[nasional_list] [ppiindia] Fwd: PERNYATAAN: KEPRIHATINAN ATAS MONOPOLI TAFSIR TERHADAP EKSPRESI SENI DAN BUDAYA
- From: Nugroho Dewanto <ndewanto@xxxxxxxxxxxxxxxx>
- To: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
- Date: Thu, 29 Sep 2005 13:28:52 +0700
** Mailing List Nasional Indonesia http://www.ppi-india.org **
** Situs milis nasional: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Info Beasiswa Indonesia http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
>
>AKSI KEPRIHATINAN ATAS MONOPOLI TAFSIR TERHADAP
>EKSPRESI SENI DAN BUDAYA
>
>Oleh : Forum Peduli Seni & Budaya
>
>
>Kronologi Peristiwa
>
>
>
> Adalah event CP Biennale: Urban/Culture yang menghadirkan
> karya kolaborasi antara Agus Suwage (perupa) dengan Davy Linggar
> (fotografer) yang bertajuk ?Pinkswing Park?, 2005 (title-nya semacam
> parodi terhadap nama band Linkin Park) yang menjadi topik bahasan kita di
> sini. Karya itu berformat seni instalasi dengan becak yang dirombak
> menjadi ayunan (swing) bercat merah muda (pink) yang dikitari foto figur
> sepasang lelaki-perempuan di sebuah taman (park). Aurat dari sepasang
> figur itu sudah disamarkan dengan cara ditutupi objek-objek. Sesungguhnya
> tidak ada yang vulgar dari karya ini. Namun ceritanya menjadi lain karena
> figur lelaki dalam foto-foto itu adalah selebriti beken bernama
> Anjasmara. Selebriti sekaliber Anjas yang tampil dengan pose
> semi-telanjang tentu menjadi incaran papparazi infotainment. Sayangnya
> infotainment-infotainment yang mempublikasikan karya ini membawanya
> keluar konteks seperti misal: pasangan semi-nude itu dikatakan sebagai
> Adam dan Hawa di taman firdaus. Padahal Jim Supangkat selaku chief
> curator, dalam acara Famous to Famous di Metro TV, Jumat 26
> September pukul 21.00 Wita menyatakan pasangan itu adalah representasi
> kaum urban yang sedang menikmati ruang privacy-nya. Mereka tampak
> menikmati privacy-nya dan acuh tak acuh terhadap situasi sekelilingnya,
> seolah-olah berada di sebuah taman firdaus sendirian. Situasi ini umum
> ditemukan pada ruang-ruang apartemen di kota besar yang demikian terjaga
> privacy-nya (tertutup) sehingga antar tetangga bisa tidak kenal padahal
> sudah hidup bertetangga selama bertahun-tahun.
>
>Oleh FPI berita yang bias itu kemudian ditafsir secara sepihak sebagai
>menghina figur Adam dan Hawa yang oleh umat suatu agama merupakan figur
>yang didewakan dan terlarang untuk ?ditelanjangi?, tanpa mau mendengar
>penjelasan dari pihak yang didakwa menghujat agama itu ?dalam hal ini
>seniman kreatornya. Mudah ditebak ?monopoli tafsir? itu dilanjutkan dengan
>melakukan tekanan kepada pihak penyelenggara untuk menurunkan karya itu.
>Belum puas sampai di situ ?meski karya itu sudah diturunkan? FPI tetap
>melaporkan Suwage, Davy dan Anjas ke kepolisian atas dakwaan melanggar
>kesusilaan.
>
>Kasus ini hanyalah sebuah contoh tentang tirani oleh sekelompok masyarakat
>terhadap usaha-usaha kebudayaan. Masih banyak contoh-contoh lain seperti:
>pemaksaan penghentian penayangan film (Buruan Cium Gue), tekanan untuk
>menutup sebuah komunitas (Komunitas Utan Kayu), protes terhadap desain
>cover (novel Supernova, kaset Dewa, kaset Iwan Fals), gaya bernyanyi
>(goyang ngebor Inul, goyang patah-patah Anisa Bahar), pelarangan terhadap
>kelompok masyarakat yang menerapkan pandangan kebudayaan yang berbeda
>(penghancuran fasilitas Ahmadiah) dsb.
>
>Tidak penting siapa-siapa yang melakukan tindak tiranik itu atau kegiatan
>budaya apa yang dilarang, namun yang terlebih penting adalah kita harus
>berperan aktif untuk menghentikan tindakan-tindakan sepihak seperti itu,
>atau paling tidak membuat masyarakat paham bahwa tindakan-tindakan semacam
>itu masih tetap saja berlangsung sampai saat ini di negara kita yang
>tercinta ini.
>
> Rekan-rekan seniman, budayawan, pemerhati seni, pecinta seni,
> pekerja seni, yang budiman, akankah kita biarkan penganiayaan seperti ini
> berlanjut terus-menerus? Kini sikap-sikap tiranik semacam pembredelan
> event-event kebudayaan sangat digemari oleh sebagian ormas kita dan itu
> berakibat hilangnya hak bagi masyarakat untuk menikmati karya-karya seni.
> Dan bukan tidak mungkin hal semacam ini akan berlanjut di kemudian hari.
>
>
>
>
>Pernyataan Sikap
>
>
>
>Kami atas nama Forum Peduli Seni & Budaya menyatakan sikap:
>
>a) Melawan monopoli tafsir oleh siapapun, karena monopoli
>tafsir selalu mengandung kekerasan,
>
>b) Melawan pemelintiran tak bertanggungjawab oleh kelompok manapun
>yang dapat merugikan hak di informasikan secara benar dan mendapat
>informasi yang benar,
>
>c) Seni jelas berbeda dengan agama, dengan sendirinya tidak ada yang
>absolute menyangkut batasan-batasan kreatif, tidak mudah memfatwa mana
>yang haram mana yang legal,
>
>d) Seni sebagai ekspresi budaya, acuan/ukuranya jelas sangat kompleks
>tidak melulu etika moral tetapi bisa sangat kontekstual sebagaimana
>kompleksitas ruang budaya, menyangkut lapisan kepentingan, kesadaran, dan
>kedewasaan.
>
>e) Seni sebagai ekspresi budaya yang mengandung
>discourse/wacana jelas tidak eksklusif, ada ruang dialog yang
>produktif dan bertanggungjawab.
>
>
>Bali, 27 September 2005
>
>Atas nama
>Forum Peduli Seni & Budaya
>
>1) I Gusti Komang ?Ajuz? Darma Putra
>2) I Putu Baus
>3) Gede Adnyana
>4) Wayan Suja
>5) Wayan Seriyoga Parta
>6) Gede Mahendra Yasa
>7) Wayan Arsana
>8) Gede Puja
>9) Dewa Ngk. Ardana
>10) Putu Agus Sumiantara
>11) Made Dodit Artawan
>12) Ketut Moniarta
>13) Made Muliana
>14) Komang Agus Purnasma S.
>15) I Wayan Dania
>16) T. Cundrawan
>17) I Wayan Hendra Kusuma
>18) I Gede Arta Wijaya
>19) I Made Supena
>20) I Wayan Suyadnya
>
>
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
DonorsChoose.org helps at-risk students succeed. Fund a student project today!
http://us.click.yahoo.com/O4u7KD/FpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Website resmi http://www.ppi-india.org **
** Beasiswa Indonesia, http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
Other related posts:
- » [nasional_list] [ppiindia] Fwd: PERNYATAAN: KEPRIHATINAN ATAS MONOPOLI TAFSIR TERHADAP EKSPRESI SENI DAN BUDAYA