[nasional_list] [ppiindia] De-Soekarnoisasi Jilid Dua
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Fri, 2 Dec 2005 23:41:38 +0100
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral
scholarship, kunjungi
http://informasi-beasiswa.blogspot.com
**http://www.kompas.com/kompas-cetak/0512/03/opini/2257660.htm
De-Soekarnoisasi Jilid Dua
Asvi Warman Adam
Beberapa buku yang terbit belakangan ini mengarah kepada upaya
de-Soekarnoisasi, menjadikan mantan Presiden RI pertama sebagai dalang
peristiwa G30S/1965 dan bertanggung jawab atas segala dampak kudeta berdarah
itu.
Proses ini terkesan sebagai pengulangan dari yang dilakukan terhadap Bung Karno
tahun 1970-an.
Pada 17 November 2005, di Jakarta diluncurkan buku Sukarno File, Berkas-Berkas
Soekarno 1965-1967, dan Kronologi Suatu Keruntuhan yang ditulis Antonie CA
Dake. Bukan hanya sekadar mengatakan bahwa Bung Karno biang yang sebenarnya
dari apa yang terjadi pada paruh akhir 1965, Dake juga menuding bahwa sang
proklamator secara langsung harus memikul tanggung jawab atas pembunuhan enam
jenderal dan secara tidak langsung untuk pembantaian antara komunis dan bukan
komunis yang berlangsung kemudian.
Tuduhan Dake itu didasarkan pada hasil pemeriksaan ajudan Presiden Soekarno,
Bambang Widjanarko, oleh Teperpu (Team Pemeriksa Pusat) Kopkamtib yang
mengungkapkan bahwa tanggal 4 Agustus 1965 Bung Karno memanggil Brigjen Sabur
dan Letkol Untung ke kamar tidurnya dan menanyakan apakah mereka bersedia
menerima perintah yang akan mencakup tindakan terhadap para jenderal yang tidak
loyal. Untung menyatakan kesediaannya. Keterangan Bambang Widjanarko itu yang
dijadikan alasan Dake untuk menyimpulkan bahwa Soekarno bertanggung jawab
secara langsung atas pembunuhan enam jenderal.
Dokumen Widjanarko itu sangat lemah dari sudut metodologi sejarah. Sebab,
beberapa tahun setelah itu, ketika mendiskusikan buku Sewindu Bersama Bung
Karno, Widjanarko mengakui bahwa dia mengalami siksaan selama ditahan dan
pengakuan tersebut diberikan secara paksa.
Pengakuan Widjanarko itu diterbitkan dalam dua bahasa, Indonesia dan Inggris
dengan kata pengantar dari Antonie Dake tahun 1974 di Belanda dengan judul The
Devious Dalang. Yang menarik, Dake mengaku menerima laporan pemeriksaan itu di
hotelnya di Jakarta melalui pos dengan tanpa alamat pengirim. Siapa yang
mengirim dokumen itu?
Orang dekat Nasution
Dalam buku Lambert Giebels, Pembantaian yang Ditutup-tutupi, Peristiwa Fatal di
Sekitar Kejatuhan Bung Karno (2005 hal 151) disebutkan, Hampir pasti bahwa
seseorang yang dekat dengan Nasution yang menaruh bungkusan itu dalam kotak
surat hotel. Mengapa Giebels berkesimpulan demikian? Tahun 1972 dalam sebuah
acara televisi Nasution menuduh Bung Karno terlibat dalam kup Gestapu dengan
menunjuk kepada interogasi Widjanarko. Kalau interogasi tersebut dianggap palsu
atau telah diolah, maka Giebels lagi-lagi menuduh bahwa itu berasal dari
Nasution (hal 152).
Buku Lambert Giebels itu bukan saja mendukung tesis keterlibatan Soekarno dalam
G30S, tetapi juga mengungkapkan hal- hal yang bersifat pribadi. Mengenai istri
beliau yang lebih dari satu, itu sudah diketahui umum. Tetapi, Giebels juga
menuduh bahwa dalam kunjungan ke Sumatera Selatan tahun 1963, disediakan
gadis-gadis berumur 16-17 tahun untuk melayani Presiden sewaktu makan dan harus
siap bila bapak presiden masih mempunyai kebutuhan-kebutuhan lain (hal 42).
Lambert tidak segan mengutip majalah gosip Jerman, Aktuell, yang menulis,
Presiden Indonesia telah mengajak empat pramugari ke konferensi di Beograd dan
untuk masing-masing disediakan apartemen di Hotel Metropole.
Sebelumnya terbit buku Victor Miroslav Fic yang menulis buku Kudeta 1 Oktober
1965, Sebuah Studi Tentang Konspirasi. Penulisnya adalah profesor emeritus ilmu
politik pada Brock University, Kanada, yang berasal dari Cekoslovakia. Fic dua
kali datang ke Indonesia dengan difasilitasi Nugroho Notosusanto tahun 1968 dan
1971. Ia memperoleh banyak dokumen antara lain dari Letkol Djiwo Soegondo dari
Teperpu Kopkamtib. Tahun 1996-1997 ia menjadi visiting fellow di CSIS Jakarta
untuk merampungkan buku yang telah dimulai lebih dari 30 tahun sebelumnya. Buku
tersebut bertujuan menjelaskan ancaman paling serius dari pemberontakan PKI
terhadap pluralisme yang telah berkembang di Nusantara sejak dahulu kala. Buku
yang kontroversial ini diluncurkan di Jakarta 30 September 2005 dengan pembahas
Prof Taufik Abdullah yang memuji karya tersebut.
Menurut Fic, 1) Mao yang memerintahkan Aidit tanggal 5 Agustus di Beijing untuk
melakukan kup; dan 2) Aidit membicarakan perintah Mao itu dengan Soekarno di
Istana Bogor tanggal 8 Agustus 1965; 3) Soekarno setuju dengan usul Aidit dia
akan membiarkan PKI mengambil alih kekuasaan negara. Setelah Aidit diangkat
menjadi Perdana Menteri dengan kabinet mayoritas PKI, maka Soekarno akan
beristirahat di Danau Angsa di China.
Tiga klaim Victor Fic ini luar biasa. Namun persoalannya, mana dokumen atau
arsip yang mendukung pernyataan itu. Apakah mungkin Mao memerintah Aidit?
Bagaimana mungkin Soekarno dengan sukarela melepaskan kursi presiden, untuk apa?
Soehartoisasi
Apa yang ditampilkan hari- hari ini merupakan pengulangan dari de-Soekarnoisasi
(jilid satu) yang telah dimulai pasca-G30S/ 1965. Kelihatan makin sistematis
sejak tahun 1970 dengan pelarangan peringatan hari lahir Pancasila 1 Juni 1970
dan penerbitan leaflet Nugroho Notosusanto tentang lahirnya Pancasila. Bukan
Bung Karno yang pertama berpidato, tetapi didahului oleh M Yamin dan Supomo.
Pada saat yang sama diangkat kehebatan Soeharto dalam kasus Serangan Umum 1
Maret 1949 dengan mendirikan dua monumen peringatan. Belum lagi beberapa film
untuk menonjolkan Soeharto, seperti Pengkhianatan G30S dan Janur Kuning.
Yang menarik adalah upaya de-Soekarnoisasi belakangan ini seakan seiring dengan
Soehartoisasi, yaitu memulihkan nama baik Soeharto seperti yang berkembang
dalam Rapimnas Partai Golkar minggu lalu. Apakah ini suatu kebetulan atau
memang sebuah rekayasa?
Asvi Warman Adam Ahli Peneliti Utama LIPI
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
DonorsChoose.org helps at-risk students succeed. Fund a student project today!
http://us.click.yahoo.com/t7dfYD/FpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral
scholarship, kunjungi
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
Other related posts:
- » [nasional_list] [ppiindia] De-Soekarnoisasi Jilid Dua