[nasional_list] [ppiindia] Fwd: Mengapa Kita Menolak Rencana Kenaikan BBM

** Mailing List Nasional Indonesia http://www.ppi-india.org ** 
** Situs milis nasional: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia ** 
** Info Beasiswa Indonesia http://informasi-beasiswa.blogspot.com **

mas farid, ada seorang bankir bank permata di milis
keuangan menjawab faq anda..... btw, faq anda rupanya
sudah dibajak seorang pemimpin mahasiswa di
bandung.... agak menyedihkan mental mahasiswa
zaman sekarang...... terbayang pula seperti apa wataknya
kalau kelak jadi pemimpin negara......

salam,



>Ditengah rumour adanya demostrasi besar di Jakarta hari ini. Saya baca ada 
>suatu posting yang di cross posting dari millis MIgas. Kelihatannya 
>penulis adalah sorang Mahasiswa, walau saya agak sangsi karena diakhir 
>tulisan ada disclaimer "Tulisan ini kiriman dari seorang sahabat dengan 
>sedikit tambahan dari Saya".
>
>Siapa sih yang suka dengan harga naik? Saya kepala keluarga dengan 3 anak 
>kecil yang masih sekolah dan butuh makanan dengan gizi tinggi dan juga 
>para kepala keluarga lainnya tentu nggak happy dengan kenaikan harga 
>ini.  Saya juga tahu, bahwa banyak kepala keluarga  lain yang lebih 
>terpukul dari saya. Tetapi saya lebih mendambakan sarana kesehatan lebih 
>bagus dan murah, sarana pendidikan lebih bagus dan murah serta 
>infrastruktur yang jauh lebih memadai. Karena saya memandang itu semua 
>memungkinkan kita untuk berusaha lebih baik. Daripada harga BBM murah 
>tetapi harus membayar lebih banyak
>untuk hal2 yang seharusnya mandatory menjadi tanggung jawab negara.
>
>Akhirnya saya tanggapi juga tulisan Mahasiswa tadi sbb. kepada rekan
>bambang Please also forward ke millis asal.
>
>Oka Widana
>5237788, 5237999 ext. 1827
>
> 
>
>From: "Bambang Prihartono1" 
><rbambangp@xxxxxxxxxx>
>Date: Wed Sep 28, 2005  12:47 
>pm
>Subject: Fw: [Oil&Gas] [Artikel] Mengapa Kita Menolak Rencana Kenaikan 
>BBM
>
> > 
> Prens, 
>
> > 
>
> > Berikut ada sebuah artikel dg sudut pandang yg 'sedikit' berbeda ttg 
> kenaikan harga BBM Oktober depan, lengkap dg analisis & ulasan yg sgt 
> menarik. Terlepas dari benar-tidak nya isi tulisan maupun data2 yg 
> tercantum di bwh, maupun bias serta sudut pandang kelompok "tertentu" yg 
> diusung oleh penulis, mudah2an bisa memberikan tambahan pandangan dan, 
> terutama, 
> pemikiran.
>regards, 
>
> > 
> CSU 
>
> > 
> ========================================================== 
>
> > Mengapa Kita Menolak Rencana Kenaikan BBM awal Oktober tahun 2005
> > oleh Indra Kusumah, Selasa, 27-Sep-2005 Presiden BEM Unpad (Badan 
> Eksekutif Mhs Univ Padjadjaran, Bandung)
> > 
>
> > Jawaban atas Pertanyaan yang Sering 
> Diajukan
> > 
>
> > 1. PEMERINTAH MENGATAKAN, AKIBAT KENAIKAN HARGA MINYAK DUNIA, SUBSIDI 
> BBM YANG MENINGKAT DRASTIS AKAN MENGANCAM DEFISIT ANGGARAN NEGERI KITA. 
> BENARKAH? 
>
>TIDAK 
>BENAR. 
