[list_indonesia] [ppiindia] [Doc.Tercecer] Berita Puisi tentang Manusia Oleh Ribut Wijoto

** Mailing-List Indonesia Nasional Milis PPI-India www.ppi-india.da.ru **


http://www.sinarharapan.co.id/hiburan/budaya/2003/1122/bud2.html
=20
B  U  D  A  Y  A
=20
Berita Puisi tentang Manusia

Oleh Ribut Wijoto
=20
Apa yang terjadi dengan manusia? Bagaimanakah manusia memahami dan menghaya=
ti lingkungannya, juga dirinya? Kiranya, ini sebuah persoalan pelik. Jawaba=
n pasti mesti ditunda. Ada kesejarahan panjang dalam pribadi kemanusiaan.=20
=20
Dulu kala, di Abad Pertengahan, Galileo Galilei menyatakan, =94barang siapa=
 hendak membaca buku; aksara-aksaranya ialah bentuk-bentuk segitiga, lingka=
ran, dan empat per segi=94. Galilei, filsuf yang hidupnya diakhiri di tiang=
 gantungan ini, mengingatkan bahwa dunia akan lebih bisa dipahami melalui g=
ejala-gejala primernya. Berat, warna, volume, suhu, panjang, atau hal-hal y=
ang berkaitan dengan pancaindera. Lebih khusus lagi, matematika. Saat itu, =
Galilei sedang memberi dasar bagi suatu peradaban yang dikemudian periode a=
mat menguasai masyarakat: ilmu pengetahuan. Sebuah dasar yang lantas disemp=
urnakan oleh Isaac Newton. Kepastian akan adanya hukum-hukum: manusia dan l=
ingkungannya digerakkan oleh suatu logika kepastian, ialah hukum alam.=20
=20
Lantas, bagaimanakah pengaruh penerapan hukum alam bagi kemanusiaan? Ada ba=
iknya, di sini, patut diperhatikan pengakuan Heri Latief melalui puisi =94M=
ama=94 (antologi Ilusiminimalis, 2003): Umur yang kita rancang ternyata buk=
an punya kita, milik kita hanyalah ingatan, kenangan yang tak habis dimakan=
 sunyi, di sini kita memandang langit sehabis hujan, berwarna kelabu, tempa=
t berkumpulnya titik-titik embun. Ada banyak hal yang bisa cermati dari lar=
ik-larik puisi Latief. Penyair yang juga salah satu pendiri situs Cybersast=
ra ini seperti memasang semacam lonceng; berdentang mewartakan soal genting=
. Degradasi kemanusiaan. Ialah ketika manusia hanya mampu memiliki sedikit =
bagian dari dirinya sendiri. Mengapa? Kiranya, ia berkaitan dengan dasar-da=
sar pembangunan Galilei, hukum pancaindera.=20
=20
Pada kesehariannya, manusia dipahami sebagai struktur-struktur sosial dan m=
ateri, yaitu peranan manusia di dalam masyarakat: apa yang seseorang kerjak=
an, bagaimana prestasi kerjanya, kedudukannya, hobi, pendidikan. Selebihnya=
, manusia dipahami sebagai tumpukan materi. Corak rambut, cara berpakaian, =
jenis kelamin, tinggi badan, warna kulit, atau hal-hal yang berkaitan denga=
n =94kartu tanda penduduk=94. Organisasional dan material.=20
Manusia diatur dalam peran-peran sosial. Sebagai suatu aset yang mesti berm=
anfaat. Menghasilkan barang-barang atau jasa. Tanpa itu, manusia belum bisa=
 dianggap manusia. Perihal perilaku, manusia dihadapkan pada berbagai petun=
juk bertele-tele mengenai kesantunan dan kesusilaan. Macam-macam perilaku d=
ibungkam. Pamali. Semisal tentang seksualitas.=20
=20
Wilayah seksualitas hanya boleh diperkatakan di ruang-ruang tersembunyi. Ia=
 hanya boleh dibicarakan akrab oleh pasangan suami-istri. Atau, sengaja dic=
iptakan ruang khusus yang di sana orang bebas membicarakan seks. Pelacuran.=
 Hanya saja, ruang tersebut secara norma sosial telah dinilai bejat. Dan, k=
alau diperkatakan saja sudah mesti berhadapan dengan banyak aturan, maka da=
lam tingkat tindakan, berlaku aturan-aturan yang lebih kaku lagi. Segalanya=
 mesti terkontrol. Terkondisikan agar lebih bisa dinilai sebagai manusia no=
rmal.=20
Dan begitulah, puisi Latief mempersoalkan inti dari kemanusiaan. Sublimitas=
. Sejauh mana seseorang punya makna dalam kehidupan. Dengan rada sinis, Lat=
ief memberi catatan: Bukankah mereka juga mengerti, tiap manusia yang rada =
waras, pasti suka bicara memakai logika-cinta, karena moral ternyata susah =
diukur (puisi =94Nyamuk=94).

