[nasional_list] [ppiindia] Bangsa yang Kronis
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Thu, 29 Dec 2005 23:03:10 +0100
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral
scholarship, kunjungi
http://informasi-beasiswa.blogspot.com
**http://www.kompas.com/kompas-cetak/0512/30/opini/2326147.htm
Bangsa yang Kronis
Aloys Budi Purnomo
Secara sosial, bangsa ini berada dalam situasi kronis. Masih banyak persoalan
yang berat. Ketakutan dan kecemasan, terutama memagut rakyat kecil, lemah,
miskin, dan tersingkir.
Berbagai penyakit menimpa rakyat. Kelaparan terjadi. Krisis ekonomi masih
membebani negeri ini. Iklim sosial-politik tidak sehat. Kasus korupsi kian
menggurita, bangsa ini kian kronis!
Kejutan ironis
Benar, tanda-tanda perbaikan mulai tampak. Satu dua kasus korupsi ditangani
secara maksimal. Bahkan, beberapa koruptor yang tampaknya sulit diadili sudah
dihukum. Ini merupakan prestasi yang mesti diteruskan secara konsisten.
Namun, krisis kepercayaan di bidang sosial-ekonomi masih kuat. Misalnya, kita
menyaksikan perbedaan data pengangguran yang disampaikan Depnakertrans dan yang
dicatat Badan Pusat Statistik (BPS). Depnakertrans menyebut penambahan jumlah
pengangguran hanya 109.000 jiwa, sementara BPS mencatat sebanyak 1,5 juta-1,8
juta jiwa.
Atas fakta jumlah pengangguran, kita melihat pula kejutan yang menyedihkan.
Jumlah pengangguran tahun 2004 sebanyak 9,8 juta jiwa. Diprediksi, tahun 2005
angka ini akan turun menjadi 8,6 juta jiwa. Namun yang terjadi sebaliknya,
justru meningkat menjadi 10,5 juta jiwa. Ironis! Bahkan, diperkirakan, jika
persoalan ini tidak ditangani dengan baik, jumlah pengangguran di tahun 2006
akan meningkat menjadi 12,5 juta-12,6 juta jiwa.
Kejutan terjadi juga dalam hal persentase jumlah penduduk miskin di negeri ini.
Jumlah penduduk miskin di Tanah Air Indonesia yang gemah remah loh jinawi ini
mencapai lebih dari 72 juta jiwa di tahun 2005. Padahal, tahun 2004, jumlah
penduduk miskin hanya 36,56 juta (16,8 persen).
Diperkirakan, angka tersebut dapat ditekan hingga 14,4 persen. Namun, kejutan
terjadi, bukan penurunan persentase yang terjadi, melainkan sebaliknya.
Peningkatan begitu tajam, mencapai 29, 7 persen.
Ironis, sejak kenaikan harga BBM per 1 Oktober 2005 lebih dari 100 persen dan
inflasi yang mencapai 18 persen, tidak sedikit kalangan menengah yang
sebetulnya lebih mampu dibandingkan dengan yang lebih miskin, namun demi
memperoleh bantuan langsung tunai (BLT) mereka pura-pura miskin!
Transparan-akuntabel
Mengapa ironi itu mengejutkan? Dua hal dapat kita ajukan untuk menjawab
pertanyaan itu. Pertama, angka-angka itu mengejutkan karena di balik
angka-angka tersebut terdapat jiwa manusia. Martabat manusia terutama mereka
yang kecil, lemah, miskin, dan tersingkir dipertaruhkan.
Antara pengangguran dan kemiskinan selalu sedesah napas fakta yang serentah
terjadi. Ia bagaikan dua sisi sekeping mata uang. Pengangguran mengakibatkan
kemiskinan. Kemiskinan berdampak pada pengangguran. Orang miskin sulit mendapat
pekerjaan. Mereka hancur akibat rimba persaingan yang lebih bernuansa homo
homini lupus (manusia menjadi serigala bagi sesamanya) daripada homo homini
socius, apalagi homo homini homo!
Kedua, bangsa ini mengalami distorsi keadaban publik. Keadaban publik dirusak
oleh ketidakpercayaan, rasa curiga, iri hati, bahkan dendam. Kian kronis, saat
kita menyaksikan, persoalan demi persoalan yang melilit negeri ini hanya
ditanggapi secara reaktif, bukan dengan membuat strategi korektif, apalagi
substantif-transformatif.
Kurang berfungsinya secara harmonis tiga poros penyangga bangsa, yakni
penguasa, pengusaha, dan masyarakat warga, membuat republik ini terancam
keadabannya.
Keadaban publik baru bangsa perlu dibangun dengan meretas sekat-sekat sukuisme,
agamais, rasis, dan golongan.
Peretasan sekat-sekat itu akan membuat anak-anak negeri ini mampu saling
memandang secara tulus. Yang kecil, lemah, miskin, dan tersingkir mesti
diterima sebagai sesama manusia. Dengannya, kita akan sungguh- sungguh
menghayati makna kehidupan sejati, dengan saling peduli dalam sikap dan
perilaku kita sehari-hari.
Aloys Budi Purnomo Rohaniwan, Pemimpin Redaksi Majalah INSPIRASI, Lentera yang
Membebaskan
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
DonorsChoose.org helps at-risk students succeed. Fund a student project today!
http://us.click.yahoo.com/t7dfYD/FpQLAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral
scholarship, kunjungi
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
Other related posts:
- » [nasional_list] [ppiindia] Bangsa yang Kronis