[nasional_list] [ppiindia] Kebijakan Keamanan Nasional Komprehensif
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Sat, 31 Dec 2005 00:56:26 +0100
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral
scholarship, kunjungi
http://informasi-beasiswa.blogspot.com
**http://www.sinarharapan.co.id/berita/0512/30/opi02.html
Kebijakan Keamanan Nasional Komprehensif
Oleh
Anak Agung Banyu Perwita
Bagi Indonesia, seperti juga negara berkembang lainnya di dunia, keamanan
nasional kerap memunculkan dilema serius dalam agenda pembangunan nasionalnya.
Tidak seperti negara-negara maju, negara-negara berkembang harus mengedepankan
harmonisasi kebijakan pembangunannya yang kompleks dan bahkan cenderung
berlawanan antara pilihan memajukan pembangunan ekonomi, sosial dan politik
serta pengembangan kekuatan pertahanan nasional. Hal ini terutama disebabkan
sumber daya keuangan yang terbatas.
Mengemukanya bibit-bibit separatisme, kekhawatiran terhadap serangan terorisme,
dan saat yang sama juga menghadapi tingkat kehidupan ekonomi yang semakin
menurun dan gejala kelaparan di banyak wilayah Indonsia, adalah contoh kasus
yang secara jelas menunjukkan kompleksnya persoalan keamanan yang dihadapi
Indonesia dewasa ini.
Kebutuhan terhadap kemampuan untuk mengatasi semua persoalan ancaman keamanan
non-tradisional di atas, tentunya akan sangat tergantung pada kemampuan kita
dalam mendefinisikan konsep keamanan itu sendiri.
Dalam kajian keamanan, ancaman terhadap keamanan tidaklah selalu bersifat
militer semata, melainkan akan mencakup pula ancaman non-militer, seperti
kejahatan organisasi transnasional, penurunan daya dukung lingkungan hidup,
erosi budaya, keterbatasan akses terhadap pangan, dan ketersediaan pelayanan
kesehatan yang memadai.
Keamanan Manusia
Perubahan lingkungan keamanan memiliki lima dimensi lainnya.
Pertama, pergeseran sumber ancaman keamanan dari lingkungan eksternal menjadi
lingkungan domestik/nasional.
Kedua, perubahan sifat ancaman dari militer menjadi non-militer.
Ketiga, perubahan respon dari militer semata menjadi non-militer.
Keempat, perubahan tanggung jawab keamanan dari negara semata menuju tanggung
jawab kolektif.
Kelima, perubahan nilai inti keamanan dari negara menjadi individual dan dari
nasional menjadi keamanan global.
Dengan kata lain, perluasan makna keamanan akan mencakup dari perlindungan
keamanan territorial menuju perlindungan terhadap keamanan manusia dan dari
keamanan melalui pembangunan instrumen militer menuju kebijakan keamanan yang
memfokuskan pada pembangunan manusia yang berkelanjutan.
Sejak 1994, UNDP dalam "Human Development Report" mengidentifikasi tujuh
dimensi keamanan manusia yang harus tercakup dalam kebijakan keamanan, meliputi
(1) keamanan ekonomi (terbebas dari kemiskinan), (2) keamanan pangan (akses
terhadap pangan dengan harga terjangkau), (3) keamanan kesehatan (akses
terhadap pelayanan kesehatan dan perlindungan dari penyakit menular), (4)
Keamanan lingkungan (perlindungan terhadap perusakan lingkungan hidup), (5)
keamanan personal (perlindungan dari tindakan kriminal), (6) keamanan komunitas
(termasuk perlindungan bagi kemudahan menjalankan ibadah agama), (7) keamanan
politik (termasuk kebebasan dalam mengekspresikan hak-hak politik individu dan
informasi).
Ketujuh dimensi di atas memiliki keterkaitan satu dengan lainnya. Bila salah
satu dimensi tidak dapat dilindungi eksistensinya akan mempengaruhi dimensi
keamanan lainnya. Hal inilah yang kini banyak kita saksikan di berbagai wilayah
Indonesia. Rendahnya keamanan ekonomi negara dan sebagian sebagian besar
masyarakat kita menjadikan akses pada pangan terbatas pula. Tidaklah
mengherankan masyarakat Indonesia kini menghadapi rawan pangan atau bencana
kelaparan.
Pembangunan 4 D
Oleh karenanya, strategi keamanan nasional haruslah mencakup keseluruhan aspek
di atas dan hal ini seharusnya dapat terartikulasi dengan rencana kepentingan
dan prioritas pembangunan keamanan nasional yang menyeluruh. Pemikiran
menyeluruh tentang hal di atas mensyaratkan beberapa agenda kebijakan utama
nasional.
Pertama, keberhasilan strategi dan kebijakan keamanan nasional membutuhkan
koordinasi yang amat erat di antara para aktor pembuat kebijakan politik,
ekonomi, hukum, sosial-budaya, kesehatan, dan lingkungan hidup. Hal ini tidak
hanya akan melibatkan institusi pemerintahan semata tetapi juga harus bekerja
sama dengan para aktivis LSM dan kalangan akademisi.
Kedua, melibatkan pula instrumen-instrumen non-militer baik di dalam maupun
luar negeri. Dalam hal ini peningkatan kerja sama pembangunan dengan berbagai
aktor di luar negeri merupakan syarat mutlak guna membantu pencapaian tujuan
pembangunan nasional. Kombinasi dan koordinasi yang baik di antara berbagai
aktor di atas akan sangat efektif menghadapi berbagai ancaman dan derajat
keamanan nasional .
Ketiga, dibutuhkan kesadaran baru di antara para pembuat kebijakan baik di
tingkat lokal dan nasional pada berbagai aspek sejarah, budaya, lingkungan
hidup dan teknologi. Hal ini terutama dikarenakan kebijakan keamanan nasional
meliputi aspek fisik dan psikologis. Ketidaan kesadaan baru ini hanya akan
menjadikan isu-isu keamanan non-tradisional menjadi komoditas politik semata
sebagaimana yang terjadi di Indonesia beberapa waktu belakangan ini.
Kebijakan keamanan nasional yang menyeluruh mencakup berbagai persoalan
keamanan yang dihadapi negara dan masyarakat, kebijakan dan program pembangunan
nasional akan mencakup pembangunan 4 D, yakni democracy (pembangunan
demokrasi), development (pembangunan fisik), diplomacy (politik luar negeri dan
diplomasi pem-bangunan) dan defence (pertahanan nasional) yang sistematis dan
berkelanjutan.
Dengan demikian, kebijakan keamanan nasional akan mampu menghadapi berbagai
dimensi keamanan manusia Indonesia dan akan mendorong pula kebijakan keamanan
nasional yang lebih integratif dan proaktif ketimbang reaktif dan cenderung
defensive
Penulis adalah Dekan FISIP Universitas Katolik Parahyangan, Bandung
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
DonorsChoose.org helps at-risk students succeed. Fund a student project today!
http://us.click.yahoo.com/t7dfYD/FpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral
scholarship, kunjungi
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
Other related posts:
- » [nasional_list] [ppiindia] Kebijakan Keamanan Nasional Komprehensif