Heri Latief, penyair yang pernah tinggal di negeri Belanda ini, menggiring =
persoalan pemahaman diri (manusia) melalui hal yang lebih mendalam. Moralit=
as. Logika cinta. Keduanya berlawanan dengan pemikiran Galilei berkenaan =
=94pemahaman atas manusia=94. Pemikiran Galilei meyakini bahwa identitas ma=
nusia diperoleh dari situasi sosial. Berada di luar manusia. Sedangkan yang=
 diyakini Latief, identitas bersifat personal. Berkaitan dengan kenangan, m=
oralitas, cinta. Berada dalam diri manusia. Sifatnya metafisik. Apa yang ta=
mpak belum tentu merepresentasikan kenyataan diri. Dengan begitu identitas =
sosial, yaitu identitas yang biasa dilekatkan masyarakat kepada seseorang, =
itu hanya kulit luarnya saja. Sebab identitas sosial berasal dari apa-apa y=
ang tampak. Sebuah identitas empiris. Satu misal paling gampang adalah pema=
kaian aksesoris. Suatu kali, seseorang memakai kalung yang berbandul logam =
berbentuk silang. Maka, orang-orang akan dengan mudah menjatuhkan klaim, di=
a seorang nasrani. Atau
 seseorang memakai tato bergambar pedang di lengan, maka orang-orang akan b=
erusaha menjaga jarak dengan dirinya. Tato menciptakan identitas bernuansa =
buruk bagi seseorang. Lantas, apakah itu merupakan kebenaran identitas manu=
sia.=20
Bersandar pada puisi Latief, kiranya terlalu mudah untuk cepat-cepat menjat=
uhkan putusan. Masalah identitas diri adalah masalah dunia dalam, metafisik=
a. Berakar pada hakikat kemanusiaan. Di mana manusia bisa dengan secara teg=
as terbedakan dengan benda-benda atau dengan para hewan.=20
=20
Pada manusia ada terletak pikiran, perasaan, imajinasi, cinta, dan obsesi t=
erhadap fantasi. Di situ, manusia mempertaruhkan kesadaran, kebebasan, pili=
han hidup, tanggung jawab. Titik tolaknya pada kesadaran diri. Sehngga pers=
oalannya bukan pada penolakan partisipasi peran sosial, tetapi pada tercipt=
anya relasi etis antara peran sosial dengan hakikat kemanusiaan. Dituliskan=
nya oleh Latief dalam puisi =94Egoisme=94: Itulah harapan kita, tanpa topen=
g ada wajah yang asli, lihatlah kejujuran memang membosankan.=20
=20
Identitas asli seperti bayang-bayang dapat dilihat tapi sulit dipastikan, a=
palagi keasliannya. Ilmu alam sebagaimana disorongkan Galilea hanya mampu m=
enyoroti bentuk luar dari bayang-bayang. Sedangkan hal-hal yang membentuk b=
ayang-bayang, yaitu manusia itu sendiri, berdiri jauh di balik pancaindera.=
 Pengenalan hanya bisa dilakukan melalui penghayatan yang intens. Melelahka=
n, menjemukan, dan bagi ilmu alam yang mengagungkan efisiensi, bisa jadi ia=
 mendekati sia-sia. Juga bagi orang-orang lain, masyarakat, publik. Identit=
as manusia lebih mudah diberikan dari luar daripada digali dari dalam. Sese=
orang adalah ilmuwan berprestasi, seseorang adalah pemain sepak bola nasion=
al, pedagang buah, petani miskin, pejabat berpakaian rapi.=20
=20
Klaim-klaim tentang identitas manusia berseliweran dari berbagai arah. Sali=
