[list_indonesia] [ppiindia] RI-GAM Sepakat soal Ekonomi
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Thu, 14 Apr 2005 23:16:19 +0200
** Mailing-List Indonesia Nasional Milis PPI-India www.ppi-india.da.ru **
http://www.suaramerdeka.com/harian/0504/15/nas15.htm
Jumat, 15 April 2005NASIONAL
RI-GAM Sepakat soal Ekonomi
HELSINKI - Delegasi Indonesia dan utusan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) telah
mencapai kesepakatan tentang hubungan ekonomi masa depan, Kamis kemarin.
Perundingan perdamaian akan membahas kembali isu politik tentang pemerintahan
sendiri (self-government) dan persoalan keamanan.
Menurut Menteri Hukum dan HAM Hamid Awaluddin, pembicaraan tersebut berlangsung
santai dan bersahabat. Kedua belah pihak telah mencapai banyak kemajuan.
"Kita telah saling memahami poin-poin yang berkaitan dengan isu-isu ekonomi,"
kata juru bicara GAM Abdullah Bakhtiar kepada Reuters.
Dia mengatakan, pembahasan itu meliputi topik-topik seperti pemungutan pajak,
cukai, distribusi kekayaan dan pendapatan minyak dari Provinsi Nanggroe Aceh
Darussalam.
"Atmosfernya sangat kondusif dan kami telah membuat kemajuan," tambah Bakhtiar.
GAM telah melakukan pemberontakan selama hampir 30 tahun, untuk memisahkan Aceh
dari wilayah Indonesia. Sedikitnya 12.000 orang tewas selama konflik tiga
dekade tersebut.
Sementara itu, Menko Polhukkam Widodo AS mengatakan, RI tidak akan menerima
opsi gencatan senjata yang ditawarkan oleh pihak GAM. Menurut Widodo AS, misi
Pemerintah Indonesia sudah bulat, yakni penerimaan otonomi khusus bagi Aceh
serta penghentian konflik secara menyeluruh dan permanen.
Hal itu diungkapkan oleh Widodo untuk menjawab permintaan GAM dalam perundingan
ketiga antara RI dan GAM di Helsinki, agar Indonesia mau melakukan gencatan
senjata.
Penyelesaian Permanen
"Apa yang menjadi pandangan soal terminasi konflik itu harus betul-betul
permanen. Kalau gencatan senjata itu kan tidak permanen, jadi kita harus
benar-benar mencari solusi," papar Widodo usai mengikuti sidang kabinet di
Kantor Presiden, Jakarta, kemarin.
Dia menjelaskan, salah satu ukuran terminasi konflik permanen adalah senjata.
"Paling tidak salah satu ukurannya adalah senjata. Nah, kalau senjatanya sudah
diserahkan atau diblok, itu baru bisa dikatakan permanen. Tapi kalau cease
fire, itu hanya bersifat sementara," ujarnya.
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, menurut Widodo, menginginkan penyelesaian
permanen. Dalam perundingan informal ketiga di Helsinki yang dimulai sejak
Selasa lalu, delegasi Indonesia dipimpin oleh Menteri Hukum dan HAM Hamid
Awaluddin. Menkominfo Sofyan Djalil juga masuk dalam delegasi tersebut.
Widodo yang juga menjadi salah satu anggota delegasi menjelaskan bahwa saat ini
pembicaraan informal itu sudah masuk ke masalah substansi, termasuk penyamaan
persepsi tentang otonomi khusus yang ditawarkan oleh Indonesia kepada GAM.
Saat ditanya mengenai istilah self-government yang ditawarkan oleh pihak GAM,
Widodo berpendapat konsep itu sudah diakomodasi dalam sejumlah undang-undang
Indonesia, seperti UU Otonomi Daerah, UU Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah,
serta UU Otonomi Khusus. (rtr-dtc-ben-52)
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Take a look at donorschoose.org, an excellent charitable web site for
anyone who cares about public education!
http://us.click.yahoo.com/O.5XsA/8WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
** Mailing-List Indonesia Nasional Milis PPI-India www.ppi-india.uni.cc **
Other related posts:
- » [list_indonesia] [ppiindia] RI-GAM Sepakat soal Ekonomi