>
> > Naiknya harga minyak dan gas dunia memang meningkatkan jumlah subsidi 
> BBM. Tapi, juga meningkatkan pendapatan ekspor Indonesia dari sektor 
> minyak dan gas. Artinya: naiknya pengeluaran untuk subsidi diimbangi oleh 
> naiknya pendapatan ekspor migas. Anggaran akan aman karenanya. Menteri 
> ESDM Purnomo Yusgiantoro mengatakan, pendapatan ekspor migas kita akan 
> meningkat bersama naiknya harga minyak di pasaran 
> internasional.
> 
>
>Oka 
>
>Emang ekspor minyak kita berapa sih? produksi saja cuma 1,1 juta 
>barrel/hari. Yang jadi hak kita, paling2 cuma 650 ribu barrel/hari 
>(lainnya hak kontraktor asing). Kebutuhan rakyat 1,2
>juta barrel/hari (CMIIW). Kalopun ada export kalo nggak salah sekitar 300 
>ribu barrel/hari, karena itu nggak bisa atau kurang effisien diolah 
>dikilang sendiri. Diimbangi dengan impor BBM jadi juga sekitar 300 ribu 
>barrel/hari.
> 
>
> > 2. APAKAH SUBSIDI BBM MELEBIHI PENDAPATAN KITA DARI EKSPOR MIGAS?
>TIDAK 
>BENAR. 
>
> > Pendapatan ekspor migas lebih besar dari subsidi minyak. Menurut 
> Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral, pendapatan ekspor migas kita 
> tahun 2005 ini mencapai Rp 175 triliun. Tahun 2004 lalu, pendapatan dari 
> sektor migas ini hanya Rp 122 triliun. Artinya ada kenaikan lebih dari 
> 40%. Sementara itu, masih menurut departemen yang sama, subsidi BBM yang 
> dihitung dengan harga minyak dunia sekarang hanya sebesar Rp 135 triliun. 
> Artinya ada surplus dari ekspor migas. Dengan kata lain, subsidi tidak 
> akan mengancam defisit 
> anggaran.
> 
>
>Oka 
>
>Angka hasil ekspor ini memang bisa mengecoh. Pasti dong penjualan expor 
>menghasilkan uang dan memang ada bagian minyak yang di esport ya itu 
>jumlah sekitar 100 ribu barrel perhari. Tetapi jangan lupa kita juga 
>mengimpor minyak mentah sekitar 300 rb barrel/hari dan BBM 300 rb
>barrel/hari. Kita nih Net-importir 
>joo....
> 
>
> 
>
> > 3. BENARKAH SUBSIDI BBM MERUPAKAN PENGELUARAN TERBESAR NEGARA, SEHINGGA 
> JIKA DIPERTAHANKAN BAKAL MENGANCAM KEUANGAN 
> NEGARA?
> > TIDAK 
> BENAR. 
>
> > Di luar belanja rutin (gaji pegawai, Pembelian barang dan belanja 
> pembangunan), pengeluaran terbesar pemerintah pusat ditempati oleh 
> pembayaran utang negara. Pada hakikatnya pembayaran utang ini adalah 
> subsidi pemerintah kepada orang-orang kaya pengemplang utang BLBI 
> dsb.
> 
>
>Oka 
>
>Argumentasi "lagu lama". Benar bahwa sebagian hutang akibat BLBI dan benar 
>bahwa sebagian penghutang BLBI tsb kabur keluar negeri. Namun skema ini 
>kan sudah "diselesaikan" dengan scheme BPPN tempo hari. Lagian yang namnya 
>hutang adalah tetap hutang dan harus dibayar.
> 
>
> 
>
> > 4. BERAPA BESARNYA UTANG PEMERINTAH 
> INDONESIA?
> > Indonesia merupakan salah satu negeri pengutang terbesar di dunia. 
