[list_indonesia] [ppiindia] Megawati Dinilai Masih Ingin Jadi Presiden
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Tue, 29 Mar 2005 10:37:19 +0200
** Mailing-List Indonesia Nasional Milis PPI-India www.ppi-india.da.ru **
http://www.suarapembaruan.com/News/2005/03/28/index.html
SUARA PEMBARUAN DAILY
Megawati Dinilai Masih Ingin Jadi Presiden
Pembaruan/Nyoman Mardika
DUKUNG MEGAWATI - Pendukung Megawati Soekarnoputri menggelar aksi di depan
Hotel The Grand Bali Beach Sanur sambil membentangkan spanduk mendukung Mega
terpilih sebagai ketua umum dalam Kongres PDI-P II di Bali, Senin (28/3).
JAKARTA - Sikap keras Ketua Umum PDI-P Megawati Soekarnoputri yang ingin
kembali memimpin parpol itu menunjukan bahwa mantan presiden tersebut mempunyai
keinginan menjadi orang nomor satu di republik ini pada Pemilu 2009 mendatang.
Hanya, sejarah politik dunia mencatat, tidak ada seorang pun calon yang pernah
gagal menjadi kepala negara berhasil terpilih dalam periode berikutnya.
"Saya menduga keinginan Megawati untuk menjadi presiden pada tahun 2009 sangat
kuat sehingga dia bersikeras untuk memimpin kembali PDI-P. Padahal, sejarah
politik dunia mencatat tidak ada calon yang pernah gagal berhasil terpilih pada
periode pemilihan berikutnya. Sebaiknya Megawati berani mengambil sikap
bijaksana dan legawa serta tampil sebagai figur pemersatu partai dan
mempersiapkan kader partainya yang benar-benar menjadi tokoh pembaharu dan akan
ditampilkan pada Pemilu 2009 mendatang," ujar Guru Besar Fakultas Ilmu Sosial
Politik Universitas Indonesia, Prof Dr Harsono Suwardi, kepada Pembaruan di
Jakarta, Senin (28/3).
Dikatakan, konflik internal berkepanjangan di tubuh partai tersebut justru akan
semakin mengerdilkan dan menjauhkan partai tersebut dari para konstituennya.
Jika ini terjadi, jelas merupakan bencana dan membuat massa PDI-P semakin marah
melihat ulah para pemimpin partainya sehingga mereka dapat menyeberang ke
partai lain yang dianggap mampu membawa suara mereka.
Bagi pengembangan demokrasi di tubuh parpol, memang sebaiknya hak prerogatif
dari ketua umum perlu dicabut.
Mengenai keputusan Arifin Panigoro dan Sophan Sophiaan, dua tokoh PDI-P yang
memutuskan untuk mengundurkan dari dari pencalonan ketua partai, hal itu
sebetulnya tidak perlu dilakukan. "Jika mereka memang mempunyai kemampuan dan
dipercaya untuk menjadi ketua, kenapa harus mundur. Mereka masih dapat
melakukan sesuatu untuk PDI-P di masa depan meskipun untuk berada di dalam
tubuh kepengurusan partai akan mendapatkan tantangan lebih besar. Atau mungkin
mereka mempunyai agenda dan target strategis lainnya di balik pengunduran
tersebut," ujarnya.
Konspirasi
Dari Bali, Sekjen Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PDI-P Sutjipto mensinyalir,
Gerakan Pembaruan PDI-P yang dimotori Arifin Panioro, sebagai sebuah konspirasi
dengan penguasa untuk mengintervensi PDI-P. Kecurigaan itu muncul dengan
bergabungnya Laksamana Sukardi yang dulu dekat dengan Megawati hingga menjadi
menteri.
Sutjipto sesaat sebelum menemui Megawati di Inna Grand Bali Beach Hotel & Spa
Minggu (27/3) malam dalam perbincangan dengan Pembaruan melontarkan sinyalemen
tersebut.
Ditanya soal indikasi adanya konsfirasi Gerakan Pembaruan PDI-P dengan
penguasa, Sutjipto mengatakan, munculnya Laksamana Sukardi di kubu Gerakan
Pembaruan PDI-P, patut dicurigai. Alasannya, Laksamana selama ini dikenal dekat
dengan Megawati dan menjadi menteri ketika Megawati menjadi Presiden, tetapi
sekarang mau menggoyang Megawati.
Sutjipto juga mengaitkan-ngaitkan bergabungnya Laksamana Sukardi dengan sorotan
masyarakat ketika kader PDI-P itu menjadi menteri dengan tuduhan korupsi kolusi
dan nepotisme (KKN). Namun, Sutjipto tidak memerinci apakah yang dimaksud
adalah bahwa Laksamana memanfaatkan Gerakan Pembaruan untuk menyelamatkan
dirinya dari sorotan masyarakat soal dugaan KKN tersebut.
Sumber Pembaruan lainnya Minggu malam di Denpasar mengatakan, Gerakan Pembaruan
tidak lain adalah sebuah konspirasi antara orang-orang yang mau mencari selamat
dengan cara menghancurkan PDI-P. Sumber tersebut menyebutkan, Arifin Panigoro
yang memotori Gerakan Pembaruan, saat ini posisinya di ujung tanduk dan sedang
"disandera" Pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono-Jusuf Kalla dengan ancaman
kasusnya akan dibuka di Kejaksaan Agung.
Arifin Panigoro dan Laksamana Sukardi lanjut sumber tersebut, kemungkinan besar
dimanfaatkan penguasa untuk menjatuhkan Megawati dan menggantinya dengan
orang-orang yang bisa menjadi boneka pemerintah. Konsesinya adalah, kasus
Arifin Panigoro dan sorotan masyarakat atas dugaan KKN Laksamana Sukardi, tidak
lagi dipersoalkan.
Skenarionya adalah pemerintah melalui Gerakan Pembaruan melakukan manuver
menguasai PDI-P dengan target utama mengganti Megawati. Setelah mendudukkan
orang-orangnya, pemerintah bisa leluasa menguasai PDI-P yang saat ini telah
menyatakan diri sebagai opisisi terhadap pemerintah.
Sementara itu, Permadi salah seorang kader PDI-P pro Megawati yang dimintai
tanggapan soal keberadaan Gerakan Pembaruan mengatakan, tidak yakin dengan
klaim-klaim yang menyatakan, Megawati bisa dibuat bernasib seperti Akbar
Tandjung. Menurut Permadi, Gerakan Pembaruan tidak akan mendapatkan dukungan
luas dalam kongres PDI-P di Bali.
"Klaim dukungan luas itu, sama sekali tidak benar, karena faktanya di lapangan
hasil Konferensi Cabang Khusus (Konfercabsud) hampir semua masih menginginkan
Megawati," kata Permadi di Bandara Cengkareng sebelum bertolak ke Denpasar,
Bali, Minggu siang.
Permadi justru menilai, Gerakan Pembaruan yang menuntut demokratis, justru
bertolak belakang dengan semboyan mereka bahwa PDI-P harus demokratis. Kalau
memaksa agar Megawati tidak lagi menjadi ketua umum, itu namanya tidak
demokrastis.
Sedangkan soal Megawati disebut gagal dalam memimpin PDI-P sehinngga akhirnya
kalah dalam Pemilih legislatif dan Pemilu Presiden/Wakil Presiden 2004, menurut
Permadi, tidak adil hanya ditimpakan pada seseorang. "Ini kesalahan kolektif
kita semua. Kita juga tentu bertanya, apa kontribusi seseorang ketika kampanye
dulu. Arifin Panigoro kan anggota DPP dan anggota DPR, lalu apa yang dilakukan
ketika kampanye, kalau tak berperan, masak semua ditanggung Megawati."
(137/M-15/E-5)
--------------------------------------------------------------------------------
Last modified: 28/3/05
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
DonorsChoose. A simple way to provide underprivileged children resources
often lacking in public schools. Fund a student project in NYC/NC today!
http://us.click.yahoo.com/5F6XtA/.WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
** Mailing-List Indonesia Nasional Milis PPI-India www.ppi-india.uni.cc **
Other related posts:
- » [list_indonesia] [ppiindia] Megawati Dinilai Masih Ingin Jadi Presiden