[list_indonesia] [ppiindia] Air Bisa Jadi Sumber Kerawanan Sosial
- From: "Ambon" <sea@xxxxxxxxxx>
- To: <"Undisclosed-Recipient:;"@freelists.org>
- Date: Thu, 31 Mar 2005 11:06:13 +0200
** Mailing-List Indonesia Nasional Milis PPI-India www.ppi-india.da.ru **
http://www.suarapembaruan.com/News/2005/03/31/index.html
SUARA PEMBARUAN DAILY
Air Bisa Jadi Sumber Kerawanan Sosial
JAKARTA - Pengelolaan air bersih yang saat ini masih dirasakan belum menjadi
masalah, diperkirakan akan menjadi sumber kerawanan sosial pada sepuluh tahun
mendatang, jika tidak diterapkan pengelolaan yang baik. Saat ini beberapa
wilayah di Indonesia sudah mengalami krisis air, seperti Pulau Jawa, karena
upaya konservasi air bersih tidak dilakukan secara maksimal.
Sejumlah lahan yang seharusnya menjadi lokasi konservasi air telah rusak dan
tidak bisa menjalankan fungsinya. Belum lagi masalah pemenuhan hak atas akses
air bersih kepada masyarakat yang baru dipenuhi 25 persen dari seluruh penduduk
Indonesia. Kondisi ini akan mengancam kehidupan masyarakat dan berpotensi
menimbulkan masalah sosial.
Deputi Infrastruktur dan Fasilitas Badan Perencanaan Pembangunan Nasional
(Bappenas) Suyono Dikun, seusai menghadiri acara Seminar Towards a Sustainable
Development of Water dan Wastewater Management di Jakarta, Rabu (30/3)
menyebutkan semua infrastruktur pendukung konservasi air mengalami penurunan
yang sangat dahsyat. "Pengairan banyak yang rusak, kemudian biaya (yang
dikeluarkan) juga sangat kecil untuk memperbaiki hal itu. Jadi kondisinya
memang sangat kritis, dan perlu ada kebijakan yang sangat luar biasa untuk
mengubah kondisi yang ada," jelasnya.
Air menjadi hal yang penting dalam masyarakat, sebab selain untuk air minum,
air juga berfungsi pada sektor lain, terutama ketahanan pangan di bidang
pertanian. Masalah yang terjadi di lokasi krisis air, seperti Pulau Jawa,
adalah konservasi air yang tidak berfungsi. Pada musim hujan terjadi banjir
sedangkan pada musim kemarau terjadi kekeringan, hingga sejumlah lahan sawah
gagal panen.
Mengenai krisi air yang mengancam Indonesia, Sekretaris Sumber Daya Air dari
Kedutaan Besar Belanda Jaco Mebius menyatakan pemerintah Indonesia harus segera
membuat kebijakan untuk mengantisipasi krisis air. Masyarakat Indonesia harus
disadarkan mengenai kondisi air yang ada saat ini.
Menurutnya saat ini masyarakat Indonesia masih belum menyadari tentang krisis
air yang sedang terjadi. Padahal sebenarnya krisis air dapat terlihat di lokasi
yang padat penduduknya. Selain itu, krisis air bersih juga terlihat pada
kualitas air yang dikonsumsi oleh warga.
Mengenai masalah ini Suyono Dikun menjelaskan pemerintah sendiri mengalami
kesulitan yang cukup besar untuk memperbaiki masalah yang ada. "Masalahnya
sudah sangat kompleks, seperti masalah pengadaan air minum, masalah irigasi.
Pengadaan air minum saja bermasalah besar berantakan. Banyak Perusahaan Daerah
Air Minum (PDAM) kita yang bermasalah, seperti finansial dan sebagainya. Jadi
memang perlu ada langkah yang bagus," ujarnya.
Untuk memperbaiki infrastruktur air diperlukan dana yang cukup besar. Seluruh
pembangunan dan perbaikan infrastruktur membutuhkan dana antara Rp 500 triliun
hingga Rp 600 triliun. Sedangkan untuk pembangunan infrastruktur air saja,
kira-kira dibutuhkan 25 persen dari jumlah tersebut.
''Pemerintah tidak memiliki dana sebesar itu untuk pembangunan infrastruktur
air. Tetapi dengan melepas langsung kepada pihak lain juga akan menjadikan
masalah yang baru. Jadi memang harus disiapkan mekanismenya," kata Suyono
Dikun. (K-11)
Last modified: 31/3/05
[Non-text portions of this message have been removed]
------------------------ Yahoo! Groups Sponsor --------------------~-->
Give the gift of life to a sick child.
Support St. Jude Children's Research Hospital's 'Thanks & Giving.'
http://us.click.yahoo.com/lGEjbB/6WnJAA/E2hLAA/BRUplB/TM
--------------------------------------------------------------------~->
***************************************************************************
Berdikusi dg Santun & Elegan, dg Semangat Persahabatan. Menuju Indonesia yg
Lebih Baik, in Commonality & Shared Destiny. www.ppi-india.org
***************************************************************************
__________________________________________________________________________
Mohon Perhatian:
1. Harap tdk. memposting/reply yg menyinggung SARA (kecuali sbg otokritik)
2. Pesan yg akan direply harap dihapus, kecuali yg akan dikomentari.
3. Lihat arsip sebelumnya, www.ppi-india.da.ru;
4. Satu email perhari: ppiindia-digest@xxxxxxxxxxxxxxx
5. No-email/web only: ppiindia-nomail@xxxxxxxxxxxxxxx
6. kembali menerima email: ppiindia-normal@xxxxxxxxxxxxxxx
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/ppiindia/
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
ppiindia-unsubscribe@xxxxxxxxxxxxxxx
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/
** Mailing-List Indonesia Nasional Milis PPI-India www.ppi-india.uni.cc **
Other related posts:
- » [list_indonesia] [ppiindia] Air Bisa Jadi Sumber Kerawanan Sosial