[nasional_list] [ppiindia] 11 Kelompok Mafia Ingin Habisi Yudhoyono
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Sat, 31 Dec 2005 01:06:21 +0100
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral
scholarship, kunjungi
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **SIB, 30 DESEMBER 2005
11 Kelompok Mafia Ingin Habisi Yudhoyono
Jakarta (SIB) m'at, 30 Desember 2005m'at, 30 Desember 2005
Ini pernyataan mengejutkan menyusul informasi yang dilansir Kepala Badan
Intelijen Negara (BIN) Syamsir Siregar tentang ancaman terhadap keselamatan
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Menurut pengamat intelijen Juanda,
saat ini ada 11 kelompok mafia yang siap menghabisi presiden.
"Sekarang peta politik sudah berubah. Kelompok mafia kelihatannya serius ingin
menciptakan instabiltias di Indonesia. Menurut saya semua ini gara-gara
presiden sudah terlalu banyak membuka front dan menciptakan musuh-musuh baru,"
tegas Juanda Kamis (29/12).
Menurut Juanda, 11 kelompok mafia yang siap menghabisi Presiden RI itu antara
lain, adalah mafia judi, mafia narkoba, mafia minuman keras, mafia illegal
logging, illegal fishing, mafia kepolisian, mafia kelompok politik oportunis,
kelompok administrasi negara yang merasa dikecewakan dan lain-lain.
Juanda sendiri memandang ancaman 11 kelompok mafia terhadap keselamatan
Presiden SBY itu sangat serius.
Dan celakanya, menurut hitung-hitungan pengamat intelijen ini kemampuan
presiden mengatasi ancaman tersebut masih dibawah kemampuan kelompok mafia yang
mengancamnya.
"Saya melihat, BIN sengaja mempublikasikan temuannya agar presiden dan
kelompok-kelompok yang menjadi target ancaman lebih waspada. Dalam dunia
intelijen, apa yang disampaikan Kepala BIN Syamsir Siregar itu sudah merupakan
produk intelijen yang sengaja dipublikasikan untuk menggalang opini. Tujuannya
jelas agar presiden tak lagi terlalu accessible (terlalu membuka peluang).
Juanda mengingatkan, SBY sebaiknya memperhatikan apa yang disampaikan BIN.
Sebagai lembaga negara, BIN pasti tak gegabah menyampaikan adanya ancaman itu.
Selain itu, presiden hendaknya dapat mengerem diri dalam menciptakan
musuh-musuh baru, Presiden juga harus berhitung tentang kemampuan yang
dimiliki.
"Hitung-hitungan saya, kemampuan yang dimiliki presiden dalam mengantisipasi
ancaman ini relatif lebih lemah, hingga sangat mungkin presiden dijatuhkan,"
tegas Juanda.
Pada kesempatan terpisah, Kapolri Jenderal Polisi Sutanto mengaku telah
mendapat laporan adanya ancaman pembunuhan terhadap Presiden SBY dan Wapres
Jusuf Kalla. "Kami sudah siapkan pengamanan supaya hal itu tak terjadi," kata
Sutanto, di kantor Presiden, Jakarta, Rabu (28/12).
Polisi, kata Sutanto juga sudah menerima daftar nama pejabat lainnya yang akan
menjadi sasaran penculikan kelompok terorisme. Namun ia tak bersedia
mengungkapkan nama-nama itu. Guna menghindari terjadinya pembunuhan Kepala
Negara dan penculikan pejabat, polisi jelas, Sutanto telah mengerahkan kekuatan
khusus.
Pernyataan BIN bahwa para teroris kini berupaya menculik para pejabat sangat
meresahkan masyarakat dan membuat rakyat makin mengkhawatirkan kondisi
keamanan saat ini.
"Seharusnya informasi itu tidak diungkapkan dan dirahasiakan saja. Aparat
keamanan tinggal mengantisipasinya saja," kata pengamat LIPI, ALfitra Salam dan
Direktur Resources of Indonesia Foundation, Azrul Tanjung, di Jakarta, Rabu.
Informasi itu, katanya, justru membuat resah masyarakat sehingga suasana
menjadi tidak kondusif. "Ini (pernyataan BIN) salah besar,' katanya.
Keduanya mengatakan, akibat pernyataan itu, ruang gerak Presiden menjadi
terbatas karena penjagaan menjadi ketat.
Padahal, kata Azrul, saat ini Presiden perlu memberikan berbagai informasi
seperti BBM, penyakit, bencana dan sebagainya kepada masyarakat. "Akibatnya,
citra Presiden bisa menjadi buruk," tambah Alfitra di sela Dialog Kebangsaan
"Strategi Menyelamatkan Indonesia" yang digelar Humanika.
Untuk itu, katanya, DPR perlu memanggil Kepala BIN untuk meminta klarifikasi
mengenai apa yang terjadi sebenarnya serta apa motivasi pernyataan itu. "Apa
wajar membuat pernyataan seperti itu," katanya.
