[nasional_list] [ppiindia] Doa Presiden di Depan Kakbah
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Mon, 1 May 2006 01:30:53 +0200
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral
scholarship, kunjungi
http://informasi-beasiswa.blogspot.com
**http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2006/052006/01/0903.htm
Doa Presiden di Depan Kakbah
Oleh H. USEP ROMLI H.M.
DALAM rangkaian lawatan kenegaraan ke Timur Tengah, pekan ini, Presiden Susilo
Bambang Yudhoyono berkunjung juga ke Kerajaan Saudi Arabia. Sehingga punya
kesempatan melaksanakan ibadah umrah di tanah suci Mekah.
Media massa memberitakan, presiden bersama Ny. Ani Bambang Yudhoyono, dan
rombongan yang berjumlah 100 orang, terdiri dari beberapa menteri, pejabat,
serta anggota masyarakat lainnya mengajak anggota rombongan mendoakan bangsa,
negara, dan seluruh rakyat Indonesia, agar segera terlepas dari berbagai
bencana. Keprihatinan atas persoalan bangsa dan negara yang tak kunjung
terselesaikan -- bahkan seolah-olah tak habis-habis -- menjadi inti doa
presiden dan rombongan selama umrah. Kenaikan harga minyak mentah dunia, akan
menjadi beban keprihatinan baru bagi semua negara, termasuk Indonesia. Maka
presiden menyerukan penghematan, peningkatan produksi, pengembangan energi
alternatif, dan investigasi serta penegakan hukum atas melambungnya harga
minyak mentah secara tiba-tiba.
Terlepas dari semua yang menjadi alasan keprihatinan, baik yang lama berupa
persoalan yang masih menumpuk dan tak kunjung tuntas - antara lain
pemberantasan korupsi - maupun persoalan baru akibat kenaikan harga minyak
dunia, doa seorang presiden adalah sangat istimewa. Insya Allah makbul. Apalagi
dilakukan pada tempat yang masuk kategori utama sebagai makanul mustajab
(tempat mustajab). Yaitu Baitullah, Kakbah, Multazam, Safa dan Marwah, sumur
Zamzam dan kota Mekah. Pada salah satu waktu yang mustajab pula (as sa'atul
mustajab), yaitu ketika ibadah umrah.
Di luar kawasan tempat mustajab dan waktu mustajab pun, doa seorang presiden
sebetulnya sudah dikategorikan sebagai salah satu dari tiga pendoa yang akan
dikabulkan oleh Allah SWT. Sebuah hadis terkenal, riwayat Imam Bukhari dan Imam
Muslim menyatakan, tiga jenis orang yang doanya akan dikabulkan, karena tidak
ada penghalang antara Allah SWT dengan mereka. Pertama, orang yang berpuasa.
Kedua, kepala negara yang adil. Ketiga, orang yang teraniaya.
Presiden jelas seorang kepala negara. Bahkan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono
merupakan presiden pertama yang mendapat legitimasi langsung dari rakyat. Bukan
presiden "titipan rakyat" yang hanya dipilih oleh wakil rakyat, seperti
presiden-presiden sebelumnya. Artinya, Presiden SBY betul-betul membawa
kepercayaan rakyat, untuk memimpin bangsa dan negara, mencapai keadilan,
kemakmuran, dan kesejahteraan.
Kepala negara yang adil, bukan hanya diberi prioritas pengabulan doa cepat dan
tepat, tetapi juga mendapat jaminan, pada Hari Kiamat kelak, tatkala digiring
ke Mahkamah Allah Azza wa Jalla, untuk menghadapi perhitungan (hisab), akan
mendapat peneduh, di tengah terik matahari yang jaraknya hanya sejengkal di
atas ubun-ubun. Tak ada naungan kecuali naungan Allah (fi dlillatin yauma la
dilla illa dlilluhu). Kepala negara yang adil mendapat kehormatan pertama
menerima peneduh itu, diikuti anak muda yang rajin beribadat, orang yang
hatinya selalu merindukan masjid, dua orang berkasih sayang semata-mata karena
Allah, baik pada waktu berkumpul maupun berpisah, seorang laki-laki yang diajak
berzina oleh wanita selebritis cantik molek, menolak karena takut oleh Allah,
orang yang bersedekah dengan sembunyi-sembunyi hingga tangan kirinya pun tak
mengetahui, dan orang yang suka mengingat Allah sendirian dengan mencucurkan
air mata (hadits sahih Imam Bukhari dan Imam Muslim).
Makna adil itu adalah meletakkan sesuatu pada tempatnya yang benar. Kepala
negara yang adil adalah kepala negara yang mengetahui kewajibannya untuk
menegakkan hukum, memberantas kejahatan, dan mengarahkan manusia yang
dipimpinnya ke arah jalan yang benar. Jika seorang kepala negara merusak
tatanan hukum, membiarkan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN) merajalela, dan
membiarkan rakyatnya berbuat sekendak hati dalam kerusakan dan kejahatan, bukan
adil namanya. Tapi zalim.
Khalifah Umar bin Khattab menetapkan empat kriteria tentang sosok pemimpin.
Pertama, pemimpin berwibawa. Tegas terhadap segala penyelewengan tanpa pandang
bulu, sekalipun terhadap dirinya sendiri dan keluarganya. Pemimpin model
begini, termasuk mujahid fi sabilillahi. Negara yang dipimpinnya akan adil,
makmur, aman, dan sentosa.
Kedua, pemimpin yang hanya tegas terhadap dirinya. Tak mau bertindak terhadap
bawahan dan rakyatnya yang melanggar aturan. Lemah. Tak berwibawa. Ia selalu
diintai bahaya di dunia dan akhirat, kecuali mendapat pertolongan Allah.
Ketiga, pemimpin eogis. Hanya mementingkan diri sendiri dan kroni-kroninya.
Menindas bawahan dengan rupa-rupa ajakan, perintah, aturan, yang ia sendiri tak
pernah menjalankannya. Memeras rakyat dengan berbagai tindakan yang merugikan.
Ia dikecam dan dikutuk semua kalangan, dan dalam sabda Nabi Muhammad saw.
disebut Syarrur ri'ail huthamah . Pemimpin jahat karena merusak kondisi
kehidupan lahir batin rakyatnya.
Keempat, pemimpin yang bersama pembantu-pembantunya membentuk rezim untuk
memerkosa keadilan dan merampas hak-hak rakyat. Berbagai peraturan dibuat hanya
untuk menguntungkan dirinya dan anggota rezimnya belaka. Banyak undang-undang
dibuat, tapi bukan untuk dipatuhi, melainkan untuk dilanggar. Pemimpin jenis
ini akan dihancurkan sehancur-hancurnya, dan dilepas dari pertolongan Allah.
Semoga saja, Presiden SBY yang sedang beribadah umrah, termasuk jenis pemimpin
pertama berdasarkan kaidah Khalifah Umar bin Khattab. Termasuk al adlul umara
(pemimpin yang adil), yang doanya mustajab, dan selalu mendapat pertolongan
Allah SWT di dunia dan di akhirat. Jika posisi SBY sudah pas di sana, Insya
Allah bangsa dan negara yang dipimpinnya akan ikut terbawa kepada keadilan,
kemakmuran, dan kesejahteraan lahir batin dunia akhirat. Dan semoga dijauhkan
dari sifat-sifat pemimpin jenis kedua, ketiga, dan keempat versi Umar bin
Khattab. Karena jika demikian, bangsa dan negara akan terbawa hancur lebur
ditimpa berbagai persoalan keprihatinan yang tak pernah terselesaikan.
Naudzubillahi.***
Penulis, wartawan senior
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral
scholarship, kunjungi
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
Other related posts:
- » [nasional_list] [ppiindia] Doa Presiden di Depan Kakbah