[list_indonesia] [ppiindia] DPR Kaget Dengar 20 Daerah Miskin
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Fri, 15 Apr 2005 21:58:49 +0200
** Mailing-List Indonesia Nasional Milis PPI-India www.ppi-india.da.ru **
Refleksi: Kalau tak tahu bahwa daerah miskin, lalu mau tetap berpendapat bahwa
itu Dewan Perakilan Rakyat?
http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=106079
Dari Senayan
DPR Kaget Dengar 20 Daerah Miskin
Sabtu, 16 April 2005
MAKASSAR - Anggota Komisi II DPR RI, Hj Ny. Nurhayati Yasin Limpo mengaku kaget
setelah mengetahui bahwa jumlah daerah di Sulawesi Selatan yang masuk daerah
miskin mencapai 20 kabupaten dan kota madya, padahal sebelumnya hanya beberapa
daerah saja.
Pernyataan anggota Komisi II DPR itu disampaikan di Makassar, Jumat, berkaitan
penjelasan pemerintah pusat yang menyatakan bahwa Sulsel termasuk provinsi
miskin. Pernyataan itu disampaikan dalam rapat dengar pendapat komisi yang
membidangi pemerintahan, sosial dan kemasyarakatan dengan Menteri Dalam Negeri
dan staf Depdagri belum lama ini.
Dalam rapat dengar pendapat tersebut, disebutkan bahwa di Provinsi Sulsel hanya
ada tiga dari 23 kabupaten dan kota yang dilaporkan pemerintah pusat tidak
masuk kategori miskin yakni Kabupaten Luwu, Wajo dan Bone.
Padahal di masa lalu, tidak ada daerah yang ingin disebut miskin karena mereka
malu, tetapi setelah pemerintah menyiapkan bantuan dana untuk daerah tertinggal
(miskin), maka hampir semua bupati/walikota dari berbagai provinsi menyatakan
daerahnya masuk kategori miskin sambil mangajukan proposal permintaan dana yang
jumlahnya cukup besar, ujarnya.
Komisi II DPR dalam rapat dengar pendapat dengan Mendagri mendesak pemerintah
segera mengucurkan dana bantuan untuk rakyat miskin termasuk penyaluran beras
raskin tanpa ada kebocoran. "Kita sudah mengingatkan pemerintah agar dalam
penyaluran bantuan dana maupun beras raskin supaya diawasi secara ketat untuk
menghindari terjadinya penyimpangan," katanya. (Ant)
Tjahjo: Aparat Keamanan Harus Tegas
SEMARANG - Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPR RI, Tjahjo Kumolo SH, menegaskan,
kondisi rawan di Ambon menjelang peringatan HUT Republik Maluku Selatan (RMS)
20 April harus diantisipasi oleh pemerintah secara terpadu dan aparat keamanan
diharapkan tegas serta tidak memberikan toleransi terhadap orang-orang yang
ingin memisahkan diri dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
"Karena hal itu menyangkut kewibawaan dan kedaulatan NKRI," kata Tjahjo Kumolo
dari Tokyo saat dihubungi melalui telepon, Jumat.
Menurut dia, langkah Polri menerapkan program operasi "Merah Putih" dan
menetapkan zona titik rawan sebagai antisipasi dini merupakan langkah tepat dan
strategis. "Langkah Polri itu sangat tepat dan harus didukung penuh secara
terpadu oleh TNI, Pemda dan tokoh masyarakat setempat," katanya.
Ia mengatakan, agar tidak terjadi hal-hal yang jauh dari perkiraan situasi,
komando di Ambon harus tetap ditangan Polri dan Pemda, sedangkan jajaran TNI
dan aparat intelijen mendukung langkah operasi Polri tersebut.
Ia menambahkan, situasi di Ambon hendaknya dipercayakan kepada Polri dan TNI
untuk mengamankan dan memulihkan keamanan di Ambon. "Kita harus percaya kepada
Polri dan TNI untuk mengamankan dan pemulihan ketertiban di Ambon," kata Tjahjo
Kumolo. (Ant)
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Help save the life of a child. Support St. Jude Children's Research Hospital's
'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/mGEjbB/5WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
** Mailing-List Indonesia Nasional Milis PPI-India www.ppi-india.uni.cc **
Other related posts:
- » [list_indonesia] [ppiindia] DPR Kaget Dengar 20 Daerah Miskin