Azrul mengatakan bahwa informasi seperti itu sebaiknya hanya diinformasikan
kepada aparat keamanan atau internal pemerintah saja. "Tidak boleh
diinformasikan secara vulgar," katanya.
Alfitra menambahkan, dengan cara penanganan keamanan seperti ini, masyarakat
nantinya akan menilai bahwa kinerja TNI dan Polri terkesan kembali ke masa
lalu. "Hal seperti itu tak boleh terjadi. TNI dengan paradigma terbarunya
seharusnya membuang jauh-jauh cara-cara seperti ini," tandasnya.
"Dengan pengawalan yang ekstra ketat, menyebabkan keduanya dijauhi rakyat.
Seharusnya, meski ada ancaman penculikan oleh para teroris, SBY-Kalla tetap mau
berinteraksi dengan rakyat. Kalau tidak, Istana Negara yang saat ini dinilai
bersahabat dengan rakyat akan kembali menjadi angker seperti zaman Orde Baru.
Jangan sampai, katanya, informasi dari Presiden nanti juga menjadi tertutup.
Juga jangan sampai SBY tak bisa lagi menyalami rakyatnya. Ini masalah
psikologi. Masa karena masalah keamanan lalu mengurangi salaman.
ADA TARGET SAAT PUBLIKASIKAN ANCAMAN BAGI PRESIDEN
Juru bicara kepresidenan Andi Malarangeng mengungkapkan ada dua target yang
ingin dicapai dengan adanya publikasi informasi intelijen seputar ancaman
terhadap Presiden Yudhoyono.
Kepada pers seusai menjadi pembicara dalam diskusi tentang hasil survei
kepuasan publik terhadap kebijakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di
Jakarta, Kamis, ia menjelaskan dua target itu adalah memberikan pencegahan
kepada siapapun yang mencoba mengganggu keamanan presiden.
"Jadi mereka harus pikir-pikir seribu kali sebelum mencoba mengganggu keamanan
presiden karena aparat negara dan Paspamres siap mengamankan presiden,"
katanya.
Selain itu, masih menurut Andi, dibukanya informasi intelijen itu agar
masyarakat maklum bahwa dengan kondisi sekarang ini beberapa kebiasaan presiden
untuk sementara dikurangi.
Sebelumnya Andi pernah menyatakan bahwa ada ancaman terhadap diri presiden
sehingga pengamanan presiden dan keluarganya diperketat.
Ia kemudian menyatakan bahwa informasi itu kemudian disampaikan kepada
Paspamres sebagai unit profesional pengamanan presiden untuk diambil
langkah-langkah sesuai prosedur tetap (protap) yang ada.
Namun demikian presiden telah mengarahkan agar pengetatan keamanan tersebut
tidak sampai mengganggu tugas-tugas kepresidenan.
Lebih lanjut Andi mengatakan bahwa salah satu bentuk pengamanan presiden itu
adalah misalnya jika presiden berkunjung ke suatu tempat yang biasanya
dikerumuni masyarakat atau bersalam-salaman dengan mereka, namun hal itu untuk
saat ini dikurangi sampai situasinya dinilai normal kembali.
"Jadi pengetatan itu sifatnya hanya sementara saja," katanya.
Ketika ditanya apakah pengetatan pengamanan akibat adanya ancaman tersebut
berarti presiden takut, dengan tegas Andi mengatakan, bahwa presiden tidak
pernah takut dengan acaman apapun.
Ketika disinggung apakah ancaman tersebut juga akan berlaku bagi pejabat tinggi
negara lainnya, ia menyatakan bahwa sejauh ini masih sebatas itu informasi yang
diterimanya dan untuk keterangan lebih lanjut ia mengimbau wartawan menanyakan
langsung pada Badan Intelijen Nasional (BIN).
Sementara mengenai kelompok-kelompok yang berpotensi mengganggu keamanan
presiden, Andi enggan menjelaskan namun secara umum ia menyatakan bahwa pada
saat ini Presiden Yudhoyono menyatakan perang terhadap terorisme, korupsi dan
narkoba. (Tbt/Ant/d)
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
For $25, 15 Afghan women can learn to read. Your gift can make a difference.
http://us.click.yahoo.com/_smZ4B/SdGMAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny.
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Reading only, http://dear.to/ppi
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
** Forum Nasional Indonesia PPI India Mailing List **
** Untuk bergabung dg Milis Nasional kunjungi:
** Situs Milis: http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/ **
** Beasiswa dalam negeri dan luar negeri S1 S2 S3 dan post-doctoral
scholarship, kunjungi
http://informasi-beasiswa.blogspot.com **
Other related posts:
- » [nasional_list] [ppiindia] 11 Kelompok Mafia Ingin Habisi Yudhoyono