[nasional_list] [ppiindia] Indonesia yang Lain
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Sat, 31 Dec 2005 00:25:13 +0100
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral
scholarship, kunjungi
http://informasi-beasiswa.blogspot.com
**http://www.kompas.com/kompas-cetak/0512/31/opini/2327095.htm
Indonesia yang Lain
Baskara T Wardaya
Dalam sebuah diskusi seorang peserta bertanya, mengapa bangsa Indonesia bisa
jatuh dalam kondisi krisis yang begini berkepanjangan. Tidak hanya secara
ekonomis tetapi juga secara sosial-politis. Tidak hanya di dalam negeri, tetapi
juga di mata dunia.
Keterpurukan ekonomi dan munculnya berbagai bentuk kekerasan massal tak urung
membuat bangsa ini semakin dipandang dengan sebelah mata oleh bangsa-bangsa
lain.
Pertanyaan dan keluhan macam itu tentu sah-sah saja dan memang harus segera
dicari pemecahannya. Namun, kita perlu menyadari juga, perlakuan semena-mena
terhadap rakyat Indonesia sejak tahun 1945 tidak terutama datang dari bangsa
lain, tetapi dari bangsa sendiri.
Pembantaian massal tahun 1965, konflik di Maluku, Sampit, Papua, Aceh, dan Poso
adalah beberapa contoh. Semua korban dalam konflik-konflik itu tewas tidak
terutama oleh bangsa lain, tetapi oleh bangsa sendiri.
Tidak selamanya bangsa Indonesia itu berlaku kejam secara massal seperti itu.
Tanpa bermaksud meromantisasi masa lalu, kita tahu bahwa pernah ada
â??Indonesia yang lainâ?? di mana terdapat rasa kesatuan dan solidaritas sosial
yang cukup tinggi, di mana perbedaan pendapat dan kepentingan tidak selalu
disertai dengan konflik massal.
Terhormat
Pada masa kebangkitan nasional di awal 1900-an, misalnya, terdapat berbagai
perbedaan pandangan dan kepentingan di kalangan organisasi perjuangan
kemerdekaan. Namun, perbedaan itu tidak serta-merta disertai dengan pembunuhan
atas lawan-lawan politik, tetapi dengan membentuk organisasi lain yang nantinya
justru saling melengkapi. Pada zaman Perang Kemerdekaan memang terjadi
kekerasan, tetapi korban terbesar jatuh karena pihak asing. Pada dekade 1950-an
terjadi berbagai pemberontakan daerah. Para pemimpinnya ditangkap, tetapi tak
disertai pembantaian massal.
Tampak sekali waktu itu ada sikap saling menghormati di antara sesama warga
negara meski ada berbagai perbedaan sosial, politik, ekonomi dan keagamaan.
Tak mengherankan, meskipun baru merdeka, saat itu proses demokrasi dipahami
dengan baik sampai ke tingkat akar-rumput sebagaimana tercermin dalam Pemilu
1955. Pun bangsa Indonesia mendapat tempat yang terhormat di kalangan
bangsa-bangsa lain. Kepercayaan dunia terhadap kepeloporan Indonesia tercermin
dalam gerakan Non- Blok dan penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika. Gagasan
Indonesia untuk membangun dunia kembali pascakolonialisme juga diterima secara
internasional. Tak terbantah pernah ada Indonesia yang lain, yang meskipun
sangat majemuk, para warganya saling menghormati, dan dengan demikian dihormati
oleh bangsa-bangsa lain.
Akan tetapi, entah mengapa mulai tahun 1965 berbagai konflik politik yang
terjadi selalu disertai kekerasan massal. Kekerasan yang satu disusul dengan
kekerasan yang lain. Setidaknya ratusan ribu nyawa penduduk telah melayang di
tangan sesama warga bangsanya sejak tahun itu. Sejak itu pula korupsi
merajalela, sumber-sumber alam dijarah, rumah-rumah ibadat dirusak, dan ekonomi
makin tak memihak rakyat. Rasa hormat di antara sesama warga negara pun makin
merosot. Rasa hormat dan kagum dari bangsa-bangsa lain juga terus berkurang.
Majemuk
Menghadapi situasi demikian, tiba saatnya bagi kita untuk sejenak belajar dari
Indonesia yang lain itu. Bukan karena Indonesia yang lain itu sempurna,
melainkan karena di situ banyak momen historis yang bisa kita jadikan sumber
inspirasi bagi terciptanya suatu bangsa yang warganya saling menghormati.
Bagaimanapun juga masyarakat Indonesia adalah masyarakat majemuk. Alih-alih
menjadi titik-titik rawan yang potensial untuk dijadikan sumber konflik massal,
kemajemukan dapat dijadikan sarana saling memperkaya.
Mungkin pertanyaannya bukan lagi tentang perlakuan bangsa-bangsa lain,
melainkan mengapa selama 40 tahun terakhir ini kita cenderung memperlakukan
bangsa sendiri secara semena- mena. Rasa hormat dari bangsa lain akan datang
kalau kita bersedia belajar untuk saling menghormati sebagai sesama warga
bangsa.
Baskara T Wardaya SJ Dosen Sejarah di Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital.
http://us.click.yahoo.com/f4eSOB/lbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral
scholarship, kunjungi
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
Other related posts:
- » [nasional_list] [ppiindia] Indonesia yang Lain