[nasional_list] [ppiindia] Dokter enggan operasi pasien gakin
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Sat, 15 Apr 2006 22:47:47 +0200
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral
scholarship, kunjungi
http://informasi-beasiswa.blogspot.com
**http://www.indomedia.com/poskup/2006/04/15/edisi15/1504flo1.htm
Dokter enggan operasi pasien gakin
Ruteng, PK
Oknum dokter di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ruteng, Kabupaten Manggarai
enggan mengoperasi pasien hernia dari keluarga miskin (Gakin) di rumah sakit
setempat. Pasalnya, pasien tersebut tidak mampu menyiapkan dana Rp 600 ribu
untuk membayar mes (benang). Namun, hal ini dibantah Direktur RSUD Ruteng, dr.
Yulianus Weng, M.Kes, saat dihubungi Pos Kupang melalui telepon di kediamannya.
Menurut dr.Yulianus Weng, dokter yang akan melakukan operasi sedang mengalami
masalah keluarga sehingga belum siap melakukan operasi pasien tersebut. Dokter
akan melakukan operasi pada hari Selasa (18/4) mendatang. Soal uang sebesar Rp
600 ribu, tidak benar.
Seorang anggota kelurga pasien kepada Pos Kupang di Ruteng, Selasa (11/4),
menuturkan, dirinya bersama anggota kelurga mengantar pasien dari Sambi Rampas
menuju Ruteng. Sore hari dilakukan konsultasi dan berobat pada salah seorang
dokter di tempat prakteknya.
Berdasarkan diagnosa, dokter menyimpulkan pasien dapat dioperasi asalkan
keluarga menyiapkan dana Rp 600 ribu untuk membeli benang atau mes. Namun
keluarga pasien mengaku mereka adalah pasien tidak mampu sehingga menggunakan
jasa gakin untuk berobat.
Saat itu, jelas kakak pasien ini, terjadi negosiasi harga benang operasi namun
gagal. Oleh dokter merekomendasikan masuk ke RSUD Ruteng, Jumat (7/4). Hasil
pemeriksaan dokter menjanjikan untuk operasi, Selasa (11/4), namun tidak
dilaksanakan. "Sampai saat ini belum dioperasi padahal kami sudah hampir
seminggu di rumah sakit," ujarnya.
Menurutnya, diduga dokter enggan operasi terkait kemampuan keluarga yang tidak
sanggup menyiapkan uang untuk membayar mes. Sebab, dokter yang melakukan
operasi adalah dokter yang pernah meminta uang seharga benang sebesar Rp 600
ribu kepada keluarga pasien. "Kami menilai keengganan operasi karena ada
hubungan dengan biaya mes yang tidak kami sanggup," katanya.
Direktur RSUD Ruteng, dr. Yulianus Weng, menegaskan pasien gakin tidak dipungut
biaya. Semua pembiayaan pasien gakin dapat diklaim ke PT Askes untuk
membayarannya. "Saya sudah panggil dokter bedah minta klarifikasi, namun tidak
ada pungut uang Rp 600 ribu dari pasien gakin. Uang yang diminta untuk operasi
dengan sistem mes. Itu salah satu alternatif tapi karena menggunakan jasa gakin
sehingga tidak ada biaya," katanya.
Menurut dia, pasien itu belum dioperasi bukan karena unsur sengaja tapi karena
ada masalah keluarga dari dokter bedah sehingga secara psikis belum bisa
menjalankan tugas tersebut. Operasi terhadap pasien gakin itu baru dapat
dilakukan, Selasa (18/4)usai Paskah. Namun apabila ada hal urgen selama
meninggalkan rumah sakit sebelum operasi dan pasien mengalami gangguan, maka
dapat menghubungi dokter atau rumah sakit.
"Kami sudah beri pengertian baik kepada keluarga pasien boleh tinggal di rumah
sakit sambil menanti operasi atau tinggal di rumah. Dokter yang menangani
pasien sudah beri nomor hand phone. Apabila ada hal penting segera hubungi
untuk memberi pertolongan. Perlu kami luruskan tidak ada punggutan Rp 600 ribu.
Itu salah pengertian saja," tegas Yulianus Weng.
Secara terpisah, anggota DPRD Manggarai, Willy Nurdin, menyesalkan sikap dokter
yang mengulur-ulur operasi pasien. Sebab, pasien sangat membutuhkan
pertolongan. Secara moral etis setiap pasien yang datang karena membutuhkan
pelayan. Seharusnya, dokter bekerja optimal membantu pasien. "Kami sesalkan
kinerja dokter seperti itu," katanya. (lyn)
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral
scholarship, kunjungi
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
Other related posts:
- » [nasional_list] [ppiindia] Dokter enggan operasi pasien gakin