[nasional_list] [ppiindia] Dunia & Perubahan
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Sun, 1 Jan 2006 03:02:22 +0100
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral
scholarship, kunjungi
http://informasi-beasiswa.blogspot.com
**http://www.pikiran-rakyat.co.id/cetak/2005/1205/30/02.htm
Dunia & Perubahan
--Pilihan kita adalah harus memperkuat diri sendiri, dan itu berarti kita
harus mengerahkan sumber daya yang luar biasa.
DUNIA internasional kini masih berubah. Belum ada arsitektur politik dan
ekonomi yang final pascaperang dingin hampir 20 tahun ini. Unilateralisme
eksklusif Amerika Serikat memang masih menggejala di berbagai kawasan, tetapi
sudah mulai melemah secara berangsur-angsur.
Polarisme baru dunia belum terbentuk. Tetapi kita sudah bisa melihat ada
kecenderungan yang mengarah kepada munculnya kekuatan-kekuatan baru di luar
Amerika. Untuk kawasan Eropa, Uni Eropa masih merupakan kutub baru kendati
mereka tahun ini gagal menyepakati konstitusi bersama. Di Asia Selatan, India
muncul sebagai kekuatan yang sangat berpengaruh dan menjadi penentu stabilitas
di kawasan. Di Asia Timur, tidak disangkal lagi Cina memainkan peranan politik
yang sangat penting.
Di kawasan Amerika Latin, memang belum muncul kekuatan baru. Brazil sudah
menampakkan kekuatan tawarnya dalam kelompok 21 yang berhasil memblok
neoliberalisme Amerika di dalam tubuh Organisasi Perdagangan Dunia (WTO). Namun
secara politik, negara sepak bola ini belum menjadi kutub tempat bertautnya
negara-negara Amerika Latin.
Kendati demikian, pengaruh Amerika Serikat di Amerika Latin, sudah mulai
menurun. Kawasan yang disebut sebagai halaman belakang Amerika (backyard) itu
sudah mulai merindukan kemandirian. Beberapa negara di sini kini dipimpin oleh
kelompok sosialis seperti Hugo Chavez (Venezuela), dan Fransisco Lula Da Silva.
Kedua negara ini, kini malah dianggap sebagai penentang Amerika Serikat, dan
menjadi kawan Kuba.
Kawasan Timur Tengah, masih tetap bergejolak. Bagi rezim-rezim monarki Timur
Tengah, kehadiran Amerika merupakan dilema. Di satu sisi mereka masih
membutuhkan Washington untuk menjadi "anjing penjaga" dari serbuan kaum militan
fundamentalis. Namun, kehadiran AS pun mengkhawatirkan mereka karena George
Bush ingin mengekspor demokrasi AS ke jantung negara-negara Timur Tengah.
Demokratisasi berarti surutnya peran kerajaan dalam politik.
Apa yang membuat pergeseran kekuatan ini berlangsung? Tiada lain adalah --dan
selalu-- soal ekonomi, lebih spesifik lagi adalah soal minyak. Di tahun depan,
persoalan energi ini masih akan tetap menjadi motor dinamika --kalau tidak
disebut sengketa-- politik dunia.
Perebutan pengaruh atas sumber minyak dunia tercermin di lapangan geostrategi.
Ketika Amerika berhasil mengontrol minyak Timur Tengah, Cina dan Rusia berhasil
menguasai jalur eksplorasi minyak Asia Tengah dan Laut Utara. Medan pengaruh
minyak masih akan meluas ke wilayah lain yaitu Afrika, Asia Tenggara, dan
lain-lain.
Karena semuanya masih berjalan seperti itulah, maka kita belum bisa melihat
struktur atau arsitektur politik dunia. Yang jelas, dalam lima tahun ke depan
sudah banyak yang meramalkan lunturnya unipolarisme Amerika. Tetapi bentuk baru
seperti apa, belum tergambar. Apakah aliansi Cina-Rusia masih akan tetap, kita
juga belum tahu.
Bagaimana politik luar negeri Indonesia dalam menghadapi situasi yang tidak
pasti ini?
Tentu saja yang diperlukan adalah kelincahan kita dalam mengelola berbagai
dinamika ini. Kalau dulu kita harus merengkuh antara dua karang (kapitalisme
dan sosialisme), sekarang kita harus berlayar menghindari banyak karang.
Dahulu, ketika masih ada Uni Soviet, stabilitas Asia Tenggara terjamin karena
ada keseimbangan kekuatan antara Uni Soviet dan Amerika di kawasan ini.
Ketiadaan perang (absence of war) di Asia Tenggara memberikan anugerah yang
tidak terhingga bagi RI dan negara-negara Asia Tenggara. Kondisi damai
menyebabkan kita dan negara-negara Aisa Tenggara bisa membangun dengan gegap
gempita sehingga mendapat julukan "Macan-macan Asia."
Sekarang ini, di Asia Tenggara tidak ada kekuatan dominan. Karena itu, sungguh
wilayah ini belum aman sepenuhnya. Kalaulah sekarang tidak ada perang, bukan
berarti ada keseimbangan kekuatan besar di sini, tetapi karena masing-masing
tidak mau melakukan serangan awal karena masing-masing tidak merasa sebagai
negara paling kuat. Tetapi kita masih tetap belum bisa memanfaatkan kondisi
ketiadaan perang ini untuk membangkitkan kembali ekonomi dari keterpurukan.
Pilihan kita adalah kita harus memperkuat diri sendiri, dan itu berarti kita
harus mengerahkan sumber daya yang luar biasa. Ataukah kita akan mengundang
kembali negara-negara besar untuk hadir di kawasan ini, tetapi dengan skala
terbatas. Jika mereka semua , maka akan ada keseimbangan baru di sini. Dan jika
ada keseimbangan baru, kita akan mampu memanfaatkannya untuk membangun negeri
kita. Yang jelas, semua pilihan akan sangat tergantung kepada kemandirian kita,
dalam bersikap dan mengambil keputusan strategis.***
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Clean water saves lives. Help make water safe for our children.
http://us.click.yahoo.com/YNG3nB/VREMAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral
scholarship, kunjungi
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
Other related posts:
- » [nasional_list] [ppiindia] Dunia & Perubahan