[nasional_list] [ppiindia] Capres Indonesia: Track Record Rizal Mallarangeng: Calon Presiden Save Our Nation?

Rizal Mallarangeng mencalonkan diri jadi Capres? Iklannya
Save our Nation sering muncul di Metro TV dengan nada simpatik seolah-olah
peduli pada rakyat. Padahal dari berbagai berita di media massa, Rizal 
Mallarangeng jadi tim perunding
rebutan blok Migas Cepu antara Pertamina dengan Exxon Mobil yang berakhir
dengan penyerahan Blok Cepu ke Exxon.
 
Kemudian Rizal Mallarangeng turut dalam iklan mendukung
kenaikan harga BBM tahun 2005 yang mencapai 125%. Itukah cara Rizal untuk
mensejahterakan rakyat Indonesia?
Menyelamatkan bangsa Indonesia?
Save our Nation?
 
http://www.mail-archive.com/ekonomi-nasional@xxxxxxxxxxxxxxx/msg05381.html
[ekonomi-nasional] Bisnis -
Cepu, Bakrie dan Rizal Mallarangeng
 
Farid Gaban
Mon, 20 Mar 2006 10:17:36 -0800
 
Kontrak Kerjasama Blok Cepu antara Exxon dan Pertamina
didasarkan pada sebuah Nota Kesepahaman (MoU) yang ditandatangani pada Juni
2005 oleh Menteri Perekonomian Aburizal Bakrie.
 
Menurut Harian Bisnis Indonesia (20 Maret 2006) yang ringkasan
beritanya bisa dibaca di bawah, Pertamina tidak terlibat dalam negosiasi itu.
Pertamina "diwakili" oleh tim Aburizal yang terdiri atas Rizal
Mallarangeng (Direktur Freedom Institute), M. Ikhsan (LPEM UI) dan Lin Che Wei
(kini Direktur Danareksa).
 
Awal tahun lalu, Freedom Institute membayar iklan satu
halaman di Harian Kompas berisi "petisi" para tokoh nasional kondang
(termasuk Goenawan Mohamad, M Sadli, dan Franz Magnis Suseno), disertai 
"justifikasi
ilmiah" dari LPEM Universitas Indonesia bahwa, katanya, pencabutan subsidi
bahan bakar akan membantu mengurangi kemiskinan.
 
Tapi, makin jelas kini alasan sebenarnya mengapa Freedom
Institute begitu getol meminta pencabutan subsidi itu: memuluskan jalan Exxon 
untuk
masuk Blok Cepu. 
 
-----
Bisnis Indonesia (20 Maret 2006)
 
Tukar guling Blok Cepu disepakati Juni 2005
Pertamina tak ikut teken MoU
 
JAKARTA: Tukar guling 50% saham ExxonMobil di Blok Cepu
dengan dua lapangan migas, Sukowati dan Kedung Tuban, yang juga milik PT 
Pertamina
merupakan tanggung jawab Tim Negosiasi Blok Cepu di bawah koordinasi Aburizal
Bakrie saat menjabat Menko Perekonomian.
-----
 
52348/idkanal/10
Sabtu, 04/03/2006 00:39 WIB
FPDIP: Akuisisi Blok Cepu oleh Exxon Melanggar
Hukum
Arfi Bambani Amri - detikNews
 
Jakarta- FPDIP menilai kasus Blok Cepu
melanggar UU No.22/2001 tentang Migas. Pengambilalihan pengelolaan Blok Cepu
oleh ExxonMobil adalah masalahnya.
 
"Sudah jelas dikatakan blok ini tidak boleh dialihkan
kepada pihak asing. Ternyata sekarang dialihkan kepada pihak asing. Sebuah
pelanggaran disitu," geram anggota FPDIP Sony Keraf dalam jumpa pers di
gedung DPR RI,
Senayan, Jakarta,
Jumat (4/3/2006).
 
