[list_indonesia] [ppiindia] Pendidikan bagi si Kaya
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Fri, 15 Apr 2005 09:43:37 +0200
** Mailing-List Indonesia Nasional Milis PPI-India www.ppi-india.da.ru **
http://www.suarapembaruan.com/News/2005/04/14/index.html
SUARA PEMBARUAN DAILY
Tajuk Rencana I
Pendidikan bagi si Kaya dan si Miskin
DUNIA pendidikan di Indonesia kini makin bewarna dan mengasyikkan. Persoalan
dan kritikan terhadap pendidikan kita muncul silih berganti. Kritikan mulai
dari cara-cara pemerintah menata kembali sekolah di daerah bencana seperti di
NAD dan Kepulauan Nias, Sumatera Utara, ujian nasional, standar nasional,
hingga sekarang muncul kebijakan dalam rencana strategis (renstra) Depdiknas
untuk membagi dua jalur pendidikan, yaitu bagi masyarakat yang mampu dan tidak
mampu.
Menteri Pendidikan Nasional membantah dan menyatakan tidak pernah ada kebijakan
pembagian jalur pendidikan yang sifatnya diskriminatif bagi siswa kaya dan
miskin. Pembagian sekolah dalam rancangan renstra itu hanya sebatas
kategorisasi. Sedangkan pembagian jalur pendidikan tetap sesuai UU Sistem
Pendidikan Nasional, yaitu formal, nonformal, dan informal.
Dalam rancangan renstra Depdiknas tahun 2005-2009, terdapat dua jalur
pendidikan. Pertama, jalur formal mandiri bagi warga negara yang mampu secara
akademik maupun keuangan. Kedua, jalur formal standar bagi warga negara kurang
mampu dari sisi akademik maupun keuangan, yang juga sebagai jaring pengaman
bagi yang gagal atau belum berhasil bersaing di jalur formal mandiri.
KEBIJAKAN itu menyangkut pendidikan berkualitas karena sasaran yang ingin
dicapai salah satunya adalah adanya satu standar pendidikan yang berlaku
nasional yang selama ini masih menjadi impian besar. Sampai sekarang tidak
pernah ada standar pendidikan nasional. Yang ada hanya nilai-nilai kelulusan
dari hasil evaluasi belajar tingkat akhir yang diselenggarakan secara nasional
maupun di tingkat sekolah, yang sekarang berganti nama menjadi ujian nasional.
Pemerintah berkomitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan melalui standar
nasional tersebut. Sekolah yang sudah memenuhi persyaratan standar nasional
dipertahankan, kalau perlu ditingkatkan lagi. Sedangkan yang belum akan dibantu
pemerintah dalam berbagai bentuk seperti pengadaan guru, fasilitas belajar dan
penunjang lainnya.
Tetapi apakah pemimpin sekolah, para guru, dan sekolah secara keseluruhan sudah
siap? Artinya sekolah sebagai suatu sistem pun harus berada dalam satu titik
atau kondisi yang sama. Kenyataannya adalah ketimpangan dan ketimpangan,
ketidakseragaman dan ketidakseragaman. Bagaimana standar nasional bisa dicapai
kalau di satu sekolah sendiri ada perbedaan siswa kaya dan pintar dengan siswa
yang tidak mampu secara ekonomi dan kurang pintar. Walaupun Depdiknas menyebut
formal mandiri dan formal standar, masyarakat tetap melihatnya sebagai
pendidikan untuk si kaya dan si miskin.
Bisa dibayangkan apa yang terjadi bila kondisi sekolah seperti itu.
Ketidaksenangan dan kecemburuan yang selalu menjadi momok di dalam pergaulan di
lingkungan sekolah akan membuat pendidikan tidak sehat. Relasi antarsekolah
menjadi lebih ruwet, dan pemerintah belum tentu mampu mengatasi pergolakan yang
mungkin terjadi.
PERSOALAN-PERSOALAN yang muncul tidak bisa diselesaikan dalam kebijakan yang
sekali jalan. Artinya, begitu kebijakan ditetapkan dan dilaksanakan, semua
persoalan akan beres. Cara berpikir pejabat pusat, yang terpusat, sulit
diterapkan di daerah-daerah.
Kita berharap pemerintah jangan membuat kebijakan yang memberatkan masyarakat
dengan perlakuan berbeda di sekolah. Masyarakat tidak mampu jangan
sekali-sekali dibebani dengan kondisi sekolah yang serbatidak mengenakkan.
Jangan ada "anak emas", "anak bawang", atau "anak singkong" di sekolah-sekolah
kita. Sekolah adalah tempat menuntut ilmu, bukan menanamkan benih-benih
perbedaan dari segi sosial, ekonomi, dan budaya.
Last modified: 14/4/05
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
DonorsChoose. A simple way to provide underprivileged children resources
often lacking in public schools. Fund a student project in NYC/NC today!
http://us.click.yahoo.com/5F6XtA/.WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
** Mailing-List Indonesia Nasional Milis PPI-India www.ppi-india.uni.cc **
Other related posts:
- » [list_indonesia] [ppiindia] Pendidikan bagi si Kaya