[list_indonesia] [ppiindia] Disfungsi Ereksi di Usia Lanjut
- From: "Carla Annamarie" <Carla.Annamarie@xxxxxxxxxxxxxxxx>
- To: ppiindia@xxxxxxxxxxxxxxx
- Date: Mon, 28 Feb 2005 14:53:07 +0700
** Mailing-List Indonesia Nasional Milis PPI-India www.ppi-india.da.ru **
Growth hormon sebagai treatment untuk gangguan seksual belum terbukti
>>> secara ilmiah bisa memengaruhi libido maupun ereksi.
>>> ----------------------------------------------------------------
>>> BERTUMBUH menjadi tua adalah satu hal pasti yang akan dialami setiap
>>> orang. Banyak persoalan yang harus diwaspadai ketika usia sudah di
>>> atas 60 tahun. Selain bermacam penyakit yang mulai mengganggu
>>> kesehatan, disfungsi ereksi juga sering dialami oleh mereka (laki-
>>> laki) yang telah berusia lanjut.
>>>
>>> Akmal Taher menyatakan, membahas masalah seksualitas biasanya
>>> dipengaruhi oleh budaya. Karena itu, harus ada studi lintas negara
>>> supaya tidak bias. Dari beberapa studi, didapatkan hasil bahwa
>>> masalah seks berkaitan langsung dengan kesehatan secara umum. Kalau
>>> seseorang sehat secara fisik, kehidupan seksnya pun menjadi mudah.
>>>
>>> Di sebuah klinik, pada pasien yang mengalami disfungsi ereksi, dia
>>> akan mengalami penurunan kualitas hidup. Ada beberapa penyebab
>>> disfungsi ereksi pada mereka yang berusia lanjut. Di antaranya faktor
>>> pembuluh darah yang sudah menyempit, penyakit jantung, kencing manis
>>> (diabetes mellitus), dan kegemukan (obesitas).
>>>
>
>>> "Pada orangtua, penurunan aliran darah arteri bisa menimbulkan
>>> gangguan ereksi. Dengan bertambahnya umur, aliran darah ke penis itu
>>> menjadi berkurang dan bisa mengakibatkan disfungsi ereksi," kata
>>> Akmal Taher.
>>>
>>> Lalu, bagaimana dengan pengaruh hormon? Menurut Akmal Taher, hormon
>>> yang rendah bisa menjadi faktor pemberat terjadinya disfungsi
>>> ereksi. "Pada laki-laki yang berumur, hampir semuanya menurun.
>>> Testosteron bisa memengaruhi ereksi. Akan tetapi, ereksi yang baik
>>> justru bisa meningkatkan testosteron," katanya menjelaskan.
>>>
>>> PADA mereka yang mengalami disfungsi ereksi, terapi pertama (first
>>> line therapy) yang harus ditawarkan adalah dengan obat-obatan yang
>>> diminum. Terapi ini lebih mudah dibandingkan dengan cara lain,
>>> seperti suntik. Dulu berupa viagra, sekarang ada beberapa yang lain
>>> seperti golongan PDE 5, tetapi nama dagangnya macam-macam.
>>>
>>> Namun, pada mereka yang berusia lanjut, obat-obatan ini
>>> efektivitasnya ternyata tidak sebaik kalau diberikan kepada orang
>>> yang berusia lebih muda. Pada mereka yang sudah tua umurnya,
>>> efektivitas obat semacam itu hanya 40 persen.
>>>
>>> Karena itu, sekarang yang berkembang adalah bagaimana mengombinasikan
>>> obat-obatan tersebut dengan pemberian hormon. Sebab, pada orangtua,
>>> salah satu faktor penyebab gangguan ereksi adalah turunnya kadar
>>> hormon tadi.
>>>
>>> "Bentuknya macam-macam. Ada obat minum, ada obat suntik, tapi isinya
>>> sama: hormon laki-laki testosteron. Itu dikombinasikan dengan obat
>>> seperti sildenafil," kata Akmal Taher.
>>>
>>> Masalahnya, hormon itu hanya bisa diberikan kepada mereka yang memang
>>> terbukti kadar hormonnya rendah. Kadar hormon yang rendah bisa
>>> diketahui lewat pemeriksaan darah. Memang diakui bahwa selama ini
>>> pengobatan atau terapi seperti ini belum baku karena yang sering
>>> dipakai adalah obat seperti viagra.
>>>
>>> Apakah obat-obatan tersebut memiliki efek samping atau tidak, menurut
>>> Akmal Taher, sebenarnya relatif. "Secara rutin harus dicek bagaimana
>>> kesehatan prostatnya, jangan sampai membesar karena pengaruh hormon.
>>> Atau yang paling sering terjadi ada rasa tidak enak badan," ujarnya
>>> menjelaskan.
>>>
>>> Semula hormon testosteron dipikirkan hanya untuk membangkitkan
>>> libido. Akan tetapi, ternyata sekarang terbukti- dari penelitian-
>>> penelitian terakhir yang mengarah pada testosteron-ia berpengaruh
>>> juga terhadap mekanisme ereksi. Bahwa, kalau hormon testosteronnya
>>> rendah, proses untuk ereksi pun ikut menjadi terganggu.
>>>
>>> Terapi lainnya, yakni dengan growth hormon, sampai saat ini belum
>>> biasa digunakan, juga di Indonesia. Growth hormon sebagai treatment
>>> untuk gangguan seksual belum terbukti secara ilmiah bisa memengaruhi
>>> libido maupun ereksi. Namun, treatment ini memang bisa memperkuat
>>> otot, menambah kebugaran, atau mengencangkan kulit. (LOK)
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Take a look at donorschoose.org, an excellent charitable web site for
anyone who cares about public education!
http://us.click.yahoo.com/O.5XsA/8WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.uni.cc
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
** Mailing-List Indonesia Nasional Milis PPI-India www.ppi-india.uni.cc **
Other related posts:
- » [list_indonesia] [ppiindia] Disfungsi Ereksi di Usia Lanjut