> Menteri Keuangan melaporkan pada pertengahan September 2005, utang 
> pemerintah Indonesia mencapai Rp 1.200 triliun (seribu dua ratus triliun 
> rupiah), atau 52% dari Pendapatan Domestik Bruto. Indonesia juga salah 
> satu negeri yang paling berat beban utangnya. Sekitar 30-40% pengeluaran 
> pemerintah pusat beberapa tahun terakhir dipakai untuk membayar cicilan 
> pokok dan bunga utang negara. Makin sedikit yang tersisa untuk belanja 
> kesehatan dan pendidikan. Pembayaran utang akan meningkat dalam 
> tahun-tahun mendatang: dari Rp 108,7 triliun pada 2004 menjadi Rp 118,5 
> pada 2006 depan.
> 
>
>Oka 
>
>Benar bahwa hutang kita banyak. Memang benar moratorium tempo hari pernah 
>ditawarkan oleh negara kreditur. Saya juga heran kenapa kita tidak 
>mengambil kesempatan itu. Tapi yang perlu dicatat adalah untuk mendapatkan 
>pengurangan hutan tidak mudah, banyak sekali persyaratan yang harus 
>dipenuhi. Nggak ada lah "makan siang gratis", mana ada kreditur yang mau 
>rugi. Kalopun sekarang ada negara2 yang ditawari penghapusan hutang, 
>adalah hanya untuk katagori negara
>sangat miskin atau pendukung politik tertentu (misalnya Pakistan yang 
>mendukung War agaisnt terorism nya US). Sayangnya kita tidak dikatagorikan 
>(dan tidak mau) masuk negara termiskin di
>dunia dan kita tidak juga mau mengekor 
>US.
> 
>
> > 5. WAKIL PRESIDEN JUSUF KALLA MENGATAKAN, KENAIKAN HARGA MINYAK 
> MERUPAKAN SATU-SATUNYA JALAN INDONESIA KELUAR DARI KEBANGKRUTAN. BENARKAH 
> PERNYATAAN 
> ITU? 
>
> > TIDAK 
> BENAR. 
>
> > Pencabutan subsidi bukan satu-satunya jalan keluar untuk mencegah 
> kebangkrutan. Ada alternatif 
> lain:
> > a. Mengurangi kebocoran belanja rutin, yang selama ini banyak 
> dikorupsi. Tahun 2003 saja BPK mengumumkan kebocoran APBN mencapai 150 
> trilyun.
> > b. Mengurangi pembayaran utang dengan cara meminta pemotongan jumlah 
> utang. Anehnya pemerintah menolak tawaran moratorium 
> utang
> 
>
>Oka 
>
>Memang hiperbolis juga sih dibilang kalo hanya satu2 nya jalan. Akan 
>tetapi subsidi sebesar Rp.135 T juga bukan angka yang kecil. Pertanyaannya 
>apakah tidak ada pos lain yang bisa lebih
>menguntungkan 
>masyarakat? 
>
> 
>
> > 6. MENTERI ABURIZAL BAKRIE MENGATAKAN: "PILIH MEMBAKAR RP 60 TRILIUN DI 
> JALAN, ATAU SEKOLAH DAN RUMAH SAKIT GRATIS". APA ARTI PERNYATAAN ITU? 
> PERNYATAAN ITU MENYESATKAN. Sekolah dan rumah sakit gratis hanya janji 
> kosong. Pemerintah tidak akan mengalihkan Rp 60 triliun tadi, jika ada, 
> untuk belanja pendidikan dan kesehatan. Tahun 2005, belanja sektor 
> kesehatan hanya Rp 9,9 triliun, sementara pendidikan Rp 30,8 triliun. 
> Bandingkan dengan pengeluaran untuk pembayaran utang, sebesar Rp 93,9 
> triliun. Tidak hanya pendidikan kesehatan yang makin merana. Pembangunan 
> infrastruktur seperti jalan, air bersih dan perumahan juga menyusut. 
> Belanja pembangunan terus merosot, sementara pembayaran utang terus 
> meningkat. 
>
> > 
>
> > (Dalam Triliun Rupiah)
>2004    2005 
>2006 
>
> > Belanja Pembangunan Rp 71,9 Rp 49,6 Rp 
> 45,0
> > Bayar Utang Rp 108,7 Rp 93,9 Rp 
> 118,5
> 
>
>Oka 
>
>Nah kalo ini bukan suara Mahasiswa, ini suara politikus. Tugas mahasiswa 
>sebagaimana rakyat lain, memastikan dan terus mendorong pemerintah agar 
>janji tersebut dilaksanakan.
> 
>
> > 7. BENARKAH SUBSIDI BBM HANYA DINIKMATI ORANG KAYA, YAKNI ORANG-ORANG 
> YANG MEMAKAI BENSIN, SOLAR DAN LISTRIK LEBIH 
> BANYAK?
> > TIDAK 
> BENAR. 
>
> > Baik orang kaya maupun orang miskin menikmati subsidi BBM. Subsidi BBM 
> adalah subsidi tidak langsung. Artinya bukan bensin, solar atau minyak 
> tanah itu sendiri yang mempunyai arti. Subsidi BBM menopang daya beli 
> masyarakat. Jika subsidi dicabut, daya beli masyarakat akan jatuh. Bahan 
> bakar merupakan komponen setiap barang dan jasa yang kita konsumsi 
> (pangan, sandang, perumahan, obat-obatan, layanan pendidikan). Jika 
> subsidi dihapus, maka harga pangan, sandang, perumahan, obat dan layanan 
> pendidikan meningkat drastis. Orang miskin akan semakin sulit menjangkau 
> kebutuhan pokok dan layanan dasar yang harganya melambung. Dampak 
> kenaikan harga lebih besar bagi orang miskin ketimbang bagi orang 
> kaya.
> 
>
>Oka 
>
>Benar juga sih bahwa harga BBM merupakan salah satu komponen produksi. 
>Tetapi harga BBM yang terlalu murah juga membuat industri tidak effisien 
>menggunakan energi. Dampaknya memang harga
>"murah", tetapi polusi tinggi, BBM boros. Dengan harga BBM yang reasonable 
>(plus insentif lain yang harus segera dibuat), pemakaian sumber energi 
>lain oleh industri akan meningkat. Lagian
>kalo harga BBM katakanlah naik 100%, apa harga2 juga naik 100%? Banyak 
>sekali faktor/komponen harga. Berapa sih komponen BBM dalam harga 
>produksi? Kalo efisiensi market baik, tidak ada
>pungli, law enforcement jalan, pengaruhnya tidak akan setinggi itu. 
>Mahasiswa dan rakyat harus mengawal ini..... Harga BBM yang rendah justru 
>lebih menguntungkan yang kaya, benar juga bahwa
>dampak kenaikan harga justru lebih besar dirasakan orang miskin. Anomali 
>ekonomi ini yang harus
>diperbaiki. 
>
> 
>
> > 8. TAPI, BUKANKAH ORANG KAYA MENGKONSUMSI ENERGI (MINYAK, SOLAR DAN 
> BENSIN) LEBIH BANYAK KETIMBANG ORANG MISKIN, ARTINYA MEREKA MENERIMA 
> SUBSIDI LEBIH BANYAK DARI ORANG 
> MISKIN?
> > 
> BENAR. 
>
> > Orang kaya memang mengkonsumsi minyak dan energi lebih banyak karena 
> mereka punya rumah lebih besar (listrik lebih banyak, untuk penerangan, 
> kulkas dan AC) dan punya mobil yang haus bensin. Itu memang tidak adil. 
> Harus ada cara untuk mengoreksi ketidakadilan itu. Pencabutan subsidi 
> bukan cara satu-satunya. Kita tak perlu membakar rumah untuk menangkap 
> tikus. 
>
> 
>
>Oka 
>
>Sama dong dengan pendapat saya. Tapi bukan berarti harga BBM harus terlalu 
>rendah kan?
> 
>
> > 9. ADAKAH CARA LAIN UNTUK MENGOREKSI KETIDAKADILAN 
> ITU?
> > 
> ADA. 
>
> > Ketidakadilan dalam konsumsi minyak bersubsidi bisa dikoreksi dengan 
> menerapkan pajak yang sangat tinggi pada mobil pribadi, kulkas, AC, 
> peralatan elektronik dan sebagainya, untuk mengkompensasi tingginya 
> pemakaian bahan bakar 
> mereka.
> 
>
>Oka 
>
>Kalo ini diterapkan, pasti banyak kaum miskin juga yang teriak. Artinya 
>mereka nggak akan pernah mimpi punya Motor, TV, Kulkas dan peralatan 
>ekektronik lainnya.Trus pabrik Motor, TV dan Kulkas pada tutup. Jadi siapa 
>yang lebih menderita?
> 
>
> 
>
> > 10. TAPI, BUKANKAH ORANG MISKIN DIBERI 
> KOMPENSASI?
> > BENAR. TAPI JUMLAHNYA SANGAT 
> SEDIKIT.
> > Kompensasi pencabutan subsidi pada Oktober 2005 ini hanya sebesar Rp 
> 4,7 triliun untuk sekitar 15,5 juta keluarga. Bandingkan angka itu dengan 
> pembayaran utang negara yang mencapai lebih dari Rp 90 
> triliun.
> 
>
>Oka 
>
>15,5 jt keluarga sama dengan 65 juta orang. Artinya hampir 25% penduduk. 
>Itukan kompensasi langsung. Kompensasi tidak langsung dalam bentuk 
>anggaran pendidikan, kesehatan, pertahanan
>infrastuktur nggak dihitung? Hutang ya tetap hutang. Kalopun salah dengan 
>kebijakan hutang atau ada kebocoran tempo hari, ya bukan berarti hutang 
>lantas serta merta tidak dibayar kan?
> 
>
> > 11. BUKANKAH SUBSIDI BBM MENYEBABKAN 
> PENYELUNDUPAN?
> > 
> BUKAN. 
>
> > Penyelundupan disebabkan oleh rendahnya kinerja pemerintah dalam 
> menegakkan hukum, di samping merajalelanya korupsi. Gaji pegawai 
> pemerintah terus meningkat, tapi mengurus penyelundupan tidak 
> bisa.
> > 
>
> > (Dalam Triliun Rupiah) 2004 2005 
> 2006
> > Belanja Pegawai Rp 54,2 Rp 61,1 Rp 
> 77,7
> 
>
>Oka 
>
>Penyelundupan bukan kerja seorang diri. Benar, kinerja aparat masih 
>rendah. Itu juga karena disparitas harga yang terlalu lebar. Sehingga para 
>penyelundup memperoleh laba yang besar sekali dan mampu me"nyogok" aparat. 
>Kalo disparitas harga tidak besar, ongkos dan resiko
>penyelundup menjadi terlalu tinggi (nggak mungkin mampu menyogok aparat 
>... he ehe h). Suatu metode alamiah memerangi 
>penyelundupan.
> 
>
> > 
>
> > 12. BUKANKAH HARGA MINYAK DI INDONESIA PALING 
> MURAH?
> > 
> TIDAK. 
>
> > Masih ada negara yang jauh lebih murah dibandingkan dengan Indonesia. 
> Saudi Arabia, Brunei Darussalam dan 
> Venezuela.
> 
>
>Oka 
>
>Tapi negara kita tak lebih kaya dari Saudi Arabia, Brunai dan Venezuela, 
>sedang penduduk kita jauh lebih banyak. SO what gitu 
>lho...........
> 
>
>


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital.
http://us.click.yahoo.com/ons1pC/lbOLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi 
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 


** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi: 
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Website resmi http://www.ppi-india.org **
** Beasiswa Indonesia, http://informasi-beasiswa.blogspot.com **

Other related posts: