[list_indonesia] [ppiindia] Menanti Keberanian Menghukum Koruptor
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Fri, 1 Apr 2005 00:34:15 +0200
** Mailing-List Indonesia Nasional Milis PPI-India www.ppi-india.da.ru **
Media Indonesia
EDITORIAL Jum'at, 01 April 2005
Menanti Keberanian Menghukum Koruptor
MENGHUKUM koruptor di Indonesia bukanlah perkara mudah. Hukum dan peraturan
perundang-undangan boleh saja ada dan lengkap. Akan tetapi, penerapannya rumit
luar biasa.
Selalu saja ada celah hukum yang membuka argumen bagi pembenaran tindakan
korupsi, baik oleh pengusaha, pejabat, maupun politisi. Polisi, jaksa, hakim,
dan pengacara adalah pihak-pihak yang bertanggung jawab terhadap penegakan
hukum. Tetapi mereka juga adalah lingkaran yang membuat hukum tidak tegak.
Maka, dari waktu ke waktu kita dipertontonkan dengan berbagai keanehan. Ada
koruptor yang divonis penjara, tetapi tidak pernah bisa dimasukkan ke dalam
sel. Ada koruptor yang setiap hari bermain golf, tetapi mendadak sakit begitu
kasusnya diproses. Dan, mereka dengan mudah memperoleh surat keterangan sakit
dari dokter.
Ada pula koruptor yang sudah dimasukkan ke dalam penjara, tetapi kemudian
dengan mudah diantar ke gerbang untuk melarikan diri. Dan, masih banyak lagi
bentuk-bentuk persekongkolan yang menyebabkan koruptor menikmati impunity,
termasuk manipulasi putusan pengadilan. Inilah yang membedakan korupsi di
Indonesia dengan korupsi di negara lain.
Korupsi, memang, penyakit manusia di mana saja di dunia ini. Akan tetapi,
bedanya, di Indonesia--negara dengan tingkat korupsi tertinggi--sangat sedikit
koruptor yang dipenjara, negara lain banyak koruptor dimasukkan ke dalam
penjara. Di China hampir tiap bulan ada saja koruptor yang ditembak mati
berdasarkan putusan pengadilan.
Dalam suasana ketidakpercayaan publik terhadap kesungguhan penegakan hukum di
Indonesia, khususnya terhadap koruptor, kita mendengar tentang vonis seumur
hidup kepada Adrian Herling Waworuntu, tersangka utama pembobolan dana Bank BNI
senilai Rp1,214 triliun.
Kasus Adrian Waworuntu adalah salah satu contoh betapa rumitnya proses
pengadilan terhadap tersangka korupsi. Berbagai peluang untuk memperoleh
impunity dimanfaatkan sebesar-besarnya. BAP Adrian tercatat lebih dari tujuh
kali mondar-mandir dari tangan kejaksaan kepada kepolisian. Adrian pernah
ditahan, tetapi kemudian dibebaskan karena masa penahanannya habis. Sempat
dicekal, tetapi sempat pula melarikan diri ke luar negeri melalui pintu keluar
yang hingga kini tidak diketahui. Proses penanganan Adrian pun makan korban.
Sejumlah pejabat polisi kena sanksi karena menerima suap.
Dari gelagat proses hukum terhadap Adrian Waworuntu dan dari catatan penanganan
terhadap korupsi selama ini--terutama di lingkungan Pengadilan Negeri Jakarta
Selatan--publik menduga Adrian Waworuntu bakal divonis bebas atau diganjar
hukuman ringan. Tetapi PN Jakarta Selatan membuktikan bahwa tidak semua
koruptor bisa tersenyum di sana.
Adrian, bahkan divonis lebih berat dari tuntutan jaksa. Kita, tentu, tidak
bergembira hanya karena Adrian dihukum berat. Kegembiraan kita lebih disebabkan
karena para hakim mulai berani menghukum berat para koruptor yang merugikan
negara. Entah itu Adrian, entah siapa lagi.
Untuk menyelamatkan bangsa ini, tidak ada pilihan lain kecuali memerangi
korupsi. Polisi, hakim, dan jaksa adalah pahlawan bagi penegakan hukum. Adalah
malapetaka bila para pahlawan penegakan hukum ini terlibat dalam pelanggaran
hukum.
Polisi, hakim, dan jaksa masih harus membuktikan bahwa mereka bekerja
sungguh-sungguh demi penegakan hukum. Adrian Waworuntu adalah contoh keberanian
itu. Akan tetapi, keberanian yang amat didambakan publik itu masih terlalu
sedikit diperlihatkan para penegak hukum. Wajah hukum kita masih didominasi
oleh bopeng-bopeng memalukan.
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
DonorsChoose. A simple way to provide underprivileged children resources
often lacking in public schools. Fund a student project in NYC/NC today!
http://us.click.yahoo.com/5F6XtA/.WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
** Mailing-List Indonesia Nasional Milis PPI-India www.ppi-india.uni.cc **
Other related posts:
- » [list_indonesia] [ppiindia] Menanti Keberanian Menghukum Koruptor