[nasional_list] [ppiindia] Gudang Senjata di Rumah Jenderal
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Fri, 30 Jun 2006 23:41:57 +0200
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral
scholarship, kunjungi
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **REFLEKSI: Masih ingat konflik di
Maluku beberapa tahun lalu? Dari mana Laskar Jihad Sunnah Wal Jamaah yang
dipimpin oleh Jafar Umar Talib dan mantan Jenderal TNI Rustam Kastor bisa
mendapat senjata standard TNI untuk dipakai dalam konflik tsb? Selain itu
juga, bukankah Jafar Umar Talib pernah bilang di SCTV: "Politik Laskar Jihad
adalah politk TNI"?
MEDIA INDONESIA
Jum'at, 30 Juni 2006
Gudang Senjata di Rumah Jenderal
SEORANG jenderal memegang senjata adalah hal yang biasa. Tetapi sangat tidak
biasa jika seorang jenderal menjadikan rumahnya gudang senjata.
Itu sebabnya publik terkejut ketika dari rumah Brigadir Jenderal Koesmayadi
(alm) di kawasan Ancol, ditemukan ratusan pucuk senjata api dan puluhan ribu
amunisi. Koesmayadi yang meninggal hari Minggu adalah Wakil Asisten Logistik
Kepala Staf TNI Angkatan Darat.
KSAD Jenderal Djoko Santoso menggelar jumpa pers mendadak menyusul temuan
penumpukan senjata yang menurutnya di luar kewajaran dan kepatutan. Tentu saja
tidak wajar dan tidak patut. Karena di rumah Koesmayadi petugas POM TNI
menemukan 145 pucuk senjata api, 9 granat, 28.985 butir amunisi, dan 28
teropong.
Untuk apa dan bagaimana semuanya itu bisa terjadi? Inilah pertanyaan yang harus
dijawab dengan cepat, tuntas, dan jujur oleh para petinggi TNI. Jawaban seperti
ini sangat penting agar mencegah analisis dan dugaan-dugaan serta spekulasi
liar yang mengancam kredibilitas, integritas, dan profesionalisme TNI.
TNI, sesuai sifatnya, adalah organisasi yang memiliki disiplin tinggi, terutama
disiplin dalam penggunaan, distribusi, dan penyimpanan logistik. Penyimpangan
sedikit saja dalam soal logistik, bahayanya amatlah fatal. Kita percaya TNI
pasti memiliki standar operasi dan prosedur yang ketat dan baku dalam hal ini.
Ketakutan yang paling masuk akal adalah apabila senjata-senjata itu jatuh ke
tangan orang-orang atau kelompok yang tidak bertanggung jawab. Seluruh
persenjataan yang terdapat di rumah Koesmayadi cukup untuk menggerakkan operasi
sebuah peleton.
Coba dibayangkan kalau senjata itu jatuh ke tangan perampok! Andaikata
senjata-senjata itu dicuri oleh kaki tangan teroris. Andaikata senjata itu
dirampas oleh kelompok-kelompok militan yang beraksi di Poso, Ambon, dan Papua.
Salah satu fakta kriminalitas yang amat meresahkan dewasa ini, terutama di
kota-kota besar adalah maraknya perampokan oleh orang-orang yang menggunakan
senjata api. Negara ini jelas melarang kepemilikan senjata api oleh orang-orang
nontentara. Akan tetapi, fakta yang tidak bisa dibantah, senjata api beredar
cukup leluasa di kalangan perampok.
Itu ketakutan yang paling sederhana. Di kalangan yang lebih canggih
spekulasinya, penemuan senjata di rumah Koesmayadi itu dianalisis sedemikian
rupa sehingga mendirikan bulu roma. Mereka mengaitkannya dengan dugaan rencana
kudeta yang memiliki kaitan dengan perpecahan di kalangan TNI dan elite politik
nasional.
Yang lain curiga kalau-kalau Koesmayadi menyimpan senjata begitu banyak untuk
kepentingan bisnis. Bisnis pribadi? Atau bisnis institusi?
Pertanyaan dan kecurigaan bisa dibuatkan daftar yang amat panjang dari kasus
ini. Karena itu tidak ada pilihan lain kecuali menjelaskan sejujur-jujurnya
kepada masyarakat tentang apa dan mengapa sehingga seorang jenderal dengan
pangkat tinggi dan fungsi strategis bisa menyimpan senjata dalam jumlah besar
di rumahnya.
Penjelasan ini sangat vital untuk mencegah buruk sangka dan spekulasi liar yang
merugikan kredibilitas, integritas, dan profesionalisme TNI.
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Check out the new improvements in Yahoo! Groups email.
http://us.click.yahoo.com/6pRQfA/fOaOAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral
scholarship, kunjungi
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
Other related posts:
- » [nasional_list] [ppiindia] Gudang Senjata di Rumah Jenderal