[nasional_list] [ppiindia] Ekonomi Susah, Dewan jangan Terus Minta Jatah
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Wed, 19 Jul 2006 00:11:41 +0200
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral
scholarship, kunjungi
http://informasi-beasiswa.blogspot.com
**http://www.balipost.co.id/balipostcetak/2006/7/19/o1.htm
Ekonomi Susah, Dewan jangan Terus Minta Jatah
JATAH BBM anggota DPRD Badung dipangkas. Jika dulu anggota Dewan mendapat jatah
BBM per bulan melalui kupon, sekarang hal itu ditiadakan. Itulah berita Bali
Post, Senin (17/7). Jatah BBM yang biasa diterima anggota Dewan itu mulai bulan
ini distop. Menurut Ketua DPRD Badung Gde Adnyana, mulai bulan ini Dewan tidak
lagi diberikan kupon BBM.
Apa pasalnya? Ternyata, menurut Sekwan Badung I Gusti Agung Ngurah Alit Agung,
pemangkasan jatah BBM bagi anggota DPRD dilakukan karena tidak ada aturan
tentang pemberian itu.
Kalau demikian halnya jelas itu salah. Namun, kalaupun ada aturannya, apakah
harus semua diikuti? Apakah untuk BBM saja tiap anggota Dewan harus diberi
gratisan tiap bulan? Sementara masyarakat umum harus membeli BBM yang harganya
naik berkali-kali. Di mana toleransi hati nurani kepada rakyat kalau demikian?
Apakah anggota Dewan mau dituding sebagai orang-orang ''miskin'' yang beli BBM
sendiri saja tak mampu? Soal jatah BBM kepada tiap anggota Dewan ini beberapa
waktu lalu sempat mencuat jadi sorotan publik karena tiap wakil rakyat mendapat
hingga ratusan liter BBM per bulannya. Di saat pemerintah melakukan kebijakan
menaikkan harga BBM dan masyarakat umum terhimpit oleh melonjaknya harga BBM
dan harga-harga kebutuhan lainnya, wajar apabila jatah BBM anggota Dewan ini
mendapat cibiran. Anggota Dewan yang sudah mengantongi gaji, berbagai tunjangan
dan fasilitas jauh melebihi masyarakat umum per bulannya, memang tidak pantas
mendapat BBM gratis. Sebab, dengan gaji dan berbagai tunjangan mereka bukan
kelompok masyarakat kere yang tak mampu beli bensin untuk kendaraan pribadi
maupun dinasnya. Toh ketika melakukan tugas-tugas dinas berkelompok atau
bersama, kendaraan dinas yang digunakan sudah dijatah BBM. Apalagi, ternyata
pemberian jatah BBM itu tidak ada dasar aturannya.
''Kecerobohan'' seperti ini seharusnya tidak terjadi, dan kita berharap tidak
terulang. Juga tidak terjadi untuk jatah-jatah lainnya. Sebab, bukan saja akan
bermuara pada kekecewaan rakyat terhadap perilaku anggota Dewan, tetapi juga
turut menyengsarakan rakyat. Karena anggaran untuk Dewan akan membesar terus
apabila terus-menerus menambah daftar jatahnya.
Sekalipun jatah BBM dipangkas, masih ada gaji besar plus berbagai tunjangan
bagi anggota Dewan. Sehingga take home pay wakil rakyat tetap tinggi. Karena
itu, pemangkasan jatah BBM yang tidak ada dasar aturannya ini jangan sampai
mengendorkan semangat wakil rakyat melakukan tugas-tugasnya. Teristimewa sekali
untuk memperjuangkan kesejahteraan masyarakat.
Coba dengarkan suara rakyat. Pernahkah mereka merasa kesejahteraannya
diperjuangkan oleh para wakilnya di Dewan? Masyarakat bahkan sering menyoroti
rendahnya kinerja dan perilaku Dewan, baik secara lembaga maupun individu.
Kelakuan-kelakuan yang tidak mencerminkan kinerja positif, seperti sering studi
banding tanpa hasil kongkret, ada oknum yang tertangkap nyabu, berjudi dan
lainnya, sangat mengecewakan rakyat. Hal-hal demikian sudah seharusnya berhenti
''dipertontonkan'' kepada rakyat, diganti dengan ketekunan melaksanakan
tugas-tugas yang mencerminkan keberpihakan kepada nasib rakyat.
Rakyat masih belum terbebas dari keterhimpitan masalah ekonomi, kesulitan
hidup, tingginya biaya pendidikan, kesehatan, dan lain-lain. Belum lagi ancaman
bencana, gagal panen, banjir, kekeringan dan lain-lain.
Di masa ekonomi susah ini Dewan dan para pejabat janganlah terus minta berbagai
macam jatah -- yang tidak ada aturannya atau dibuat-buatkan aturan. Sehingga,
anggaran pemerintah bisa dialokasikan untuk pembangunan dan menolong kesulitas
rakyat.
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Great things are happening at Yahoo! Groups. See the new email design.
http://us.click.yahoo.com/TISQkA/hOaOAA/yQLSAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral
scholarship, kunjungi
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
Other related posts:
- » [nasional_list] [ppiindia] Ekonomi Susah, Dewan jangan Terus Minta Jatah