[nasional_list] [ppiindia] Berkas Korupsi Dicuri
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Sat, 1 Apr 2006 01:04:09 +0200
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral
scholarship, kunjungi
http://informasi-beasiswa.blogspot.com
**http://www.balipost.co.id/balipostcetak/2006/4/1/n3.htm
Berkas Korupsi Dicuri
Jakarta (Bali Post) -
Gedung Mahkamah Agung (MA) kebobolan. Anehnya, yang dicuri hanyalah berkas
perkara korupsi yang tersimpan dalam lemari berkas di sebuah ruangan yang
berada di lantai empat. Dari 41 berkas yang tersimpan, hanya satu yang hilang.
Berkas itu atas nama terdakwa Ahmad Sulaiman. Perkara tersebut masih dalam
proses kasasi.
''Pencurian diperkirakan terjadi antara Sabtu (25/3) hingga Minggu (26/3) lalu.
Sudah dilaporkan kepada Mabes Polri. Tetapi, kami sendiri baru mengetahui
berkas tersebut hilang pada Senin (27/3). Perkara ini dalam proses kasasi.
Meski berkasnya hilang, MA akan tetap memproses hingga ada putusan,'' kata juru
bicara MA Djoko Sarwoko di Jakarta, Jumat (31/3) kemarin.
Menurutnya, kemungkinan pencuri masuk ke ruang penyimpanan berkas pidana di
lantai empat dengan menjebol plafon. Di sini dia mencongkel lemari berkas.
Tidak menemukan berkas yang dicari, pencuri beranjak ke lantai lima. Di sinilah
ia mengambil satu berkas perkara kasasi korupsi dengan nama terdakwa Ahmad
Sulaiman.
Berkas setebal 30 cm dan berat sekitar 15 kg ini dikirim dari PN Limboto,
Gorontalo. Berkas itu belum ditangani untuk proses kasasi. Pihak MA sendiri
juga masih belum mengetahui dalam kasus korupsi apa dan berapa nilai kerugian
negara. Terdakwa Ahmad Sulaiman diadili dan divonis bebas dari segala tuntutan
hukum.
Namun, lanjut mantan Direktur Pidana MA ini, pihaknya berupaya menelusuri
masalah ini ke PN Limboto, Gorontalo. Pasalnya, berkas perkara korupsi itu
merupakan limpahan dari pengadilan tersebut. Sebuah tim dibentuk untuk meminta
keterangan sejumlah pihak terkait kasus korupsi terdakwa Ahmad Sulaiman. Tim
khusus MA ini dipimpin Panitera MA Satri Rusyad. Bersama beberapa stafnya, ia
berangkat ke Limboto Senin (3/4) mendatang.
Tim khusus dari MA itu akan meminta sejumlah dokumen, seperti putusan
pengadilan, salinan memori kasasi, berita acara sidang dan lainnya untuk kasus
tersebut. Tim juga akan meminta keterangan dari mereka yang menangani kasus
itu, seperti panitera, panitera muda hingga Kepala PN Limboto. Kemungkinan juga
nanti akan ditelusuri ke Pengadilan Tinggi Gorontalo.
Ia menduga pencurian itu telah direncanakan sejak lama. Kecurigaan ini didasari
kejanggalan-kejanggalan dalam proses pengiriman berkas dari PN Limboto ke MA.
Berkas yang dikirim sejak Juni 2005 itu, baru tiba di MA pada Februari 2006
berdasarkan cap pos
''Sampai kini belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka. Tetapi sudah ada
titik cerah dalam perkembangan kasus pencurian itu. Kepolisian telah menemukan
sidik jari yang diduga sidik jari dari pelaku pencurian. Bisa jadi, kami akan
mengecek sidik jari pegawai direktorat kasasi,'' katanya.
Menurut Kepala Kamdal MA Zulkifli, pencurian yang terjadi itu sebenarnya bukan
peristiwa yang pertama. Sebelumnya, kejadian serupa pernah menimpa hakim agung
Chairani A. Wani. Pencurian yang dilakukan seorang oknum petugas kamdal itu
gagal, karena pelaku tepergok Chairani. ''Tenaga pengamanan di MA jauh dari
ideal. Banyak yang dialihkan ke pengadilan-pengadilan,'' ungkapnya. (kmb3)
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral
scholarship, kunjungi
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
Other related posts:
- » [nasional_list] [ppiindia] Berkas Korupsi Dicuri