Pelanggaran lainnya menurut Keraf adalah terlibatnya orang
non Pertamina dalam tim negosiasi pengelolaan Blok Cepu. "Kita tahu ada
Lin Che Wei, Rizal Mallarangeng, M. Ikhsan yang sebenarnya bukan orang
pertamina," lanjutnya.
 
Pembentukan tim tersebut, merupakan bentuk intervensi
pemerintah yang berlebihan, tanpa melalui RUPS sebagaimana diatur dalam UU
No.19/2003 tentang BUMN. FPDIP curiga ada intervensi asing yang kuat melobi
pemerintahan SBY. Hal ini tercermin dari kuatnya lobby-lobby pemerintah AS dan
petinggi ExxonMobil terhadap pemerintah Indonesia.
 
PDIP mengkhawatirkan akuisisi Blok Cepu ini akan mengancam
kedaulatan ekonomi bangsa. "Jika exxon bisa dapat, maka yang lain ikut.
Maka lama kelamaan kita akan kehilangan sumber daya kita yang lain-lain,"
cetusnya.
 
Anggota Fraksi PDIP yang lain, Bambang Pacul, menegaskan
pentingnya mempertahankan Blok Cepu bagi rakyat Indonesia dan Pertamina. Potensi
minyak blok Cepu sebanyak 600 juta barel, atau 180 ribu barrel per hari.
Artinya total pengeboran minyak Indonesia akan naik 18 persen.
http://www.detiknews.com/index.php/detik.read/tahun/2006/bulan/03/tgl/04/time/003912/idnews/5
 
Kado Cepu buat Ibu Menlu
 
Pintu dialog kembali terbuka. Exxon makin diuntungkan oleh
Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 35 Tahun 2004 tentang Kegiatan Hulu Migas. PP
ini adalah petunjuk pelaksanaan Undang-Undang Migas Nomor 22 Tahun 2001.
Undang-undang itu dikenal sangat kental dengan "suara" Dana Moneter
Internasional (IMF). Kerja sama TAC tak dikenal lagi setelah kontrak TAC
selesai. Model perkongsiannya adalah kontraktor kerja sama. Maka, kalau
pemerintah memperpanjang Exxon di Cepu, statusnya harus kontraktor kerja sama.
 
Meski setuju berunding, Widya Purnama tak berminat
melanjutkan kerja sama dengan Exxon. Karena Widya membandel, Menteri BUMN pada
Maret 2005 membentuk Tim Negoisasi untuk Ladang Cepu. Tim ini diketuai Martiono
Hadiyanto, Komisaris Pertamina. Anggotanya antara lain Aburizal Bakrie (Menko
Perekonomian kala itu), Mohammad Ikhsan, Rizal Mallarangeng (keduanya staf ahli
Menko Perekonomian), Lin Che Wei, dan Iin Arifin Takhyan, Dirjen Migas yang
kini menjadi Wakil Dirut Pertamina.
 
Ketika Presiden SBY berkunjung ke Washington, Mei 2005, tim
negosiasi itu turut serta, kemudian singgah ke kantor pusat Exxon di Houston,
untuk bertemu bos-bos di perusahaan minyak itu. Tim ini menawarkan sejumlah
opsi. Intinya, ya, kerja sama hingga 2030.
 
Setelah bertemu Presiden George Bush, Presiden SBY sempat
berjumpa CEO ExxonMobil, Lee R. Raymond. Pertemuan ini terjadi di tengah
ramah-tamah Presiden SBY dengan para petinggi perusahaan multinasional Amerika
yang punya bisnis di Indonesia,
antara lain Merryl Linch, Newmont, Conoco, dan Philip Morris. Sejak itu, posisi
Exxon seperti ada di atas angin.
 
Tanpa mengajak Pertamina, pemerintah pun meneken nota
kesepahaman (MoU) dengan Exxon. Isinya, pengelolaan Blok Cepu akan dikelola
bersama. Pertamina dan Exxon masing-masing memegang saham 45% dan Pemerintah
Daerah Bojonegoro (Jawa Timur) serta Blora (Jawa Tengah) masing-masing 5%. MoU
itu bertanggal 25 Juni 2005. Isu pergantian Widya pun mulai bertiup.
 
