[nasional_list] [ppiindia] Anggota DPR 'Kepergok' Pelesiran ke Luar Negeri
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Mon, 31 Jul 2006 22:44:20 +0200
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral
scholarship, kunjungi
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **REFLEKSI: MasyaAlloh! MasyaAlloh!
MasyaAlloh! Ternyata yang mencalonkan diri dan dipilih oleh rakyat dalam
Pemilihan Umum adalah tidak lain dari pada tukang catut. Tukang catut selalu
berpikiran menipu, maka oleh karena itu yang namanya DPR tidak lain dari pada
Dewan Penipu Rakyat.
MEDIA INDONESIA
Senin, 31 Juli 2006
Anggota DPR 'Kepergok' Pelesiran ke Luar Negeri
WARTAWAN harian ini, yang sedang berada di Kota Teheran, Iran, membuat laporan
eksklusif kemarin. Isinya tentang delegasi Komisi I DPR yang melakukan
kunjungan kerja ke luar negeri, yakni ke Teheran, Abu Dhabi, dan Dubai.
Sebuah kunjungan kerja 'istimewa' karena dalam delegasi yang beranggotakan 11
orang itu terdapat empat istri anggota dewan. 'Istimewa' sebab membawa istri
dengan dibayai negara. Lebih 'istimewa' lagi karena ada anggota DPR yang
mengatakan mereka melakukan kunjungan kerja, tapi ada pula yang menegaskan
kunjungan ke negara-negara di Timur Tengah itu bukan urusan dewan, melainkan
acara pribadi dalam rangka menunaikan ibadah umrah. Semakin 'istimewa' lagi
karena pelesiran ke luar negeri itu tepergok wartawan. Dan, jadi berita besar!
Harus ditambahkan pula 'keistimewaan' lainnya. Yaitu, bukankah mereka pergi ke
luar negeri di masa reses? Bukankah seharusnya mereka mengunjungi daerah tempat
pemilihan masing-masing untuk menyerap aspirasi konstituen? Dan, bukankah
setiap anggota dewan menerima dana penyerapan aspirasi sebesar Rp43,2 juta
tanpa perlu pertanggungjawaban yang jelas?
Demikianlah, anggota DPR yang terhormat itu untuk kesekian kalinya menjadi
contoh terburuk dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Wakil rakyat itu
justru menjadi sumber sejumlah penyimpangan terjelek. Bukan saja tidak memenuhi
janji-janji kampanye, melainkan juga melakukan manipulasi.
Padahal, sekurang-kurangnya, ada tiga fungsi pokok anggota DPR, yaitu mewakili
rakyat, membuat undang-undang, serta mengontrol pemerintah. Yang terjadi
sekarang, anggota DPR tidak mewakili siapa pun, kecuali mewakili kepentingan
dirinya sendiri. Mereka mewakili kerakusan, ketamakan diri sendiri, serta
hipokrisi yang dibalut dengan kehormatan sebagai wakil rakyat.
Mereka juga sejatinya bukan pembuat undang-undang karena undang-undang juga
dibikin dengan menerima uang amplop. Bahkan, ada undang-undang disahkan dalam
ruang sidang pleno yang nyaris kosong melompong.
Yang tampak gagah adalah pengawasan terhadap eksekutif. Ini zaman badan
legislatif sangat superior. Jangan ada pimpinan badan pemerintahan yang
mencoba-coba tidak datang memenuhi rapat kerja dengan DPR dan menganggap cukup
mengirim wakil. Pejabat pemerintah itu akan habis dihajar anggota DPR!
Sungguh hebat fungsi pengawasan yang dilakukan anggota DPR terhadap eksekutif.
Namun, yang terjadi adalah kutu di seberang lautan kelihatan, tetapi gajah di
depan mata tak tampak. Suara keras anggota DPR terhadap pemerintah lebih
merupakan suara keras untuk menutupi keburukan diri sendiri.
Pemilu 2004 telah menghasilkan anggota DPR yang patut dicatat dalam sejarah
sebagai paling buruk kualitasnya. Yaitu, buruk kualitas budi pekertinya, buruk
integritasnya. Karena itu, penting bagi rakyat untuk benar-benar memantau
kelakuan mereka agar tidak memilihnya kembali pada pemilu mendatang.
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral
scholarship, kunjungi
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
Other related posts:
- » [nasional_list] [ppiindia] Anggota DPR 'Kepergok' Pelesiran ke Luar Negeri