ng merangsek untuk dipasrahi. Karena, masyarakat punya kekuatan untuk membe=
ntuk sanksi. Seorang pegawai perusahaan akan ditertawakan atau malah di-phk=
 bila berani memakai baju senam saat tugas kantor. Mengenaskan, seseorang d=
icela atau dihormati karena sesuatu di luar dirinya. Kemanusiaan terpasung =
di situ. Kebebasan dalam mengekspresikan diri terpagari oleh aturan-aturan =
penuh sanksi.=20
Begitulah, sebagian besar umur manusia bukanlah milik dirinya. Umur atau wa=
ktu, menjadi milik peran-peran yang mesti disandang manusia. Tinggal dijala=
ni, dan tak mudah diberontaki. Yang tersisa bagi manusia hanya ingatan, ken=
angan yang tak habis dimakan sunyi. Di situ, manusia jadi terasingkan dari =
dirinya sendiri. Merasa diri kurang punya makna.=20
=20
Kehadiran diri hanya bisa dipenuhi oleh peranan-peranan dari luar. Ia sebag=
ai bagian dari sesuatu yang lebih luas. Diposisikan, ditugasi, dinilaikan, =
dan dikekang. Sebab, ia bukan milik dirinya. Ia milik aturan-aturan. Kurang=
 lebih sama dengan benda-benda. Di tingkat ini, ketika kesadaran diri telah=
 bangkit, dua pilihan buruk bisa terwujud. Pilihan pertama, tindakan agresi=
f brutal. Bersifat menyerang, merusak, dan dorongan untuk menguasai orang-o=
rang lain. Suatu keinginan untuk balas dendam atau keinginan untuk membalik=
 keadaan. Pilihan kedua, tindakan apatis. Kepercayaan terhadap orang lain, =
bahkan kepercayaan kepada diri sendiri, telah sirna. Ia merasa tidak lagi p=
unya makna. Juga dunia tidak punya makna. Tiada perlu lagi beraktivitas. At=
au bisa jadi, menganggap tiada perlu lagi melanjut hidup. Bunuh diri sosial=
, ataupun bunuh diri nyata. Lenyap. Mati, sendiri, dan tak terpahami.=20
=20
Hukum alam, ah logika ini memang penting bagi peradaban. Tentang kemutlakan=
nya, beberapa ihwal masih perlu dipertimbangkan. Berita-berita dari puisi, =
semacam berita puisi Heri Latief sungguh patut untuk diberi perhatian, dibe=
ri tempat berbiak. Dengan harapan sederhana: agar kelak, anak-anak kita mas=
ih bisa membaca hakikat cinta, dan manusia masih ada.***
=20
Studio Gapus, Surabaya.
=20
=20=20
=20=20=20
=20=20=20
 Copyright =A9 Sinar Harapan 2003=20
=20



=09=09
---------------------------------
Do you Yahoo!?
 The all-new My Yahoo! =96 Get yours free!=20=20=20=20

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->=20
Help save the life of a child.  Support St. Jude Children's Research Hospit=
al's
'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/mGEjbB/5WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->=20

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg=
 Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;=20
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
=20
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
=20



** Mailing-List Indonesia Nasional Milis PPI-India www.ppi-india.uni.cc **

Other related posts: