[nasional_list] [ppiindia] Indonesia yang Lain

** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral 
scholarship, kunjungi 
http://informasi-beasiswa.blogspot.com 
**http://www.kompas.com/kompas-cetak/0512/31/opini/2327095.htm

 
Indonesia yang Lain 


Baskara T Wardaya

Dalam sebuah diskusi seorang peserta bertanya, mengapa bangsa Indonesia bisa 
jatuh dalam kondisi krisis yang begini berkepanjangan. Tidak hanya secara 
ekonomis tetapi juga secara sosial-politis. Tidak hanya di dalam negeri, tetapi 
juga di mata dunia.

Keterpurukan ekonomi dan munculnya berbagai bentuk kekerasan massal tak urung 
membuat bangsa ini semakin dipandang dengan sebelah mata oleh bangsa-bangsa 
lain.

Pertanyaan dan keluhan macam itu tentu sah-sah saja dan memang harus segera 
dicari pemecahannya. Namun, kita perlu menyadari juga, perlakuan semena-mena 
terhadap rakyat Indonesia sejak tahun 1945 tidak terutama datang dari bangsa 
lain, tetapi dari bangsa sendiri.

Pembantaian massal tahun 1965, konflik di Maluku, Sampit, Papua, Aceh, dan Poso 
adalah beberapa contoh. Semua korban dalam konflik-konflik itu tewas tidak 
terutama oleh bangsa lain, tetapi oleh bangsa sendiri.

Tidak selamanya bangsa Indonesia itu berlaku kejam secara massal seperti itu. 
Tanpa bermaksud meromantisasi masa lalu, kita tahu bahwa pernah ada 
â??Indonesia yang lainâ?? di mana terdapat rasa kesatuan dan solidaritas sosial 
yang cukup tinggi, di mana perbedaan pendapat dan kepentingan tidak selalu 
disertai dengan konflik massal.

Terhormat

Pada masa kebangkitan nasional di awal 1900-an, misalnya, terdapat berbagai 
perbedaan pandangan dan kepentingan di kalangan organisasi perjuangan 
kemerdekaan. Namun, perbedaan itu tidak serta-merta disertai dengan pembunuhan 
atas lawan-lawan politik, tetapi dengan membentuk organisasi lain yang nantinya 
justru saling melengkapi. Pada zaman Perang Kemerdekaan memang terjadi 
kekerasan, tetapi korban terbesar jatuh karena pihak asing. Pada dekade 1950-an 
terjadi berbagai pemberontakan daerah. Para pemimpinnya ditangkap, tetapi tak 
disertai pembantaian massal.

Tampak sekali waktu itu ada sikap saling menghormati di antara sesama warga 
negara meski ada berbagai perbedaan sosial, politik, ekonomi dan keagamaan.

Tak mengherankan, meskipun baru merdeka, saat itu proses demokrasi dipahami 
dengan baik sampai ke tingkat akar-rumput sebagaimana tercermin dalam Pemilu 
1955. Pun bangsa Indonesia mendapat tempat yang terhormat di kalangan 
bangsa-bangsa lain. Kepercayaan dunia terhadap kepeloporan Indonesia tercermin 
dalam gerakan Non- Blok dan penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika. Gagasan 
Indonesia untuk membangun dunia kembali pascakolonialisme juga diterima secara 
internasional. Tak terbantah pernah ada Indonesia yang lain, yang meskipun 
sangat majemuk, para warganya saling menghormati, dan dengan demikian dihormati 
oleh bangsa-bangsa lain.

Akan tetapi, entah mengapa mulai tahun 1965 berbagai konflik politik yang 
terjadi selalu disertai kekerasan massal. Kekerasan yang satu disusul dengan 
kekerasan yang lain. Setidaknya ratusan ribu nyawa penduduk telah melayang di 
tangan sesama warga bangsanya sejak tahun itu. Sejak itu pula korupsi 
merajalela, sumber-sumber alam dijarah, rumah-rumah ibadat dirusak, dan ekonomi 
makin tak memihak rakyat. Rasa hormat di antara sesama warga negara pun makin 
merosot. Rasa hormat dan kagum dari bangsa-bangsa lain juga terus berkurang.

Majemuk

Menghadapi situasi demikian, tiba saatnya bagi kita untuk sejenak belajar dari 
Indonesia yang lain itu. Bukan karena Indonesia yang lain itu sempurna, 
melainkan karena di situ banyak momen historis yang bisa kita jadikan sumber 
inspirasi bagi terciptanya suatu bangsa yang warganya saling menghormati.

Bagaimanapun juga masyarakat Indonesia adalah masyarakat majemuk. Alih-alih 
menjadi titik-titik rawan yang potensial untuk dijadikan sumber konflik massal, 
kemajemukan dapat dijadikan sarana saling memperkaya.

Mungkin pertanyaannya bukan lagi tentang perlakuan bangsa-bangsa lain, 
melainkan mengapa selama 40 tahun terakhir ini kita cenderung memperlakukan 
bangsa sendiri secara semena- mena. Rasa hormat dari bangsa lain akan datang 
kalau kita bersedia belajar untuk saling menghormati sebagai sesama warga 
bangsa.

Baskara T Wardaya SJ Dosen Sejarah di Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital.
http://us.click.yahoo.com/f4eSOB/lbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. 
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral 
scholarship, kunjungi 
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **

Other related posts: