[nasional_list] [ppiindia] Emir Moeis Pernah Ditawari Uang Rp 500 Juta
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Wed, 28 Sep 2005 23:18:52 +0200
** Mailing List Nasional Indonesia http://www.ppi-india.org **
** Situs milis nasional: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Info Beasiswa Indonesia http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
http://www.suaramerdeka.com/harian/0509/29/nas13.htm
Emir Moeis Pernah Ditawari Uang Rp 500 Juta
a.. Kasus Percaloan di DPR
JAKARTA- Ketua Panitia Anggaran (Panggar) DPR RI Emir Moeis pernah ditawari
uang Rp 500 juta oleh mantan anggota DPR berinisial B. Uang tersebut ditawarkan
melalui stafnya, namun langsung ditolaknya.
Sementara itu, pemilik uang itu adalah seorang pengusaha konstruksi dengan
inisial HSD. HSD berharap, dengan uang itu, bisa memperoleh proyek.
Hal ini dikatakan oleh Ketua Badan Kehormatan (BK) DPR Slamet Effendi Yusuf
kepada pers usai meminta keterangan Emir, Rabu (28/9). ''Pak Emir pernah
ditelepon bekas anggota DPR bernama B yang menawari uang dari seorang pengusaha
bernama HSD. Namun oleh Pak Emir, tawaran itu ditolak. Fungsi B adalah
menghubungkan HSD ke Ketua Panggar,'' kata Slamet.
Dia enggan memberikan identitas mantan anggota DPR yang bernama B itu. Slamet
juga menyatakan sama sekali tidak tahu dan tidak pernah mengenal pengusaha
konstruksi yang berinisial HSD tersebut.
Menurutnya, dalam pemeriksaan BK, Emir Moeis juga mengatakan, Irma Hutabarat
pernah dua kali menemui Emir untuk minta bantuan pencairan dana bagi beberapa
kabupaten.
Irma rencananya hari ini (Kamis 29/9) dimintai keterangan oleh BK, namun batal
karena yang bersangkutan minta dijadwalkan di hari lain. ''Irma menelepon ke HP
saya dan kepada asisten saya, untuk minta dijadwal ulang,'' jelas Slamet.
Ketua BK menambahkan, selain Irma, BK juga akan meminta keterangan tiga
pengusaha konstruksi, yaitu Opang, Nadam, dan Haidar.
Menurutnya, semenjak isu percaloan merebak, penyalahgunaan anggaran oleh
anggota DPR dan orang-orang yang memiliki hubungan dengan mereka itu makin
terkuak. Indikasi ada percaloan anggaran di DPR makin terlihat.
Slamet menjelaskan, telah memperoleh tambahan data dan informasi dari anggota
masyarakat yang tergelitik hatinya terhadap isu percaloan ini.
''Informasi itu membantah apa yang disampaikan oleh anggota DPR yang telah
dipanggil oleh BK, yaitu anggota DPR itu mengaku tidak pernah menjanjikan
pencairan dana dengan kompensasi tertentu.''
Pertemuan Biasa
Usai memberikan keterangan kepada BK, Emir Moeis kembali membantah pernah
menerima uang dari para pengusaha konstruksi Rp 1,8 miliar. Selain itu, Emir
juga membantah telah melakukan sejumlah pertemuan dengan kepala daerah.
Pertemuannya dengan beberapa bupati dari Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta,
Sulawesi Selatan, dan Gubernur Kalimantan Tengah, diakuinya hanya sebagai
pertemuan biasa sesama kader partai. ''Kalau ada anggota DPR yang menerima, itu
jelas menyalahi aturan. Sedangkan pertemuan di Rantepau, Tana Toraja, dan
Makassar, adalah pertemuan partai dan saat itu tidak ada pembicaraan soal
anggaran,'' kata Emir.
Dia mengakui, Irma pernah menemuinya dan meminta tolong kepadanya untuk
membantu bupati yang wilayahnya sedang kesulitan. ''Saya tidak ingat dan tidak
tahu bupati mana yang diajak oleh Irma. Saya tidak bertemu dengan bupati yang
diajak oleh Irma. Saat itu saya bilang ke Irma, masalah anggaran adalah
domainnya pemerintah,'' ujarnya.
Emir mengatakan, perlu ada mekanisme yang akuntabel dan transparan agar hal-hal
seperti ini tidak terulang lagi. Hal ini perlu dilakukan, agar para kepala
daerah tidak khawatir terhadap masalah penerimaan anggaran. ''Mereka (para
kepala daerah) tinggal duduk manis dan bekerja di kantornya, tanpa harus ke
Jakarta meminta anggaran.''(sas-49t)
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Give at-risk students the materials they need to succeed at DonorsChoose.org!
http://us.click.yahoo.com/Ryu7JD/LpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Website resmi http://www.ppi-india.org **
** Beasiswa Indonesia, http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
Other related posts:
- » [nasional_list] [ppiindia] Emir Moeis Pernah Ditawari Uang Rp 500 Juta