[list_indonesia] [ppiindia] Pilihlah Aku, Kalian Kulupakan
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Wed, 6 Apr 2005 20:23:35 +0200
** Mailing-List Indonesia Nasional Milis PPI-India www.ppi-india.da.ru **
http://www.indomedia.com/bpost/042005/6/opini/opini1.htm
Rabu, 06 April 2005 03:35
Pilihlah Aku, Kalian Kulupakan
Oleh: Nasrullah SSosI
"... pas sudah jadi, kada tahu-tahu culas kaitu tuh ...."
Kalimat di atas merupakan kutipan dari percakapan dua perempuan melalui siaran
salah satu stasiun radio di Banjarmasin, sebagai iklan kampanye pilkada
langsung (pilkadal). Mencermati kalimat tersebut, sebenarnya bahan renungan
bagi pemilih dalam menentukan siapa yang akan dipilihnya.
Tahun ini, selain pemilihan gubernur dan wakil gubernur Kalsel, beberapa daerah
di kabupaten melaksanakan pemilihan bupati. Pemilihan kepala daerah yang
dilakukan secara langsung, berarti keputusan siapa calon terpilih nantinya
memang benar-benar ditentukan masyarakat. Oleh sebab itu, bisa kita saksikan
semua pasangan calon giat-giatnya mencari dukungan. Ketika pilkadal berlangsung
terutama saat kampanye, rakyat diperhatikan penuh oleh calon.
Di setiap sudut kota, hampir tidak ada ruang pandang kosong dari baliho atau
gambar raksasa berbagai calon. Entah itu pasangan calon gubernur dan wakilnya,
atau calon walikota dan wakilnya. Tujuan mereka pada dasarnya hanya satu
kalimat 'pilihlah aku'.
Tidak hanya itu, calon pun turun ke wilayah pemilihan. Mereka membuka
penglihatan, pendengaran, dan penciuman untuk merasakan setiap keinginan
masyarakat. Mungkin, Khalifah Umar bin Khattab yang tengah malam sering
mengunjungi rakyatnya, akan kalah cepat dengan aksi para calon pemimpin daerah.
Mereka datang tidak sekadar mendengar keluhan masyarakat, tapi juga memberikan
sejumlah bantuan untuk menunjukkan rasa kepeduliannya.
Siklus Lima Tahun
Sebenarnya terdapat kesamaan antara pilkadal dengan pemilihan tidak langsung,
yang tolak ukurnya adalah masa jabatan selama lima tahun. Selama waktu itu, ada
fase kemesraan oleh sang calon terpilih dengan para pendukungnya.
Bedanya, pada pilkadal banyak pihak diharapkan terlibat dalam aksi dukung
mendukung agar terpilih, rakyat dijerat, diikat, dan digiring ke dalam
komunitas calon. Setidaknya ke dalam enam macam unsur yakni: (1) Partai,
termasuk paling menentukan terutama dalam pencalonan seseorang; (2) Kelompok,
di dalamnya bisa terdapat ormas atau kelompok keagamaan. Beberapa waktu lalu di
Kota Banjarmasin terdapat sebuah spanduk dari kelompok ormas keagamaan, yang
menyatakan mendukung salah satu pasangan calon gubernur; (3) Kerabat, unsur
kekerabatan atau kekeluargan termasuk hubungan darah apalagi menyangkut tokoh
adalah bagian penting untuk menarik dukungan. Buktinya, ada spanduk menyatakan,
sudah saatnya juriat salah seorang tokoh agama memimpin Kalsel; (4) Etnis,
seseorang atau kelompok etnis tertentu bisa juga dimanfaatkan. Penulis juga
menemukan sebuah spanduk bertuliskan dukungan dari salah satu kelompok etnis
tertentu di Kota Banjarmasin; (5) Lokalitas, otonomi daerah memicu isu loka
litas, terutama berkaitan dengan isu putra daerah. Pasangan calon akan sangat
tidak menjual apabila keduanya diimpor dari luar daerah. (6) Pertemanan,
persahabatan atau hubungan relasi ternyata juga penting, kalau tidak membantu
dalam bentuk sokongan perolehan suara. Persahabatan bermanfaat terutama
memberikan pemikiran atau bahkan memberikan dana.
Hubungannya dengan siklus lima tahun antara calon terpilih dengan keenam unsur
tersebut, yakni dalam bentuk 'aku - kami - kita - kalian - aku'. Pada fase
awal, seseorang menjadi 'aku' karena keinginannya mencalonkan diri dengan
berbagai dalih kemudian mendekati pihak tertentu yang seide sehingga membentuk
'kami'. Selanjutnya menjelang masa pemilihan, kelompok 'kami' diupayakan
menggelinding seperti bola salju sehingga terjadilah 'kita'. Di sinilah
masa-masa romantis atau bulan madu antara calon dan pendukungnya dimulai.
Puncaknya di fase pertengahan, pemilihan langsung dimenangkan kelompok 'kita'.
Luapan kegembiraan, bangga dan rasa haru berpadu. Setelah kemenangan menduduki
kursi jabatan, terjadilah penurunan rasa kebersamaan. Jurang pemisah, semacam
batas demarkasi pada pendukungnya lewat garis yang bernama birokrasi atau
aturan protokuler, keakraban pun mulai memilih kelompok tertentu. Masa jenuh,
ketika benar-benar menduduki puncak jabatan. Pengakuan kepada pendukungnya
tidak lagi dengan 'kita', tetapi 'kalian' dan sejumlah retorika bisa dijadikan
tameng untuk menghindar.
Sebut saja alasan kesibukan kerja di kantor, urusan mendadak, atau lebih
terhormat lagi berdalih mementingkan semua golongan termasuk kubu tidak
mendukung, atau jabatan diembannya menyangkut tanggung jawab dan hajat hidup
orang banyak.
Akhir Kebersamaan
Lontaran kekecewaan dari pendukung, seperti contoh petikan kalimat iklan radio
di atas "... pas sudah jadi, kada tahu-tahu culas kaitu tuh ...," di saat
seseorang memang berada pada puncak kebesaran atau sudah jadi (bhs Banjar).
Dinding pemisah menganga lebar manakala berada pada fase ke-'aku'-an.
Makin tinggi posisi seseorang, semakin mengecilkan keberadaan orang lain. 'Aku'
menganggap orang lain sebagai rakyat saja. Seperti kata Emha Ainun Nadjib
(Kompas, 17/2), ada kesombongan orang berkuasa. Lebih jauh dikatakan, ada
semacam feodalisme naluriah di dalam diri kita. Kalau mendengar kata 'rakyat',
tanpa sengaja langsung ada perasaan look down dan menemukan yang bernama rakyat
itu ada di dasar jurang dari peta nilai yang kita kenal tentang kemanusiaan dan
kebudayaan.
Luka paling dalam dari rakyat adalah dilupakan, manakala mereka sebenarnya
termasuk rakyat yang mendukung. Wajar seandainya rakyat dilupakan berasal dari
kubu tidak mendukung, karena risiko politik. Ironis memang, padahal rakyat
sebenarnya tidak terlalu meminta berlebihan atau pamrih.
Kenyataan demikian memang sedikit terpublikasi, akan tetapi sedikit sekali
orang membantahnya. Sebuah realita yang menyakitkan hati. Ironisnya pula, suatu
ketika rakyat kembali dibujuk, dibikin bahagia dengan sesekali mengadakan
silaturrahmi, makan bersama sambil mendengarkan kata sambutan orang yang sudah
jadi. Setelah itu, digelar acara pemberian bantuan di bawah sorotan kilatan
kamera bahkan foto bersama. Rakyat kembali digiring dalam kebahagian semu,
kemudian mendekati masa akhir jabatan siklus lima tahun itu kembali terulang
lagi.
Terdapat kekhawatiran, rakyat akan dilupakan oleh yang mereka pilih, mereka
dianggap hanya penjual suara. Menghindari itu, hanya dengan cara betul-betul
selektif menentukan pilihan dan jangan asal telan omongan mereka. Kepada
pasangan calon entah itu gubernur, bupati, walikota hingga kepala desa, bila
terpilih semoga tidak menjadi kacang lupa akan kulitnya.
Alumnus Fakultas Dakwah IAIN Antasari, tinggal Banjarmasin Mail:
eje_jela@xxxxxxxxx
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Give the gift of life to a sick child.
Support St. Jude Children's Research Hospital's 'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/lGEjbB/6WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
** Mailing-List Indonesia Nasional Milis PPI-India www.ppi-india.uni.cc **
Other related posts:
- » [list_indonesia] [ppiindia] Pilihlah Aku, Kalian Kulupakan