[nasional_list] [ppiindia] Kehidupan Semakin Jauh Dari Harmonisasi

** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral 
scholarship, kunjungi 
http://informasi-beasiswa.blogspot.com 
**http://www.indomedia.com/bpost/052006/1/opini/opini3.htm

Kehidupan Semakin Jauh Dari Harmonisasi



HARI ini 1 Mei 2006, rencananya buruh dari berbagai daerah membanjiri Jakarta 
untuk melakukan demo besar-besaran menentang revisi UU Nomor 13 Tahun 2003 
tentang ketenagakerjaan, sekaligus melakukan mogok nasional. 1 Mei adalah Hari 
Buruh, mereka mengambil momentum ini untuk mengingatkan bahwa buruh adalah 
salah satu sektor penting dalam dunia industri. 

Ini adalah demo besar-besaran yang kesekian kalinya dari pekerja yang tidak 
ingin dikurangi haknya melalui perubahan UU tersebut. Sebelum ini, demo juga 
dilakukan di berbagai daerah untuk tujuan yang sama sehingga pemerintah menarik 
rancangan revisi yang diajukan ke DPR. Sebaliknya akan dibentuk tim yang 
melibatkan pemerintah, pengusaha dan buruh. Tetapi yang ini pun ditentang dan 
untuk itu mereka juga sudah turun ke jalan.

Sejak bergulirnya reformasi, negara kita tidak pernah sepi dari demo. Mahasiswa 
menuntut ini dan itu pakai demo, pedagang tak mau digusur demo, penjual bakso 
demo, supir angkot demo, pencari kerja demo, kepala desa demo, carik demo, 
siswa SMU demo, dokter di rumah sakit demo. Bahkan pengalihan jalan dari dua 
arah menjadi satu arah pun didemo, seperti yang belakangan terjadi di Makassar. 
Di antara demo ini ada yang murni, ada yang ditunggangi dan ada pula yang 
disusupi kepentingan lain seperti yang terjadi di depan Kampus Universitas 
Cendrawasih, Papua. Saat itu demonstran juga menyiapkan golok, panah dan 
batu-batu besar. Tiga anggota Polri dan satu anggota TNI AU tewas dirajam 
mereka.

Bukan hanya itu, mantan Wakil Presiden Try Sutrisno, mantan Ketua MPR Amin 
Rais, mantan Pangab Jenderal Wiranto dan sejumlah tokoh secara mengejutkan 
membatalkan permohonannya untuk bertemu Presiden Yudhoyono karena merasa tidak 
diperhatikan. Padahal, seperti dikemukakan Try Sutrisno (Rabu 19/4), mereka 
sesungguhnya ingin memberikan masukan mengenai pembangunan kemandirian, 
martabat dan masa depan bangsa. Mereka memilih menyampaikan masukannya secara 
tertulis tanpa perlu bertemu Presiden. 

Keputusan ini mengejutkan, terkesan Try Sutrisno dan kawan-kawannya mutung 
(ngambek - Red) karena keinginannya tidak terpenuhi. Boleh jadi ini hanya rasa 
kesal dari para tokoh nasional itu. Tetapi cara yang dilakukan sebenarnya juga 
sama dengan demo, hanya tidak sampai turun ke jalan. Menyampaikan aspirasi 
dengan cara yang demonstratif, itulah demo.

Demo dengan alasan sebagai bentuk penyaluran pendapat, tak ada yang bisa 
melarang sepanjang memenuhi ketentuan. Misalnya, ada izin dari polisi. Kendati 
para pembesar geram, mereka tetap bermulut manis dengan menyebutkan demo adalah 
bagian dari pelaksanaan demokrasi. Benar pula, demo kini berkembang bagai jamur 
di musim penghujan. Bahkan telah menjadi model untuk penyaluran aspirasi. Demo 
telah menggantikan musyawarah. Orang cenderung memilih demo, karena lebih kena 
sasaran. Meski harus diakui, umumnya demo selalu menampilkan suasana keras, 
kasar, jauh dari rasa persaudaraan.

Untuk sebagian orang, demo mungkin pilihan yang terbaik. Tetapi bagi yang tidak 
berkepentingan, bisa saja hanya dianggap mengganggu kenyamanan. Oleh karena 
itu, perlu dicarikan solusi agar pelaksanaan demokrasi yang satu ini tidak 
sampai menghilangkan harmonisasi dalam kehidupan berbangsa. Musyawarah dengan 
rasa persaudaraan mungkin perlu dikedepankan kembali, agar kita tidak menjadi 
bangsa yang pemarah dan kehilangan sentuhan kemanusiaan. Kita mendukung demo 
untuk menyampaikan aspirasi tapi jangan melahirkan kebencian, permusuhan dan 
kekecewaan di masyarakat. Misalnya demo yang dengan kekerasan, merusak 
fasilitas umum seperti yang terjadi di Jakarta dan lain-lain. 

Bangsa kita sudah lelah, kita hidup dalam suasana yang penuh kekerasan. Di 
pasar ada copet, di bis kota ada preman, di jalan ada jambret, di kampung ada 
maling, garong dan lain-lain. Jangan lagi ditambah dengan kepedihan lain. Apa 
yang ingin disampaikan Try Sutrisno dkk, mungkin sebuah solusi menghadapi masa 
depan bangsa. Sayangnya, tak akan pernah kesampaian kecuali kedua pihak (Tri 
Sutrisno dkk dan Presiden Yudhoyono) mau mengedepankan kearifan, menonjolkan 
persaudaraan dan mengutamakan harmonisasi dalam hubungan antara pemerintah 
dengan rakyat. 

Tokoh nasional, partai politik, pemerintah dan elemen masyarakat yang lain 
harus bersama-sama mencari solusi untuk memecahkan kebuntuan yang selalu 
diakhiri dengan munculnya unjukrasa. Sekali lagi, rakyat mendambakan 
harmonisasi dalam hidup yang kini sudah terasa semakin jauh


[Non-text portions of this message have been removed]



***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral 
scholarship, kunjungi 
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **

Other related posts: