[list_indonesia] [ppiindia] Re: Dolar AS Akan Segera Ambruk, Kapan Uang Emas?

** Mailing-List Indonesia Nasional Milis PPI-India www.ppi-india.da.ru **


Tampaknya ada bbrp hal yang perlu diluruskan:
- Utang US sebesar USD 7.9 trillion, terdiri dari 4.6 trillion public
debt (sebagian besar utang domestik) dan 3.3 trillion utang antar
badan pemerintah di US sendiri. Jadi kondisinya beda dg mungkin apa
yang dibayangkan. Kemampuannya membayar utang tampaknya masih cukup
baik, silahkan dicek di:
http://www.whitehouse.gov/news/usbudget/blueprint/bud01.html

- Dollar dipakai sebagai alat transaksi al. karena dianggap stabil dan
pengaruhnya besar (large open economy) jadi dipercaya oleh kedua belah
pihak negara yang melakukan transaksi. Kalau Indonesia trade dg
Vietnam dan dibayar pake uang Dohng, terus kita nukarnya dimana? tidak
ada pasar uang untuk Dohng. Balik2 ke dollar lagi.

- Sebutan pabrik dollar, agak lucu juga. Jelas the Fed nggak akan
sembarangan mencetak dollar, bahaya, akan menyebabkan hyperinflation
dalam negeri. the Fed kan terkenal sangat prudent dalam monetary
policynya termasuk mencapai inflation targeting vs. unemployment
ratenya. Kalau anda memahami sedikit saja kurva IS-LM, maka jelas
Central Bank dimana2 nggak akan sembarangan printing money (seigniorage).

- Soros yang sering dimaki2 orang, bukanlah satu2nya dan pemain pasar
uang terbesar didunia. Warren Buffet lebih top lagi. Dan adalah salah
besar kalau mengatakan bahwa Soros dekat dg pemerintahan Bush. Waktu
putaran kampanye presiden US yl, Soros bilang: tujuan hidup saya
sekarang adalah menjatuhkan pemerintahan Bush. Dan benar, dia
menawarkan uang jutaan dollar pada banyak NGO yang bisa menyerang
policy Bush admin. Sayang Bush masih terpilih lagi.

- Saya pikir, isu jatuhnya mata uang dollar masih jauh panggang dari
api. Sejauh ini kalau dicermati, US masih merupakan surga investasi
didunia. Kalau dollar benar2 diujung tanduk, bukan cuma Amerika yg
akan all out menyelamatkannya, EU, Jepang, dan China pun akan
melakukannya karena adanya keterkaitan ekonomi yg borderless sekarang
ini. Lebih baik negara2 Asia konsentrasi pada integrasi ekonomi di
Asia sehingga mungkin 50 tahun lagi kita bisa spt EU.

just my two-yen
salam,
fau


--- In ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx, A Nizami <nizaminz@xxxx> wrote:
> Menarik sekali pernyataan Mahathir.
> Memang penggunaan uang dolar AS sebagai alat tukar di
> seluruh dunia agak aneh. Sebagai contoh, mata uang
> Cina Yuan, Indonesia Rupiah. Untuk jual-beli antar
> negara tsb, mereka harus memakai dolar AS. Demikian
> pula dgn negara2 lain seperti Malaysia dgn Saudi, dsb.
> 
> Akhirnya dolar AS bukan hanya sebagai alat tukar di
> negara AS saja, tapi juga di seluruh dunia. AS pun
> harus mencetak uangnya dalam jumlah besar, karena
> uangnya bukan hanya untuk konsumsi dalam negerinya.
> 
> Dengan memiliki pabrik dolar AS ditangannya, spekulan
> valas AS seperti George Soros (yang dekat dgn penguasa
> AS) dapat menghancurkan sistem keuangan di berbagai
> negara, seperti Indonesia, Korsel, Thailand, Malaysia,
> dan bahkan Inggris.
> 
> Sementara negara2 seperti Indonesia bersusah-payah
> menggali minyak, gas, emas, batubara, dsb untuk
> mendapatkan beberapa milyar dolar AS, AS (menurut
> pikiran saya) tinggal "memencet tombol printer uang
> dolar saja" sudah bisa mendapatkan trilyunan dolar AS
> ...:). Tidak ada audit untuk itu bukan? (CMIIW)
> 
> Toh Eropa berhasil melepaskan diri dari ketergantungan
> dolar AS dengan menerbitkan mata uang sendiri, Euro.
> 
> Sementara konsep penggunaan uang emas oleh Mahathir
> masih belum terlaksana.
> 
> Tapi dengan melemahnya dolar AS, serta munculnya mata
> uang baru seperti Euro, bisakah uang emas men

ggantikan
> dolar AS dalam perdagangan antar negara?
> 
> DR Mahathir Mohamad: 
> Dolar AS Akan Segera Ambruk
> Reporter: Nurul Qomariyah
> 
>  detikcom - Jakarta, Mantan Perdana Menteri Malaysia
> DR Mahathir Mohamad memperingatkan kepada seluruh
> negara di dunia bahwa mata uang dolar AS akan segera
> jatuh dalam waktu dekat ini. 
> 
> Mahathir secara sinis menyampaikan, dolar AS saat ini
> mampu bertahan semata-mata karena kekhawatiran akan
> terjadinya kerusakan pada perekonomian dunia jika mata
> uang ini didepak sebagai mata uang perdagangan
> internasional. Untuk itu, Mahathir menyarankan, dalam
> perdagangan internasional bisa digunakan emas sebagai
> alternatif mata uangnya. 
> 
> "Namun kehancuran itu akan datang pada suatu hari
> karena meski saat ini menjadi salah satu negara dengan
> kekuatan yang terbesar, AS tidak dapat membayar
> kembali utangnya sebesar US$ 7 triliun. Ketidakpastian
> hanyalah mengenai waktu dan bukan apakah dolar AS akan
> kolaps atau tidak," tegas Mahathir. 






------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Give underprivileged students the materials they need to learn. 
Bring education to life by funding a specific classroom project.
http://us.click.yahoo.com/4F6XtA/_WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



** Mailing-List Indonesia Nasional Milis PPI-India www.ppi-india.uni.cc **

Other related posts: