[list_indonesia] [ppiindia] Wiranto: Yudhoyono Pernah Janji bahwa Kalla Tak Akan Maju
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Fri, 15 Apr 2005 22:46:55 +0200
** Mailing-List Indonesia Nasional Milis PPI-India www.ppi-india.da.ru **
http://www.tempointeraktif.com/hg/narasi/2004/12/16/nrs,20041216-02,id.html
Nasional
Wiranto: Yudhoyono Pernah Janji bahwa Kalla Tak Akan Maju
Kamis, 16 Desember 2004 | 10:28 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Pencalonan Wakil Presiden Jusuf Kalla menjadi Ketua
Umum Partai Golkar menuai kritik. Selain dari lawan politiknya di Beringin,
kekhawatiran terjadinya konflik kepentingan jika Kalla terpilih muncul dari
Ketua Umum Partai Amanat Nasional Amien Rais.
Jika Kalla betul terpilih, Amien yakin akan terjadi konflik kepentingan tiga
dimensi, yakni Kalla sebagai pebisnis, penguasa, dan politikus. "Jika sampai
terjadi pada seorang wakil presiden, tentu akan berbahaya untuk pertumbuhan
demokrasi dan penuntasan korupsi di Indonesia," kata dia dalam konferensi pers
di kantor PAN, Rabu (16/12) Jakarta.
Dalam pernyataan "tanpa bermaksud mengintervensi" Musyawarah Nasional ke-7
Partai Golkar yang sedang berlangsung di Nusa Dua, Bali, Amien menyarankan agar
Kalla mengurungkan niatnya mencalonkan diri. Dia menilai, keputusan pemilik
Grup Bosowa itu akan "berpengaruh kepada bangsa dan rakyat Indonesia".
Amien juga menyatakan tidak mengerti dengan sikap Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono dalam masalah ini. Ia berpendapat, kondisi politik di Indonesia
sangat ideal, yakni DPR beroposisi dengan pemerintah. Anggapan pencalonan Kalla
sebagai cara Yudhoyono untuk merengkuh legislatif, menurut dia, juga sangat
tidak tepat. "Seharusnya SBY (Yudhoyono) meminta Kalla untuk mundur sehingga
tidak akan muncul permasalahan baru," kata dia.
Amien menganggap, rangkap jabatan yang dulu dia lakukan sebagai Ketua MPR dan
Ketua Umum PAN berbeda dengan posisi Kalla. MPR, kata dia, adalah lembaga
perwakilan yang terdiri dari banyak partai, berbeda dengan pemerintah yang
mewakili bangsa. Ia yakin, pemerintahan akan macet dan menuai banyak kritik
jika Kalla terpilih. "Kalau sampai terjadi, kita ucapkan selamat jalan saja,"
kata dia.
Kritik yang sama sebelumnya telah dilontarkan Ketua MPR Hidayat Nur Wahid. Ia
mengaku khawatir jika Kalla terpilih akan muncul tarik-menarik kepentingan. Ia
pun menyayangkan, tradisi partainya yang menanggalkan jabatan di partai setelah
terpilih menjadi pejabat publik tidak dikuatkan menjadi undang-undang.
Di "dalam Beringin", Jenderal (Purn.) Wiranto, Rabu (16/12) mengingatkan Kalla
untuk "memikirkan secara serius" pencalonannya. Ia juga mengingatkan para
pengurus daerah pendukung Kalla bahwa sang wakil presiden sedang memegang
jabatan penting di pemerintah. "Saya tak punya hak untuk melarang Pak Jusuf
Kalla maju," kata Wiranto yang juga mencalonkan diri, "tapi dia punya jabatan
yang harus dipertanggungjawabkan kepada publik. Akan sulit dibedakan antara
kader partai dan jabatannya."
Wiranto juga membuka pertemuannya dengan Yudhoyono dan Kalla beberapa waktu
lalu. Menurut dia, pada pertemuan itu Yudhoyono menyatakan bahwa Kalla tak akan
maju. Ditanya apakah dia merasa dibohongi Yudhoyono dan Kalla, mantan Panglima
TNI itu menjawab, "Terserah saja, itu bahasa Anda."
Dia menegaskan, secara pribadi tak bisa melarang. Yang bisa melarang, menurut
dia, hati nurani Kalla sendiri, karena "tanggung jawab ke publik itu berat".
Apalagi, kata dia, rakyat sedang menanti-nanti janji kampanye Yudhoyono-Kalla,
yaitu menjadikan Indonesia "aman, sejahtera, dan bebas korupsi".
Namun, Jusuf Kalla menjamin pencalonan dirinya tidak akan mengganggu kinerja
pemerintah. Justru sebaliknya, kata dia, Golkar diharapkan bisa "sejalan dengan
pemerintah" dalam melaksanakan berbagai program dan kebijakan pembangunan.
Jusuf mengatakan, dua alasan dirinya maju adalah "dinamika yang berkembang di
lapangan" dan "desakan dari banyak pengurus Golkar tingkat provinsi". Dia
memastikan telah membicarakan hal ini dengan Presiden Yudhoyono sebelum
memutuskan untuk maju. "Mana mungkin wakil presiden tidak minta izin presiden
untuk langkah-langkah seperti itu?" kata dia. "Presiden setuju."
Mantan Ketua Umum Golkar Harmoko juga menganggap, rangkap jabatan yang akan
dilakukan Kalla tidak ada masalah. Ia menilai, rangkap jabatan tidak selamanya
buruk. Ia menyebutkan, di sejumlah negara seperti Malaysia dan Singapura, ketua
partai yang berkuasa menjadi pemimpin tertinggi negara.
Suliyanti/Rofiqi/Yura/Sutarto/Sapto/Jobpie/Sunu/Rahmadi?Tempo
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Give the gift of life to a sick child.
Support St. Jude Children's Research Hospital's 'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/lGEjbB/6WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
** Mailing-List Indonesia Nasional Milis PPI-India www.ppi-india.uni.cc **
Other related posts:
- » [list_indonesia] [ppiindia] Wiranto: Yudhoyono Pernah Janji bahwa Kalla Tak Akan Maju