[nasional_list] [ppiindia] Fw: Mata Dicongkel, Kaki Dipatahkan, TKW Disiksa Keji di Kuwait
- From: "N Dewanto" <ndewanto@xxxxxxxxxxxxxxxx>
- To: <ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx>
- Date: Sun, 29 Mar 2009 18:56:26 +0700
Dari milis sebelah.
Salam, Bismo DG
----- Original Message -----
From: danarhadi2000
To: nasional-list@xxxxxxxxxxxxxxx
Sent: Friday, March 27, 2009 2:32 PM
Subject: [nasional-list] Mata Dicongkel, Kaki Dipatahkan, TKW Disiksa Keji di
Kuwait
*** Mungkin kalau TKI yang rata rata Muslim itu mau memilih negara yang kafir,
tak akan terjadi hal ini: Swiss, Austria, Denmark,....
Mata Dicongkel, Kaki Dipatahkan, TKW Disiksa Keji di Kuwait
Posted in Berita Utama by Redaksi on Maret 27th, 2009
Jakarta (SIB)
Lepas dari mulut buaya, masuk ke mulut macan. Begitulah nasib naas yang dialami
salah satu Pahlawan Devisa Ria Nasrini. Gadis berusia 21 berkulit putih asal
Cirebon ini berpindah majikan guna menghindari siksaan fisik yang kerap
dialaminya dari majikan pertama. Sialnya, ia malah mendapat siksaan fisik yang
jauh lebih keji di majikan keduanya di Kuwait.
"Saya kabur dari majikan pertama, karena dia kejam. Tapi saat kerja di majikan
kedua, ternyata lebih kejam lagi. Kedua mata saya buram, akibat dicongkel
hingga berdarah oleh kuku majikan perempuan dan tanpa alasan jelas, kedua kaki
saya dipatahkan sang majikan lelaki sehingga kini saya tak bisa berdiri tegak,"
ungkap Rini sambil terisak.
Menurut Wakil Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Jasa TKI (Apjati) Rusjdi Basalamah
dalam keterangan tertulisnya, Selasa (24/3), Isak tangis dari ratusan tenaga
kerja wanita tak tertahankan saat Ria mengatakan, majikan mencederai matanya
dan mematahkan kakinya.
"Hal itu diungkap Rini di ruang Mushalla KBRI Kuwait, Senin (23/3). Saat
itupun, selain saya, hadir Ketua Himpunan Pengusaha Jasa TKI (Himsataki) Yunus
M Yamani, Ketua Bidang Organisasi Indonesia Employment Agencies Asociation
(Idea) Aminullah serta Konsul KBRI Kuwait serta Konsul I KBRI Kuwait Dino
Nurwahyudin, dan 339 TKW lainnya," papar Rusjdi di Kuwait.
Ia menambahkan, untuk menyelamatkan diri dari kekejaman majikan keduanya, Ria
Nasrini yang baru enam bulan bekerja namun belum diketahui siapa pengusaha
PJTKI yang mengirimnya ke salah satu negara Teluk tersebut, dia pun berlindung
di penampungan agen Ashkanani, tenaga kerja asing (TKA) di Salmiah, Kuwait.
"Namun bukan perlindungan di sana dia malah disekap selama sebulan. Wajahnya
diguyur air dingin tiga ember dan tangannya diikat, lalu dipukuli dan disetrum
di ruang bawah tanah di penampungan Ashkanani tersebut. Menurut pengakuan, Ria
di saat pertemuan itu bukan hanya dia, TKW lainnya juga diperlakukan kasar,
malah ada yang hingga diperkosa di sana, selayaknya agen yang memfasilitasinya
menolong dari tindakan kasar majikan tetapi sebaliknya malah dia disiksa,"
ungkap Rusjdi.
Rusjdi menyatakan, keberatan Ria saat pertemuan itu sangat kebetulan. Sebab,
sehari sebelum mereka datang ke Salmiah, Minggu (22/3). Ria sudah diajak untuk
meninggalkan penampungan KBRI Kuwait, Sabtu (21/3) bersama 76 TKW yang
menggunakan jasa agen Ashkanani. Tapi Ria menolak, sehingga dia bisa bersaksi
tentang nasib dirinya dan rekan-rekan di penampungan di hadapan sekitar 300
rekan di mushalla KBRI Kuwait.
Terkait hasil temuan saat kunjungan pengurus teras tiga asosiasi perusahaan
jasa TKI yakni Apjeti, Himsataki dan Idea, Rusjdi mendesak KBRI Kuwait untuk
menghentikan kerja sama dengan agen TKA Ashkanani, karena bukan melindungi tapi
sebaliknya merugikan TKI bermasalah. Sebab sudah cukup bukti bagi KBRI untuk
menghentikan kerja sama tersebut.
"Yang pasti, Konsul KBRI Dino Nurwahyudin hadir pada pertemuan itu dan sudah
menyaksikan sendiri, sebagian besar TKI bermasalah adalah TKW yang ditempatkan
Ashkanani. Bahkan, tak sedikit di antara mereka yang disiksa di
penampungannya," tegas Rusjdi.
Yunus menambahkan, sudah seharusnya KBRI menghentikan kerja sama dengan Kuwait
Union of Domestic Labor Offices (KUDLO) yang dipimpin agen TKA Ashkanani yang
memonopoli pengajuan perjanjian kerja (PK) di KBRI Kuwait itu, "Ini agen TKA
brengsek," kata Yunus.
Dari informasi yang berhasil dikumpulkan Yunus, saat ini hanya 13 agen yang
tergabung dalam KUDLO. Semuanya adalah perusahaan sanak saudara Ashkanani. Di
Kuwait, agen TKA biasanya menggunakan nama pemilik sebagai nama perusahaan.
Sementara ratusan agen lainnya tak diizinkan bergabung dengan KUDLO.
Dampaknya, bukan hanya perlindungan dan penyelesaian permasalahan tak berjalan
di KBRI, di Indonesia sekitar 1.900 TKW menanti di penampungan. Kondisi ini
ironis. Sebab di saat Indonesia menerima ribuan TKI yang pulang ke Tanah Air
karena izin kerja tak diperpanjang di sejumlah negara penempatan, di sisi lain
TKW yang ingin kerja ke Kuwait tak bisa berangkat akibat belum adanya
legalisasi PK. "Terkait dengan kondisi itu, kami berharap pemerintah, khusus
Depnakertrans legalisasi PK di Jakarta, karena kondisinya mendesak," tegas
Yunus. (BK/u)
This entry was posted on Jumat, Maret 27th, 2009 at 12:26 and is filed under
Berita Utama. You can follow any responses to this entry through the RSS 2.0
feed. Both comments and pings are currently closed.
--------------------------------------------------------------------------------
No virus found in this incoming message.
Checked by AVG - www.avg.com
Version: 8.0.238 / Virus Database: 270.11.30/2025 - Release Date: 03/26/09
20:05:00
[Non-text portions of this message have been removed]
Other related posts:
- » [nasional_list] [ppiindia] Fw: Mata Dicongkel, Kaki Dipatahkan, TKW Disiksa Keji di Kuwait - N Dewanto