[nasional_list] [ppiindia] Empat Korban Perdagangan Wanita di Malaysia Tiba di Tanah Air
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Thu, 30 Mar 2006 03:11:10 +0200
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral
scholarship, kunjungi
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **HARIAN ANALISA
Edisi Rabu, 29 Maret 2006
Empat Korban Perdagangan Wanita di Malaysia Tiba di Tanah Air
Poldasu Ringkus Pasangan Suami-Istri Diduga Pemasok CTKW
Medan, (Analisa)
Empat wanita korban kasus perdanganan wanita dan trafficking di Kuala Lumpur
Malaysia tiba di tanah air dengan pesawat AirAsia AK 938, Selasa (28/3) pukul
21.20 WIB.
Informasi yang diperoleh, keempat korban itu masing-masing berinisial, Jae
(24), AI (16), Min (21) dan Ev (22) berhasil kembali di tanah air berkat
kerjasama petugas Polisi Di Raja Malaysia (PDRM) dan Senior License Officer
(SLO) dan satuan Reskrim Poldasu dengan yang saat ini lagi gencar membongkar
sindikat perdagangan wanita dan trafficking internasional.
Para korban itu sendiri setibanya di Bandara Polonia langsung disambut Panit
Vice Control (VC) Poldasu Iptu Januarsyah dan anggotanya beserta petugas dari
Pusat Kajian Perlindungan Anak (PKPA) Sumut.
Di tengah seratusan penumpang lainnya, para korban terlihat tertunduk berjalan
didampingi petugas Poldasu dan PKPA Sumut menuju mobil jemputan. Kepulangan
mereka cukup mendapat perhatian penumpang dan warga serta petugas Bandara
Polonia.
Menurut Kasat I Reskrim Poldasu AKBP Rudi Hartono melalui Panit VC Poldasu Iptu
Januarsyah yang didampingi anggotanya Aipda Hariaman Damanik, mereka berhasil
menyelamatkan keempat korban itu dari suatu penggerebekan yang bekerjasama
dengan PDRM dan SLO yang dilakukan di dua tempat yakni di Jalan Imbi Season
Town dan Crystal Town Kuala Lumpur Malaysia.
DIAMANKAN
Dari operasi yang digelar pada 22 Maret 2006 itu, keempat korban langsung
diamankan ke markas PDRM dan selanjutnya diamankan di Kedutaan Besar Republik
Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur untuk proses pemulangan.
Menurut informasi lagi, korban Jae pada awalnya berangkat ke negeri jiran untuk
bekerja sebagai pembantu rumah tangga (PRT). Tapi, setelah beberapa lama
bekerja sebagai pembantu, korban akhirnya terjerat dalam sindikat perdagangan
wanita.
Jika dilihat dari usia korban AI masih 16 tahun, dalam hal ini tidak saja kasus
perdagangan perempuan tapi sudah trafficking (perdagangan anak).
Operasi penyelamatan para korban tersebut, lanjut Iptu Januarsyah, merupakan
hasil pengembangan Reskrim Poldasu dari tersangka Das yang sebelumnya sudah
ditahan
Kepala Unit Tempat Pemeriksaan Imigrasi Bandara Polonia Sigit Roesdianto
menambahkan, dari identitas yang ada sama korban dua di antaranya pemegang
Surat Perjalanan Laksana Paspor (SPLP) dan dua lagi masih tetap memakai paspor
sewaktu berangkat.
DIRINGKUS
Sementara itu, Direktorat Reskrim Poldasu meringkus sepasang suami-istri di
kawasan Jalan Perjuangan Medan yang diduga memperdagangkan enam perempuan muda
ke Malaysia, Selasa (28/3) pagi. Kedua tersangka, HR (26) dan TA alias Amoi
(24) warga Jalan Perjuangan Medan.
Penangkapan terhadap kedua tersangka merupakan tindak lanjut dari hasil
pengembangan penyelidikan yang dilakukan Satuan Tindak Pidana Umum (Tipidum)
Reskrim Poldasu dalam membongkar jaringan sindikat trafficking ke negeri jiran,
Malaysia, ungkap Wakil Direktur Reskrim Poldasu AKBP Andjar Dewanto kepada
wartawan unit Poldasu, Selasa (28/3).
Dikatakan, kedua tersangka yang ditangkap di kediamannya itu, setelah Reskrim
Poldasu menerima keterangan dari enam perempuan korban 'trafficking' di
Malaysia. "Dalam pemeriksaan kami di Malaysia, keenam korban trafficking itu
mengaku telah dijual kepada sindikat penjualan perempuan di negeri jiran,
Malaysia," katanya.
Informasi yang dihimpun, dalam kasus perdagangan manusia itu, HR dan Amoi
bertindak sebagai pemasok calon tenaga kerja wanita (CTKW) untuk dipekerjakan
ke Malaysia. Namun para perempuan muda yang rata-rata berparas lumayan itu
akhirnya dijual kepada sindikat Dar bin AM alias T alias S yang sudah terlebih
dahulu diringkus Poldasu pada 23 Februari 2006. (nai/rio
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral
scholarship, kunjungi
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
Other related posts:
- » [nasional_list] [ppiindia] Empat Korban Perdagangan Wanita di Malaysia Tiba di Tanah Air