[nasional_list] Re: Bls: [ppiindia] Perbedaan agama dan istri tetangga
- From: "RM Danardono HADINOTO" <rm_danardono@xxxxxxxx>
- To: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
- Date: Fri, 25 Jul 2008 03:31:17 -0000
Pitung: Ibrahim bukan
seorang Yahudi dan bukan seorang
Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi berserah diri
dan
sekali-kali bukanlah dia termasuk
golongan orang-orang musyrik. QS3:67
****** lalu kewarganegaraan Ibrahim apa Tung? KTPnya tertulis agama
apa? Islam udah ada Tung? ato Buddha duluan?
Kasih lilin dong (takut PLN dirumahmu mati)
--- In ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx, si pitung <sipitung68@...> wrote:
>
> assalamu 'ala
> manittaba al huda'
>
> seorang muslim yg
> baik, seharusnya menjadikan AlQuran & Assunnah sbg acuan dlm
berpikir,
> berkata & bertindak. Segala ucapan ataupun wacana yg kita lontaran
harus
> bermuara & sesuai dg nafas-nafas Alquran & AsSunnah. Siapapun boleh
> melontarkan pendapatnya tetapi harus menyadari apakah pendapatnya
tsb sesuai dg
> Alquran atau menyelisihi AlQuran. Ali bin Abi Thalib ra
berkata : "AlQuran
> tdk pernah lapuk krn sering diulang-ulang, keajaiban2nya tdk akan
pernah habis,
> siapa saja yg berbicara berdasarkan Alquran maka ia benar, yang
mengamalkannya
> maka ia memperoleh pahala, siapa saja yg mengajak manusia kpd
Alquran maka ia
> diberi petunjuk menuju jalan yg lurus".
> Saya memfokuskan
> kpd kalimat " Siapa saja yg berbicara berdasarkan Alquran maka ia
> benar". Jd siapapun (terutama muslim) yg berkata, melontarkan
wacana yg
> tdk sesuai dg Alquran maka pendapatnya, pemikirannya tsb adalah
batil. Tidak
> peduli apakah seorang ulama, cendekiawan dg gelar Prof, anak
pesantren dll.
> Standardnya adalah apa yg dikatakan, bukan siapa yg mengatakan.
> Nah, sekarang kita
> kecilkan ruang lingkup pembahasan ini, agar tdk melebar kmana-mana.
Apakah
> perkataan ke-3 orang (Alm Cak Nur, Alwi Shihab, dan Ulil) adalah
benar?
> tentunya pembahasan
> ini (perkataan ke-3 orang yg mengaku muslim) dlm kacamata & kerangka
> berpikir seorang muslim yaitu bermuara kpd ALquran & AsSunnah.
> Ulil berkata,
> "Semua agama sama. Semuanya menuju jalan kebenaran. Jadi, Islam
bukan yang paling benar".
> Walaupun ulil
> jebolan pesantren, atau sedang skolah di hardvard sekalipun tdk
serta merta
> membuat perkataannya otomatis benar. Apakah ada ayat Alquran
ataupun AsSunnah
> yg menjadi pijakan perkataan tsb?
> Tidak ada 1 pun
> ayat dlm Alquran yg mengatakan semua agama (semua?) adalah sama
benarnya. Bagi muslim
> yg menggunakan Alquran sbg standard ucapan & pemikirannya, tentu
pernyataan
> tsb menjadi aneh & konyol, terkesan ingin membodohi muslim yg awam.
> Sehingga kalimat tsb butuh disulap menjadi "agama itu benar menurut
> pemeluknya" agar lebih masuk akal. Dalam konteks Alquran, Allah SWT
hanya
> mengakui 1 agama yg benar (bukan yg paling benar!) yaitu islam,
agama yg dibawa oleh nabi &
> Rasul2 Allah semenjak Nabi Adam as s/d Muhammad saw. Jika ada agama
lain
> mengklaim agamanya adalah benar, itu urusan & hak mereka, dan
pemikiran tsb
> wajar-wajar saja. Sekali lg, fokus pembahasan ini adalah ucapan
seorang muslim
> yg tentunya dinilai dg standard islam yaitu Alquran & AsSunnah.
> Mungkin Ulil lupa
> bahwa tatkala Ibrahim as berdoa kpd Allah, "Sesungguhnya aku
menghadapkan
> diriku kepada Rabb yang menciptakan langit dan bumi, dengan
cenderung kepada
> agama yang benar, dan aku bukanlah termasuk orang-orang yang
mempersekutukan
> Tuhan". QS6:79
> Muslim siapapun dia
> (termasuk ulil) diperintah oleh Allah utk
berkata, "Katakanlah: "Sesungguhnya
> aku telah ditunjuki oleh Tuhanku kepada jalan yang lurus, agama
yang benar, agama Ibrahim yang lurus,
> dan Ibrahim itu bukanlah termasuk orang-orang musyrik". QS6:161
> "Dan Ibrahim
> telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula
Ya'qub. :
> "Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini
bagimu, maka
> janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam". QS2:132
> Tidak ada hujjah yg
> mendukung pernyataan Ulil, islam memang bukan agama yg paling benar
tp islam
> adalah agama yg benar.
>
> Ulil berkata, semua
> agam benar, sayangnya itu perkataan ulil, bukan perkataan Allah,
>
> Katakanlah:
> "Hai Ahli Kitab, kamu tidak dipandang beragama sedikitpun hingga
kamu
> menegakkan ajaran-ajaran Taurat, Injil, dan Al Qur'an yang
diturunkan kepadamu
> dari Tuhanmu". Sesungguhnya apa yang diturunkan kepadamu dari
Tuhanmu akan menambah kedurhakaan dan
> kekafiran kepada kebanyakan dari mereka; maka janganlah kamu
bersedih hati
> terhadap orang-orang yang kafir itu.
>
> Ulil rupanya ingin
> merevisi ayat-ayat Alquran yg menyelisihi ucapannya, luar biasa
dusta &
> kebohongannya.
>
>
> Prof. Dr.
> Nurcholish Madjid:
> Umat Islam pun
> diperintahkan untuk senantiasa menegaskan bahwa kita semua, para
penganut kitab
> suci yang berbeda-beda itu, sama-sama
> menyembah Tuhan Yang Maha Esa, dan sama-sama pasrah (muslimun)
kepada-Nya.
>
> entah ayat Alquran
> & asSunnah mana yg dijadikan dalil pernyataan ini, sungguh saya
tidak
> menemukannya, atau hanya seorang prof yg cerdik pandai saja yg
menemukan ayat
> Alquran atau AsSunnah yg bisa dijadikan dalil dari ucapan ini.
> entah siapakah yg
> dimaksud dg 'penganut kitab suci yg berbeda-beda itu..'? islam,
nasrani &
> yahudi kah? lalu apakah mereka sama-sama menyembah kpd Tuhan yg
sama, Tuhan yg
> Maha Esa yaitu Allah Azza wa jalla? apakah mereka (nasrani &
yahudi) layak
> disebut muslim yaitu orang-orang yg berserah diri? (kata yg jauh
lebih tepat
> drpd 'pasrah')
> Siapapun yg bicara
> berdasarkan Alquran, maka ia benar!
> apakah prof nan
> cerdik pandai ini perkataannya sesuai Alquran???
>
> Apakah Nasrani
> & Yahudi menyembah Tuhan yg sama (dg islam) yaitu Allah SWT?
>
> Sesungguhnya telah
> kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah ialah Al
Masih
> putera Maryam", padahal Al Masih berkata: "Hai Bani Israil,
sembahlah Allah Tuhanku dan
> Tuhanmu". Sesungguhnya orang yang mempersekutukan Allah, maka
pasti Allah mengharamkan
> kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi
orang-orang
> zalim itu seorang penolongpun. QS5:72
>
> Orang-orang Yahudi
> berkata: "Uzair itu putera Allah" dan orang-orang Nasrani berkata:
> "Al Masih itu putera Allah". Demikianlah itu ucapan mereka dengan
> mulut mereka, mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang
terdahulu.
> Dilaknati Allah mereka , bagaimana mereka sampai berpaling? QS9:30
>
> Tidak ada
> sedikitpun hujjah bagi ucapan yg batil, ucapan yg menyelisihi
Alquran, tdk
> layak seorang muslim berdakwah spt ini, mengada-adakan kebohongan.
>
> Ibrahim bukan
> seorang Yahudi dan bukan seorang
> Nasrani, akan tetapi dia adalah seorang yang lurus lagi berserah
diri dan sekali-kali bukanlah dia termasuk
> golongan orang-orang musyrik. QS3:67
>
> Dan mereka berkata:
> "Hendaklah kamu menjadi penganut agama Yahudi atau Nasrani, niscaya
kamu
> mendapat petunjuk". Katakanlah :
> "Tidak, melainkan agama Ibrahim yang
> lurus. Dan bukanlah dia dari golongan
> orang musyrik". QS2:135
>
> Lalu Allah
> memerintahkan kpd orang-orang yg beriman utk menyampaikan hujjah yg
benar, "Katakanlah
> : "Kami beriman kepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami,
dan apa
> yang diturunkan kepada Ibrahim, Isma'il, Ishaq, Ya'qub dan anak
cucunya, dan
> apa yang diberikan kepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan
kepada
> nabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakan seorangpun
diantara mereka
> dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya". QS3:84
>
> Katakan pula bahwa,
> "Katakanlah: "Apakah kamu memperdebatkan dengan kami tentang Allah,
> padahal Dia adalah Tuhan kami dan Tuhan kamu; bagi kami amalan
kami, dan bagi
> kamu amalan kamu dan hanya kepada-Nya kami mengikhlaskan hati,
ataukah
> kamu mengatakan bahwa Ibrahim, Isma'il,
> Ishaq, Ya'qub dan anak cucunya, adalah penganut agama Yahudi atau
> Nasrani?" Katakanlah: "Apakah kamu lebih mengetahui ataukah Allah,
> dan siapakah yang lebih zalim dari pada orang yang menyembunyikan
syahadah dari
> Allah yang ada padanya?" Dan Allah
> sekali-kali tiada lengah dari apa yang kamu kerjakan." QS2:139-140
>
> Sungguh tdk ada
> sedikitpun hujjah yg bisa disampaikan utk menguraikan perkataan yg
batil.
>
>
> Dr. Alwi Shihab :
> Prinsip lain yang
> digariskan oleh Al Quran, adalah pengakuan eksistensi orang-orang
yang
> berbuat baik dalam
> setiap komunitas beragama dan, dengan begitu, layak memperoleh
pahala dari
> Tuhan.
>
> Entah Tuhan manakah
> dimaksud oleh Doktor yg satu ini, tp ketika disebut Alquran
tentunya mengarah
> kpd Allah SWT. Apakah benar Allah SWT akan mengganjar pahala bagi
orang yg
> berbuat baik terlepas apapun agamanya?
> Bagi seorang muslim
> perkataan ini jelas batil, amal yg diterima oleh Allah SWT adalah
amal yg
> ikhlas sbg bentuk bukti penghambaan diri kpd Sang Pencipta Alam
Semesta, tidak
> ada niat lain selain hanya utk beribadah kpd Allah SWT, spt yg
telah ditegaskan
> bahwa diciptakannya manusia & jin, hanyalah semata-mata utk
beribadah
> kpdNya (QS51:56). Selain itu syarat lain diterimanya suatu amal
perbuatan
> adalah sesuai dg contoh yg telah diberikan oleh Muhammad Saw, tdk
ada sedikitpun
> hak manusia utk improvisasi dlm ibadah apalagi membuat-buat ibadah
spt waktunya,
> tata caranya dll, krn dalil umum ibadah
> adalah terlarang jika tdk ada perintah dari Allah SWT & Muhammad saw
> (AlQuran & AsSunnah).
>
> Sayangnya, pahala
> bukanlah angan-angannya Doktor alwi, bukan pula angan-angannya
syetan, sehingga
> bs menentukan layak atau tidaknya manusia memperoleh pahala/dosa.
Hak tsb
> sepenuhnya milik Allah.
>
> Syaitan itu
> memberikan janji-janji kepada mereka dan membangkitkan angan-angan
kosong pada
> mereka, padahal syaitan itu tidak menjanjikan kepada mereka selain
dari tipuan
> belaka. QS4:120
>
> Dan mereka berkata: "Sekali-kali tidak akan masuk
> surga kecuali orang-orang Yahudi atau
> Nasrani". Demikian itu angan-angan
> mereka yang kosong belaka. Katakanlah: "Tunjukkanlah bukti
kebenaranmu
> jika kamu adalah orang yang benar". QS2:111
>
> Bukan siapa
> (merujuk kpd orang per orang berdasarkan keturunan, bangsa atau ras
dll) tp apa
> yg dilakukan orang tsb, itulah yg menyebabkan manusia msk syurga
atau neraka.
>
> Jadi manusia yg
> beriman & beramal soleh (iman selalu dilekatkan dg amal soleh, krn
tdk
> berguna iman seseorang tanpa amal, tdk ada artinya amal yg tdk
disertai iman yg
> benar) yg layak memperoleh syurga Allah SWT,
>
> Orang-orang yang
> beriman dan mengerjakan amalan saleh, kelak akan Kami masukkan ke
dalam surga
> yang mengalir sungai-sungai di dalamnya, mereka kekal di dalamnya
> selama-lamanya. Allah telah membuat suatu janji yang benar. Dan
siapakah yang
> lebih benar perkataannya dari pada Allah ? QS4:123
>
> Siapakah yg layak
> disebut manusia beriman? Kpd siapa & apa, seharusnya manusia
beriman?
>
> Manusia yg beriman
> kpd Allah SWT -tiada Tuhan selain Allah- QS2:3, manusia yg beriman
kpd
> kitab-kitab Allah ?Zabur, Taurat, Injil, dan AlQuran- QS2:4,
manusia yg beriman
> kpd Rasul-Rasul Allah termasuk Muhammad saw QS. Iman yg termaktub
dlm Rukun
> Iman, yg dijelaskan oleh Muhammad saw QS3:84, ketika malaikat
Jibril menyamar
> menjadi seorang manusia dan menampakkan diri di tengah sahabat,
Kemudian dia
> (jibril) bertanya lagi: " Beritahukan aku tentang Iman ". Lalu
beliau bersabda:
> " Engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-
Nya,
> rasul-rasul-Nya dan hari akhir dan engkau beriman kepada takdir
yang baik
> maupun yang buruk ", kemudian dia berkata: " anda benar". (HR
Muslim).
>
> Jelas sekali
> kebatilan perkataan Doktor Alwi, menyelisihi Allah dan RasulNya.
Begitu besar
> kebohongan dari ucapan tsb, bahwa orang yg berbuat baik (amal
soleh?) terlepas
> dari apapun agamanya, layak mendapat pahala Tuhan (Allah?).
>
> Seandainya ucapan
> tsb dilontarkan oleh orang nasrani atau Yahudi, dan yg lainnya,
saya tdk akan
> peduli, itu urusan mereka. Tp jika perkataan tsb dilontarkan oleh
orang yg
> mengaku muslim, mengatasnamakan Alquran, maka itu menjadi urusan
setiap muslim
> utk meluruskan orang tsb.
>
> Dan orang-orang
> kafir amal-amal mereka adalah laksana fatamorgana di tanah yang
datar, yang
> disangka air oleh orang-orang yang dahaga, tetapi bila didatanginya
air itu dia
> tidak mendapatinya sesuatu apapun. Dan didapatinya Allah
disisinya, lalu Allah memberikan
> kepadanya perhitungan amal-amal dengan cukup dan Allah adalah
sangat cepat
> perhitungan-Nya . Qs24:39
>
> Seharusnya, orang
> yg mengaku muslim berdakwah dg benar, tdk mengada-adakan dusta atas
nama
> Alquran, Allah & Islam.
>
> Perhatikanlah,
> betapakah mereka mengada-adakan dusta terhadap Allah ? Dan cukuplah
perbuatan
> itu menjadi dosa yang nyata QS4:50
>
> Wa llahu 'alam bish
> shawab.
>
>
>
>
>
>
>
>
> ----- Original Message ----
> From: Hary Priyanto <mr.day_son@...>
> To: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
> Sent: Thursday, July 24, 2008 12:43:19 PM
> Subject: Bls: [ppiindia] Perbedaan agama dan istri tetangga
>
>
> Assalamualaikum Wr Wb
> Bang Pitung, saya sependapat dengan abang bahwa berusaha
menghindari dari
> pembahasan-pembahas an teologi agama lain khususnya Nasara dan
Yahudi atau
> ahli kitab lainnya. Ada ayat yang melarang kita berdebat dengan
Ahli Kitab,
> kecuali mereka yang zalim (Surat Al An'aam(6) ayat 108)..
> Dan tidak boleh mengolok atau memaki-maki sesembahan orang lain
dalam berdakwah.
> Mereka akan juga mengolok-olok atau memaki Allah tanpa pengetahuan
sedikitpun.
> (Surat Al An'aam (6) ayat 108). Nah, kalau masih berselisih faham,
maka serahkanlah
> kepada Tuhan (Surat Asy Syuura (42) ayat 10).
> Jangan bersikeras lagi kasar mempertahankan pendapatnya sendiri
yang benar,
> mereka akan menjahui kita. Oleh karena itu ma'afkanlah mereka,
mohonkanlah ampun bagi mereka,
> dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu (Surat
Ali `Imran (3) ayat 159).
> Dari ayat-ayat tadi dapat ditarik benang merahnya bahwa agama itu
benar menurut pemeluknya.
> (mungkin kata Ulill Absar Abdala).
> Dan kalau ditinjau dari segi amal makruf-nya (menurut Prof. M
Quraish Shihab) ya sama semua
> kitab suci menganjurkan untuk berbuat baik.Dan bahwasanya seorang
manusia (bisa muslim, kristen
> ,yahudi dan lain-lain: namanya manusia) tiada memperoleh selain apa
yang diusahakannya (An Najm[53]
> ayat 39. Walaupun kemungkinan ada yang salah (wa llahu 'alam bish
shawab) tapi semuanya menuju
> kepada Tuhan yang Tunggal ( apapun namanya mis. Tuhan Bapak,
Elohim, Sang Hyang Widhi dll )
> mungkin ini yang dimaksud Nurkholis Majid.
> Mohon maaf, kalau saya salah meng-intepratasi. Pada dasarnya kita
ini siapa didepan Tuhan.
> Wa llahu 'alam bish shawab. Wassalam
>
> ----- Pesan Asli ----
> Dari: si pitung <sipitung68@yahoo. com>
> Kepada: ppiindia@yahoogroup s.com
> Terkirim: Selasa, 22 Juli, 2008 21:10:47
> Topik: Re: [ppiindia] Perbedaan agama dan istri tetangga
>
> itulah mengapa saya berusaha menghindarkan diri dari pembahasan2
mengenai teologi atau kitab suci agama lain.
> Tp terkadang ada saja orang yg 'memaksa' & keukeuh mengajak diskusi
dg embel-embel mencari kebenaran sejatilah apalah itulah. Pdhl saya
sama sekali tdk melihat niat baik dibalik ajakan diskusi mengenai
teks kitab suci agama orang lain.
>
> ah saya lebih fokus dg penjelasan kyai mbelink ini, coba simak:
> "Bagi orang non-Islam, agama Islam itu salah. Dan itulah sebabnya ia
> menjadi orang non-Islam. Kalau dia beranggapan atau meyakini bahwa
> Islam itu benar ngapain dia jadi non-Islam? Demikian juga, bagi
orang
> Islam, agama lain itu salah, justru berdasar itulah maka ia menjadi
> orang Islam. Tapi, sebagaimana istri tetangga, itu disimpan saja
> didalam hati, jangan diungkapkan, diperbandingkan, atau dijadikan
bahan
> seminar atau pertengkaran"
>
> hehe..lucunya orang liberal malah mengatakan semua agama adalah
benar, menuju Tuhan yg sama.
> contoh:
>
> Prof. Dr. Nurcholish Madjid:
> Umat Islam pun diperintahkan untuk
> senantiasa menegaskan bahwa kita semua, para penganut kitab suci
yang
> berbeda-beda itu, sama-sama menyembah Tuhan Yang Maha Esa, dan sama-
sama pasrah
> (muslimun) kepada-Nya.
>
> Dr. Alwi Shihab :
> Prinsip lain
> yang digariskan oleh Al Quran, adalah pengakuan eksistensi orang-
orang yang
> berbuat baik dalam setiap komunitas beragama dan, dengan begitu,
layak
> memperoleh pahala dari Tuhan.
>
> Ulil Abshar Abdalla, Kordinator JIL (Jaringan Islam Liberal):
> Semua
> agama sama.
> Semuanya menuju jalan kebenaran.
> Jadi, Islam bukan yang
> paling benar.
>
> (sumber : Menangkal BahayaJIL
> dan FLAPenulis:Hartono Ahmad Jaiz Agus Hasan
> Bashori)
>
> Bagaimana menjelaskan komentar orang-orang ini???
>
> ----- Original Message ----
> From: Satrio Arismunandar <satrioarismunandar @ yahoo.com>
> To: ppiindia@yahoogroup s.com; HMI Kahmi Pro Network
<kahmi_pro_network@ yahoogroups. com>; Syiar Islam <syiar-islam@
yahoogroups. com>
> Sent: Tuesday, July 22, 2008 11:55:32 PM
> Subject: [ppiindia] Perbedaan agama dan istri tetangga
>
> Posted by: "Bambang L. Gambiro" gambiro@cbn. net.id
> Sat Jul 19, 2008 7:18 pm (PDT)
>
> ----- Original Message -----
> From: Afrizal chaniago
>
> Ini diperoleh dari milis tetangga, semoga bermanfaat
>
> KOESBANDRIO
>
> From: syamsi kusyanti
> Kiriman: Ifan
>
> Di milis ini kerap kita jumpai posting berbau agama. Atau
perdebatan yang menjurus pada perdebatan soal agama. Kadang
perdebatannya begitu panas. Sindir-menyindir atau ejek mengejek. Buat
saya itu menyedihkan.
>
> Saya teringat waktu lebih dari 15 tahun yang lalu belajar di Jogja.
Waktu itu, tiap Rabu malam, saya dan teman-teman memilih nglurug ke
patang puluhan, rumahnya Cak Nun, ini panggilan akrabnya penyair dan
kiai mbeling Emha Ainun Nadjib. Kita bikin forum melingkar di situ.
Biasanya kita bicara soal kesenian atau kebudayaan, tapi juga
ngobrolin soal keagamaan.
>
> Forum itu diprakarsai oleh Sanggar Shalahuddin. Komandannya anak
Solo, Nasution Wahyudi. Ini nama asli Jawa, nggak ada hubungannya
dengan Nasution yang dari Medan. Pesertanya juga tidak cuma mahasiswa
atau pemuda yang beragama Islam. Pendek kata, pemeluk berbagai agama
berkumpul melingkar disitu.
>
> Suatu malam, Cak Nun tanya pada kami di forum itu.
>
> "Apakah anda semua punya tetangga?"
>
> Wah, saya sebenarnya belum punya. Tetapi saya anak kost, tentu saja
kamar sebelah saya bisa disamakan dengan tetangga. Tetangga kost.
Jadi saya ikut-ikutan saja menjawab : "Tentu saja punya".
>
> Cak Nun melanjutkan bertanya : "Punya istri enggak tetangga Anda?"
>
> Sebagian hadirin menjawab : "Ya, punya dong". Saya diam saja.
Rasanya tetangga kost saya bujangan semua. Kebanyakan jomblo. Maklum
anak desa. Nggak pede ngajak pacaran teman kampusnya.
>
> Yang menarik adalah pertanyaan berikutnya : "Apakah anda pernah
lihat kaki istri tetangga Anda itu? Jari-jari kakinya lima atau
tujuh? Mulus atau ada bekas korengnya ?"
>
> Saya mulai kebingungan. Nggak ngeh sama arah pembicaraan Cak Nun.
>
> Kebanyakan menjawab : "Tidak pernah memperhatikan Cak. Ono opo Cak?"
>
> Cak Nun ndak peduli. Dia tanya lagi : "Body-nya sexy enggak?"
>
> Kami tak lagi bisa menahan tertawa. Geli deh. Apalagi saya yang
benar-benar tidak faham arah pembicaraan sang Kiai mbeling itu.
>
> Cuma Cak Nun yang tersenyum tipis. Jawabannya bagus banget. Dan ini
senantiasa saya ingat sampai hari ini. Sebuah prinsip pergaulan untuk
sebuah negeri yang memilih Pancasila : "Jadi ya begitu. Jari kakinya
lima atau tujuh. Bodynya sexy atau tidak bukan urusan kita,kan? Tidak
usah kita perhatikan, tak usah kita amati, tak usah kita dialogkan,
diskusikan atau perdebatkan. Biarin saja".
>
> "Kenapa cak?" salah satu teman bertanya, penasaran.
>
> "Ya apa urusan kita ? Nah, keyakinan keagamaan orang lain itu ya
ibarat istri orang lain. Ndak usah diomong-omongkan, ndak usah
dipersoalkan benar salahnya, mana yang lebih unggul atau apapun.
Tentu, masing-masing suami punya penilaian bahwa istrinya begini
begitu dibanding istri tetangganya, tapi cukuplah disimpan didalam
hati saja".
>
> Saya pun menangkap apa yang dia maksudkan. Saya setuju dengan
pandangan Cak Nun.
>
> Dia melanjutkan serius : "Bagi orang non-Islam, agama Islam itu
salah. Dan itulah sebabnya ia menjadi orang non-Islam. Kalau dia
beranggapan atau meyakini bahwa Islam itu benar ngapain dia jadi non-
Islam? Demikian juga, bagi orang Islam, agama lain itu salah, justru
berdasar itulah maka ia menjadi orang Islam. Tapi, sebagaimana istri
tetangga, itu disimpan saja didalam hati, jangan diungkapkan,
diperbandingkan, atau dijadikan bahan seminar atau pertengkaran.
>
> Biarlah setiap orang memilih istri sendiri-sendiri, dan jagalah
kemerdekaan masing-masing orang untuk menghormati dan mencintai
istrinya masing-masing, tak usah rewel bahwa istri kita lebih mancung
hidungnya karena Bapaknya dulu sunatnya pakai calak dan tidak pakai
dokter, umpamanya. Dengan kata yang lebih jelas, teologi agama-agama
tak usah dipertengkarkan, biarkan masing-masing pada keyakinannya. "
>
> Mengasyikkan. Saya kagum dibuatnya.
>
> Cak Nun terus berkata : "Itu prinsip kita dalam memandang berbagai
agama. Sementara itu orang muslim yang mau melahirkan padahal
motornya gembos, silakan pinjam motor tetangganya yang beragama
Katolik untuk mengantar istrinya ke rumah sakit. Atau, Pak Pastor
yang sebelah sana karena baju misanya kehujanan, padahal waktunya
mendesak, dia boleh pinjam baju koko tetangganya yang NU maupun yang
Muhamadiyah. Atau ada orang Hindu kerjasama bikin warung soto dengan
tetangga Budha, kemudian bareng-bareng bawa colt bak ke pasar dengan
tetangga Protestan untuk kulakan bahan-bahan jualannya.Begitu. "
>
> Kami semua terus menyimak paparannya.
>
> "Jadi ndak usah meributkan teologi agama orang lain. Itu sama aja
anda ngajak gelut tetangga anda. Mana ada orang yang mau isterinya
dibahas dan diomongin tanpa ujung pangkal. Tetangga-tetangga berbagai
pemeluk agama, warga berbagai parpol, golongan, aliran, kelompok,
atau apapun, silakan bekerja sama di bidang usaha perekonomian,
sosial, kebudayaan, sambil saling melindungi koridor teologi masing-
masing. "
>
> "Kerjasama itu dilakukan bisa dengan memperbaiki pagar bersama-
sama, bisa gugur gunung membersihkan kampung, bisa pergi mancing
bareng bisa main gaple dan remi bersama. Tidak ada masalah lurahnya
Muslim, cariknya Katolik, kamituwonya Hindu, kebayannya Gatholoco,
atau apapun. Itulah lingkaran tulus hati dangan hati. Itulah maiyah,"
ujarnya.
>
> Ketika mengatakan itu nada Cak Nun datar, nyaris tanpa emosi. Tapi
serius dan dalam. Saya menyimaknya sungguh-sungguh. Dan saya catat
baik-baik dalam hati saya. Sayangnya dunia memang tidak ideal. Di
Ambon dan Palu, misalnya saya lihat terlalu banyak orang usil
mengurusi isteri tetangganya. Begitu juga di berbagai tempat di
dunia. Di Bosnia. Atau yang paling baru di Irak dan Afghanistan.
Akibatnya ya perang dan hancur-hancuran. Menyedihkan. Sangat
menyedihkan.
>
> -
> Regards,
> Syamsi Kusyanti
> /terms/
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
> ____________ _________ _________ _________ _________ _________ _
> Dapatkan nama yang Anda sukai!
> Sekarang Anda dapat memiliki email di @ymail.com dan @rocketmail.
com.
> http://mail. promotions. yahoo.com/ newdomains/ id/
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
>
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
Other related posts: