[nasional_list] [ppiindia] Batalkan amandemen UUD
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Sat, 31 Dec 2005 00:05:56 +0100
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral
scholarship, kunjungi
http://informasi-beasiswa.blogspot.com
**http://www.harianterbit.com/artikel.php?kategori=HEADLINE&id=35243
30 December 2005 - 14:03
Batalkan amandemen UUD
JAKARTA - Ketua Umum Forum Keluarga Besar Kesatuan Aksi Pemuda Pelajar
Indonesia 66 (FKB KAPPI 66), Ir.H.Usman Lubis mendesak agar amandemen UUD 1945
dibatalkan dan kitaharus kembali ke UUD 1945 secara murni dan konsekwen. "Hasil
kerja anggota MPR/DPR yang mengamandemen UUD 1945, ternyata tidak lebih baik
dari para founding father dan patriot kita, dan juga mengarahkan bangsa kita ke
suasana yang lebih terpuruk," katanya kepada Harian Terbit, Jumat.
Ketika menyampaikan refleksi akhir tahunnya, Usman Lubis yang juga salah
seorang Ketua DPP Pejuang Siliwangi itu mengatakan pembatalan UUD 1945 yang
diamandemen itu bisa melalui dekrit Presiden sebagaimana yang dilakukan oleh
Bung Karno pada 5 Juli 1959.
Selain itu, katanya, bisa juga anggota MPR kembali bersidang dan memutuskan
untuk kembali ke UUD 1945. UUD 1945 tidak bisa memberi arah yang jelas terhadap
perjalanan bangsa ke depan, justru proyeksi ke depan bangsa Indonesia akan
terpuruk. Dan 5 tahun yang akan datang, bangsa ini akan mengalami kemiskinan
dan kelaparan yang merata. "Kalau anggota MPR kita tidak mengembalikan ke UUD
1945, perlu kita pertanyakan rasa nasionalisme dan semangat NKRI mereka,"
ujarnya.
Lebih lanjut Anggota Departemen Politik Partai Demokrat ini menambahkan untuk
menampung persoalan yang dianggap menjadi titik krusial dalam UUD 1945, maka
yang harus dibuat adalah UU atau Perpu. Sehingga persoalan yang belum diatur
atau pun belum mendapat penjelasan rinci akan bisa dijabarkan dalam UU
tersebut.
Menyinggung keberadaan Kabinet Indonesia Bersatu (KIB) sekarang, Usman Lubis
menilai kinerja mereka masih belum menggambarkan kepakaran. Para menteri itu
belum menunjukkan sebagai sosok yang the right man on the right place.
Padahal sebagai anggota kabinet seharusnya mereka bekerja sesuai dengan
keahliannya masing-masing. Tapi sangat disayangkan kepakaran mereka itu
belumlah bisa diaplikasikan dalam jabatannya, atau memang penempatan para pakar
itu belum didasarkan pada prinsip the right man on the right place. Padahal
kata agama, kalau memang suatu jabatan dipegang oleh bukan ahlinya, maka tunggu
saat kehancurannya.
Mantan Wakil Ketua KPKPN ini juga mendesak agar Indonesia dikembalikan sebagai
negara agraris. Pemanfaatan tanah-tanah pertanian yang digempur untuk perumahan
(properti), justru akan menyengsarakan rakyat, dan membuat rakyat kelaparan
massal. Masalahnya sawah-sawah produktif tidak lagi menghasilkan padi.
Begitu juga penebangan hutan, akan membuat erosi. Karena itu perlu ada semangat
untuk kembali kepada rel yang benar sehingga bangsa ke depan punya sistem yang
jelas. "Reformasi sekarang ini harus dikembalikan ke tracknya," katanya. (asa)
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
DonorsChoose.org helps at-risk students succeed. Fund a student project today!
http://us.click.yahoo.com/t7dfYD/FpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral
scholarship, kunjungi
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
Other related posts:
- » [nasional_list] [ppiindia] Batalkan amandemen UUD