[nasional_list] [ppiindia] Gaji pegawai Palestina keluar dari saku orang Eropa
- From: "RM Danardono HADINOTO" <rm_danardono@xxxxxxxx>
- To: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
- Date: Tue, 28 Feb 2006 15:05:22 -0000
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral
scholarship, kunjungi
http://informasi-beasiswa.blogspot.com ***** nah, mbak Aris dan kawan kawan,
inilah kenyataan didunia:
anggaran pemerintah Palestina adalah sumbangan negara negara sekuler
Kristen, tanpa itu negara Palestina tak exist:
"Dana bantuan darurat UE tersebut akan dipakai membayar sejumlah
rekening dalam dua bulan dengan skema yang telah didesain
sebelumnya. Bantuan pertama sebesar US$ 48 juta akan dipakai
membayar rekening listrik dan keperluan mendesak lainnya. Rekening
itu akan dilunasi UE secara langsung kepada instansi terkait,
mengacu surat tanda terima yang divalidasi oleh perusahaan audit
internasional..."
Lalu dimana Hizbut Tahrir, FPI dan lain lain organisasi Islam dalam
membantu sesama umat? Tidakkah ini hal yang layak dicontoh? Tidak
mengusung ngusung agama terus menerus, namun berkarya bagi sesama
manusia, tak perduli agama? Jangan hanya membakar dan merusak
kedutaan asing!
Salam
Danardono
SUARA PEMBARUAN DAILY
---------------------------------------------------------------------
-----------
Uni Eropa Bantu Palestina US$ 143 Juta
BRUSSEL - Uni Eropa (UE), Senin (27/2), menyepakati memberikan
bantuan darurat kepada rakyat Palestina sebesar US$ 143 juta.
Bantuan tersebut diberikan sebelum Pemerintahan Palestina baru
pimpinan Hamas secara resmi mengambil alih kepemimpinan Otoritas
Palestina. "Bantuan dana ini sangat dibutuhkan guna menghindari
kekacauan ekonomi," kata Menlu Prancis Philippe Douste-Blazy, Senin.
Bantuan itu sendiri dimaksudkan untuk menunjukkan bahwa sumbangan
Eropa bagi rakyat Palestina tidak berkurang, setidaknya sampai Hamas
memenangi Pemilu 25 Januari lalu.
Amerika Serikat (AS) dan UE sampai sekarang menganggap Hamas sebagai
kelompok teroris. Washington bahkan berupaya keras menggalang
dukungan dari negara-negara Arab seperti Arab Saudi dan Mesir, untuk
memboikot bantuan keuangan bagi Pemerintahan Palestina setelah Hamas
mengam- bil alih kontrol parlemen Palestina.
Hak Kedaulatan
Namun, upaya Washington lewat diplomasi Menlu Condoleezza Rice tidak
berhasil mendapatkan dukungan sebagaimana yang diinginkan, ketika ia
melakukan lawatannya ke Timur Tengah pekan lalu. UE sendiri
cenderung bersikap wait and see. "Kita harus bersabar sekarang,
untuk memberi kesempatan bagi dilaksanakannya perundingan
pembentukan kabinet Palestina," ujar Komisioner Hubungan Eksternal
UE, Benita Ferrero-Waldner.
Menlu Austria Ursula Plassnik, yang negaranya kini memegang tampuk
kepresidenan UE, mengatakan, bantuan US$ 143 juta itu tidak akan
mengubah tuntutan UE agar Hamas mau menerima prinsip non kekerasan
dan mengakui hak kedaulatan Israel. Hamas juga tetap didesak agar
mau menyetujui perjanjian damai Israel-Palestina yang telah
disepakati oleh Pemerintahan Palestina sebelumnya.
Dana bantuan darurat UE tersebut akan dipakai membayar sejumlah
rekening dalam dua bulan dengan skema yang telah didesain
sebelumnya. Bantuan pertama sebesar US$ 48 juta akan dipakai
membayar rekening listrik dan keperluan mendesak lainnya. Rekening
itu akan dilunasi UE secara langsung kepada instansi terkait,
mengacu surat tanda terima yang divalidasi oleh perusahaan audit
internasional.
Lalu bantuan sebesar US$ 76 juta akan dipakai untuk membiayai proyek
kesehatan dan pendidikan yang dibayarkan kepada UNRWA (UN Relief and
Works Agency) yang menyediakan pendidikan, perawatan kesehatan,
pelayanan sosial, dan bantuan darurat bagi rakyat Palestina di Jalur
Gaza dan Tepi Barat.
Bantuan sebesar US$ 21 juta akan dipakai untuk membayar gaji PNS
Otoritas Palestina. Dana ini diambilkan dari dana sebesar US$ 83
juta yang dibayarkan UE ke trust fund Bank Dunia pada tahun 2005
lalu, namun baru dibayarkan separuh, karena Otoritas Palestina
ketika itu dianggap gagal mencapai target menciptakan pemerintahan
yang bersih.
Menlu Jerman Frank-Walter Steinmeier mengatakan, paket bantuan UE
diberikan untuk menunjukkan dukungan Eropa terhadap Presiden
Palestina Mahmoud Abbas serta Otoritas Palestina yang kini masih
dipimpinnya. (AP/E-9)
---------------------------------------------------------------------
-----------
Last modified: 28/2/06
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral
scholarship, kunjungi
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
Other related posts:
- » [nasional_list] [ppiindia] Gaji pegawai Palestina keluar dari saku orang Eropa