Berikutnya,17 September 2005, diteken kesepakatan resmi yang
isinya mengukuhkan MoU. Posisi Exxon berubah menjadi kontraktor kerja sama.
Exxon kini berdiri sama tinggi dengan Pertamina di Cepu. Lagi-lagi, skema kerja
sama itu mentok di Widya Purnama. Ia menuntut, pada perjanjian operasi kerja
sama (JOA) Blok Cepu tersebut, Pertamina yang menjadi pengendali penambangan
(operator). Kalaupun tak memimpin, ia mengusulkan operatornya bergantian setiap 
lima tahun, dan
Pertamina yang pertama. Ide itu ditolak Exxon. Perundingan pun alot.
 
Wakil Presiden Jusuf Kalla sempat memberi tenggat agar
keduanya menyelesaikan sengketa pada akhir Februari. Kalau tidak juga selesai,
pemerintah akan mengambil alih. Karena terus bersikukuh, posisi Widya pun
goyang dan akhirnya tumbang, Kamis dua pekan lalu.
http://www.gatra.com/2006-03-20/versi_cetak.php?id=93111
 
Dukung Pemerintah
36 Tokoh Iklan Kenaikan Harga BBM
 
Nama-nama tokoh yang tampil sebagai bintang iklan pendukung
kenaikan harga BBM bersama-sama dengan Juru Bicara Presiden Andi
Mallarangeng dan Dino Patti Djalal, itu antara lain rohaniwan Franz
Magnis Suseno, tokoh pers dan pendiri Tempo Gunawan Muhammad dan Fikri
Jufrie, pengacara kondang pembela hak-hak asasi manusia Todung Mulya
Lubis, dan tokoh Jaringan Islam Liberal (JIL) Ulil Abshar-Abdalla.
 
Nama-nama lain yang menjadi bintang iklan Freedom Institute,
itu adalah Agus Sudibyo, Anggito Abimanyu (ekonom), Anton Gunawan, Ayu Utami
(senimawati), Bimo Nugroho (praktisi televisi), Dana Iswara (praktisi
televisi), Dodi Anbardi, Hadi Soesastro (ekonom), Hamid Basyaib, Ichsan
Loulembah (anggota DPD dari Sulawesi Tengah), dan Jeffrie Geovanie (Direktur
Kampanye Calon Presiden HM Amien Rais).
 
Juga Jeannette Sdjunadi, Lin Che Wei (ekonom), Luthfi
Assyaukenie, M. Chatib Basri (ekonom), M Ikhsan (ekonom), M Sadli (ekonom),
Mohammad S Hidayat (pengusaha, Ketua Kadin 2004-2008), Nirwan Dewanto 
(pengusaha), Nong Darol Mahmada, Nono Anwar
Makarim (advokat senior), Raden Pardede (ekonom), Rahman Tolleng (politisi
Golkar dari Bandung), Rizal Mallarangeng (adik Juru Bicara Presiden Susilo
Bambang Yudhoyono Andi Mallarangeng), Rustam F Mandayun, Saiful Mujani
(peneliti pada sejumlah polling-polling), Sofyan Wanandi (pengusaha), Sugiarto
Chandra dan Thee Kian Wie.
http://www.tokohindonesia.com/berita/berita/2005/01/freedom.shtml
 ===
Paket Umrah Mulai Rp 15,4 juta
Informasi selengkapnya ada di:
http://www.media-islam.or.id


Syiar Islam. Ayo belajar Islam melalui SMS


Untuk berlangganan ketik: REG SI ke 3252


Untuk berhenti ketik: UNREG SI kirim ke 3252. Sementara hanya dari Telkomsel 
Informasi selengkapnya ada di http://syiarislam.wordpress.com



      

Other related posts:

  • » [nasional_list] [ppiindia] Capres Indonesia: Track Record Rizal Mallarangeng: Calon Presiden Save Our Nation?