[list_indonesia] [ppiindia] info
- From: "HMP" <hmp@xxxxxxxxxx>
- To: <ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx>
- Date: Fri, 15 Apr 2005 08:29:34 +0700
** Mailing-List Indonesia Nasional Milis PPI-India www.ppi-india.da.ru **
Numpang Iklan ;
Perlu teknologi Baru pengolahan limbah selain INCINERATOR YANG MEMBAHAYAKAN
(karena menghasilkan emisi berbahaya ; dioxin, furan dll ) hub ;
Pt. Hepasin Medika Pratama
KH. Zainul Arifin no. 33 cde, Jakpus 10130
Indonesia
Tel ; 6323301
Fax ; 6327007
Email ; hmp@xxxxxxxxxx
Nb ; Article kompas tgl 01 oktober 2003 hal 8, teknologi ini dapat
diaplikasikan ke semua sektor yang punya limbah padat termasuk oil Company,
dinas kebersihan, rumah sakit, hotel, industri, restaurant dll.
--------------------------------------------------------------------------------
----- Original Message -----
From: Lina Dahlan
To: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
Sent: Thursday, April 14, 2005 1:26 PM
Subject: [ppiindia] Akal & Agama-->Nabi Lebih Liberal Progresif daripada Ulil
hello mbah, mumpung ada waktu neh. Ngobrol lagi ah.
--- In ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx, "RM Danardono HADINOTO"
<rm_danardono@xxxx> wrote:
>
> --- In ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx, "Lina Dahlan" <linadahlan@xxxx>
> wrote:
> >
> > LD: menurutku, Tuhan itu ingin dikenal. Buat apa dong Dia
> menciptakan manusia dan alam? Iseng? Main dadu?
> > Einstein aja bilang Tuhan itu tidak main dadu. Kalau Tuhan tak
> perlu > > ingin, ngapain dong menjelma kedalam tubuh Yesus? Ada
sesuatu yang > > Dia inginkan. Apa mbah mau mengatakan, itu bukan
keinginan Tuhan > > masuk kedalam tubuh Yesus?? cuma gereja aja yang
buat konsep spt > itu?
> DH: Secara falsafah, sulit dapat kita cernakan "Tuhan ingin
dikenal". > memangnya Madonna atau Penelopez Cruz atau Jennifer
Lopes? Untuk apa > Dia menciptakan alam semesta tak ada yang dapat
memahaminya. mengapa? > Karena ini terjadi jauh sebelum kita
diciptakan, dan kekal, setelah > kita - mungkin - musnah. "keinginan
untuk masuk ketubuh Yesus?", tak > ada yang bicara
mengenai "keinginan" ini. kalau Dia menentukan > demikian, ya
terjadilah.
LD: Secara falsafah, bukannya malah mudah dicerna? karena falsafah
itu engga perlu pembuktian empiris?
Madonna, Penelope Cruz atau Jeniffer Lopez juga termasuk image Tuhan
bukan ? Jadi mereka memang ingin dikenal. Apa mbah tidak ingin
dikenal? Bukankah dalam literatur kristen dikenal "manusia adalah
image Tuhan" (kalau gak salah ada di Mazmur ya mbah bhw manusia itu
diciptakan Tuhan hampir sama seperti Tuhan?). Saya pikir ini sesuai
dengan literatur Islam yang mengatakan "manusia adalah khalifatullah
di muka bumi".
Tuhan telah 'meminjamkan' sifat2Nya kepada manusia agar manusia bisa
mengenalNya. Bagaimana kita bisa mengerti Tuhan itu Maha
Pengasih/Melihat/Mengetahui/Mendengar kalau kita gak tau bagaimana
mengasihi/melihat/mengetahui/mendengar?
Dunia memang diciptakan jauh sebelum manusia diciptakan, apakah
dengan alasan tsb lalu manusia tidak bisa/boleh memahami mengapa
Tuhan menciptakan dunia dan isinya?
>
> -------------------------------------------------------
>
>
> LD: Soal KehendakNya, itu tinggal masalah waktu (masalah kapan)
bukan > > masalah apa yang Dia inginkan.
>
> DH: Apa yang dikehendakiNya, bilamana DSia menghendakiNya, dan apa
> yang terjadi kemudian, adalah diluar jangkauan nalar kita. Tak
> mungkin kita bahas atau andai andaikan.
LD: apakah beda kehendak & keinginan (hendak=ingin-mau)? KehendakNya
tidaklah sewenang-wenang or semena-mena, tentu mengikuti sunatullah
dan takdirullah yang telah Dia gariskan di dunia ini.
Apa yang menyebabkan nalar seseorang bisa memahami kehendakNya dan
ada nalar yang tidak bisa? Tentunya kesucian akal dan hatilah,
kuncinya.
Ada manusia yang mengambil kesimpulan tidak berdasarkan pemikiran.
Bila nalarnya tak mampu memahami suatu konsep, maka disimpulkannya
akal lah yang berbatas. Seolah belajar agama itu tak perlu akal?
Kalau belajar agama tak perlu akal, maka memang akan ada
kesimpulan "semua agama benar" atau "semua agama tidak benar". Kalau
begini orang menyembah patung, kuburan, batu, dllpun harus
dibenarkan karena agama tidak menggunakan akal.
Apakah ini karena pengaruh sekularisasi thdp keyakinan dan akal pada
abad 17 di barat? Sehingga kita takut menggunakan akal untuk
memahami keyakinan kita? Saya tidak berharap sekularisasi macam ini
telah mempengaruhi umat Islam. Bagaimana mungkin kita yakin tanpa
faham? Akal adalah sarana untuk yakin.
wassalam,
Lina
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Give underprivileged students the materials they need to learn.
Bring education to life by funding a specific classroom project.
http://us.click.yahoo.com/4F6XtA/_WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
** Mailing-List Indonesia Nasional Milis PPI-India www.ppi-india.uni.cc **
Other related posts:
- » [list_indonesia] [ppiindia] info