[list_indonesia] [ppiindia] DPR Kaget Dengar 20 Daerah Miskin

** Mailing-List Indonesia Nasional Milis PPI-India www.ppi-india.da.ru **

Refleksi: Kalau tak tahu bahwa daerah miskin, lalu mau tetap berpendapat bahwa 
itu Dewan Perakilan Rakyat? 


http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=106079

Dari Senayan

DPR Kaget Dengar 20 Daerah Miskin



Sabtu, 16 April 2005
MAKASSAR - Anggota Komisi II DPR RI, Hj Ny. Nurhayati Yasin Limpo mengaku kaget 
setelah mengetahui bahwa jumlah daerah di Sulawesi Selatan yang masuk daerah 
miskin mencapai 20 kabupaten dan kota madya, padahal sebelumnya hanya beberapa 
daerah saja. 

Pernyataan anggota Komisi II DPR itu disampaikan di Makassar, Jumat, berkaitan 
penjelasan pemerintah pusat yang menyatakan bahwa Sulsel termasuk provinsi 
miskin. Pernyataan itu disampaikan dalam rapat dengar pendapat komisi yang 
membidangi pemerintahan, sosial dan kemasyarakatan dengan Menteri Dalam Negeri 
dan staf Depdagri belum lama ini. 

Dalam rapat dengar pendapat tersebut, disebutkan bahwa di Provinsi Sulsel hanya 
ada tiga dari 23 kabupaten dan kota yang dilaporkan pemerintah pusat tidak 
masuk kategori miskin yakni Kabupaten Luwu, Wajo dan Bone. 

Padahal di masa lalu, tidak ada daerah yang ingin disebut miskin karena mereka 
malu, tetapi setelah pemerintah menyiapkan bantuan dana untuk daerah tertinggal 
(miskin), maka hampir semua bupati/walikota dari berbagai provinsi menyatakan 
daerahnya masuk kategori miskin sambil mangajukan proposal permintaan dana yang 
jumlahnya cukup besar, ujarnya. 

Komisi II DPR dalam rapat dengar pendapat dengan Mendagri mendesak pemerintah 
segera mengucurkan dana bantuan untuk rakyat miskin termasuk penyaluran beras 
raskin tanpa ada kebocoran. "Kita sudah mengingatkan pemerintah agar dalam 
penyaluran bantuan dana maupun beras raskin supaya diawasi secara ketat untuk 
menghindari terjadinya penyimpangan," katanya. (Ant) 



Tjahjo: Aparat Keamanan Harus Tegas
SEMARANG - Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Tjahjo Kumolo SH, menegaskan, 
kondisi rawan di Ambon menjelang peringatan HUT Republik Maluku Selatan (RMS) 
20 April harus diantisipasi oleh pemerintah secara terpadu dan aparat keamanan 
diharapkan tegas serta tidak memberikan toleransi terhadap orang-orang yang 
ingin memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 


"Karena hal itu menyangkut kewibawaan dan kedaulatan NKRI," kata Tjahjo Kumolo 
dari Tokyo saat dihubungi melalui telepon, Jumat. 

Menurut dia, langkah Polri menerapkan program operasi "Merah Putih" dan 
menetapkan zona titik rawan sebagai antisipasi dini merupakan langkah tepat dan 
strategis. "Langkah Polri itu sangat tepat dan harus didukung penuh secara 
terpadu oleh TNI, Pemda dan tokoh masyarakat setempat," katanya. 

Ia mengatakan, agar tidak terjadi hal-hal yang jauh dari perkiraan situasi, 
komando di Ambon harus tetap ditangan Polri dan Pemda, sedangkan jajaran TNI 
dan aparat intelijen mendukung langkah operasi Polri tersebut. 

Ia menambahkan, situasi di Ambon hendaknya dipercayakan kepada Polri dan TNI 
untuk mengamankan dan memulihkan keamanan di Ambon. "Kita harus percaya kepada 
Polri dan TNI untuk mengamankan dan pemulihan ketertiban di Ambon," kata Tjahjo 
Kumolo. (Ant) 

[Non-text portions of this message have been removed]



------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~--> 
Help save the life of a child.  Support St. Jude Children's Research Hospital's
'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/mGEjbB/5WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~-> 

***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg 
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:

1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru; 
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 



** Mailing-List Indonesia Nasional Milis PPI-India www.ppi-india.uni.cc **

Other related posts: