[list_indonesia] [ppiindia] Menhan: Inventarisasi Bisnis Militer Selesai Oktober

** Mailing-List Indonesia Nasional Milis PPI-India www.ppi-india.da.ru **

http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=106088

            Menhan: Inventarisasi Bisnis Militer Selesai Oktober 


            Sabtu, 16 April 2005
            JAKARTA (Suara Karya): Menteri Pertahanan (Menhan) Juwono Sudarsono 
mengatakan, inventarisasi bisnis militer diharapkan selesai Oktober 2005, untuk 
kemudian disusun dasar hukum korporasi dan keuangannya bersama Menteri Hukum 
dan HAM, Menteri Negara BUMN dan Menteri Keuangan. 

            "Saya telah mengirimkan surat kepada Panglima TNI dan ketiga kepala 
staf angkatan, untuk menginventaris bisnis militer yang ada di lingkungannya 
masing-masing," katanya, usai melantik pejabat eselon satu di Dephan, Jumat. 

            Ditanya apakah dalam dua tahun bisnis TNI dapat segera ditertibkan, 
ia mengatakan, hal itu memerlukan waktu lama, namun dalam dua tahun pertama 
sudah dapat diselesaikan mengenai pendataan bisnis militer secara keseluruhan. 

            Sebelumnya, Panglima TNI Jenderal Endriartono Sutarto mengatakan, 
pihaknya akan menyelesaikan dan menutup seluruh bisnis yang dikelola TNI 
kecuali koperasi, hingga ke depan TNI benar-benar profesional dalam menjalankan 
tugas dan fungsinya sebagai alat pertahanan negara. 

            Sesuai UU No.34/2004 TNI diberikan kesempatan untuk menutup seluruh 
bisnisnya dalam waktu lima tahun ke depan. Namun, Panglima TNI bertekad untuk 
segera menyelesaikannya dalam dua tahun, agar TNI tidak lagi memikirkan hal-hal 
di luar tanggung jawab dan kewenangannya, jadi benar-benar professional. 

            Panglima berpandangan masalah kesejateraan prajurit adalah tugas 
negara, pemerintah untuk memikirkannya. Karena itu, lanjut dia, dalam dua tahun 
ke depan pemerintah, DPR dan pihak-pihak lain diharapkan dapat memberikan 
masukan mengenai kompensasi yang dapat diberikan jika bisnis TNI ditutup. 

            Endriartono mengemukakan, pihaknya telah mulai menginventaris 
bisnis apa saja yang nyata-nyata tidak memberikan kontribusi terhadap 
peningkatan kesejahteraan prajurit dan tidak. 

            Ia menjelaskan, bisnis yang nyata-nyata memberikan dampak negatif 
bagi profesionalisme TNI akan segera ditutup, demikian pula perusahaan yang 
hanya sebagai tempat "menumpang hidup" selain menjaga dan mempertahankan 
kedaulatan negara. 

            Sedangkan untuk perusahaan atau bisnis yang sehat dan memberikan 
kontribusi positif bagi kesejahteraan prajurit, akan dipikirkan apa tetap 
diserahkan kepadan BUMN atau tetap dijalankan oleh TNI. 

            Sementara untuk sejumlah koperasi yang dikelola TNI, Endriartono 
mengatakan akan dibenahi secara menyeluruh agar koperasi benar-benar dari dan 
untuk melayani kepentingan prajurit dan keluarganya sesuai yang diamanatkan UU. 

            Tidak Membebani


            Di tempat terpisah Menteri Perekonomian Aburizal Bakrie mengatakan, 
pemerintah hanya akan menerima pengalihan bisnis dari pihak TNI yang tidak akan 
membebani keuangan pemerintah. "Tentu yang akan dilihat nanti tidak memberatkan 
keuangan pemerintah. Jadi pemerintah tidak akan mengeluarkan uang untuk itu," 
kata Aburizal. 

            Ia mengakui, hingga kini belum ada pembahasan final mengenai 
pengalihan bisnis TNI ke dalam satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN). "Belum 
tahu, kita masih harus melihat perkembangannya dari Menhan. Kita juga belum 
tahu apa yang diusulkan Menhan untuk masuk ke BUMN," katanya. 

            Dijelaskannya, belum ada laporan perkembangan mengenai pengalihan 
bisnis TNI ke dalam BUMN. 

            Ketika ditanya apa saja jenis usaha TNI yang akan dialihkan, 
Aburizal menyatakan, belum tahu, namun yang jelas pemerintah hanya akan 
menerima bisnis yang sifatnya tidak menggunakan anggaran pemerintah. 

            Lebih lanjut, dia menjelaskan, tidak mengetahui kapan pengalihan 
itu dilakukan, sehingga harus ditanyakan ke Menhan. 

            Mengenai surat bernomor S-107/MBU/2005, yang beredar di kalangan 
media masa berisi fitnah terhadap Menteri BUMN, bahwa telah menyurati Menteri 
Perekonomian, Aburizal mengatakan, "surat itu palsu". 

            Dalam surat palsu itu disebutkan kementerian BUMN akan mengambil 
langkah-langkah lanjutan di BUMN, sebagai tindak lanjut dari memo Menteri 
Perekonomian kepada Menteri BUMN tentang pemanfaatan sumber dana di BUMN untuk 
menopang proyek-proyek infrastruktur yang telah diprogramkan. 

            Di dalam surat itu juga disebutkan bahwa pemanfaatan dana BUMN itu 
sesuai dengan hasil pertemuan terbatas di rumah Menteri Perekonomian yang 
dihadiri oleh Ginandjar Kartasasmita, Adi Sasono, Tamsil Linrung, Robby Johan 
dan Aris. "Surat itu palsu, dan sudah diserahkan ke Polisi untuk segera 
diusut," kata Aburizal. (Lerman S/Ant)  
     
     


[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Take a look at donorschoose.org, an excellent charitable web site for
anyone who cares about public education!
http://us.click.yahoo.com/O.5XsA/8WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



** Mailing-List Indonesia Nasional Milis PPI-India www.ppi-india.uni.cc **

Other related posts: