[list_indonesia] [ppiindia] Jurnal Kembang Kemuning: Menyambut Kelahiran Jaring Penulis Kaltim [2]

** Mailing-List Indonesia Nasional Milis PPI-India www.ppi-india.da.ru **

JURNAL KEMBANG KEMUNING:=20

MENYAMBUT KELAHIRAN JARING PENULIS KALTIM [2 --SELESAI].



Kalau sekarang Korrie menjadi orang pertama JPK maka di bahunya terletak ta=
nggujawab seorang pencinta. Bagi saya, pencinta itu adalah manusia berwawas=
an manusiawi yang mengerti akarnya."Nama besar" tidak sama dengan berwawasa=
n. Bagaimana mempunyai "nama besar" ini adalah satu masalah.Masalah lain, t=
idak jarang adanya "nama" gampang menjurus ke individualisme jika hampa waw=
asan manusiawi. Dengan kata-kata ini, saya tidak menghakimi, tapi sebatas m=
encanangkan seperti kata-kata cerita silat "besar bayangan dari pohon". Pra=
ktek adalah gantang terakhir apa siapa kita.Sebagai  sesama Dayak saya yaki=
n Korrie bisa memahami maksud saya yang menggarisbawahi akan arti tanggungj=
awab pada haridepan manusiawi.


Hal lain yang menarik perhatian dari berita yang menyertai kelahiran JPK ba=
hwa organisasi Jaring Penulis Kaltim ini, sifat keanggotaannya yang terbuka=
.Kalau pemahaman saya benar, nampak bahwa yang dimaksudkan dengan penulis K=
altim adalah semua penulis yang berada di Kaltim, tidak memperdulikan asal =
etnik asal daerah mereka. Hal ini tercermin dari apa yang dikatakan oleh Sh=
antined:


"[...]sebuah wadah kreativa kepenulisan yang berada di Kalimantan Timur. Tu=
juan dibentuknya JPK ini tak lain karena niat mulia,ingin mempersatukan pen=
ulis-penulis Kalimantan Timur dan mewadahi segala bentuk kegiatan sastra ya=
ng berada di Kaltim".[Lihat: Lampiran].


Selanjutnya:


"[...]Diantaranya mengadakan satu peluang bagi seluruh penulis Kaltim ( ber=
domisili di Kaltim)...".


Pengertian penulis Kaltim dengan demikian tidaklah terbatas pada penulis-pe=
nulis asal etnik Dayak. Pengertian begini, saya kira [kalau pemahaman saya =
benar] sesuai dengan hakekat budaya lamin atau betang [soal yang barangkali=
 perlu dijadikan bahan diskusi lebih lanjut secara lebih mendalam sehingga =
kalau kita menyebut "budaya lamin" atau "budaya betang" kita tahu maknanya =
dan tidak menyempitkan pengertiannya sebatas artian fisikal betang atau lam=
in]. Pengertian begini juga merupakan sikap awal yang memungkinkan kita men=
ghimpun semua kekuatan potensial di daerah untuk pemberdayaan daerah dalam =
usaha membangun pusat-pusat kebudayaan dan intelektual di berbagai daerah d=
an pulau tanahair.=20


Lahirnya JPK sekaligus menjawab pertanyaan sementara penulis yang tinggal d=
i daerah dan yang melihat karena bertempat tinggal di daerah si penulis mer=
asa dirinya tidak bisa mengembangkan diri sebagai penulis, ia tidak bisa me=
lakukan apa-apa di dunia penulisan. Ia tidak melihat bahwa justru kehidupan=
nya di daerah memberikan keuntungan tersendiri yang tidak dimiliki oleh mer=
eka yang tinggal di kota-kota besar di Jawa. Memang tinggal di daerah, mema=
ng mempunyai keterbatasan, terutama dalam mendapatkan bahan acuan yang muta=
khir. Tapi keterbatasan begini bukanlah hal yang bersifat fatal apalagi den=
gan makin berkembangnya terus-menerus tingkat tekhnologi komunikasi seperti=
 sekarang, sehingga isolasi geografis dan fisik, relatif bisa ditembus.  Id=
e pembangunan perpustakaan dari bawah, saya kira termasuk salah satu cara m=
endapatkan acuan-acuan mutakhir ini. Barangkali dalam soal mengembangkan sa=
stra-seni dari daerah ini, pengalaman Komunitas Rumah Dunia, Banteng, Sangg=
ar Sastra Tasikmalaya dan komunitas-komunitas lainnya, sangat berguna dipel=
ajari. Dalam rangka saling belajar antar komunitas ini, saya sangat menghar=
gai tawaran Gola Gong dari Rumah Dunia yang menawarkan kepada komunitas-kom=
unitas sastra-seni di mana pun untuk mengirimkan profil mereka  ke website =
Rumah Dunia Banten. Hanya saja ajakan dan tawaran ini agaknya masih belum m=
endapat sambutan berarti.


"Gebrakan" -- jika meminjam istilah Shantined --JPK akan makin besar lagi a=
pabila JPK menggalang kerjasama erat dengan organisasi-organisasi sektoral =
sejenis di seluruh Kalimantan, termasuk Sabah-Sarawak serta pulau-pulau/dae=
rah-daerah tetangga terdekat seperti Makassar, Manado, Jawa Timur.=20


Saya juga melihat penting, perhatian JPK sejak berdirinya mengawali kegiata=
n dengan  memperhatikan masalah "bernuansakan budaya/daerah Kaltim". Pentin=
gnya soal ini saya lihat dari segi melawan pikiran tunggal [la pens=E9e uni=
que] yang membunuh keragaman dan dominasi budaya mayoritas atau budaya "sup=
er market". Sejalan dengan pikiran begini maka waktu berada di Palangka Ray=
a, saya usulkan kepada Salundik Gohong yang waktu itu adalah walikota Palan=
gka Raya, agar dalam tatakota dan arsitektur kota, semua orang yang datang =
ke Palangka Raya,begitu menginjakkan kaki sudah sadar bahwa mereka sedang b=
erada di Kalteng, berada di Palangka Raya dan bukan di Jakarta, Bandung ata=
u Surabaya. Keragaman budaya adalah merupakan kenyataan di negeri ini. Meng=
apa diseragamkan secara paksa dan membatasi kebudayaan Indonesia pada "punc=
ak-puncak kebudayaan daerah" saja atau diazastunggalkan? Kebudayaan Indones=
ia saya kira pada hakekatnya adalah suatu "benangdinding", jika menggunakan=
 istilah orang Dayak Katingan [Kalteng]. "Benangdinding" adalah kain besar =
warna-warni yang dijahit dari potongan-potongan kain warna-warni menjadi se=
helai kain besar indah baru.=20


Pada masa Majalah Kisah, nampak pada saya bahwa H.B.Jassin mencoba mengemba=
ngkan sastra "benangdinding" ini dengan menampilkan banyak sastrawan-sastra=
wan dari daerah.Yusach Ananda [Pontianak], Hijaz Yamani dan Arthum Artha [K=
alsel], muncul dan dimunculkan oleh H.B.Jassin. Sekarang kemunculan sastraw=
an daerah agaknya banyak ditopang oleh adanya komunitas-komunitas sastra se=
ni. Tapi seberapa jauh mereka dilirik oleh para kritikus dan pakar?


Lahirnya JPK juga saya lihat mempunyai arti penting lain, khususnya bagi ko=
munitas Dayak. Seperti diketahui di kalangan komunitas Dayak, sastra yang p=
aling berkembang adalah sastra lisan [oral]. Barangkali lahirnya JPK bisa m=
enciptakan tradisi baru bagi komunitas Dayak yaitu melengkapi sastra lisan =
itu dengan sastra tulisan. Saya katakan melengkapi karena pada saya tidak a=
da keinginan menghapuskan sastra lisan, dan tidak mungkin dihapus. Ia punya=
 peran tersendiri.


Berangkat dari dasar-dasar pikiran di atas saya hanya bisa menyambut dengan=
 kegembiraan dan harapan lahirnya JPK. Langkah telah diayun di "jalan kemba=
ra pencarian yang tak punya sampai", jika menggunakan ungkapan pelukis Sali=
m. Dan seperti ujar orang Tiongkok Kuno: "daya tahan seekor kuda diuji dala=
m perjalanan jauh".


Paris, Februari 2005.
--------------------
JJ.KUSNI



[Selesai]




Lampiran:

From:  shanti syarif <shantined2003@xxxx>=20
Date:  Fri Feb 25, 2005  5:59 pm=20
Subject:  Jaring Penulis Kaltim


ADVERTISEMENT
=20
=20

Dengan ini perkenankan saya mengumumkan bahwa telah terbentuk Jaring Penuli=
s Kaltim, sebuah wadah kreativa kepenulisan yang berada di Kalimantan Timur=
. Tujuan dibentuknya JPK ini tak lain karena niat mulia,ingin mempersatukan=
 penulis-penulis Kalimantan Timur dan mewadahi segala bentuk kegiatan sastr=
a yang berada di Kaltim.

Sebagai "kepala suku" , kami mengangkat seorang sastrawan dan budayawan sen=
ior yang tak asing lagi,yakni bung Korrie Layun Rampan. Beliau saat ini tin=
ggal di Sendawar, Kab Kutai Kartanegara.Lalu ada mas Amien Wangsitalaja, sa=
strawan /penyair sufi yang saat ini bertugas di Dinas Penelitian Bahasa ,Sa=
marinda .Ada juga Bung Herman A Salam, seorang penulis cerita daerah , sala=
h satu bukunya "Adipati Awang Long", tinggal di Samarinda. Lalu pak Karno W=
ahid, tinggal di Tenggarong . Bukunya sudah ada beberapa, diantaranya kumpu=
lan puisi"Aura".

Dan di Balikpapan ada saya, Shantined , yang sebenarnya belum layak disejaj=
arkan dengan mereka.Baru belajar membuat puisi dan ingin maju terus dibidan=
g sastra.

Untuk langkah awal, kami berupaya membuat satu gebrakan . Diantaranya menga=
dakan satu peluang bagi seluruh penulis Kaltim ( berdomisili di Kaltim) unt=
uk mengirimkan naskahnya berupa cerpen untuk dikirimkan kepada JPK, untuk d=
iseleksi dan jika lolos akan dipilih 10 naskah terbaik untuk diterbitkan me=
njadi sebuah buku antalogi cerpen Kaltim.Menarik bukan....untuk itu silahka=
n rekan2 penulis Kaltim segera mengirimkan cerpennya , bisa lewat email say=
a ini: shantined2003@xxxx atau wa_amien@xxxx

Batas akhir pengiriman adalah 15 Maret 2005 .
Oh ya , sebaiknya cerpen bernuansakan budaya/daerah Kaltim.

Kami tunggu cerpennya.***


=20




=20

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->=20
Give underprivileged students the materials they need to learn.=20
Bring education to life by funding a specific classroom project.
http://us.click.yahoo.com/4F6XtA/_WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->=20

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg=
 Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;=20
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
=20
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
=20



** Mailing-List Indonesia Nasional Milis PPI-India www.ppi-india.uni.cc **

Other related posts: