.
Secara jasmaniah duniawi maupun surgawi boleh dibilang mereka mau selamat dan
diselamatkan. Tetapi, bagaimana dengan harta-harta hasil korupsi yang
membengkak bertambah banyak di tempat-tempat persembunyian. Apakah mau terus
gelap-gelapan? Tentu tidak. Setiap penjahat yang bersembunyi di tempat gelap,
suatu ketika perlu keluar untuk disinari matahari seperti orang biasa, atau
lehi jelas lagi sebagai orang saleh yang tak bernoda kebengisan. Hal ini pun
berlaku pada harta-haryang disembunyikan oleh para koruptor. Mereka membutuhkan
salauran legalisasi harta sebagai harta milik yang halal. Salah satu cara umum
ialah menanamkan modal-modal gelap nan kotor menjadi modal bersih di
perusahaan-perusahaan [BUMN] yang diprivitasikan. Makin cepat privatisasi BUMN
makin cepat pula duit gelap menjadi duit legal yang berish. Koruptor menyulap
milik rakyat menjadi milik perorangan atau segelintir manusia berkuasa menjadi
resmi milik legal 7 turunan mereka.
http://www.tempointeraktif.com/hg/ekbis/2005/09/23/brk,20050923-67000,id.html
Keputusan Privatisasi di Tangan Komite Privatisasi
Jum'at, 23 September 2005 | 13:43 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:Sekretaris Menteri Negara BUMN Muhammad Said Didu
mengatakan keputusan untuk melakukan privatisasi 2005 kini sepenuhnya berada di
tangan Komite Privatisasi.
Komite itu beranggotakan Menteri Negara BUMN, Menteri Keuangan, menteri teknis
BUMN bersangkutan, dan diketuai oleh Menko Perekonomian. Komite ini dibentuk
pemerintah sebagai wadah koordinasi privatisasi.
?Privatisasi dilakukan dalam rangka mencapai value creation (penciptaan nilai),
yaitu berupa perbaikan stuktur keuangan dan manajemen, penciptaan struktur
industri yang sehat dan kompetitif, pemberdayaan BUMN yang mampu bersaing dan
berorientasi global, dan pengembangan pasar modal domestik,? kata Said di
Kantor Kementerian BUMN, Jakarta, Jumat (23/9).
Dalam Peraturan Pemerintah Nomor 33 Tahun 2005 tentang Tata Cara Privatisasi
Perusahaan Perseroan disebutkan bahwa Komite Privatisasi adalah wadah
koordinasi yang dibentuk pemerintah untuk membahas dan memutuskan kebijakan
privatisasi sehubungan kebijakan lintas sektoral. PP tersebut ditandatangani
Presiden pada 5 September 2005.
Said menjelaskan bahwa privatisasi dilakukan dengan terlebih dahulu mendapat
persetujuan Presiden dalam bentuk Peraturan Pemerintah dan berkonsultasi dengan
DPR. Untuk anggaran 2005, BUMN yang sudah pasti akan diprivatisasi adalah PT
Perusahaan Gas Negara Tbk dengan jumlah saham sebanyak 7,1 persen, yang
diperkirakan dapat menghasilkan Rp 1 triliun.
tito sianipar
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Help Sudanese refugees rebuild their lives through GlobalGiving.
http://us.click.yahoo.com/V8WM1C/EbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Website resmi http://www.ppi-india.org **
** Beasiswa Indonesia, http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
Other related posts:
- » [nasional_list] [ppiindia] Keputusan Privatisasi di Tangan Komite Privatisa