[nasional_list] [ppiindia] Aceh dan Papua, Apa Bedanya?
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Fri, 28 Apr 2006 00:40:46 +0200
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral
scholarship, kunjungi
http://informasi-beasiswa.blogspot.com
**http://indopos.co.id/index.php?act=detail_c&id=223189
Jumat, 28 Apr 2006,
Aceh dan Papua, Apa Bedanya?
Oleh Kacung Marijan
Etnisitas dan religiusitas antara Aceh dan Papua memang berbeda. Sebagian besar
masyarakat Papua berkulit hitam dan memeluk Kristen sebagai agamanya. Sementara
itu, masyarakat Aceh tergolong berkulit cokelat dan beragama Islam.
Tetapi, keduanya memiliki persamaan sejarah ketika berhadapan dengan Jakarta
(pemerintah pusat). Di dua daerah itu sama-sama terdapat pergerakan melawan
pemerintah pusat untuk mencapai impian menjadikan daerah masing-masing sebagai
negara merdeka. Di Aceh, gerakan itu disebut Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan di
Papua disebut Organisasi Papua Merdeka (OPM).
Dalam menyikapi gerakan tersebut, langkah pemerintah juga tidak berbeda. Pada
masa Orde Baru, pemerintah melancarkan operasi militer, sehingga kedua daerah
itu disebut DOM (daerah operasi militer). Pada masa pemerintahan
pasca-Soeharto, kedua daerah itu diberi solusi yang serupa. Keduanya sama-sama
dijadikan sebagai daerah yang memiliki otonomi khusus sebagaimana yang tertuang
dalam UU No 18 dan 21/2001.
Hanya, solusi itu sama-sama masih belum mampu memupus keinginan untuk merdeka.
GAM terus melancarkan serangan. Gerakan-gerakan sporadis untuk menggalang
kemerdekaan juga terjadi di Papua, meski tidak sebesar yang dilakukan GAM.
Menghadapi realitas seperti itu, pemerintahan pasca-Soeharto tidak bisa serta
merta menggunakan kekuatan militer. Sorotan bahwa penggunaan kekuatan seperti
itu berarti merupakan pelanggaran berat HAM semakin kuat. Bahkan, pemerintah AS
pernah melakukan embargo penjualan suku cadang persenjataan serta pesawat
tempur.
Ada ketakutan senjata-senjata dan pesawat-pesawat itu digunakan untuk menumpas
gerakan separatis. Konsekuensinya, pemerintah berusaha menggunakan jalan
perundingan.
Dalam konteks yang terakhir itulah penyelesaian Aceh dan Papua mengalami
perbedaan. Seperti yang telah kita lihat, pemerintah Indonesia menggalang
perdamaian dengan para pengikut GAM. Hasilnya, sebuah MoU telah disepakati.
Inti MoU itu adalah eksplorasi lebih jauh tentang konsep otonomi khusus di
dalam negara Indonesia.
Hasil konkret kesepakatan-kesepakatan tersebut memang masih perlu dibuktikan
pada masa-masa mendatang. Tetapi, setidaknya, jalan damai di Aceh telah
terpampang. GAM secara formal telah menyerahkan persenjataan yang dimiliki.
Pemerintah Indonesia juga tidak lagi melakukan gempuran-gempuran.
Selain itu, pemerintah telah menyiapkan seperangkat kelembagaan tentang Aceh
yang memiliki otonomi khusus tersebut. Di antaranya, disusunnya UU tentang
Pemerintahan Aceh.
Di pihak lain, Papua masih bermasalah. Implementasi status berotonomi khusus
sampai sekarang belum tuntas. Bahkan, permasalahan baru bermunculan. Pemerintah
pusat, misalnya, justru membagi Papua menjadi tiga provinsi, Irian Jaya Barat,
Irian Jaya Tengah, dan Papua.
Memang, baru Provinsi Irian Jaya Barat yang terbentuk karena pembentukan Irian
Jaya Tengah memperoleh resistansi yang sangat kuat. Tetapi, adanya provinsi
baru tersebut telah membuat para tokoh Papua yang menginginkan otonomi khusus
itu kecewa dan tidak habis pikir terhadap apa yang dilakukan oleh pemerintah
pusat. Realitas itu dianggap sebagai upaya untuk mengoyak "kesatuan khusus"
Papua.
***
Kekecewaan seperti itulah yang juga menyulut serangkaian kekerasan di Papua
belakangan. Kekecewaan tersebut menjadi bertambah karena pemerintah pusat
menolak tuntutan sebagian masyarakat Papua untuk menutup Freeport Indonesia
yang dianggap telah menyedot habis-habisan kekayaan di Papua.
Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah pusat memang telah berupaya
memberikan "carrot" kepada Papua dengan memberikan dana yang sangat besar
dibandingkan provinsi lain. Tetapi, skema pemberian "carrot" tersebut,
tampaknya, tidak dirancang secara baik. Konsekuensinya, yang lebih banyak
menikmati "carrot" itu adalah sekelompok kecil elite saja. Seorang kawan asli
Papua bercerita, sekarang ini korupsi besar-besaran telah terjadi di daerah
tersebut.
Jika tidak terpecahkan, permasalahan seperti itu akan berfungsi sebagai minyak
bagi berlanjutnya gerakan OPM. Gerakan tersebut tidak selalu berwujud
perlawanan bersenjata, memang. Gerakan itu bisa berwujud pendiskusian gagasan
bahwa masuknya Papua ke dalam wilayah Indonesia tersebut tidak sah, baik di
dalam negeri maupun di luar. Kasus larinya puluhan orang ke Australia merupakan
bagian dari gerakan itu.
***
Secara substansial, keseriusan pemerintah Indonesia dalam menyelesaikan masalah
Papua, contohnya, bisa dilakukan melalui pemberian kesempatan yang lebih besar
kepada masyarakat Papua untuk lebih sejahtera. Adanya kesejahteraan di suatu
daerah, sebagaimana terjadi di banyak negara, akan meminimalkan keinginan
melakukan gerakan separatis.
Secara kelembagaan, penyelesaian Papua bisa mengikuti jalan Aceh. Tidak harus
melalui perundingan di luar negeri, memang. Proses perundingannya bisa saja
dilakukan di dalam negeri, tetapi tetap melibatkan sejumlah tokoh separatis di
luar. Dengan demikian, kalau di Aceh terdapat UU Pemerintahan Aceh, mengapa di
Papua tidak ada UU Pemerintahan Papua?
Dengan demikian, esensi dalam penyelesaian masalah di kedua daerah itu tetap
berangkat dari cara pandang serupa: antara Aceh dan Papua memang terdapat
perbedaan, tetapi keduanya sama-sama berpengalaman sebagai korban relasi yang
tidak adil antara pemerintah pusat dan daerah. Penyelesaiannya, dengan
demikian, tidak harus dibedakan.
Kacung Marijan PhD, staf pengajar FISIP Unair Surabaya
[Non-text portions of this message have been removed]
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral
scholarship, kunjungi
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
Other related posts:
- » [nasional_list] [ppiindia] Aceh dan Papua, Apa Bedanya?