[nasional_list] [ppiindia] Bupati Jalan-jalan ke Jakarta
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Wed, 28 Sep 2005 14:06:26 +0200
** Mailing List Nasional Indonesia http://www.ppi-india.org **
** Situs milis nasional: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia **
** Info Beasiswa Indonesia http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
SUARA PEMBARUAN DAILY
Tajuk Rencana II
Bupati Jalan-jalan ke Jakarta
BUPATI dan para walikota ternyata lebih sering berada di Jakarta ketimbang
berkunjung ke desa-desa di kabupaten yang dipimpinnya. Tidak sedikit para
kepala daerah tersebut ke ibu kota tanpa minta izin kepada gubernur, sehingga
gubernur sering tidak tahu keberadaan bupatinya.
Situasi ini telah berputar seratus delapan puluh derajat dari masa lalu. Dulu
seorang bupati sangat taat kepada gubernur. Sekarang, undang-undang otonomi
daerah telah memberi kekuasaan besar kepada bupati dan walikota sampai-sampai
gubernur pun tak dianggap lagi. Karena sering ke ibu Kota, ada bupati yang
tidak malu-malu mengakui memiliki rumah pribadi di Jakarta.
Bupati dan walikota yang lebih banyak berada di Jakarta menjadi sorotan Menteri
Dalam Negeri (Mendagri) Mohammad Ma'ruf. Dia mengimbau agar bupati untuk lebih
banyak berada di kabupatennya daripada di Jakarta secara liar.
Mendagri tidak melarang bupati atau walikota datang ke Jakarta, namun harus
melewati prosedur, seperti memberi tahu kepada gubernur per surat atau minimal
per telepon. "Jangan liar," tegas Ma'ruf. Akan menjadi runyam lagi bila agenda
keberadaan bupati atau walikota di Jakarta tak jelas. Mendagri telah
menginstruksikan para gubernur, kalau ke Jakarta harus memberitahu kepadanya
apa agenda mereka. Apalagi kalau keluar negeri.
Imbauan Mendagri terhadap para bupati dan walikota itu positif. Dari sisi
pemerintahan, bupati dan wali kota adalah birokrasi tingkat paling bawah yang
berhubungan langsung dengan Departemen Dalam Negeri. Namun se- orang menteri
jangan hanya mengimbau. Dia mestinya menegur bupati atau walikota yang datang
ke Jakarta secara diam-diam. Bukankah imbau bersifat bisa dituruti, bisa tidak?
Seorang bupati atau walikota mestinya lebih banyak berada di daerahnya. Kenapa?
Karena persoalan-persoalan daerahnya berada di daerah itu sendiri terutama di
desa-desa, bukan di meja kerja para bupati dan walikota, apalagi di Jakarta.
Semakin sering seorang bupati atau wali kota tidak mengunjungi desa-desa di
daerahnya, maka kebijakan-kebijakan yang dibuat untuk daerahnya juga jauh dari
harapan dan kepentingan rakyat banyak. Bupati atau wali kota macam itu tidak
dibutuhkan rakyat.
KENAPA para bupati dan walikota lebih banyak datang ke Jakarta? Para bupati itu
mengaku terus terang bahwa mereka harus mencari investor dan dana untuk
pembangunan di daerahnya. Sejak kabupaten dan kotamadya menjadi daerah otonom,
bupati atau walikota harus berpikir keras untuk menghidupi daerahnya.
Sering terjadi, alur dana dari pusat terlambat. Karena itu, mereka perlu lobi
dengan pejabat pusat agar proyek tidak terhambat, termasuk untuk meningkatkan
jumlah anggaran. Ketidakpastian inilah yang kemudian membuka peluang munculnya
calo, termasuk sejumlah anggota DPR yang diduga terlibat. Para calo ini
menawarkan jasa kepada para bupati yang sedang memperjuangkan proyek
pembangunan di daerahnya. Yang menyedihkan, beberapa anggota DPR yang
seharusnya memperjuangkan kepentingan rakyat yang menjadi konstituennya justru
diduga telah memainkan jurus-jurus untuk mendapatkan proyek dari pusat untuk
daerah dan mereka mendapatkan fee untuk itu.
Seorang kepala daerah seperti bupati atau walikota selayaknya lebih sering
berada di daerahnya. Namun pemerintahan pusat juga harus menjamin kepastian
turunnya anggaran pembangunan agar bupati tidak perlu berjuang ke pusat,
mengorbankan rakyatnya.
Last modified: 28/9/05
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
DonorsChoose.org helps at-risk students succeed. Fund a student project today!
http://us.click.yahoo.com/O4u7KD/FpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. http://www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Website resmi http://www.ppi-india.org **
** Beasiswa Indonesia, http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
Other related posts:
- » [nasional_list] [ppiindia] Bupati Jalan-jalan ke Jakarta