[nasional_list] [ppiindia] Kenapa PLN Bisa Rugi?

** Mailing List Nasional Indonesia http://www.ppi-india.org ** 
** Situs milis nasional: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ** 
** Info Beasiswa Indonesia http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
http://www.padangekspres.com/mod.php?mod=publisher&op=viewarticle&artid=2411


      Kenapa PLN Bisa Rugi? 
      By adminpadek 
            Kamis, 29-September-2005, 03:41:02    
     
     
            Apapun yang terjadi di internal PT PLN (Persero) masyarakat 
pelanggan seperti tak pernah mau tahu. Buktinya, setelah banyak diterangkan di 
media-media massa, mulai dari devisit supplay pembangkit yang tak lagi seimbang 
dengan total kebutuhan peak pelanggan rumah tangga, pemerintah, swasta, sosial 
dan industri, tuntutan "listrik harus hidup terus" makin gencar dikumandangkan. 
     
     
      Alhasil, walau PT PLN (Persero) sendiri dengan beragam unit kerjanya 
telah bekerja seoptimal mungkin dengan konsekuensi, misalnya pemadaman di 
beberapa titik di waktu beban puncak (18.00 WIB - 22.00 WIB) membuat masyarakat 
resah dan bahkan memaki-maki. Tentunya, kepahaman masyarakat akan PLN saat ini 
tak sebanding lagi dengan need akan aliran listrik yang serta-merta 
menghidupkan semua peralatan rumah tangga, industri, peralatan kerja hingga 
penghematan bagi industri. 
      Penghematan? Ya, justru dengan menggunakan energi listrik dari PLN lah 
industri kini berhemat di cost produksinya. Sebab, secara hitungan kasar, 
industri akan mengeluarkan biaya besar jika harus menggunakan pembangkit 
listrik sendiri. Selain biaya BBM pembangkit yang mahal dan akan naik sebentar 
lagi, juga biaya investasi dan perawatannya yang sangat tinggi pula. 

      Itu sebabnya, pihak industri akan merasa sangat dirugikan jika PLN 
mematikan aliran listriknya di saat Waktu Beban Puncak (WBP) yang saat itu 
industri tengah menjalankan produksi barang dan jasanya. Seketika pula jika 
terjadi pemadaman, PT PLN (Persero) mendapat tuntutan dari masyarakat 
sampai-sampai diharuskan mengganti nominal kerugian yang diakibatkan pemadaman 
listrik. 

      Direktur Transmisi dan Distribusi PT PLN (Persero), Dr. Herman Darnel 
Ibrahim menyebut PLN saat ini justru melakukan kampanye terbalik. Sebagai 
pemasok listrik bagi kebutuhan publik, in fact, PLN harusnya membuka jalan 
selebar-lebarnya bagi pelanggan untuk menggunakan, menambah sampai 
menghambur-hamburkan energi listrik. 

      Sebab, secara hukum dasar ekonomi, keuntungan didapat dari margin 
penjualan dikurangi cost produksi. Tetapi, di PLN saat ini justru yang terjadi 
sebaliknya. Bahkan, di Padang beberapa waktu lalu dilakukan kampanye hemat 
energi, termasuk penggunaan energi listrik berlebihan tentunya. 

      Nah, lo. Kok terbalik? Kok dihemat? 

      Jawabannya, untuk cost produksi PLN saat ini saja sudah harus disubsidi. 
Subsidi pun tak tanggung-tanggung, triliunan rupiah per tahunnya. Sebab, 
sebagian besar pembangkit masih menggunakan pembangkitan dengan energi dasar 
BBM. BBM ini sendiri, di pertengahan semester awal 2005 telah dinaikkan 
harganya, sementara tarif dasar listrik (TDL) tak naik-naik. 

      BBM naik, otomatis kenaikan ongkos produksi per KWH listrik yang 
digunakan oleh konsumen. Kian besar energi listrik yang digunakan publik, maka 
makin besar pula beban yang ditanggung PLN untuk mensubsidi tiap KWH energi 
listrik yang disalurkan. Inilah makanya, PLN kini melakukan promosi terbalik, 
hemat energi. 

      Belum lagi persoalan perawatan dan perencanaan pemeliharaan sistem 
transmisi, distribusi sampai penyaluran ke konsumen. Biaya-biaya maintenance 
peralatan yang semuanya diinvestasikan dalam hutang dengan nominal dollar. 
Jelas, PLN kini kian terbungkuk. 
      Nah, meski rencana pendirian pembangkit non BBM kini digemborkan PLN, 
tetap saja akan kesulitan sebab pendanaan kini dapat dikatakan fokus pada 
subsidi pelanggan. Belum lagi rencana kenaikan BBM yang lebih dari 50 persen, 
per Oktober mendatang. Makin sulitlah PLN mengatasi keseimbangan cost produksi 
dengan pendapatan asal rekening konsumennya. 

      Makin besar selisih cost produksi dengan pendapatan, akan menjadikan PLN 
menggantang kerugian yang lebih besar lagi. Tentunya, perusahaan negara dengan 
catatan kerugian akan kembali memberatkan kepada negara yang notabene ke beban 
publik sebagai sumber pendanaan negara. 

      Alhasil, mata rantai rugi PLN ini harus cepat diatasi. Caranya, tentu 
dengan win-win sollution, antara PLN dengan pelanggannya. Yang pasti, pengguna 
harus paham dengan kesulitan PLN saat ini. PLN pun sebagai pemegang otoritas 
kendali energi listrik, jika tidak bisa dibilang monopoli, harus juga gencar 
memberikan pengertian kepada pengguna jasanya ini. 

      Hal yang terbaik saat ini, adalah PLN melakukan revisi Tarif Dasar 
Listrik (TDL) yang tetap berpihak kepada masyarakat banyak. Jumlah pengguna 
listrik rumah tangga yang cukup besar, meski secara kuantitas jumlah pemakaian 
tak mendominasi sama sekali tetap harus diperjuangkan. Subsidi terutama harus 
diarahkan kepada masyarakat dengan pengguna listrik minim, seperti kelas R-1 
450 dan R-1 900. 

      Pemahaman masyarakat akan kesulitan PLN saat ini tentunya tak akan sampai 
pada kemahfuman bahwa PLN perlu ditenggang dengan byar-pet nya lampu-lampu 
penerangan masyarakat. 

      Sebab, secara psikologis pengguna listrik adalah konsumen yang merasa 
telah membayar untuk layanan maksimal tanpa mau tahu dengan kondisi internal 
pengelolaan listrik di PLN. Ketidakmautahuan ini meski belum bisa disebut 
apatisme murni, perlu disikapi dengan cepat dan tanggap. 

      Beban mental publik, bulan-bulan ke depan akan semakin berat. BBM yang 
naik membuat mobilitas masyarakat menjadi berbiaya tinggi. harga kebutuhan 
pokok pun akan meningkat drastis. 

      Yang pasti, masyarakat kelas menengah ke bawah akan terpekik. Buktinya, 
belum lagi BBM betul-betul dinaikkan minyak tanah sudah mulai langka di 
pasaran. Antrian BBM puluhan kilometer dan berhari-haru terjadi. 
      Nah, jika kemudian PLN menyesuaikan tarif dan sempat pula mengenai 
masyarakat pengguna level bawah (kategori rumah tangga kecil) akan bertambahlah 
kesusahan mereka. Bertambahlah kegundahan dan tangisan kesengsaraan akibat 
beban mental harus memenuhi kebutuhan keluarga sehari-hari yang berbiaya 
tinggi. 

      Jika mungkin, pemerintah harus cepat melihat sisi-sisi pembiayaan ekonomi 
kelistrikan ini. PLN boleh saja menyesuaikan TDL, tetapi tentunya ada 
penyesuaian dan empati publik pada konsumen level rendah rumah tangga. 
Pemerintah, dengan kebijakan subsidi BBM-nya pun harus arif membagi anggaran 
kepada keringanan pembayaran rekening masyarakat menengah ke bawah. 

      *Penulis adalah wartawan Padang Ekspres 
     


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Give at-risk students the materials they need to succeed at DonorsChoose.org!
http://us.click.yahoo.com/Ryu7JD/LpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Website resmi http://www.ppi-india.org **
** Beasiswa Indonesia, http://informasi-beasiswa.blogspot.com **

Other related posts: