[nasional_list] [ppiindia] HUKUMAN MATI ITU PERLU UNTUK PENJAHAT SADIS! Bls: [ekonomi-nasional] Hukuman Mati Harus Diakhiri

Ada sebagian orang  berpendapat hukuman mati dgn alasan tidak berperi 
kemanusiaan.

Padahal yang tidak berperi kemanusiaan itu adalah pembunuh sadis yang tega 
membantai orang tua di depan anak2nya, atau pemerkosa 11 anak SD, koruptor yang 
menyebabkan ribuan orang mati kelaparan, dsb.

Untuk orang2 sadis macam itulah hukuman mati merupakan hukuman yang setimpal.

Cina sukses memberantas korupsi dgn melaksanakan hukuman mati bagi koruptor. 
Kalau di sini kebanyakan HAMnya sehingga koruptor merajalela dan justru 
menghukum orang2 yang tidak bersalah yang ingin membongkar korupsi.

Ada
beberapa kelompok yang menginginkan penghapusan hukuman mati dengan
alasan hukuman mati tidak manusiawi. Namun mereka lupa bahwa hukuman
mati itu hanya dikenakan pada penjahat yang memang sadis seperti
memperkosa dan membunuh korbannya. Jika mereka tidak membunuh orang
yang tidak berdosa, niscaya tidak akan dijatuhkan hukuman mati.
 
Jika
hukuman mati dihapuskan, maka para pembunuh sadis (dan juga
pengacaranya) akan bergembira ria. Mereka tidak akan segan-segan untuk
membunuh orang karena toh hukumannya juga ringan. Toh dipenjara
beberapa tahun juga bebas. Akibatnya kejahatan yang sadis seperti
pembunuhan, perampokan, perkosaan akan merajalela. Toh hukumannya
sangat ringan.
 
Oleh karena itu dalam Al Qur’an Allah memerintahkan hukum mati bagi para 
pembunuh sadis:
”Hai
orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu qishaash (hukum mati)
berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh..[Al Baqarah:178]
 
Jika
hukuman mati diterapkan, masyarakat akan merasa aman. Karena para calon
pembunuh akan berpikir 7 kali untuk membunuh korbannya. Jika mereka
membunuh, mereka akan dihukum mati. Seandainya mereka nekat membunuh
dan dihukum mati, niscaya itu adalah pembunuhan terakhir yang mereka
lakukan. Mereka tidak akan bisa membunuh lagi. Tidak akan ada istilah
penjahat kambuhan/residivis bagi pembunuh. Oleh karena itu Allah
menyatakan hidup akan aman dengan adanya qishaash:
 
”Dan
dalam qishaash itu ada (jaminan kelangsungan) hidup bagimu, hai
orang-orang yang berakal, supaya kamu bertakwa.” [Al Baqarah:179]
 
Dalam Alkitab sendiri sebenarnya diperintahkan hukuman mati untuk pembunuh:
 
”Janganlah
engkau merasa sayang kepadanya, sebab berlaku: nyawa ganti nyawa, mata
ganti mata, gigi ganti gigi, tangan ganti tangan, kaki ganti kaki.”
[Ulangan 19:21]
 
Di
bawah terdapat beberapa artikel media massa yang menunjukkan kebiadaban
para penjahat seperti pembunuh yang memperkosa dan membunuh anak kecil
di depan ibu kandungnya. Jika hukuman mati dihapuskan, niscaya para
penjahat macam itu akan gembira dan kejahatan akan merajalela karena
tidak ada lagi hukuman mati. Yang ada adalah hukuman ringan berupa
tempat tinggal dan makan gratis di penjara.
 
Oleh
karena itu bagi yang setuju untuk hukuman mati bagi para penjahat yang
sadis yang memperkosa dan membunuh korbannya, silahkan tandatangani
petisi ini.
 
===
Perkosa dan Bunuh Anak di Depan Ibu Kandungnya
Sinar
Indonesia Baru. Atia Hulu dibunuh Yafonaso Laia dengan menggunakan
tombak di rumah terpidana sendiri di Desa Hiliimbou, Gumo, Nisel (Nias
Selatan) Kamis malam (16/11/2006) sekira pukul 23.30 WIB. Sebelum
dibunuh korban 2 (dua) kali diperkosa di hadapan ibu kandungnya.
Pertama tgl 13/11/2006 kedua tgl 15/11/2006. Marina Hulu (15) kakak
korban juga diperkosa 4 (empat) kali juga disaksikan ibu kandungnya. 
http://hariansib.com/2007/07/01/perkosa-dan-bunuh-anak-di-depan-ibu-kandungnya-pasangan-kumpul-kebo-dihukum-mati-di-nias/
===
Perampok Perkosa Korban di Depan Anaknya 
Kompas Rabu, 22 Oktober 2003
Seorang perampok yang menyatroni rumah korban pada hari Senin sekitar pukul 
22.30 bertindak keterlaluan. Dia
tidak hanya menjarah perhiasan yang melekat di tubuh Jry dan
mengobrak-abrik lemari pakaian, tetapi juga memerkosa Jry di depan anak
dan ibu mertuanya.
http://www.kompas.com/kompas-cetak/0310/22/utama/640059.htm
===
Remaja Rampok dan Bunuh Supir Taksi
Selasa, 08 Agustus 2006 | 12:42 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta:
Sepasang
remaja berusia 17 tahun merampok dan membunuh seorang supir Koperasi
Taksi di Cilandak, Jakarta Timur, dini hari ini. Korban, Marsudi,
dijerat lehernya dengan kawat dan digorok menggunakan pisau cutter.
http://www.tempointeraktif.com/hg/jakarta/2006/08/08/brk,20060808-81367,id.html
===
Tiga Remaja Putri di Bekasi Diperkosa secara Bergiliran
Bekasi, Kompas Kamis, 04 September 2003
-
Tiga remaja putri, W (17), A (14), siswa kelas dua SMP, dan E (16),
warga Kawasan Pondok Ungu Permai, Bekasi Utara, mengaku diperkosa
secara bergiliran oleh beberapa tukang ojek yang mereka kenal di
sekitar Danau Candrabaga, Kompleks Kavling Taman Wisata, Desa Bahagia,
Babelan, Kabupaten Bekasi.
http://kompas.com/kompas-cetak/0309/04/metro/542766.htm
==
Pemuda Perkosa dan Bunuh Nenek-Nenek 
BANJARMASIN, SABTU – Seorang pemuda di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) 
Kalimantan Selatan (Kalsel) Tursam alias Atur (24)  tega
melakukan pemerkosaan dan pembunuhan terhadap seorang nenek berusia
enam puluh tahun yang masih merupakan tetangga tersangka.
http://www.kompas.com/ver1/Nusantara/0706/23/170428.htm 
 
===
“If
we execute murderers and there is in fact no deterrent effect, we have
killed a bunch of murderers. If we fail to execute murderers, and doing
so would in fact have deterred other murders, we have allowed the
killing of a bunch of innocent victims. I would much rather risk the
former. This, to me, is not a tough call.”
 
John McAdams – Marquette University/Department of Political Science, on 
deterrence
 
Jika
kita menghukum mati para pembunuh dan ternyata tidak ada efek
menggentarkan bagi calon pembunuh lain, kita telah membunuh
segerombolan pembunuh.
Jika
kita tidak menghukum mati para pembunuh dan ternyata menghukum mati
mereka akan membuat takut calon pembunuh untuk membunuh, berarti kita
membiarkan pembunuhan warga yang tidak berdosa. Saya lebih memilih yang
pertama. Bagiku, ini bukan pilihan yang sulit
 
John McAdams – Marquette University/Department of Political Science, on 
deterrence
http://www.prodeathpenalty.com/http://media-islam.or.id/2007/11/26/petisi-pro-setuju-hukuman-mati/
Qishash – Hukuman Mati untuk Pembunuh

                                
Posted on Januari 20, 2010 by nizaminz  
 | Sunting                              

                                

                                        Dalam
Islam, kejahatan dan pembunuh tidak disiarkan sehingga mereka tidak
jadi selebritis atau dipuja sampai menyanyi di TV. Ini bisa jadi
inspirasi bagi calon penjahat lainnya untuk melakukan kejahatan. Siapa
tahu dengan berbuat kejahatan, mereka justru bisa terkenal dan muncul
di TV serta mendapat simpati dari masyarakat.

Sebaliknya Islam menganjurkan agar
hukuman pancung kepala dilakukan di depan umum agar banyak orang takut
untuk membunuh. “dalam qishash ada jaminan hidup bagimu, hai orang yang
berakal, agar kamu bertakwa.” [Al Baqarah 179]

Dalam Islam, orang yang membunuh jiwa
yang tidak berdosa dihukum mati. Ini karena mereka telah menyebabkan
hilangnya nyawa seseorang. Seorang bapak dan seorang ibu bisa
kehilangan anaknya akibat pembunuhan. Seorang anak bisa kehilangan ayah
atau ibunya yang dibunuh sehingga bisa hidup sebatang kara.

Hukuman Mati jelas membuat seorang
pembunuh tidak akan bisa membunuh lagi. Karena dia dihukum mati. Oleh
karena itu cerita seorang pembunuh yang setelah bebas dari penjara
membunuh lagi tidak akan terjadi jika dia dihukum mati.

Ada orang yang tidak setuju hukuman
mati berkata, hanya Tuhanlah yang berhak mencabut nyawa manusia. Oleh
karena itu tidak boleh ada hukuman mati.

Pendapat tersebut keliru. Justru
karena seseorang tidak boleh membunuh manusia tanpa sebab itulah Allah
jadi marah jika ada orang yang membunuh.

Oleh karena itu dalam Al Qur’an Allah memerintahkan hukum mati bagi para 
pembunuh sadis:

”Hai orang-orang yang beriman,
diwajibkan atas kamu qishaash (hukum mati) berkenaan dengan orang-orang
yang dibunuh..[Al Baqarah:178]

Dalam Alkitab juga sebenarnya diperintahkan hukuman mati untuk pembunuh:

”Janganlah engkau merasa sayang
kepadanya, sebab berlaku: nyawa ganti nyawa, mata ganti mata, gigi
ganti gigi, tangan ganti tangan, kaki ganti kaki.” [Ulangan 19:21]

Jadi justru Allah memerintahkan
kita untuk menghukum mati para penjahat sadis agar mereka tidak
membunuh lagi dan membuat banyak orang ngeri untuk membunuh. Kejamnya
Baiquni yang mensodomi dan membunuh 10 anak jalanan (mungkin lebih)
atau Ryan yang membunuh 11 orang merupakan satu bukti bagaimana
kejahatan Pembunuhan di Indonesia itu begitu ringan. Jika pun ada
hukuman mati, tidak sampai 10% pembunuh yang mendapatkan hukuman
tersebut.

Ada juga yang berpendapat jika
dihukum mati, nanti si pembunuh tidak bisa tobat. Dalam Islam, tobat
selama dilakukan sungguh-sungguh akan diterima oleh Allah. Tapi hukuman
mati tetap dijalankan agar keadilan tetap tegak. Justru dengan menerima
hukuman Mati dengan ikhlas lah si pembunuh bisa menebus dirinya dengan
tobat yang sungguh-sungguh.

Berbagai berita kejahatan:

Babe Akui Puas Sodomi Mayat yang Dibunuhnya
Rabu, 20 Januari 2010 , 01:08:00

KUNINGAN, (PRLM).- Tersangka kasus
pembunuhan berantai serta sodomi atas anak di bawah umur, Baekuni alias
Babe (61), mengaku puas menyodomi mayat yang telah dibunuhnya serta
melakukan mutilasi atas mayat tersebut demi kepuasan pula, karena saat
melakukan mutilasi atas anak-anak jalanan tadi, Babe mengaku mempunyai
kepuasan tersendiri.

Pengakuan babe tersebut, terungkap
ketika ia melakukan rekontruksi proses pembunuhan dengan cara mutilasi
serta sodomi atas korban dua anak jalanan di bibir Sungai Cisanggarung
yang melintas di daerah Ciwaru Kab. Kuningan, Selasa (19/1). Babe
sendiri mendapat kawalan ketat kepolisian dari Polda Metro Jaya dan
Polres Kuningan, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan karena
kedatangan Babe yang memiliki istri orang Ciwaru, mengejutkan sejumlah
warga setempat.

Tercatat dua anak jalanan
masing-masing Aris (12 tahun) dan Teguh (11 tahun) telah dibunuh lalu
dimutilasi serta disodomi Babe di Kuningan. Pembunuhan atas kedua anak
di bawah umur ini terjadi sekira tahun 1998, saat Babe pulang ke rumah
istrinya di Ciwaru. Babe pada 1983 sempat menikahi Erah Saerah,
penduduk Desa Sukamaju Kec. Ciwaru. Sejak itu, Babe sering pulang pergi
Jakarta-Kuningan bersama anak-anak jalanan, termasuk dengan Aris dan
Teguh yang kemudian dibunuhnya. Erah sendiri telah meninggal dunia pada
tahun 2000 karena penyakit.

Pembunuhan atas Aris dan Teguh
diakui Babe terjadi dalam waktu berbeda. Ia pertamakali mengaku
membunuh Aris, lalu beberapa bulan kemudian membunuh Teguh. Meski
kejadiannya masih di tahun yang sama, namun hari dan bulannya berbeda.
“Kejadian keduanya pada 1998. Hanya beda bulan saja,” papar Babe seusai
proses rekontruksi.

Secara terus terang Babe mengaku
dirinya telah membunuh 10 orang anak jalanan dengan umur belasan tahun.
Selain itu, Babe sempat mengaku ia nekad memutilasi para korbannya demi
kepuasan, karena saat melakukan mutilasi atas anak-anak jalanan tadi,
Babe mengaku mempunyai kepuasan tersendiri.
http://www.pikiran-rakyat.com/index.php?mib=news.detail&id=122730

===

Perkosa dan Bunuh Anak di Depan Ibu Kandungnya

Sinar Indonesia Baru. Atia Hulu
dibunuh Yafonaso Laia dengan menggunakan tombak di rumah terpidana
sendiri di Desa Hiliimbou, Gumo, Nisel (Nias Selatan) Kamis malam
(16/11/2006) sekira pukul 23.30 WIB. Sebelum dibunuh korban 2 (dua)
kali diperkosa di hadapan ibu kandungnya. Pertama tgl 13/11/2006 kedua
tgl 15/11/2006. Marina Hulu (15) kakak korban juga diperkosa 4 (empat)
kali juga disaksikan ibu kandungnya.

http://hariansib.com/2007/07/01/perkosa-dan-bunuh-anak-di-depan-ibu-kandungnya-pasangan-kumpul-kebo-dihukum-mati-di-nias/

===

Perampok Perkosa Korban di Depan Anaknya

Kompas Rabu, 22 Oktober 2003

Seorang perampok yang menyatroni
rumah korban pada hari Senin sekitar pukul 22.30 bertindak keterlaluan.
Dia tidak hanya menjarah perhiasan yang melekat di tubuh Jry dan
mengobrak-abrik lemari pakaian, tetapi juga memerkosa Jry di depan anak
dan ibu mertuanya.

http://www.kompas.com/kompas-cetak/0310/22/utama/640059.htm
===

Remaja Rampok dan Bunuh Supir Taksi
Selasa, 08 Agustus 2006 | 12:42 WIB

TEMPO Interaktif, Jakarta:
Sepasang remaja berusia 17 tahun
merampok dan membunuh seorang supir Koperasi Taksi di Cilandak, Jakarta
Timur, dini hari ini. Korban, Marsudi, dijerat lehernya dengan kawat
dan digorok menggunakan pisau cutter.

http://www.tempointeraktif.com/hg/jakarta/2006/08/08/brk,20060808-81367,id.html

===

Tiga Remaja Putri di Bekasi Diperkosa secara Bergiliran

Bekasi, Kompas Kamis, 04 September 2003

- Tiga remaja putri, W (17), A
(14), siswa kelas dua SMP, dan E (16), warga Kawasan Pondok Ungu
Permai, Bekasi Utara, mengaku diperkosa secara bergiliran oleh beberapa
tukang ojek yang mereka kenal di sekitar Danau Candrabaga, Kompleks
Kavling Taman Wisata, Desa Bahagia, Babelan, Kabupaten Bekasi.

http://kompas.com/kompas-cetak/0309/04/metro/542766.htm
==

Pemuda Perkosa dan Bunuh Nenek-Nenek

BANJARMASIN, SABTU – Seorang pemuda
di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) Kalimantan Selatan (Kalsel)
Tursam alias Atur (24) tega melakukan pemerkosaan dan pembunuhan
terhadap seorang nenek berusia enam puluh tahun yang masih merupakan
tetangga tersangka.

http://www.kompas.com/ver1/Nusantara/0706/23/170428.htm
===

Mengapa Ryan Membunuh?
Sabtu, 2 Agustus 2008 20:32 WIB | Artikel | | Dibaca 998 kali
Edy M Ya`kub
Surabaya (ANTARA News) – Hampir tiada
hari tanpa pemberitaan tentang Verry Idham Henryansah alias Ryan (34)
yang menjadi tersangka pembunuhan 11 orang di Jombang dan Jakarta.
http://www.antara.co.id/view/?i=1217683920&c=ART&s=

==

“If we execute murderers and there
is in fact no deterrent effect, we have killed a bunch of murderers. If
we fail to execute murderers, and doing so would in fact have deterred
other murders, we have allowed the killing of a bunch of innocent
victims. I would much rather risk the former. This, to me, is not a
tough call.”

John McAdams – Marquette University/Department of Political Science, on 
deterrence

Jika kita menghukum mati para
pembunuh dan ternyata tidak ada efek menggentarkan bagi calon pembunuh
lain, kita telah membunuh segerombolan pembunuh.

Jika kita tidak menghukum mati para
pembunuh dan ternyata menghukum mati mereka akan membuat takut calon
pembunuh untuk membunuh, berarti kita membiarkan pembunuhan warga yang
tidak berdosa. Saya lebih memilih yang pertama. Bagiku, ini bukan
pilihan yang sulit

John McAdams – Marquette University/Department of Political Science, on 
deterrence

http://www.prodeathpenalty.com/

Bagi yang setuju hukuman mati dan ingin menandatanganinya silahkan klik:

http://www.petitiononline.com/promatihttp://kabarislam.wordpress.com/2010/01/20/qishash-hukuman-mati-untuk-pembunuh/


===

Belajar Islam sesuai Al Qur'an dan Hadits

http://media-islam.or.id

Milis Ekonomi Nasional: ekonomi-nasional-subscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

Belajar Islam via SMS:

http://media-islam.or.id/2008/01/14/dakwah-syiar-islam-lewat-sms-mobile-phone

--- Pada Sen, 17/5/10, mundo <mundo@xxxxxxxxxxxx> menulis:

Dari: mundo <mundo@xxxxxxxxxxxx>
Judul: [ekonomi-nasional] Hukuman Mati Harus Diakhiri
Kepada: aktivis_bicara@xxxxxxxxxxxxxxx, belajarsama2x@xxxxxxxxxxxxxxx, 
buruh-migran@xxxxxxxxxxxxxxx, ekonomi-nasional@xxxxxxxxxxxxxxx, 
elshintagroup@xxxxxxxxxxxxxxx, Forum-Pembaca-Kompas@xxxxxxxxxxxxxxx
Tanggal: Senin, 17 Mei, 2010, 2:54 AM







 



  


    
      
      
      

*Buletin Elektronik*    * www.Prakarsa-Rakyat.org*



*SADAR

Simpul Untuk Keadilan dan Demokrasi*



*Buletin Elektronik SADAR Edisi 293 Tahun VI 2010

Sumber: www.Prakarsa-Rakyat.org*

----------------------------------------------------------



*HUKUMAN MATI HARUS DIAKHIRI *



*Oleh : Edy Musyadad **



"Hukuman mati merefleksikan bahwa insting hewan masih ada pada manusia."



/(Nelson Mandela) /



Kontroversi hukuman mati sudah sejak lama ada di hampir seluruh 

masyarakat dan negara di dunia. Dan hukuman mati mencuat di Indonesia 

akhir-akhir ini dalam merespon isu korupsi yang silih berganti. Wacana 

hukuman mati bagi para koruptor memberikan banyak argumentasi pro dan 

kontra. Apakah dibutuhkan untuk dijadikan senjata baru pemberantasan 

korupsi? Atau justru berbahaya, karena bertentangan dengan hak hidup 

manusia yang merupakan hak asasi manusia?



Selengkapnya:

http://www.prakarsa-rakyat.org/artikel/bulsad/artikel.php?aid=42175



*webmaster@xxxxxxxxxxxxxxxxxxx*  



[Non-text portions of this message have been removed]





    
     

    
    


 



  







[Non-text portions of this message have been removed]

Other related posts:

  • » [nasional_list] [ppiindia] HUKUMAN MATI ITU PERLU UNTUK PENJAHAT SADIS! Bls: [ekonomi-nasional] Hukuman Mati Harus Diakhiri - A Nizami