[nasional_list] [ppiindia] Indonesia Mutlak Perlu Perencanaan Matang
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Sun, 26 Feb 2006 21:07:22 +0100
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral
scholarship, kunjungi
http://informasi-beasiswa.blogspot.com
**http://www.pikiran-rakyat.co.id/cetak/2006/022006/27/0903.htm
Indonesia Mutlak Perlu Perencanaan Matang
Oleh ENGKOSWARA
ENAM puluh tahun lebih Indonesia merdeka, banyak kemajuan sekalipun tidak luput
dari masalah yang berat dan tantangan yang dahsyat. Kemajuan modal dasar yang
baik sedangkan masalah dan tantangan harus dihadapi dengan positif dan
diadministrasikan khususnya direncanakan secara mendasar dan matang, ditangani
secara proporsional, dan profesional.
Awal pemerintahan SBY-JK sangat tepat dengan gerakan percepatan pemberantasan
korupsi, TKI ilegal, pemberantasan pengrusakan hutan liar, revitalisasi
pertanian, dan yang sangat penting mendasar telah menyampaikan Program
Pembangunan Jangka Panjang (PPJP) 2005-2025 kepada DPR RI. Sangat penting, bila
PPJP tepat dan matang untuk diikuti tetapi bila kurang tepat apa lagi salah,
Indonesia akan ketinggalan lebih dari 20 tahun lagi pada tahun 2025.
Bappenas kunci masa depan
Partai Golkar tahun lalu telah membahas PPJP 2005-2025, ini upaya yang baik.
Kini Bappenas di tangan menteri berasal dari Partai Golkar. Partai Golkar
sebagai partai terbesar saat ini, pada tempatnya menjadi pelopor mengajak
partai lain untuk menuntaskan PPJP dengan sahih. Sampai di mana nasib PPJP ini
masih dipertanyakan.
Selintas PPJP 2005-2025 sudah baik memberikan tekanan pada peningkatan kualitas
SDM, tetapi pendekatannya sangat tradisional yaitu tetap menekankan pada bidang
ekonomi dan politik. Itu sebabnya salah seorang pembicara dialog Partai Golkar
mengajukan terlebih dahulu mengadakan diagnostik secara cermat untuk kemudian
menetapkan prioritas PPJP 2005-2025.
Diagnostik kualitatif terbatas mengemuka bahwa dewasa ini bangsa Indonesia
sedang dilanda krisis multidimensi yang telah memuncak menjadi krisis
kepercayaan yang sangat memprihatinkan. Apa yang salah, ekonomi, politik atau
kehidupan beragama? Diagnostik menggambarkan ada keterkaitan fundamental dengan
budaya yang terabaikan bahkan tertinggalkan.
Hal ini tampak pada moral yang diinjak-injak di antaranya hidup tidak bersih
dan tidak sehat, pelanggaran disiplin terhadap peraturan perundang-undangan dan
konvensi yang berlaku, serakah dan kurang berwawasan masa depan sehingga
terjadi praktik KKN yang sulit berhenti dan susah diberantas. Semangat juang,
bekerja, dan berusaha melemah dan kurang dilandasi ilmu dan teknologi tepat
guna sehingga terjadi kemalasan, pengangguran tumbuh subur, ingin untung dengan
cara enteng sehingga terjadi pencurian, perampasan harta orang, perampokan, dan
berbagai penipuan. Kreativitas kurang terpuji, lebih menyenangi pornografi dan
pornoaksi, penyalahgunaan narkoba, perjudian, kekerasan, penyiksaan bahkan
pembunuhan yang sadis di luar peri kemanusiaan, dan HAM.
Selain itu tantangan global yang sangat dahsyat yaitu kehidupan yang semakin
transparan, persaingan yang semakin deras dan kemitraan yang semakin
diperlukan.
Kedua hal tersebut di atas membawa dampak terhadap manajemen pendidikan yang
belum berfungsi sebagaimana layaknya. Tak dapat dimungkiri, banyak dihasilkan
sarjana, doktor, dan orang-orang cerdas. Tetapi sayang, cerdas tak berbudaya
seperti TKI ilegal, perampok, koruptor, dan perusak hutan dan lingkungan.
Selain dari itu, bangsa Indonesia baru 65% yang berpendidikan maksimal SD,
bahkan masih jutaan yang buta aksara, kualitas relatif rendah urutan ke-111
dari 175 negara, relevansi ilmu dan tamatan dengan kehidupan belum tepat.
Profesionalisasi dan kesejahteraan guru masih minim, 800.000 gedung sekolah
yang tidak layak bahkan ambruk, tak ada tempat berolah raga dan biaya
pendidikan belum memadai ditambah pula banyak kebocoran.
Atas dasar itu, dirasa perlu ada inovasi politik negara dalam PPJP, pendekatan
yang selama ini memberikan prioritas pada bidang ekonomi dan politik,
memerlukan pendekatan terpadu dengan memberikan prioritas pada revitalisasi
budaya bangsa dan kapitalisasi pendidikan sepanjang hayat. Revitalisasi budaya
bangsa yaitu mengangkat kembali budaya bangsa yang bersumber dari ajaran agama,
falsafah Pancasila, budaya daerah sebagai puncak-puncak kebudayaan nasional dan
budaya negara maju yang relevan. Secara praksis budaya tersebut minimal
keutuhan antara budaya iman, ilmu amaliah dan indah atau, menurut Bambang
Sudibyo, budaya etika, iptek dan estetika. Keutuhan budaya tersebut di atas
adalah merupakan dasar sistem pertahanan dan keamanan rakyat semesta atau
sishankamrata, menjadi bangsa yang berkarakter baik (sering diungkapkan
Presiden SBY).
Budaya tersebut seyogianya ditransformasikan kepada anak bangsa melalui
pendidikan sepanjang hayat baik melalui pendidikan dalam keluarga, pendidikan
dalam masyarakat seperti pramuka-kursus-tayangan TV-media masa, dan pendidikan
di sekolah dari taman kanak-kanak sampai dengan perguruan tinggi yang memadai.
Prioritas pendidikan seyogianya diletakkan pada pendidikan dasar berbasis
masyarakat desa yang merata, berkualitas, relevan, bernilai ekonomi dan politik
serta efisien bagi semua secara demokratis. Kesinambungan dan keterpaduan
pendidikan tersebut diyakini akan meningkatkan kualitas SDM Indonesia pemilik
hari esok menjadi bangsa yang cerdas berbudaya yang mempunyai ketahan dan
keamanan rakyat semesta yang kuat.
Berkaitan dengan uraian di atas, kini KPK menjadi lebih lengkap. Ketua KPK, 15
Februari 2006 tampak menghadap presiden dan mengajukan pencegahan korupsi
selain pemberantasan dan penyembuhan. Demikian juga Erry R. Hardjapamekas, hari
yang sama di Universitas Pendidikan Indonesia memberikan ceramah dan berkoar
bahwa pendidikan ujung tombak pemberantasan korupsi. Suatu langkah maju KPK.
Melalui jalan ini, 20 tahun mendatang Indonesia Raya diyakini menjadi bangsa
dan negara raya yang mandiri dan sejahtera. Mudah-mudahan pula bebas dari
korupsi dan penyakit masyarakat lainnya. Itu sebabnya perencanaan yang mantap
dan sinambung mutlak diperlukan. ***
Penulis,Guru Besar UPI dan Ketua Umum Formoppi.
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral
scholarship, kunjungi
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
Other related posts:
- » [nasional_list] [ppiindia] Indonesia Mutlak Perlu Perencanaan Matang